April 7, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 1.1

 

Kedua pemula telah dikonfirmasikan telah tewas. Dari informasi yang dikumpulkan oleh para preman, seorang wanita Asia ditabrak mobil di sudut jalan beberapa jam yang lalu. Diketahui bahwa dia tidak punya tanda pengenal dan polisi tidak bisa menemukan foto dirinya dalam database manapun. Hal ini mengidentifikasi bahwa dia adalah seorang imigran ilegal. Menurut saksi, seorang pria Asia sedang bersamanya saat itu.

Beberapa jam kemudian, pria Asia ini ditemukan dalam keadaan terpenggal. Penyebab kematiannya tampak tidak masuk akal. Di belakang tubuhnya tergantung tali pancing yang nyaris tak terlihat. Disebutkan bahwa peralatan memancing dari took di lantai dua yang jatuh dan kebetulan tali pancing itu membentang di kedua sisi jalan. Pria Asia melewati jalan ini dengan sepeda motor curian. Kepalanya dan telepon yang ia gunakan terpotong. Baik polisi dan medis yang memeriksa ini merasa bahwa kematiannya terlalu banyak kebetulan.

“Ini bukan suatu kebetulan. Dalam serial Final Destination, beberapa orang memiliki firasat kuat tentang kematian sehingga mereka dapat melarikan diri. Namun, mereka hanya lolos dari kematian pada saat itu dan bukan dari daftar kematian. Tidak ada monster selain kematian. Ini adalah sebuah aturan. Bahkan jika kau dapat melarikan diri sementara, kematian akan tetap mengikuti dan tampak seperti kebetulan. Aturan ini akan mengambil nyawamu sebelum kau dapat menyadarinya!”

Zheng bergumam sendiri. Dia akhirnya tahu urutan kematian di film ini setelah mendengar kejadian itu. Bahwa tidak ada urutan!

“Urutan di Final Destination 2 berkebalikan dari firasat. Bagaimanapun, sejak awal kedatangan kita, atau mungkin karena campur tangan dewa, urutan kematian jadi tidak beraturan. Aku diserang tepat sebelum kematian kedua pemula itu. Saya pikir kedua ibu dan anak itu masih hidup saat ini. Lagipula, serangan ke kita seharusnya terjadi di antara waktu kematian mereka.”

Lilin kemudian berkata. “Saya telah menonton ketiga seri film ini. Bukankah ada tempat yang aman di film kedua? Itu rumah sakit jiwa. Jika kita dapat tinggal di dalam rumah sakit itu, maka kita tidak akan mati akibat kecelakaan. Apa yang bisa kematian lakukan? Gempa bumi? Kebakaran? Membuat banyak orang terlibat?”

Zheng mengangguk. “Rumah sakit jiwa dapat menjadi salah satu tempat bersembunyi tapi itu tidak mutlak. Semuanya bisa terjadi, terutama kita para pemain. Saya belum menceritakan tentang dewa ke kalian kan? Itu adalah sebuah bola cahaya raksasa. Dia mengontrol pintu masuk kita ke film ini. Kami juga sudah melalui beberapa situasi yang sama dan dewa itu tidak akan meninggalkan celah apapun. Dia mungkin akan meninggalkan beberapa benda untuk melawan monster di film tapi benda-benda itu mengharuskan kalian untuk memecahkan suatu teka-teki. Sebaliknya, jika kalian mencoba untuk bertahan hidup tanpa berusaha keras dan hanya mengandalkan suatu celah, maka dia akan meningkatkan tingkat kesulitan.”

“Saya bisa membayangkan kalian akan terbunuh dalam perjalanan ke rumah sakit. Ingin mengambil risiko ini?”

Ekspresi semua orang berubah dan tampak khawatir. WangXia segera berkata. “Kita akan membahas tentang persembunyian nanti. Apa yang anda maksud bahwa anda akan melawan beberapa orang kuat seperti anda?”

Zheng mendesah. Dia menatap WangXia kemudian yang lainnya. “Saya dan lima orang lainnya selamat lebih dari satu film di dunia ini. Kami membentuk tim, melengkapi kemampuan masing-masing. Kalian tidak bisa membayangkan betapa kejamnya dunia ini. Kekuatan satu orang sangatlah kecil. Hanya ketika kalian menggabungkan kekuatan dari beberapa orang yang membuat kalian bisa bertahan.”

“Seperti saya, kemampuan bertarung jarak dekat saya adalah yang terkuat sebagai pemimpin. Saya sudah membuka kendala genetik sampai tahap kedua, meningkatkan Qi tingkat menengah dan kekuatan Vampire Count, dan memiliki kemampuan Red Flame dan teknik gerakan. Tim kami memiliki orang-orang yang mengkhususkan diri dalam pembunuhan, serangan jarak jauh dengan busur, seseorang dengan kemampuan pemindai jiwa, ahli strategi, dan terakhir seseorang yang saya tidak ketahui kemampuannya. Bencana ini disebabkan oleh orang terakhir itu. Dia mengendalikan pikiran empat orang lainnya dan mengatakan bahwa ia akan memberitahu saya alasannya setelah saya mengalahkan dia. Itu sebabnya saya adalah satu-satunya yang kalian lihat ketika kalian bangun.”

