April 10, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 1.2

 

Xiaohao adalah seorang otaku, yang berarti kehidupan sehari-harinya berhubungan dengan menonton TV dan selalu online dari rumah. Dia tidak akan meninggalkan rumahnya kecuali itu benar-benar diperlukan. Karena alasan ini, ia tidak pernah punya pacar. Selain itu, menjadi seorang NEET mengurangi kesempatannya untuk mendapatkan seorang pacar.

Meskipun ia sangat lelah setelah seharian berjalan, tapi seks lebih menarik dibandingkan dengan kelelahannya. Dia menyalakan air pada bak mandi kemudian bersandar di dinding untuk mendengar desahan dari ruang sebelah bersamaan itu ludahnya menetes. Hanya bersandar di sana selama lebih dari lima menit sampai dia tertidur karena kelelahan.

Dia tertidur tapi bak mandi masih mengisi. Air meluap ke kamarnya setelah sepuluh menit. Sayangnya, lubang air tampak tersumbat sehingga air hanya bisa mengalir dari kamar mandi ke kamarnya, melewati furnitur, meja, tempat tidur, dan lantai tempat berdirinya unit A.C.

Sizzz. A.C konslet dan mulai mengeluarkan asap. Air kemudian perlahan-lahan mengalir menuju Xiaohao berisi kandungan listrik.

Tiba-tiba, sebuah suara keras dari ruang sebelah membangunkannya. Seks itu sudah lama selesai tapi pria dan wanita itu tampaknya sedang berdebat masalah pembayaran. Suara mereka mulai meninggi. Xiaohao bisa mendengar mereka tanpa menempelkan telinganya ke dinding.

Dia tiba-tiba kehilangan minatnya kemudian berencana untuk mandi. Namun, ia terkejut saat ia berbalik dan melihat ruangan yang penuh dengan asap. Sebuah kolam air mengalir ke arahnya. Karena lantai dilapisi dengan karpet, air ini menyebabkan beberapa percikan api di atas karpet. Xiaohao tercengang.

Dia memiliki lebih banyak waktu untuk menonton film horor karena ia adalah seorang otaku. Tentu, ia telah menonton ketiga seri Final Destination ini. Dia menyadari kematian telah mengincar dirinya. Air ini jelas bermuatan listrik. Satu-satunya pilihan hanya lari.

Xiaohao segera berlari ke pintu dan menarik pegangan pintu. Namun, kuncinya macet di saat penting ini. Kunci itu tidak bergerak tidak peduli seberapa keras ia memutarnya. Ditambah lagi, suara dari ruang sebelah begitu keras sehingga jeritannya tidak terdengar ke luar, di mana Zheng dan yang lainnya berada. Dia adalah satu-satunya yang memilih kamar yang jauh dari mereka.

Gugup menguasainya. Dia menggedor pintu dengan seluruh kekuatannya namun tidak berhasil. Air itu bergerak lebih dekat dan lebih dekat. Dia tidak punya pilihan selain berlari ke jendela. Yang mengejutkan, jendela itu juga terkunci dan tidak bisa dibuka seperti pintu itu.

“Sial!”

Dia marah kemudian mengambil kursi dan menghancurkan jendela itu. Dia akhirnya bisa memecahkan kaca dengan beberapa pukulan. Dia melompat ke jendela sebelum air sampai kepadanya.

Di luar jendela terdapat sebuah jalan dengan beberapa mobil, kebanyakan adalah truk. Dia menelan ludah dengan gugup. Ini adalah lantai dua. Ketinggian beberapa meter tidak cukup untuk membunuh seseorang, tetapi air itu juga tidak bisa mencapai ketinggian jendela. Jadi dia ragu-ragu. Hanya sekejap dalam keraguannya sebelum A.C berasap lebih buruk dari sebelumnya. Asap menjadi lebih gelap dan lebih tebal dan percikan api mulai muncul seperti akan meledak.

Xiaohao mengertakkan gigi dan akhirnya memutuskan untuk melompat. Tapi A.C itu meledak saat ia sedang memutuskan dalam pikirannya. Ledakan udara mendorongnya keluar dari jendela ke jalan. Namun dia tidak mati jatuh dari ketinggian rendah ini. Dia mendesah lega akhirnya.

“Sialan ini…”

Sebuah truk melaju langsung ke arahnya sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Pah! Dia menghilang di bawah ban truk.

“Ini terlalu mengerikan. Dia terlindas menjadi sebuah pasta daging. Kita tidak akan dapat mengidentifikasi dia dalam kondisi ini. Tapi bagaimana ia bisa  melompat sejauh ini dari ketinggian sepuluh meter?”

Seorang polisi Kaukasia berkata ke rekan kerjanya.

