April 1, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 8.1

 

Zheng memandang para preman itu saat ia duduk di sofa. Beberapa pria yang terlihat tangguh berusia sekitar tiga puluhan. Tampaknya profesi yang menjanjikan ini tidak terbatas pada remaja dan dewasa muda. Tentu saja, Zheng tidak terlalu peduli tentang mereka. Dia sedang memikirkan sesuatu yang lain.

Mengapa Jie ingin membunuhnya?

Ini adalah pertanyaan yang mengganggunya. Kemudian sebuah pemikiran muncul dari serangan Yinkong dan Heng. Jika dia adalah pemimpin tim, lalu apa perannya? Berada di garis depan? Itu sanagat ceroboh. Atau orang-orang dengan kecerdasan tinggi satu-satunya yang cocok jadi pemimpin?

Zheng merenung sesaat kemudian datang pikirannya menjadi tenang. Karena masalah ini mungkin sulit untuk dipecahkan di dunia nyata tapi di dunia ini, setelah Lan memperoleh keahliannya, sesuai dengan kemampuan Soul Link, dia bisa menghubungkan pikiran setiap orang dan bahkan mungkin mengendalikan anggota tim lainnya. Jika itu mungkin, maka ia bisa memberikan perintah bahkan ketika ia berada di garis depan. Selanjutnya, berada di garis depan akan memungkinkan dia untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan lawan-lawan mereka.

“Uh. Bos, mereka adalah para pemimpin yang saya tahu. Anda…”

Sebuah suara menyadarkan Zheng dari pikirannya, itu adalah preman sebelumnya. Zheng menoleh dan melihat bahwa dia dan dahi orang-orang di belakangnya tertutup keringat dan kepala mereka miring ke bawah sedikit. Tidak terlalu lama kemudian akhirnya mereka mendesah lega. Beberapa orang dengan niat jahat juga baru menyadari bahwa pria Asia ini bukan orang lemah. Tekanan yang dipancarkan oleh Zheng saat ia merenung mencegah mereka untuk menatap lurus ke arahnya. Mereka tahu yang mereka temui adalah seseorang dari dunia gelap sungguhan. Setidaknya itulah yang mereka pikir.

Zheng menatap mereka dan berkata. “Kalian tahu apa maksud saya kalian ke sini kan? Sebelum saya memberikan tugas, beritahu saya berapa banyak orang yang kalian miliki masing-masing. Orang-orang yang berada di bawah kendali mutlak kalian, bukan sekedar orang yang kalian kenal. Jangan coba untuk berbohong, aku punya cara untuk mengetahui apakah kalian berbohong atau tidak. Ok, mulai dari kamu.” Dia menunjuk orang secara acak.

Pria botak ini memiliki cincin di seluruh wajahnya, di hidungnya dan sisi wajahnya. Dia menunjuk dirinya sendiri kemudian menjawab dengan hormat. “Bos, saya punya tujuh belas orang. Kami semua memiliki motor dan sangat mengenali kota ini. Juga…”

Zheng memotongnya dan menunjuk seorang pria pirang. “Kamu?”

“Dua puluh tiga.”

“Sebelas.”

Jumlahnya bervariasi. Seorang pria paruh baya memiliki paling banyak empat puluh orang dan yang paling sedikit sebelas orang, dengan total sekitar dua ratus. Orang-orang ini tidak terlalu banyak ketika mereka menyebar ke kota. Tetapi itu juga tidak terlalu sedikit, karena mereka memiliki jaringan mereka. Setelah jala diperluas lapis per lapis, itu akan menghasilkan sedikit hasil. Dan semua yang ia butuhkan hanya sesedikit ini. Jika tidak, ia akan tetap jadi sebagai orang buta seperti selama ini.

Zheng membuka buku panduan dan melihat ke peta kota. Dia menunjuk peta dan berkata. “Ini sudah seluruh kota? Tidak terlihat terlalu besar. Apakah ada kota lain yang terhubung dengan kota ini?”

Kata preman. “Ada beberapa kota di sekitar. Sekitar sepuluh menit dengan motor. Juga daerah perumahan di seberang jembatan ini.”

Zheng mengangguk. “Ok kalau begitu. Saya ingin kalian mencari tiga pria dan tiga wanita, semuanya orang Asia. Ciri-ciri mereka adalah seorang anak kecil yang suka menyentuh rambutnya, seorang pemuda yang membawa busur, tentu saja, busur itu kadang-kadang di dalam tas tetapi kalian harusnya bisa melihat bentuknya. Seorang wanita dengan kacamata. Uh. Dia memiliki payudara besar. Dan seorang gadis berusia enam belas tahun yang terlihat. Dia terlihat tampan, dengan rambut pendek. Terakhir, seorang pria yang terlihat tangguh dengan seorang wanita cantik di sisinya. Wanita ini mengenakan cheongsam.”

