April 17, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 2.3

 

Zheng bermandikan keringat dingin karena ketakutan. Dia berteriak tanpa berpikir. “WangXia! Di mana dia!”

WangXia tertegun. Serangkaian peristiwa terjadi hanya dalam sepuluh detik, setiap serangan bisa saja mengambil hidupnya, belum lagi bahwa ia tidak bisa menghindari mereka. Tapi kekuatan mentalnya kokoh. Dia menunjuk ke sebuah gedung tinggi dari jauh dan berkata. “Di sana, tapi aku tidaktahu lantai yang mana!”

“Cukup! Aku tahu di lantai mana dia berada!”

Zheng berpikir “jika saya Heng”. Dia tidak tahu ada apa dengan pikirannya, tapi ternyata dia benar-benar bisa memahami apa yang dipikirkan Heng. Seperti kapan saatnya untuk menembak panah, di mana ia harus membidik, dan posisi terbaik untuk berdiri. Jadi dia mengaktifkan teknik gerakannya langsung dan berlari ke gedung itu ketika WangXia memberinya perkiraan lokasi. Orang-orang menyaksikan dengan syok ketika ia melewati satu atau beberapa mobil sekali lompat. Orang-orang mulai berteriak “Kungfu China!”

Dia tidak hanya saja harus fokus pada satu orang. Semuanya merupakan ancaman, baik itu strategi Honglu, pemindai jiwa Lan, kemampuan membunuh Yinkong atau jarak serang Heng. Setiap orang yang ia dibebaskan akan meningkatkan kekuatannya dengan sugnifikan. Bahkan jika ia tidak memanfaatkan bantuan mereka, mengurangi kekuatan musuh juga berharga. Jadi dia berhenti mengejar Yinkong yang memiliki ancaman tertinggi. Sebuah kemenangan jika ia bisa membebaskan baik Heng maupun Lan.

Kecepatan Zheng tak tertandingi ketika mengaktifkan teknik gerakannya itu. Dia merasa aura membunuh menguncinya dua kali selama perjalanan tapi keduanya menghilang sebelum mencapai puncaknya dan tidak pernah kembali lagi. Zheng telah mencapai gedung. Dia merasa bahwa Heng berada di lantai pertama sebelum ia melompat menggunakan benda-benda yang menonjol di dinding. Teknik gerakan itu menunjukkan kegunaannya di medan kompleks dari perkotaan ini.

Zheng akhirnya mencapai lantai tiga dalam beberapa lompatan. Dia membelah jendela kemudian menendangnya. Tidak ada orang di dalam ruangan itu, hanya beberapa jejak kaki. Itu adalah seorang pria dan wanita dilihat dari jejak kakinya.

Zheng bergegas keluar dari ruangan itu tanpa berpikir lebih lanjut. Dia berlari menuruni tangga dan seperti yang diharapkan, ada seorang wanita berjalan keluar dari pintu masuk utama. Meskipun kecepatan Zheng tak tertandingi. Dia berlari keluar dari gedung itu dan melihat Lan melarikan diri. Dia mengejar Lan dalam beberapa langkah dan memukul pada bagian belakang kepalanya, membuatnya pingsan.

Zheng merasakan sakit di kepalanya sesaat Lan kehilangan kesadaran. Dia tiba-tiba memasuki keadaan setengah sadar, setengah bermimpi, seperti ketika ia teleport antara dimensi dewa dan dunia film. Namun, ia merasa lebih sadar karena ia melihat Jie di depannya.

Jie menarik napas kemudian tertawa ringan. Orang ceria ini tampak seperti dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Zheng bersabar. Dia mengamati sekitarnya dengan hati-hati. Yang mengejutkan, hanya Jie yang bisa dilihatnya dengan jelas, selain Jie, semuanya seperti ada dalam kabut.

“Jangan repot-repot mencari. Ini adalah komunikasi dalam kesadaran kita.” Jie mendesah, tapi ia masih tersenyum. “Selamat sudah menyelesaikan seperempat dari misi ini. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengingatkanmu bahwa dalam seri Final Destination, meskipun hanya harus bertahan lima hari namun serangan-serangan kematian akan menjadi lebih dan lebih menakutkan seiring berjalannya waktu. Kematian akan mengabaikan kehidupan orang lain di sekitarmu pada hari keempat. Jadi datang ke saya jika masih ingin hidup. Film ini akan segera berakhir setelah kau mengalahkan saya. Apakah ada hal lain yang ingin kau ketahui?”

Zheng merenung sejenak lalu bertanya serius. “Apa tujuan dari keberadaanmu? Tidak, aku harus bertanya, siapa kamu?”

