April 24, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 4.1

 

Ciuman itu berlangsung cukup lama. Lan terlepas dari rasa sakit itu. Untungnya, sebagian besar rasa sakit itu terjadi dalam pikirannya dan bukan pada tubuh fisiknya. Jadi meskipun dia masih merasa sedikit sakit kepala, itu tidak mengancam nyawanya. Sepertinya ada beberapa jenis mode berserk.

Lan pulih namun mereka berdua tidak berpisah. Zheng tidak tahu perasaan apa itu sebenarnya. Butuh beberapa saat sebelum ia melepaskan bibir Lan. Wajahnya merah saat itu, mungkin karena rasa sakit atau mungkin karena rasa malu.

Zheng terbatuk beberapa kali kemudian tertawa. “Hehe. Kau sudah baikan sekarang? Kau terlihat berada dalam kondisi yang sangat buruk. Apakah karena kau membuka kendala genetik?”

Lan mengatakan dengan terkejut. “Keadaan pikiran itu adalah mode berserk? Saya tidak tahu. Aku merasa seperti tangan saya bergerak mengikuti naluri ketika saya berkonsentrasi untuk mengeluarkan pecahan peluru dari punggungmu. Tanganku tahu di mana pisau harus mengarah dan sebesar apa kekuatan yang harus saya gunakan. Saya juga mengecilkan area pemindai jiwa. Aku bisa melihat dan merasakan setiap inci tubumu.”

Zheng tidak sengaja melihat ke bawah. Tindakan kecil ini membuat Lan tersipu lagi. Dia segera berkata. “Hoho. Bagus. Ini adalah hal baik, kau sudah membuka kendala genetik. Jangan membukanya lagi dalam dua hari ini jika tidak diperlukan. DNAmu mungkin berantakan jika kau menggunakannya terlalu sering di awal. Maka kau akan mati jika kau tidak dapat kembali ke dimensi dewa tepat waktu. Jadi berjanjilah untuk tidak membukanya jika kau bisa.”

Lan mengangguk patuh. Zheng kemudian menyerahkan perban. “Bantu saya membalut dulu, Hm? Ada yang menghubungiku barusan?”

Zheng menyalakan perangkat. Anehnya, yang terdengar hanya suara berderak. Cukup lama untuk membuatnya sadar bahwa suara ini adalah suara hutan terbakar. Tidak ada yang menjawab di sisi lain. Dengan kata lain, perangkat itu terjatuh ke dalam api. Maka kedua wanita itu mungkin…

Zheng merasa menggigil tiba-tiba. Dia ingat dia terus-menerus berada dalam bahaya sejak ia memasuki film ini. Kalau bukan karena enhancement dan mode berserk yang memberinya indra keenam yang sensitif terhadap bahaya, ia mungkin sudah tewas dalam kecelakaan. Serangan pertama dari listrik sudah cukup untuk membunuh orang normal. Dia selamat dari serangan berikutnya karena keberuntungan maupun kekuatannya. Kecuali kematian itu menyerang kedua wanita itu, mereka tidak akan mampu bertahan dalam satu seranganpun.

Zheng mendesah. “Semua pemula meninggal. Semua orang dalam bus selain saya meninggal.”

Lan merasa merinding dan segera berkata. “Jangan katakan kata-kata negatif seperti itu. Bukankah kau masih baik-baik saja? Jangan khawatir. Kita hanya perlu mengalahkan Jie.”

Zheng menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit. “Ini sulit. Jie lebih kuat dari yang kita duga. Dan ada Yinkong, Heng, dan Honglu. Sulit untuk mengalahkan mereka.”

Lan bersandar di sisinya. “Jangan khawatir. Saya akan selalu membantumu. Pasti ada cara untuk mengalahkan Jie.”

Zheng memijat pelipisnya. Ia mulai merenung bagaimana ia harus memecahkan situasi saat ini.

“Lan, saya memiliki cara untuk langsung berhadapan dengan Jie tetapi kau harus mengambil risiko besar. Kau mungkin akan menghadapi bahaya besar.” Zheng berkata dengan nada serius.

Dia mengangguk dan berkata. “Tidak masalah. Saya tidak bisa membiarkanmu mengambil risiko itu sendiri. Biarkan saya bergabung dalam pertarungan! Kumohon.”

“Masih ingat pelatihan itu? Saat itu juga kita berdua melawan mereka berempat. Sekarang kita hanya harus mengalahkan Jie. Jadi kita bisa benar-benar mengabaikan ketiga lainnya. Misi ini selesai jika saya bisa sampai padanya. Jadi, rencana saya adalah…”

ZhuWen akhirnya menunggu polisi tiba. Bahkan polisi merasa merinding ketika mereka melihat arang manusia itu. Semua orang akan begitu saat melihat seseorang terbakar hidup-hidup. Jadi butuh beberapa waktu sebelum mereka datang untuk mengajukan pertanyaan kepadanya.

