April 5, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 8.2

 

Suara WangXia terdengar dari perangkat. “Jika itu adalah senjata yang saya kuasai, maka saya pikir saya bisa. Karena anda tidak kebal terhadap peluru kan? Plus, keahlian saya adalah menanam ranjau dan memasang perangkap. Jika anda bisa mendapatkan senjata-senjata ini.”

Zheng awalnya meminta bantuannya hanya coba-coba saja. Dia tidak mengharapkan jawaban seperti itu. Dia tertawa getir karena orang-orang yang menyerang dia adalah rekan-rekannya yang dikendalikan oleh Jie. Mereka adalah orang-orang terpercaya. Menanam ranjau dan memasang perangkap? Apakah dia pikir ini adalah latihan militer?

Zheng segera berkata. “Tidak, tidak perlu melakukan hal-hal sulit itu. Aku ingin kau berjuang di pihak saya, tapi saya tidak perlu ranjau dan perangkap, setidaknya tidak sekarang. Jadi bagaimana situasi di sana?”

WangXia tertawa pahit dan berkata. “Anda hanya mengerjai kami. Kami tidak bisa memakan emas sebagai makanan dan kami juga tidak tahu bagaimana cara menjual emas. Lebih lanjut, ini adalah Amerika Serikat, kita tidak memiliki green card atau dokumen identifikasi. Kami takut keluar bahkan sekedar pergi ke sebuah taman. Semua orang lelah dan lapar. Kami sekarang menunggu di bawah sebuah jembatan. Jika anda tidak menghubungi kami, kami berencana untuk menghubungi anda.”

Zheng terkejut, kemudian saat ia berpikir tentang hal itu, ia tertawa terbahak-bahak. Meskipun WangXia adalah tentara, ia masih tidak memiliki kekuatan untuk mengancam pemilik bar dan hidup nyaman seperti yang ia lakukan. Para pemula ini juga pertama kalinya memasuki film horror sehingga mereka mungkin merasa cemas dan bingung. Itu sulit bagi mereka untuk untuk memikirkan solusi pada keadaan seperti ini. “Haha, jangan khawatir. Di jembatan yang mana? Aku akan mengirim orang untuk menjemput kalian. Meskipun kau masih berpeluang mati tapi aku tidak akan membiarkanmu kelaparan sebelumnya.”

Dia bisa mendengar napas lega mereka. Sesaat kemudian, ada sorak-sorai. Sepertinya mereka memang sangat lapar.

Berikutnya sangat mudah untuk diurus. Zheng menentukan perkiraan lokasi mereka melalui perangkat komunikasi kemudian memerintahkan beberapa preman untuk menjemput mereka. Empat pria dan dua wanita. Mereka semua tampak telah melalui beberapa situasi yang sulit. Pakaian mereka yang kotor dan hal pertama yang mereka lakukan adalah mengambil sebotol air sampai setengah botol itu kosong. Kemudian mereka melihat-lihat ruangan itu.

Zheng merasa sedikit lucu tapi juga bersalah. Meskipun mereka hanya pemula tetapi sebagai pemimpin, ia harus bertanggung jawab atas mereka. Dia menghela napas kemudian menunjuk ke makanan di atas meja. “Kalian semua lapar kan? Makan sesuatu dulu.”

Enam dari mereka itu kelaparan. Tiga orang berlari ke meja tanpa menunda dan mereka semua mengambil ayam panggang. Seorang wanita mengutuk beberapa kata kemudian dengan hati-hati membantu wanita buta itu. Dia menyerahkan beberapa makanan sambil tertawa ringan kemudian juga mulai melahap makanan.

WangXia meskipun agak tenang. Dia melihat ke ruangan dengan hati-hati kemudian pada luka Zheng dengan terkejut. “Luka itu mungkin dari seminggu yang lalu? Apakah itu cedera dari film terakhir?”

Zheng menyentuh bekas lukanya dan menggelengkan kepalanya. “Makan dulu. Manusia tidak bisa bertahan tanpa makan. Yang lainnya bisa menyusul setelahnya.”

WangXia mengangguk dan duduk ke meja. Dia makan secepat yang lainnya.

Zheng terhuyung oleh pemandangan itu. Dia menyuruh pemilik bar menyiapkan makanan yang cukup untuk sepuluh orang sebelum mereka tiba. Karena itu adalah pukul tiga pagi, makanan berkualitas sulit untuk didapatkan tapi ada restoran cepat saji yang buka sepanjang malam. Jadi mereka membeli sepuluh porsi burger, ayam panggang, dan cola. Namun, dilihat dari ekspresi mereka, tampaknya seolah-olah mereka sedang memakan makanan paling lezat.

Ketika enam pemula itu selesai makan, kesepuluh porsi itu sudah habis tapi mereka masih tampak hanya setengah kenyang. Zheng tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis melihat ini.

“Sebelum saya memberitahu kalian apa yang terjadi, seperti biasa saya ingin menanyakan nama dan pekerjaan. Jangan menyembunyikan apapun. Aku akan menetapkan peran kalian berdasarkan situasi kalian atau menempatkan orang-orang yang tidak berkompetensi di belakang.” Zheng duduk di sofa dan meneguk secangkir teh.

WangXia menjawab pertama kali. “Nama saya WangXia. Saya anggota dari pasukan khusus. Codename Greedy Wolf, khusus dalam pengintaian, counter-pengintai, menanam ranjau dan memasang perangkap.”