Polisi lainnya penasaran juga. “Dari apa yang dikatakan pemilik hotel, ia tampak seperti seorang imigran ilegal. Dia tinggal di dalam ruangan yang A.C nya meledak. Tapi bagaimana ia bisa melompat begitu jauh dari lantai dua? Bahkan peraih medali emas Olimpiade tidak bisa melakukan ini. Kecuali dia punya jarak yang cukup untuk ancang-ancang.”

Polisi Kaukasia berdiri. “Ada yang lain? Apakah dia ada menelepon seorang wanita?”

“Tidak. Pemilik hotel mengatakan ia hanya menyediakan kamar. Meskipun pria dan wanita di kamar sebelah memberi beberapa petunjuk. Mereka mengatakan mereka mendengar kaca pecah ketika mereka sedang bertengkar. Tapi mereka tidak terlalu peduli. Setelah mereka selesai, mereka mendengar ledakan, mungkin dari A.C itu.”

Polisi Kaukasia mendesah. “Saya menerima informasi bahwa dari mafia kota sedang mencari pedagang senjata. Mafia itu tampaknya memiliki hubungan dengan para orang Asia. Semoga orang ini bukan salah satu dari mereka. Meskipun ini terlihat jika para mafia menutupi kematian ini dari baku tembak seperti ini. Beritahu semua orang untuk tetap berhati-hati saat ini. Kumpulkan semua petunjuk yang ada. Beritahu informan itu untuk mencari informasi dari mafia. Saya ingin berbicara dengan mereka!”

Pada waktu bersamaan. Kelompok Zheng sedang makan siang di restoran Perancis yang tidak jauh dari sana. Mereka terpaksa untuk meninggalkan hotel meskipun masih pukul sebelas di pagi hari.

Bahkan, tidak ada yang bisa tidur nyenyak. Mereka meninggalkan hotel secepatnya sesaat kematian Xiaohao dan mencari tempat terbuka di luar untuk beristirahat. Semuanya merasa jijik setelah melihat sisa-sisa tubuh Xiaohao ini. Selanjutnya, perasaan akan kematian menjadi lebih dan lebih jelas. Rasanya seperti beban berat di hati mereka. Siapapun yang masih bisa tidur dalam kondisi seperti ini layak dikagumi.

Kelompok ini mengatasi kelaparan mereka terlebih dahulu. Untungnya, Zheng telah memperoleh beberapa uang tunai dari pemilik bar. Jadi mereka tidak perlu khawatir tentang uang. Mereka memutuskan ke restoran ini karena dua alasan. Satu, mereka tidak tertarik pada makanan cepat saji. Dua, mereka bisa mengamati polisi di seberang jalan dari restoran.

“Dia baru saja meninggal seperti ini. Bagaimana kematian melakukannya?”Laoshi bergumam dengan ekspresi ketakutan.

Meskipun mereka masih menunggu hidangan makanan, tidak ada seorangpun memiliki mood untuk memulai percakapan sebelum akhirnya Laoshi berbicara.

Zheng mendesah. “Mungkin kebetulan, serangkaian kebetulan. Ini baru  hari kedua dan kita sudah kehilangan tiga orang. Serangan ke saya pasti akan membunuh orang normal juga. Bisakah kematian membedakan kita dengan orang normal? Mengapa terus menempel kepada kita?”

WangXia bergumam. “Saya melihat kamarnya sebelum kita pergi. Tidak ada tanda-tanda perbuatan manusia. Banyak genangan air di lantai tapi tidak ada yang salah dengan kamar mandi. Aku tidak bisa melihat penyumbatan apapun pada saluran air. Dari mana air berasal?”

Lilin menggeleng dan berkata. “Itu bagian yang menakutkan dari seri ini. Sebuah detail kecil dapat mengarah pada kematian. Dan kalian bahkan tidak tahu bagaimana dia meninggal setelahnya. Saya tidak ingin menjadi pasta daging seperti dia. Aku lebih suka bunuh diri daripada mati seperti itu!”

Kata Zheng. “Mungkin kalian bahkan tidak memiliki kuasa atas hidup kalian sendiri. Kematian tidak akan membiarkan kalian bunuh diri. Jika plot tidak berubah, kita hanya perlu membunuh seseorang yang seharusnya mati. Saya tidak akan percaya kematian dapat menghentikan saya untuk membunuh! Tapi sekarang plot itu telah berubah dari berurutan menjadi kematian yang tidak berurutan. Aku tidak tahu siapa dari kita yang akan menjadi target berikutnya.”

Saat itu, mereka melihat lebih dari selusin motor datang. Mereka adalah pemimpin geng yang Zheng temui tadi malam. Mereka berjalan ke bar mengabaikan polisi. Polisi tampaknya tertarik pada mereka dan pergi ke mereka. Zheng juga berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar.

“Saya akan menemui mereka. Mereka seharusnya membawa apa yang saya inginkan. Saya berharap mereka tidak mengecewakan saya. Para polisi Amerika sialan itu. Semoga mereka tidak mengincar kita.”

 

 

Translator / Creator: isshh