Wajah WangXia berubah pucat. “Itu berarti kita akan melawan anggota asli tim anda?”

Zheng mengangguk. “Iya. Itu sebabnya saya tidak mengijinkan kau menggunakan ranjau atau perangkap. Saya akan berjuang di sisi kalian untuk menangkap mereka. Tentu saja, tidak masalah jika kalian tidak dapat menghindari untuk mematahkan beberapa lengan dan kaki mereka. Kita dapat memulihkan mereka setelah kembali. Jangan khawatir untuk melukai mereka. Hanya saja jangan bunuh mereka.”

Pengacara itu, Xue bertanya dengan tertarik. “Jadi, Anda adalah pemimpin? Apa yang menentukan seseorang untuk menjadi pemimpin? Pemilihan suara atau orang yang terkuat? Saya penasaran apakah manusia masih memilih pemimpin dengan cara yang sama dengan peradaban kami atau melalui hukum rimba.”

Zheng tertawa. “Kalian akan menjadi seorang rekan yang dapat bergantung satu sama lain selama kalian memperoleh pengakuan dari semua orang dalam tim. Saya terpilih.” Dia tiba-tiba kepikiran sesuatu dan berhenti bicara.

Kapan Zheng menjadi seorang pemimpin? Sepertinya ia mengambil alih peran setelah film Alien. Alasan yang membuat Jie setuju, Lan merasa bersyukur dengan sedikit rasa cintanya ke dia, Xuan tidak peduli tentang pemimpin tim ini, dan Zero tidak masalah karena kepribadiannya. Jadi ia menjadi pemimpin. Namun, apakah itu benar-benar sangat mudah untuk menjadi pemimpin? Apa yang Jie maksud dengan kata-katanya bahwa ia akan menjadi pemimpin tim China setelah mengalahkan dia? Dengan kata lain, ia masih bukan pemimpin.

Zheng merasa sakit kepala. Hal-hal itu masih sama di keadaan ini. Informasi itu tidak cukup untuk menyimpulkan penyebab perubahan mendadak Jie. Tapi Dilihat dari kata-katanya, tampaknya itu berputar di sekitar “pemimpin”.

Zheng akhirnya menyerah untuk menebak. Semuanya akan menjadi jelas pada saat ia bertemu dengan Jie. Ia hanya berharap rekan-rekannya tidak akan cedera terlalu banyak.

“Kenapa kalian tidak pergi mencari kamar untuk beristirahat? Kalian sudah lelah seharian ini. Hoho. Ini masih pagi. Kita akan pergi keluar untuk makan siang dan saya juga akan memberitahu kalian apa yang harus dilakukan.” Zheng tersadar bahwa mereka hanya orang-orang normal ketika ia melihat mereka menguap.

Mereka setuju dan menerima dengan baik. Kemudian mereka mulai meninggalkan kamar itu.

Zheng tiba-tiba berkata sambil tertawa. “Oh ya, jangan cari kamar yang terlalu depan. Ini adalah love hotel jadi keributan itu bisa membuat kalian terjaga.”

Para pria tertawa mengerti, sementara yang wanita tersipu. Kedua pria itu kemudian mendapatkan sebuah ruangan dekat kamar Zheng dan mengunci pintu segera setelah mereka masuk.

Zheng berjalan kembali ke kamarnya setelah mengantar semuanya pergi. Dia mengambil pena dari meja dan merobek selembar kertas. Kemudian menuliskan lima nama orang di timnya dan menuliskan kemampuan mereka yang ia tahu.

Setelah itu, ia melingkari nama Jie kemudian menghubungkannya ke empat lainnya dengan garis. Di bawah nama Jie terdapat kata hipnosis. Dia ragu-ragu sejenak sebelum menuliskan serangan mental. Itu satu-satunya hal yang bisa ia pikirkan dari kematian pengguna kekuatan jiwa tim India. Jika itu benar, maka mengapa Jie tidak membunuhnya dengan cara yang sama?

“Jie, saya benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan ke saya. Kebenaran yang mendorong kau seperti ini. Apakah kau ingin mati?”

Waktu berlalu tidak cepat maupun lambat. Kedua wanita itu tinggal di satu ruangan sedangkan empat pria itu mendapatkan kamar masing-masing.  Remaja kurus itu tidak sengaja mendapatkan kamar di bagian depan dan bisa langsung mendengar suara erangan setelah ia masuk.

Hembusan angin menutup jendela tanpa ada satupun yang sadar. Bagaimanapun, angin ini tidak berhenti dengan tujuan mengunci ruangan.

 

Translator / Creator: isshh