March 29, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 7.1

 

Zheng terlempar beberapa meter sampai ia menabrak sebuah mobil. Kaca depan mobil hancur dan alarmnya berdering. Para preman bermotor dan beberapa orang yang lewat menatapnya dengan bingung. Itu hampir satu menit kemudian ketika seseorang berlari ke arahnya berteriak. Sementara beberapa orang mengeluarkan ponsel mereka untuk menghubungi polisi dan ambulans.

Zheng telah terbangun ketika ia mendarat di mobil. Setengah tubuhnya menembus kaca depan. Tapi dia beruntung. Jika ia bertabrakan dengan benda tajam, maka ia pasti akan tewas. Tidak peduli seberapa kuatnya dia, cedera yang ia dapat saat dia tidak sadarkan diri tidak bisa dihindari atau dikurangi.

Seluruh tubuhnya terbakar sakit dan mati rasa setelah mendapatkan syok seolah-olah ia masuk dalam penggorengan. Rasa sakit ini hanya sedetik setelah ia memasuki mode berserk. Untungnya, karena dia telah mengalami rasa sakit yang lebih buruk dan memiliki tubuh yang lebih kuat dari orang normal, ia perlahan-lahan mengembalikan kontrol atas tubuhnya setelah berbaring di sana selama dua menit.

Orang-orang mulai berkumpul di sekelilingnya. Para preman yang tercepat. Salah satu dari mereka mengambil meriam udara Zheng dan menarik pelatuknya ke dinding. Namun, kurangnya energi seperti Qi yang diberikan ke senjata membuatnya tidak berguna. Yang lain mulai menggeledah tubuhnya, dan seseorang meraih cincinnya.

Zheng membuka matanya, hal pertama yang bisa dia kontrol. Para preman itu terkejut tapi tidak berhenti menarik cincin darinya. Zheng merasa marah dan tanpa ragu-ragu, ia mengepalkan tangan kirinya. Tangan yang sedang berusaha untuk mendapatkan cincin darinya hancur. Preman itu berteriak sambil berguling di tanah memegang tangannya.

Zheng berdiri di atas mobil dan menatap orang yang memegang meriam udaranya dengan dingin. “Berikan padaku!”

Preman itu jelas takut. Dia menyerahkan senjata itu kemudian menyaksikan meriam itu menghilang di tangan Zheng. Zheng kemudian mengabaikan mereka dan berjalan pergi.

Beberapa preman ketakutan saat mereka melihat Zheng berjalan pergi. Mereka memiliki lebih dari selusin orang di sini! Mereka berbicara dengan suara rendah lalu tampak seseorang dengan reputasi berlari ke Zheng dan meletakkan tangannya di bahu Zheng. “Saya f…” Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, ia terlempar.

Zheng melompat di tempat diikuti dengan sebuah tendangan ke wajah preman itu. Preman itu terlempar sejauh satu meter lebih. Melihat tendangan yang sangat kuat ini, yang lain terdiam di tempat. Mereka semua melihat Zheng layaknya seperti alien.

Sejak memasuki film ini, kemarahan Zheng telah memuncak. Rekan-rekannya tiba-tiba semua pergi. Jie menyembunyikan rahasia dari dia. Dan kemungkinan diserang oleh rekan-rekannya dalam lima hari ke depan telah menempatkan pikirannya dalam keadaan kacau.

Selain masalah ini, keanehan dalam film ini telah menekan hatinya. Apapun bisa mengambil hidupnya, mungkin itu akan terjadi ketika dia makan atau minum atau hanya berjalan di jalan. Dia bahkan tidak berani naik mobil. Dan dia tidak pernah berpikir kematian mengincarnya begitu cepat. Apa yang telah terjadi bukanlah kebetulan yang murni. Dia tidak akan percaya dia begitu tidak beruntung.

Di bawah semua kondisi ini, tindakan para preman itu membuatnya ingin melepaskan stresnya. Dia tidak peduli tentang menahan diri dari membunuh lagi. Itu adalah kesalahan semua preman yang memprovokasi dia.

“Kungfu China!”

Salah satunya berteriak, dalam bahasa China. Zheng menghentikan tendangannya di pertengahan dan meninju preman itu di perut sebagai gantinya. Ini mengangkat preman itu setinggi dua meter di udara kemudian Zheng menendang punggungnya, menjatuhkan satu lagi yang menghalangi jalannya.

Hanya butuh dua menit semuanya kecuali satu orang yang tergeletak di tanah. Meskipun hidup mereka tidak dalam bahaya, beberapa terluka berat. Hanya satu orang yang berbicara bahasa China dibiarkan berdiri.

