March 25, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 6.1

 

Zheng mengambil napas saat membuka pintu. Meskipun ia berusaha untuk keluar dari bus sebelumnya, tetapi ketika ia akhirnya mendapat kesempatan untuk melakukannya, pintu ini terasa seperti mulut kematian, menunggu dia untuk melangkah ke arah itu.

Zheng menggeleng lalu perlahan-lahan keluar dari bus. Dia berjalan ke kerumunan. Semua orang menatap ledakan di jalan raya. Setidaknya puluhan orang tewas dalam tabrakan berantai itu. Seluruh tempat itu terbakar dan dalam kerumunan tersebut seorang polisi memegang seorang gadis yang menangis.

“Bolehkah saya bertanya, apa yang barusan kamu lihat?” Zheng berjalan ke mereka dan bertanya ke gadis itu dengan sopan.

Gadis itu terus menangis dan tidak bisa berbicara. Jadi polisi itu dengan cepat berkata. “Dia terlalu emosional sekarang. Jangan ajukan pertanyaan untuk saat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan ikut dengan kami ke kantor.”

Zheng melihat jamnya dengan sengaja dan berkata. “Maaf. Saya harus menandatangani sebuah kontrak. Jika memungkinkan, saya hanya ingin tahu apa yang wanita ini lihat. Kalau tidak, aku tidak akan berani untuk mengemudi di jalan raya lagi.”

Polisi itu menatapnya tak berdaya. Dia menangis sejadi-jadinya dan mungkin sangat ketakutan. Tiba-tiba melihat kematiannya sendiri lalu ketika dia hampir tewas dan saat ia kembali ke dalam kenyataan. Perasaan ini yang begitu dekat dengan kematian tak terbayangkan bagi orang lain. Hanya Zheng, yang telah berjuang di tepi neraka, bisa merasakannya. Jadi dia menepuk bahunya untuk menghiburnya.

Gadis ini adalah karakter utama Kimberly. Kondisi mentalnya semakin stabil. Sambil terisak lalu ia berkata. “Aku punya firasat kematian. Aku tidak tahu mengapa. Rasanya seperti aku melihat diriku mengemudi di jalan raya, lalu truk yang membawa kayu itu tiba-tiba mengalami kecelakaan. Rantai pengikat kayu putus, lalu kayu-kayu itu berguling dan menyebabkan mobil di belakangnya meledak. Mobil-mobil lain mengalami tabrakan berantai demi menghindari kayu-kayu itu. Mobil yang saya kemudikan terbalik kemudian…”

Tubuhnya mulai gemetar dan dia tidak bisa terus berbicara.

Zheng mendesah lega dengan sengaja. “Jika firasat ini benar, maka kami akan berterima kasih kepada Anda karena telah menyelamatkan hidup kami. Dapatkah saya bertanya apakah mobil kami juga terlibat dalam kecelakaan?” Dia menunjuk ke sebuah mobil yang cukup jauh dengan sengaja.

Kimberly menggeleng. “Tidak. Dari apa yang saya ingat, hanya orang-orang dari mobil ini sampai ke bus itu yang mati. Biarkan aku berpikir. Mobil ini meledak pertama kali, lalu yang satu ini terjebak dalam kebakaran. Satu pengendara motor tewas karena tabrakan. ibu ini dan anaknya tewas duluan. Anak itu terlempar keluar dari mobil. Sang ibu meninggal dalam kecelakaan. Lalu seluruh bus meledak dan menewaskan anak itu. Kemudian mobil itu…”

Saat ia menjelaskan kematian mobil satu persatu, Zheng tahu bahwa dewa telah mengubah plot termasuk mereka. Dalam plot aslinya, ibu dan anak itu tewas bersamaan. Namun, dalam firasatnya ibu itu tewas duluan kemudian bus meledak. Itu berarti kematian mereka berada di antara kematian ibu itu dan anaknya. Sayangnya, kematian mereka semua dalam satu ledakan sehingga tidak mungkin untuk menentukan urutan kematian.

Zheng mengatakan dengan sopan. “Hoho. Kalau begitu mobil-mobil di belakangnya sangat  beruntung lolos dari kecelakaan ini. Saya turut belasungkawa.” Dia berjalan ke bus dengan tersenyum.

Orang-orang lainnya telah turun dari bus. Gadis bermata panda dan pria berambut pirang berteriak dengan suara rendah. Mereka sekarang yakin bahwa mereka telah masuk ke dunia film atau setidaknya di negara barat karena mereka melihat orang-orang barat ini. Salah satunya saja sudah cukup untuk membuat mereka bersemangat. Ketika mereka tahu ini adalah Amerika, mereka berdua mulai mengobrol dengan penuh semangat. Lagipula, mereka telah mendapat emas batangan dan tidak mendapat ancaman apapun. Sebaliknya, kelompok lain juga melihat-lihat keadaan sekitar tetapi dengan ekspresi yang jauh lebih alami. Mereka menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran dan ketakutan.