Zheng menatapnya dengan terkejut. Dia berpikir WangXia hanya seorang prajurit biasa, tidak menyangka dia berada dalam pasukan khusus. Jika apa yang ia katakan benar, maka ia adalah seorang level tinggiyang langka. Kemampuannya harusnya sebanding dengan Yinkong ketika dia pertama kali kemari.

Wanita dalam setelan lebih terbuka. “Huang Lilin. Saya bekerja di sebuah perusahaan berkala. Hm, setengah editor, setengah freelancer.”

Seorang pria setengah baya berkata. “Li Laoshi. Tukang ledeng. Aku mulai belajar sejak umur empat belas dan telah bekerja di bidang ini selama dua puluh tahun.”

Pria berkaca mata tertawa. “Zheng Xue. Hoho, kita berasal dari akar yang sama. Pekerjaan saya adalah seorang pengacara. Saat ini bekerja di Hong Kong.”

Remaja kurus dan berkulit pucat berkata malu-malu. “Wang Xiaohao. Uh. Masih belum punya pekerjaan.” Dia antara pemalu atau tidak pernah berbicara dalam waktu yang lama.

Semua orang kemudian beralih ke wanita buta itu. Dia juga tahu itu gilirannya dan tersenyum. “Zhu Wen. Saya memiliki mutasi penglihatan, bukan kebutaan. Dunia melalui mata saya terlihat aneh sehingga sulit untuk mencari pekerjaan. Saya bekerja sebagai peramal.”

Yang lain menunjukkan ekspresi aneh meskipun dia agak acuh tak acuh, seolah-olah dia tidak peduli bagaimana orang lain berpikir. Dia meneguk secangkir teh. Perasaan lembut yang dia berikan sangat menenangkan.

Zheng tiba-tiba bertanya. “Apa yang anda maksud dengan meramal? Hanya membahas nasib seseorang?”

ZhuWen tersenyum. “Tidak, saya tertabrak mobil ketika saya masih kecil. Saraf optik saya bermutasi sehingga saya bisa melihat aura kematian yang mengelilingi orang-orang yang akan mati atau anda dapat menganggapnya sebagai indra keenam. Saya mendengar ada orang lain dengan mutasi saraf optic seperti ini dan jumlahnya cukup sedikit.”

Zheng langsung teringat Honglu, tetapi Honglu seluruh otaknya bermutasi sementara miliknya terbatas pada saraf optik. Namun, apakah itu berarti dia bisa merasakan serangan kematian? Ini akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi kematian.

Zheng berkata kepadanya. “Buka mata dan lihatlah kami. Lihat siapa yang paling mungkin akan mati.”

ZhuWen ragu-ragu kemudian bergumam. “Aku…aku takut aku akan menakuti kalian. Mata saya terlihat mengerikan. Orang biasanya akan mendapatkan mimpi buruk karena melihatnya.”

Yang lain terkejut, karena percakapan itu terjadi ke arah supranatural. Wanita dalam setelan adalah yang pertama kali merespon. Dia tertawa secara terbuka. “Kau seorang wanita cantik. Tidak ada alasan untuk takut. Hehe, jangan khawatir. Saya memiliki jiwa pemberani.”

Yang lain semua setuju. Para pria lebih tertarik pada wanita cantik ini dan tidak ada yang ingin dianggap sebagai pengecut pada saat ini.

ZhuWen mendesah. Dia perlahan-lahan membuka matanya kemudian memandang semua orang. Mereka terkejut saat mereka melihat matanya. Semua matanya putih dan sedikit menonjol. Yang dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang memberikan kecantikannya menjadi perasaan mengerikan. Kalau ada seorang sendirian saja melihatnya, orang itu mungkin akan berteriak.

Dia terkejut dan bingung saat ia memandang semua orang. Lalu ia hati-hati melihat ke sekeliling ruangan. Setelah cukup lama, dia menutup matanya dan mendesah. “Gelap. Di sekeliling ini sangat gelap, seperti kita sedang berdiri di dalam asap yang muncul dari pembakaran mayat. Kita akan mati setiap saat. Semua orang menghadapi bahaya yang sama, seperti detik berikutnya adalah akhir dari kehidupan kita. Ini adalah pertama kalinya aku melihat sesuatu seperti ini.”

Zheng mendesah. Dia tahu situasi ini kritis tapi tidak menyangka seburuk ini. Enam pemula itu memang bisa mati setiap saat. Ancaman kematian ada di mana-mana. Jadi dia tidak berbohong. Dia adalah orang berbakat khusus.

Saat itu, perangkat komunikasi Zheng berdering. Dia menyalakannya dengan rasa ingin tahu dan mendengar suara seorang pria muda. Pria itu menangis. “Selamatkan aku. Saya tidak ingin mati. Selamatkan aku. Lu Chichuan meninggal. Saya belum ingin mati. Ah…” Suaranya berhenti di sini lalu hening.

Tidak, masih ada beberapa suara yang terdengar dari perangkat itu, suara darah menyembur keluar. Kedengarannya seperti tawa mengerikan seorang pria tua. Begitu mengerikan, begitu menakutkan, seolah kematian tertawa melalui perangkat komunikasi itu.

 

Translator / Creator: isshh