April 12, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 2.1

 

Zheng membawa para preman itu kembali ke restoran tanpa masalah apapun. Namun, ia juga menarik perhatian polisi. Untungnya, ia sudah menerima green card palsu di pagi harinya. Kartu ini dibuat sesuai dengan standar persyaratan pemerintah berkat emas itu. Tapi pembuatnya juga perlu langkah ekstra untuk meretas jaringan kantor imigrasi setempat dan memasukkan informasi Zheng. Tentu saja, mereka tidak tahu nama asli Zheng. Namanya sekarang adalah Stephen Chow.

Polisi memeriksa green card Zheng dan mencari di database mereka. Memang ada seorang yang bernama Stephen Chow dengan wajah yang sama persis. Foto itu tampak seperti diambil dalam dua hari ini. Mereka hanya bisa menyaksikan selagi Zheng memimpin para preman pergi.

“Sialan Stephen Chow, mengapa mereka tidak memberi nama saya God of Cookery sekalian?” Zheng tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis.

Para preman menunjukkan cukup rasa hormat kepadanya. Zheng juga juga tidak peduli tentang emas dan uang. Mereka diundang ke ruang VIP setelah menghabiskan banyak uang tunai.

Zheng langsung bertanya setelah dia duduk. “Apakah kalian sudah mengumpulkan orang? Apakah kalian sudah menyebarkan perintahku?”

Seorang pria Kaukasia tengah baya berkata. “Iya Bos. Kami telah menyebarkan kata-kata Anda dan menerima beberapa informasi. Seseorang memang melihat seorang anak Asia yang suka bermain dengan rambutnya. Wanita berpayudara besar dengan kacamata dan seorang pria yang membawa tas besar.”

Zheng terkejut. “Di mana mereka terlihat?” Dia mengeluarkan buku panduannya dan membuka peta kota.

Preman itu menunjuk ke sebuah gedung televisi di tengah. “Daerah sini sekitar pukul 02:00 malam. Mereka memasuki gedung itu. Para penjaga seolah-olah seperti mereka tidak terlihat. Seharusnya tidak ada yang bisa memasuki gedung pada jam segitu. Itulah mengapa seseorang melihat mereka. Lihatlah ini.”

Zheng menghitung waktu itu. Itu tak lama setelah ia diserang. Jadi mereka kembali setelah menyerang dia. Para preman itu tidak berbohong. Mereka pasti berada di dalam gedung itu!

Dia mengambil sepuluh batang emas saat ia sedang berpikir. Sinar emas langsung menarik perhatian para preman itu. Kata Zheng. “Kerja bagus! Ambil emas ini. Bagi sendiri. Saya tidak perlu mengajarkan kalian kan? Gunakan uang sisanya untuk menempatkan orang-orang di sekitar bangunan dan terus mengawasi. Beritahu saya secepatnya orang-orang itu muncul. Ini tidak cukup.”

Zheng mengambil segenggam pasir kemudian beberapa tulang. Benda ini juga dari dimensi dewa. Dia memegang Kitab Orang Mati dan mulai mengucapkan mantra dalam bahasa Mesir kuno.

Pasir dan tulang bergabung sampai energi darahnya habis. Empat mumi muncul ketika formasi itu selesai. Badan-badan kurus in mengandung kekuatan lebih dari orang normal. Keajaiban dari Kitab Orang Mati adalah imbalan terbesar dari film terakhir.

Para preman itu berteriak sambil mundur. Beberapa berlutut dan menjerit Setan. Yang membuatnya terkejut, tidak ada yang menyebut Jesus. Ini berbeda dari apa yang dia pikirkan mengenai orang barat.

Zheng memukul meja dan berkata. “Jangan panik! Ini adalah kekuatan saya. Mereka tidak akan menyakiti kalian! Dengarkan. Pakaikan mereka jubah, saya tahu kalian dapat membelinya beberapa. Kemudian bagi menjadi empat kelompok dan pantau gedung itu dari semua arah. Beritahu saya lewat radio ini segera setelah kalian melihat mereka. Paham? Mumi ini akan melindungi kalian dari serangan mereka. Gunakan waktu itu untuk menghubungi saya!”

Para preman ini memberontak dari masyarakat sejak awal. Mereka lebih percaya Setan daripada Jesus. Para preman itu menjadi bersemangat setelah kejutan awal itu. Beberapa dari mereka sedang memperhatikan mumi itu dan bahkan mencoba untuk menyentuh mereka. Yang lainnya menatap Zheng dengan kekaguman. Tidak, itu lebih mirip dengan menyembah sebuah kultus. Jika Zheng menyuruh mereka untuk menjadi pembom bunuh diri, fanatisme itu mungkin akan membuat mereka melakukannya.