Tentu saja, tanpa kartu identifikasi, green card, alamat, atau bahkan dokumen memasuki perbatasan, ZhuWen ditandai sebagai imigran ilegal. Dia dimasukkan ke dalam mobil polisi dan menuju ke kantor polisi.

Polisi tidak memperlakukannya terlalu buruk. Satu, tidak ada seorangpun yang akan memperlakukan seorang wanita cantik dengan buruk. Dua, informan mengatakan bahwa dia punya hubungan dengan bos geng mafia baru.

Jadi seorang polisi membawanya kembali sementara yang lain tinggal di lokasi kebakaran untuk menjaga ketertiban dan mungkin menemukan sumber api.

Polisi ini adalah seorang pria usia pertengahan. Dia tidak berbicara dan hanya menyalakan radio setelah ia menutup jendela mobil. Musik rock and roll memberinya rasa kepuasan. Dia melaju sambil terus menggoyangkan kepalanya.

ZhuWen merasa kengerian lebih dan lebih besar. Baik karena kematian Lilin maupun juga situasi dia saat ini. Dia bisa melihat sosok mengerikan datang padanya. Perasaan ini begitu menakutkan, seperti dia mungkin akan mati pada detik berikutnya. Perasaan ini semakin intens saat mobil sedang melaju.

Polisi itu masih menggoyangkan kepalanya saat ia melaju melewati beberapa mobil sampai ia menjumpai sebuah truk yang membawa bambu. Truk itu terlalu besar untuk disalip. Dia membunyikan klakson dengan tidak sabar. Truk itu ingin membiarkan mobil polisi itu lewat dengan sedikit menepi ke kiri. Namun, karena ukuran truk itu dan sempitnya jalan, mobil polisi itu tidak punya pilihan selain pasrah mengikuti dari belakang.

Firasat kematian ZhuWen telah mencapai puncaknya. Dia terus mengetuk jendela kecil antara bagian belakang dan kursi pengemudi. Tapi musik menenggelamkan semua kebisingan. Polisi itu terus mengemudi di belakang truk.

Salah satu tali yang mengikat bambu putus, kemudian diikuti dengan yang lainnya satu per satu. Bambu-bambu itu semakin longgar.

Pada saat yang sama, ZhuWen mengetuk lebih keras dan lebih keras. Polisi itu akhirnya menyadarinya. Dia segera membuka jendela kecil dan bertanya tanpa berbalik. “Ada apa? Tidak enak badan?”

Satu tongkat bambu turun dari truk dan menembus jendela mobil kemudian langsung di jendela kecil. ZhuWen memajukan kepalanya untuk berbicara tapi bambu memasuki mulutnya.

Zheng tiba-tiba duduk. Dia melihat ke sekeliling taman, ia dan Lan telah tinggal di situ tetapi tidak ada bahaya. Bangunan terdekat juga berjarak seratus meter. Seharusnya tidak ada apapun di sini yang bisa dimanfaatkan oleh kematian.

Tubuh Zheng penuh luka setelah bertarung ditambah dengan ledakan kemarin. Cedera terlalu banyak bahkan dengan darah vampir. Jadi ia memakai taman ini untuk istirahat malam setelah makan beberapa makanan cepat saji. Meskipun hanya ia yang satu-satunya beristirahat. Lan harus terus memindai gedung televise itu sepanjang malam. Dia hanya bisa beristirahat tanpa khawatir saat Lan sedang menggunakan scannya.

Sebuah cahaya tipis muncul di cakrawala. Zheng bergerak sedikit. Itu hanya istirahat satu malam dan sebagian besar lukanya sembuh, bahkan luka akibat panah di bahunya hampir selesai pulih. Dia sedang menunggu matahari terbit lalu ia akan langsung berlari ke gedung itu. Ia berencana untuk menghajar Jie!

“Gak mau tidur sebentar? Biar aku yang jaga.” Zheng duduk di samping Lan dan berkata dengan simpati.

Lan tertawa. “Hehe. Tidak masalah. Kita seharusnya bisa kembali hari ini. Jangan khawatir. Kau telah melindungi saya selama ini. Sebenarnya tidak buruk juga melindungimu.”

Zheng diam. Ia menatap langit. Munculnya Venus menandakan awal dari sebuah hari yang baru.

“Apakah kau masih ingat saat latihan itu? Jie, tunggu aku!”

 

Translator / Creator: isshh