“Seorang Guide. Dewa tidak akan menempatkan orang-orang yang baru saja sampai di dunia ini langsung masuk dalam bahaya. Jadi dewa membuat Guide untuk memberikan orang kesempatan. Guide tidak akan mati sampai ada orang yang membuka kendala genetiknya. Biasanya ini akan menjadi tingkat pertama. Fungsi Guide adalah untuk menguji apakah orang tersebut bisa menjadi pemimpin. Jika ia melewati tes, maka Guide akan memberinya posisi pemimpin dan meningkatkan satu level mode berserknya.” Jie menghela napas dan bergumam.

“Jadi kau seorang Guide? Dan juga pemimpin tim China? Saya tidak bisa mengerti. Saya sudah membuka tingkat kedua, mengapa kau menunggu begitu lama untuk menguji saya? Jika kau adalah pemimpin tim China, mengapa kamu mengujiku? Apakah tes ini tidak mempertimbangkan hidup anggota tim lainnya?”

Jie menggeleng. “Saya adalah Guide dan juga pemimpin dari tim China. Guide tidak diperbolehkan untuk menyerang setiap anggota tim kecuali anggota ini adalah salah satu yang mengambil tes. Jika tidak, dewa akan menghukumnya.”

Zheng akan bertanya lebih jauh tapi Jie berbalik dan berkata. “Saya sudah menjawab seperempat dari pertanyaan. Datang temui saya jika kau ingin tahu lebih banyak. Saya ada di puncak gedung televisi. Ingat apa yang saya katakan, serangan kematian akan lebih menakutkan semakin lama film ini berlangsung. Jika kau ingin hidup, temui saya dan kalahkan saya sebelum hal itu terjadi. Kau telah melakukan pekerjaan yang besar. Kau sudah mencapai tingkat ketiga mode berserk. Teruskan, kawanku. Kalahkan aku.”

Zheng segera mengejarnya. Namun, ia terbangun saat dia menyentuh bahu Jie. Tidak ada yang berubah di dunia luar. Semua pejalan kaki masih di tempat yang sama. Lan masih dalam pelukannya. Tampaknya waktu telah berhenti selama percakapan itu.

“Guide? Pemimpin? Jie, apa yang ingin kau beritahu ke saya?”

Zheng berteriak. Dia merasa tersesat dan penyesalan membiarkan dia pergi setelah hanya beberapa kalimat.

WangXia dan preman itu datang agak cepat. Mereka sudah memanggil Zheng ketika mereka melihatnya dari jauh. Zheng berhenti menyembunyikan kemampuannya di depan orang normal dan mengaktifkan teknik gerakannya sambil membawa Lan. Dia segera berlari ke WangXia dan preman itu kemudian berkata. “Pergi, ke depan yang tidak ada kemacetan lalu lintasnya.”

Zheng melompat dari mobil ke mobil dengan ekspresi mengejutkan dari pengemudi dan pejalan kaki. Ketika ia keluar dari kemacetan lalu lintas, dia menendang penyok pintu mobil yang hendak jalan. Sopir mengangkat tangannya segera dan melihat penyokan itu dengan syok.

Zheng mengeluarkan dua batang emas dan berkata. “Turun!”

Mata pengemudi itu berputar antara emas dan penyokan itu kemudian ia meraih emas, membuka pintu dan berlari. Dia melemparkan kuncinya ke kursi. Sepertinya dia tidak mengharapkan untuk mendapatkan kembali mobilnya.

Zheng berhati-hati menempatkan Lan pada kursi belakang kemudian melompat di kursi pengemudi. Setelah menyalakan mobil, ia kembali menatap WangXia dan preman itu. Keduanya jauh lebih lambat dan memakan setengah menit lebih lama sebelum mencapai mobil. Tanpa basa-basi lagi, preman itu mengambil kursi depan dan WangXia duduk di belakang.

Zheng mengambil napas dan mulai memacu mobil. Dia bertanya ke preman itu. “Jalan mana yang mengarah distrik barat?”

Preman itu tampak ketakutan. Dia mengangguk dengan wajah pucat. “Bos, saya sangat akrab dengan daerah ini. Ikuti jalan ini dan anda akan mencapai distrik barat segera. Jangan khawatir. Ini adalah daerah aman.”

Zheng dan WangXia tersenyum pahit. Tidak ada tempat yang aman bagi mereka dalam film ini. Apapun bisa terjadi dan kematian bisa datang kapan saja. Zheng meneruskan. “WangXia, bantu saya membangunkannya. Jangan lukai dirinya. Bangunkan dengan metode militer anda.”

WangXia mengangguk kemudian menekan punggung Lan. Dia perlahan-lahan membuka matanya kemudian melihat sekeliling dengan terkejut. Sampai dia mendengar suara Zheng membuat syoknya mereda. Lingkungan itu terlalu aneh ketika dia terbangun.

“Lan, saya akan memberitahumu rinciannya nanti. Bantu saya memindai Heng, Yinkong, Honglu, dan Jie. Kita tidak bisa menjadi orang yang terus diserang. Kita akan bersiap-siap untuk melakukan serangan balik setelah kita mendapatkan senjata besok!”

Translator / Creator: isshh