Zheng berjalan ke mereka. “Kalau begitu kita akan berpisah di sini. Jika kalian dapat kembali ke dimensi dewa hidup-hidup, kita akan bicarakan tentang berjuang bersama.” Setelah itu, Zheng berjalan pergi sendirian.

Kelompok yang berisi dua orang itu juga pergi setelah Zheng pergi. WangXia membahas dengan yang lainnya dan juga memutuskan untuk meninggalkan tempat ini terlebih dahulu. Lagipula mereka tidak memiliki segala bentuk identitas, jadi jika polisi tahu, mereka harus ikut ke kantor polisi dan mungkin tidak dapat keluar. Tinggal di kamar sendirian di film ini bukan ide terbaik.

Zheng berjalan di sepanjang jalan raya dan segera mencapai penghalang. Tempat itu penuh sesak dengan orang-orang. Beberapa polisi berjalan melewati penghalang bersama dengan ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Di luar penghalang itu terdapat banyak wartawan. Zheng dengan mudah melewatinya karena kekacauan ini dan berjalan ke kota. Dia membeli sebuah buku panduan dari kios. Dia akhirnya bisa melihat struktur kota ini.

“Sial. Jie, aku tidak akan pergi mencarimu. Lagipula kau pasti akan kembali ke dimensi dewa setelah lima hari. Saya tahu kau memiliki beberapa hal yang harus disampaikan, maka datang cari saya. Saya tidak peduli siapa yang kau kirim. Saya akan menyambutmu setiap saat.”

Zheng berbicara dalam hati. Dia tidak tahu apakah Jie bisa memindai pikirannya tetapi dia telah memutuskan. Jika Jie bisa, maka itu akan menjadi yang terbaik. Dia hanya bisa menunggu mereka. Jika tidak, semuanya akan diselesaikan ketika mereka kembali ke dimensi dewa setelah lima hari.

Tapi mengapa dia harus melakukan ini? Mengapa? Apa alasannya? Dia punya kekuatan jiwa yang besar tapi dia tidak menggunakannya dan membiarkan tim India menyerang mereka. Sampai saat-saat terakhir saat tim akan lenyap, ia baru membunuh wanita pengendali pikiran itu. Jika ini benar, maka ia mungkin adalah seseorang yang mencoba membunuh Lan.

Jika masalah itu sangat sulit untuk dihadapi, maka apa yang dia lakukan adalah salah. Sebuah tim hanya bisa bertahan hidup dengan mendukung satu sama lain. Hal ini terbukti dalam perang dengan tim India. Bahkan dengan enahncement dan kemampuan tambahan, setiap individu tidak akan sempurna sendirian dan perlu bekerja sama dengan rekan-rekanmu. Lalu apa alasannya?

“Dan dia bisa meninggalkan bus sesukanya. Apakah dia tidak perlu mengikuti aturan dari dewa? Jika dia cukup kuat untuk melakukannya maka kita tidak akan berada dalam begitu banyak bahaya. Maka itu berarti apa yang dia lakukan adalah sesuai aturan. Dia juga mengatakan dia bisa melindungi nyawa mereka berempat. Apakah kematian tidak akan membunuh mereka?”

Zheng pikir ini adalah sebuah kemungkinan. Karena mereka mampu meninggalkan bus ketika ia dan yang lain tidak bisa melakukannya. Mereka pergi sebelum mereka menjadi bagian dari firasat sehingga mereka mungkin telah melarikan diri aturan kematian di film ini dan tidak akan diserang.

Selagi Zheng berpikir tentang semua ini, dia berjalan ke seorang Kaukasia dan tidak sengaja menabraknya hingga jatuh ke tanah. Lalu ia mulai berteriak kepadanya. Ia mengenakan pakaian dengan logam dan tindikan di wajahnya. Ini mungkin seorang hipster. Zheng hendak bereaksi atau hanya sekedar memukulnya menjauh tapi masalah sebenarnya telah datang. Seorang polisi sedang berjalan menuju mereka berdua.

Zheng mengambil napas. Dia tidak ingin masuk kantor polisi. Karena ia bisa diserang oleh kematian setiap saat dan juga serangan dari rekan-rekannya. Jadi dia meninju orang itu dengan lemah, setidaknya yang menurutnya lemah. Masih membuat orang itu jatuh ke tanah. Lalu ia berlari ke kerumunan. Ia masuk ke dalam sebuah lembah beberapa menit kemudian. Orang Kaukasia dan polisi itu langsung berlari melewatinya saat mereka mengejar.

“Ini sulit. Meskipun saya tidak harus tinggal di sebuah hotel dan dapat tinggal di taman selama lima hari, namun untuk menghindari konflik dengan polisi, yang terbaik untuk mendapatkan identitas palsu. Wave Bar? Buka pada pukul 6 p.m sampai sepanjang malam. Saya pikir ini adalah tempat yang Zero katakan sebelumnya. Hanya perlu meminta kepada pemiliknya dan memberinya beberapa tip.”

Zheng berjalan di sepanjang lembah sambil terus membolak-balikan buku panduan itu.

 

Translator / Creator: isshh