“Catat kata-kata saya. Pergi cari enam orang tersebut. Untuk setiap orang yang kalian temukan, tim yang menemukan akan menerima dua batang emas.” Dia mengambil dua batang dari cincinya. “Kalian juga dapat menggunakan jaringan kalian. Saya tidak peduli metode apa yang kalian gunakan. Dua batang emas untuk satu orang, dan jika kalian menemukan satu orang lagi, maka ada tiga batas emas ekstra. Saya memiliki banyak uang. Kalian hanya perlu menyelesaikan tugas dan mereka adalah milikmu. Jangan coba untuk menyerang saya, saya tidak akan berbelas kasihan. Paham?”

Zheng berkata dingin. Dia tahu sisi jelek manusia. Sebuah keuntungan seratus persen sudah cukup untuk membuat seseorang mengambil risiko. Dia tidak ingin ada masalah lagi dengan para preman ini ketika ia berjuang melawan kematian dan rekan-rekannya. Jadi ia mengambil emas batangan lainnya, memegangnya dan menatap para preman itu diam-diam. Seperti yang diperkirakan, beberapa orang memperlihatkan keserakahan. Saat itu, yang mengejutkan semua orang, api muncul dari telapak tangannya dan dengan cepat melelehkan emas itu. Cairan itu mengalir ke karpet dan membuat beberapa lubang.

Preman melihat api di tangannya dengan teror mengejutkan. Langkah ini membangunkan orang-orang serakah. Uang adalah hal yang penting tetapi ketika ada kekuatan yang tidak diketahui di depan mereka, nyawa adalah yang lebih penting. Para preman itu seketika tidak berani bergerak sedikitpun. Zheng telah menjadi salah satu dari orang-orang legendaris itu dengan kekuatan supernya.

“Ambil lelehan emas itu sekarang. Ingat, aku akan menepati kata-kata saya. Dua batang emas masing-masing. Saya akan memberikan sebanyak yang bisa kalian temukan! Kau, Kau tetap di sini. Yang lain silahkan pergi. Kembali besok malam dan laporkan. Saya harap kalian bisa menghubungi semua orang dan jaringan kalian dalam sehari.”

Para preman saling memandang kemudian berlari ke arah potongan-potongan kecil emas yang masih panas itu di karpet. Mungkin itu karena Zheng, mereka membagi emas sama rata. Kemudian orang-orang ini bergegas keluar seolah-olah mereka melarikan diri dari sesuatu. Satu-satunya preman yang tersisa adalah yang bisa berbicara bahasa China.

Zheng melihat ekspresi gelisah preman ini, atau mungkin ketakutan. Dia tertawa dan berkata. “Jangan gugup begitu. Aku tidak akan menyerang orang tanpa alasan. Saya punya beberapa pertanyaan untuk anda. Apakah anda tahu siapapun di kepolisian?”

“Bos, saya tahu beberapa tapi saya tidak dekat dengan mereka. Aku hanya bertemu mereka ketika aku tertangkap.”

Zheng terus tersenyum. “Tidak ada yang perlu ditakuti. Aku hanya ingin bertemu dengan beberapa orang di kepolisian. Ini sudah malam. Bisakah kau membawa salah satu dari mereka kemari besok siang? Jangan khawatir, ambil setengah batang emas ini. Kau dapat menggunakan emas ini untuk menarik perhatian mereka, temukan orang yang mau bekerja demi emas. Beritahu mereka saya memiliki misi yang dapat menggunakan mereka. Setelah menyelesaikan misi, mereka akan memiliki cukup emas untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan.”

Preman itu mengambil emas kemudian berkata cerdik. “Iya Bos. Saya tahu orang tersebut. Aku akan membawa dia kemari besok. Ha ha. Pasti, saya pasti akan membawa dia ke sini.”

Zheng berpikir sedikit kemudian tertawa. “Kau boleh pergi. Juga bantu saya tanyakan apakah ada pedagang senjata di kota ini. Berhati-hatilah dan Jangan sampai orang-orang tahu kau sedang mencari barang tersebut. Pergi.”

Preman itu berjalan ke pintu, dan tiba-tiba bertanya ketika ia hendak menutup pintu. “Boss, aku tahu kau akan melakukan sesuatu yang besar. Aku akan mengikutimu. Kau jauh lebih baik dan lebih kuat dari Black Jack yang menguasai kota ini.” Dia menutup pintu dengan hormat.

Zheng tertawa getir. Dia tahu peran yang dia lakukan telah memberikan kesalah pahaman ke preman ini. Dia bertindak seperti pemimpin dunia gelap yang mencoba masuk ke dalam politik dan menggunakan uang untuk membuka jalan. Mereka adalah kelompok utamanya yang pertama.

Tapi ini harus dilakukan. Dia hanya punya lima hari tersisa. Tujuannya adalah bertahan hidup dalam lima hari ini atau menemukan Jie dalam waktu lima hari.

Zheng menenangkan pikirannya kemudian mengeluarkan perangkat komunikasi. “WangXia? Saya ingin bertanya, jika saya memberikan senjata yang cukup dan bekerja sama denganmu dalam pertempuran, apakah anda memiliki kepercayaan diri untuk melawan beberapa manusia super seperti saya?”

 

Translator / Creator: isshh