Zheng menggeleng dan berkata kepada salah satu yang berbicara bahasa China. “Apakah kau menyelesaikan tugas yang kuberikan padamu? Apakah kau menemukan seorang pengedar senjata?”

Dia segera mengangguk. “Iya. Old Crab dari distrik barat memiliki persediaan. Tapi dia sudah mendengar tentang Anda dan meminta pembayaran dalam emas bukan uang tunai.”

Zheng mengangguk. “Baik jika dia ingin emas. Itulah yang saya rencanakan dari awal. Tunggu di luar. Kami akan menyelesaikan diskusi dulu kemudian pergi dengan kalian ke distrik barat.”

Zheng kemudian beralih ke para pemain. Dia mengulurkan Kitab Orang Mati dan berkata. “Jangan bilang kalian belum pernah melihat kitab ini. Ini harusnya cukup terkenal. Orang-orang yang menonton film harusnya tahu.”

Lilin ragu-ragu sedikit lalu berkata. “Kitub ini harusnya kitab terkenal dalam The Mummy. Kitab Orang Mati? Kitab ini dikatakan mengandung sihir dari Mesir kuno dan bahkan dapat menghidupkan orang mati. Pasangannya adalah Kitab Amun-Ra. Anda dapat membawa benda-benda keluar dari film?”

Zheng tertawa. “Ini sedikit rumit untuk dijelaskan. Saya akan menjelaskannya setelah kita kembali. WangXia, Laoshi, dan Xue, ikut aku ke distrik barat. Kalian akan memilih senjata kalian di sana. Kita mungkin harus menghadapi anggota tim saya yang lain. Tentukan keputusan kalian. Saya hanya bisa menjanjikan bahwa orang-orang yang berjuang dengan saya dan kembali ke dimensi dewa hidup-hidup bisa menjadi anggota tim. Jika kalian tidak ingin bertarung, maka silakan pergi. Saya tidak memiliki energi untuk melindungi orang yang tidak diperlukan!”

WangXia langsung berdiri setelah mendengar kata-katanya. Xue memikirkannya sejenak kemudian ia juga berdiri. Namun, pria tengah baya panik dan wajahnya berubah merah. Dia bertingkah cemas dengan kepalanya menunduk. Sepuluh detik berlalu. Zheng merasa tidak sabar. Dia akhirnya berdiri dan berkata. “Aku akan ikut. Aku berburu burung dengan senapan sebelumnya jadi saya pasti bisa memberikan kontribusi.”

Zheng mendesah. Dia mengatakan kepada dua wanita itu. “Kalian dapat kembali ke hotel nanti. Saya sudah bicara dengan pemiliknya. Atau kalian bisa menunggu kami di sini. Hubungi kami lewat perangkat itu. Saya tidak akan merekomendasikan kalian pergi berbelanja atau sejenisnya. Kalian mungkin akan kehilangan nyawa kalian di jalan. Paham?”

Mereka mengangguk dan setuju dengan saran Zheng. Zheng pergi ke pintu dengan tiga pria itu. Para preman itu sudah menunggu di luar ruangan. Dia menyerahkan Zheng sebuah smartphone baru segera setelah ia melihat Zheng. “Boss, orang-orang yang memantau gedung itu mengirimkan informasi. Tiga orang Asia keluar dari gedung itu. Pria itu membawa tas besar, seorang gadis enam belas tahun yang tampan, dan seorang wanita berkacamata. Anak kecil itu tidak keluar.”

Zheng mengambil alih telepon. “Ayo pergi. Ke distrik barat. WangXia, apakah kau terbiasa dengan sniping?”

WangXia berhenti sejenak. “Tidak terlalu tapi aku bisa menggunakan senapan sniper. Apakah mereka memiliki penembak jitu?”

“Bukan seorang penembak jitu. Tapi busurnya lebih kuat dan memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dengan senapan sniper normal.” Zheng mendesah. “Busurnya adalah senjata yang ditukar dari dimensi dewa. Memiliki jangkauan lebih dari satu kilometer dengan kecepatan dan kekuatan sebanding dengan senapan sniper normal. Dia juga memiliki teknik memanah yang dapat menambah kecepatan panah.”

Ekspresi WangXia berubah sedikit. Zheng meneruskan. “Jika saya tertembak, saya ingin kau untuk melacak lokasi di mana panah datang dengan menggunakan pengetahuanmu tentang sniping. Kau harus memberitahu saya di mana posisinya dalam waktu lima detik sejak saya tertembak!”

 

Translator / Creator: isshh