Dia benar-benar takut. Kemudian menjerit dan mulai berlari tetapi Zheng menangkapnya. “F*ck. Apakah kau akan meninggalkan teman-temanmu? Ini beberapa bongkahan emas. Kau harusnya tahu apa yang harus dilakukan. Bawa mereka semua ke rumah sakit!” Zheng mengutuk dan pada saat yang sama mengambil beberapa bongkah emas dari cincinnya kemudian meletakannya di tangan preman itu.

Preman itu melihat ke bongkahan emas dengan bingung dan bertanya tanpa sadar. “Bos, bagaimana cara membaginya?”

Zheng tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Dia berbalik dan berkata sambil mulai berjalan pergi. “Saya tidak peduli bagaimana kau membaginya. Kau memiliki begitu banyak orang dan kau bahkan tidak bisa melakukan satu hal kecil ini!”

Seperti seolah-olah sesuatu membunyikan lonceng, Zheng tiba-tiba berbalik dan menatap preman itu dengan sepasang mata membara, seperti orang cabul menatap seorang gadis telanjang. Preman itu menggigil. Jika ia tidak takut pada kungfu itu, ia mungkin akan lari.

“Berapa banyak orang yang kau miliki? Bukan yang di sini, tapi preman bermotor dan yang ingin membagi uang itu.” Tanya Zheng.

Preman itu benar-benar takut. “Beberapa ratus, bukan, dua sampai tiga ratus orang. Ada beberapa geng besar seperti kami. Bos, apakah anda ingin memberi mereka pelajaran juga?”

“Tidak.” Zheng tersenyum. “Pergi beritahu mereka, apakah kalian ingin emas? Emas murni. Saya memiliki lebih dari yang dapat kalian ambil. Bantu saya temukan enam orang. Yah, pertama bawa pemimpin mereka kemari. Saya akan memberikan emas dan kau akan melakukan pekerjaan untuk saya.”

Zheng mengeluarkan emas batangannya satu persatu dan menumpuk mereka di kap mobil, sekitar selusin. Cahaya emas mempesona semua orang di sekitar. Jika mereka tidak waspada pada kungfunya, orang-orang ini pasti sudah menjarah emas itu sekarang.

Melihat efek positif itu, Zheng memasukan emas kembali ke dalam cincin. Para preman itu menatapnya dengan air liur menetes dari mulut mereka. Dia berkata. “Dengarkan saya. Bantu saya menemukan enam orang China, enam orang Asia. Tiga laki-laki dan tiga perempuan. Salah satunya adalah seorang anak berusia sebelas tahun. Saya akan memberikan rinciannya saat kau membawa pemimpin geng ke sini. Ingatlah untuk memberitahu mereka. Saya akan memberikan dua batang emas untuk setiap orang yang ditemukan. Jika keenamnya ditemukan, saya akan memberikan tiga puluh!”

“Aku akan berada di Wave Bar dari malam sampai siang besok. Pergi ke pemilik bar jika kau ingin menemukan saya. Saya akan memberikan nomor saya besok. Siapapun yang ingin mengambil pekerjaan ini harus menemui saya tengah hari besok. Apakah jelas?”

Preman itu mengangguk. Zheng berteriak. “Kalau begitu pergi! Tunggu, bawa mereka ke rumah sakit dulu. Setengah batang ini adalah bayaranmu.”

Zheng membagi emas batang itu dengan tangan kosong di depan semua orang. Kemudian melemparkan setengahnya ke preman itu. “Saya akan memberikan setengah lainnya ketika kau selesai. Jangan coba untuk lari dengan uang itu. Jangan buat saya marah!”

Preman itu linglung ketika ia mengambil setengah batang emas itu. Masih ada bekas jari di atasnya. Di bawah pengaruh hadiah maupun ancaman, terutama ketika itu kekuatan yang tidak manusiawi seperti itu, tidak ada yang akan menolak. Preman itu mengangguk kemudian yang lain memapah orang-orang yang terluka parah ke taksi. Zheng menghela napas lega dan berjalan kembali ke Wave Bar.

Ide Zheng adalah untuk memanfaatkan lingkungan. Karena Jie mengontrol empat orang lain, maka ia akan menggunakan orang-orang dari dunia ini untuk melawan Jie. Dia percaya Jie tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan semua orang. Jika bukan karena kurangnya kekuatan, ia bahkan ingin mengerahkan polisi untuk menemukan mereka. Meskipun itu terlalu tidak realistis.

Setelah meningkatkan statistik Intelligence, memori dan kemampuan kognitif telah meningkat secara substansial. Meskipun ia masih tidak bisa berpikir dan merencanakan hal-hal seperti yang Xuan atau Honglu lakukan. Kebijaksanaan dan cara seseorang berpikir tidak bisa diperoleh melalui peningkatan. Zheng perlahan-lahan belajar. Dia hanya bisa menerapkan kebijaksanaan tersebut dalam perkelahian untuk saat ini.

Dia mendorong pintu dan masuk ke dalam Wave Bar.

Translator / Creator: isshh