April 26, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 4.2

 

Bank biasanya mengangkut uang pada pukul 9 pagi. Zheng berjalan menuju sebuah bank.

“Yinkong meninggalkan gedung televisi. Anehnya Heng tidak ikut. Dia sekitar sepuluh menit jauhnya dari kami.”Kata Lan melalui perangkat radio.

Zheng menjawab. “Kalau begitu rencana kita tetap. Cari sebuah taksi dan pergi seberangi jembatan. Kau tidak berada dalam daftar kematian jadi teruslah lari. Aku berputar di sekitar Yinkong dan langsung masuk ke gedung itu. Pergi tarik perhatian mereka seperti yang kita lakukan dalam latihan. Aku akan menyergap mereka dari belakang. Percayalah padaku, saya akan mengalahkan Jie sebelum Yinkong menemukanmu!”

Perangkat terdiam sejenak kemudian Lan bergumam. “Hati-hati.”

Zheng meletakkan perangkat itu. Dia mengambil napas dalam-dalam lalu berjalan ke bank dengan santai. Dia akan dilewati oleh mobil lapis baja.

Seorang penjaga keamanan menghentikannya. “Mohon tunggu. Bank belum buka.”

Zheng meninju dadanya tanpa berkata apa-apa. Tinjuan itu menerbangnya beberapa meter bahkan dengan menggunakan rompi antipeluru dan bertabrakan dengan penjaga keamanan lainnya. Mata Zheng tampak tidak fokus dan memasuki mode berserk tahap kedua. Dia harus mengakhiri pertarungan secepat mungkin. Plus, ia tidak boleh terkena satupun tembakan. Dia harus berada dalam kondisi sempurna untuk bertarung dengan Jie!

Penjaga keamanan berada dalam gerak lambat di matanya. Zheng berlari ke salah satu dari mereka dan membengkokan pistolnya sebelum penjaga itu bisa menembak. Dia menendang penjaga itu sampai terjatuh lalu meninju dadanya. Semuanya terjadi hanya dalam satu detik. Para penjaga lainnya bahkan belum mengangkat pistol mereka ketika yang satu ini tak sadarkan diri.

Dua penjaga yang dijatuhkan di awal-awal tampak syok. Zheng menebas mereka dengan pisau sesaat setelah mereka mengangkat pistol mereka. Dua lengan jatuh seperti tahu. Zheng kemudian menyambar kepala mereka dan membenturkannya satu sama lain. Kedua penjaga ini juga jatuh pingsan.

Tiga penjaga yang tersisa di sisi lain dari mobil itu mendengar sesuatu yang tidak beres. Mereka berlari dengan pistol mereka tapi yang mengejutkan mereka, mereka tidak menemukan siapa-siapa selain tiga penjaga di tanah. Mereka tidak melihat Zheng yang berdiri di atas mobil sedang menatap mereka. Saat mereka berjalan mendekati mobil, Zheng melompat ke belakang mereka dan dengan mudah membuat mereka pingsan.

Zheng menghela napas lega. Dia menatap tangannya dalam keadaan linglung. Dia telah memperoleh kekuatan yang tidak bisa dicapai oleh orang normal sebelum ia menyadari hal itu. Kekuatan ini akan menjadi lebih kuat selama dia tetap hidup. Apakah ini evolusi di dunia dewa? Kekuatan seseorang berkembang saat ia melalui situasi hidup dan mati dan film horor, sampai dia mencapai ketinggian yang tak terbayangkan.

Zheng kembali ke akal sehatnya setelah beberapa detik. Dia ke kursi pengemudi dan menyalakan mobil tanpa menutup pintu belakang mobil, meninggalkan enam penjaga tak sadarkan diri di jalan.

Banyak orang berkumpul di sekitar tempat kejadian, pejalan kaki dan karyawan bank. Mereka semua menyaksikan pertarungan itu dengan syok, seakan mata mereka berbohong kepada mereka. Karena gerakan Zheng tampak mustahil. Tidak ada yang akan berpikir bahwa manusia bisa melakukannya. Saat itu, seseorang berlari ke arah uang yang berjatuhan dari bagian belakang mobil. Kemudian yang lain ikut berebut uang yang tersebar di jalan. Bahkan para karyawan bank ikut bergabung. Adapun penjaga keamanan, mereka terinjak-injak oleh kerumuman itu.

Zheng mengatakan ke perangkat saat ia melaju. “Di mana dia? Seberapa jauh dariku? Apakah dia mengejar saya atau kau?”

Lan berhenti sejenak. “Dia tampaknya berhenti dan memutuskan apakah akan mengejarmu atau saya. Sudah terlambat untuk mengejarmu dari lokasinya. Terus jalan. Dia masih lima menit darimu. Dia mulai bergerak ke arah saya. Zheng, aku akan menyerahkan semuanya kepadamu.”

Zheng mengambil napas dan berkata dengan nada serius. “Percayalah. Saya akan melakukan apa yang saya katakan! Aku akan mengalahkan Jie sebelum dia bisa menyerangmu! Aku tidak akan membiarkanmu terluka.”

Lan terdiam sejenak lalu berkata dengan suara kecil. “Kamu harus bisa.”

“Pasti.”

Itu hanya sepuluh menit berkendara dari bank ke gedung televisi. Sirene polisi berbunyi di belakang mobil Zheng hanya dalam beberapa menit. Itu adalah jalan lurus menuju gedung itu. Zheng sudah bisa melihat bagian puncak gedung. Dia menginjak penuh pedal gas, mengabaikan segala sesuatu yang lain. Semua yang tersisa di matanya hanyalah gedung itu.

Karena ia semakin dekat dan dekat, angin yang tidak biasa meniup ke dalam mobil meskipun semua jendela tertutup. Zheng tiba-tiba punya firasat buruk. Seperti perkiraannya, saat ia melaju melewati sebuah persimpangan di depannya, sebuah truk melaju dari samping dan bertabrakan dengan sebuah mobil. Truk itu kemudian mendorong mobil lapis baja itu ke arah sebuah gedung. Bahkan jika Zheng keluar dari mobil sekarang, ia harus berlari dan menjadi sasaran serangan Heng. Ia merasa cemas dan marah.

“Sial! Pergilah ke neraka!”Teriak Zheng. Dia menginjak pedal gas saat ia mengambil meriam udaranya. Dia mengarahkan meriamnya ke truk itu. Tidak ada pengemudi dalam truk itu. Mungkin dia sudah melompat dari truk.

“Dua!”

“Satu!”

Meriam akhirnya ditembakan ketika mobil lapis baja itu hendak menghantam gedung itu. Tembakan itu menghancurkan pintu baja dan bagian depan truk menjadi pasir logam. Mobil akhirnya terbebas dari dorongan itu. Ini melaju melewati gedung itu, menggesek sisi mobil dan merusak lampu jalan.

Zheng tidak yakin apakah Heng bisa menembak menembus jendela antipeluru. Dia mengarahkan mobil langsung ke gedung kemudian menghancurkan kaca depan. Karena antipeluru, kaca depan retak tapi tidak pecah. Jadi sekarang tidak ada yang bisa melihat ke dalam mobil dengan jelas dari luar. Zheng menurunkan tubuhnya dan duduk di samping. Dia terus menginjak pedal tanpa melihat jalan. Mobil itu semakin dekat dan lebih dekat ke gedung televise itu.

(5000m, 3000m, 1500m)

Saat mendekati 1000 meter, sebuah panah menghantam kaca depan. Itu cukup kuat untuk menembus ke dalam kaca antipeluru sedalam beberapa inci, lebih kuat dari senjata biasa. Ketika Zheng mensyukuri ketangguhan mobil, panah lain ditembakan lagi dan mengenai titik yang sama sebelumnya. Kedua anak panah ini ditembakan terpisah hanya kurang dari satu detik. Kaca depan akhirnya tidak bisa menahan kekuatan kedua panah itu dan hancur. Namun, mobil juga tetap melaju ke gedung itu!

Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menakuti orang-orang di jalan. Orang-orang berlarian saat mereka melihat mobil datang. Jadi mobil ini menabrak meja resepsionis tetapi tidak melukai siapapun. Kemudian, mebel kayu yang ada menahan dampak dari benturan itu. Jika tidak, bahkan Zheng tidak bisa meninggalkan mobil tanpa cedera akibat tabrakan itu.

Zheng masih merasa sedikit pusing dan membutuhkan beberapa detik untuk pulih. Dia langsung berbicara ke perangkat radio. “Lan! Bisakah kau merasakan lokasi Jie?”

“Aku tidak bisa. Itu hanya ruang kosong di sana, seperti ada sesuatu yang menghalangi daerah itu. Hati-hati. Jie tidak akan mudah untuk dilumpuhkan.”

Zheng mengambil napas dalam-dalam. “Aku tahu. Bagaimana denganmu? Seberapa jauh Yinkong darimu?”

Dia berhenti sejenak. “Dia seharusnya sampai ke saya dalam sepuluh menit.”

“Sepuluh menit. Sepuluh menit! Aku tahu! Aku akan menghabisinya dalam waktu sepuluh menit! Saya berjanji!”

 

Translator / Creator: isshh