March 22, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 5.1

 

Ketujuh dari mereka terbangun di dalam sebuah bus. Tidak ada penumpang lain selain dari delapan orang tergeletak di lantai. Namun, semua orang berpaling ke Jie bingung karena ia masih memegang tangan Nana.

Zheng berkata dengan marah. “Jie, aku butuh penjelasan. Mengapa kau membawanya? Kau tahu kan betapa berbahayanya tempat ini. Ini Final Destination! Sebuah tempat di mana kau tidak dapat menghindari kematian dengan penalaran ilmiah! Dan tidak ada bos yang bisa kau kalahkan! Bagaimana bisa kau melakukan ini? Apakah kau mencoba membunuhnya?” Zheng menaikan suaranya saat ia berbicara dan akhirnya berteriak.

Jie dan Nana saling tersenyum. Dia kemudian menoleh ke Zheng dan berkata. “Ok, ok. Aku akan memberitahumu semuanya tapi ada sesuatu yang harus kau lakukan dulu. Setidaknya aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Apakah kau ingin tahu alasan dan tujuan dari semua ini?”

Jie berbalik dan berjalan ke pintu tersebut. Yang membuat Zheng terkejut, Lan, Yinkong, Honglu dan Heng mengikuti di belakangnya. Pintu bus terbuka secara otomatis dan Jie berjalan keluar dan mereka berempat mengikuti dari belakang.

“Jika kau ingin tahu semuanya, maka kalahkan kami berlima. Mereka sudah saya kendalikan. Aturannya sama seperti saat pelatihan. Kalahkan mereka tanpa melukai, hanya buat mereka pingsan keluar atau temukan saya dan kalahkan saya.”

“Aturan permainan ini, setiap kali kau mengalahkan satu orang, saya akan menceritakan sebuah bagian dari kebenaran ini. Jika kau dapat mengalahkan saya, saya akan memberitahumu semuanya. Terakhir kali seluruh tim saya lenyap kecuali aku. Salah satu seri yang paling sulit di antara semua film yang mungkin ada. Aku akan berjanji mereka berempat akan tetap hidup. Jangan terlalu khawatir tentang pemula. Biarkan saja mereka menempuh jalannya sendiri.”

“Zheng, saya sangat senang bertemu denganmu. Ayo temukan saya, kalahkan saya, maka kau akan menjadi pemimpin tim China! Atau kau akan mati!”

Jie telah berjalan jauh, beberapa kata-kata terakhir darinya muncul langsung di dalam pikiran Zheng. Ini adalah telepati! Jie ternyata benar-benar adalah seorang pengguna kekuatan jiwa yang menyelamatkan mereka di The Mummy!

Namun, Zheng hanya bisa merasa marah dan bahkan memiliki sedikit niat membunuh!

(Jika kau adalah pengguna kekuatan jiwa, lalu mengapa kau tidak memberitahu kami? Mengapa kau membiarkan semua orang dalam bahaya? Apa kau tidak sedih tentang kematian rekanmu?)

“Jie! Jika kau tidak memberi saya alasan yang baik, aku akan membunuhmu!”

Zheng berlari ke pintu dan mendobraknya. Namun seolah-olah ia memukul ke kapas dan kekuatannya tidak bisa pergi ke manapun, yang menjadi bumerang dan membuatnya merasa takut. Untungnya, dia tidak menggunakan Qi nya dalam serangan itu, jika tidak maka tidak akan berakhir dengan baik.

Tampaknya ada medan pelindung pada pintu itu. Zheng menyentuhnya dengan tidak percaya dan merasakan medan lembut melapisinya. Lalu ia segera berpaling ke jendela dan ada bidang yang sama melapisi mereka. Ini mungkin berarti bahwa film itu belum dimulai. Area itu melindungi mereka dari bahaya dan juga mencegah mereka memasuki film terlalu dini.

Namun, bagaimana mungkin Jie bisa pergi keluar dengan yang lainnya?

Zheng menghantam medan pelindung lagi dan lagi, tapi ia hanya bisa melihat Jie berjalan pergi, meninggalkan dia dan delapan pemula. Pada akhirnya, dia tidak bisa menahan diri dan mulai berteriak. Namun, Jie secara perlahan menghilang dari penglihatannya tanpa menoleh ke arahnya.

Zheng duduk di kursi sambil melamun saat ia menatap jalan raya yang familiar itu. Ini adalah di mana Final Destination 2 dimulai. Seorang gadis melihat masa depan dan menyelamatkan sekelompok orang dari kematian dalam kecelakaan. Namun, mereka semua sudah tertulis dalam daftar kematian. Pelarian mereka hanya mengarahkan mereka pada kematian yang lebih mengerikan. Orang-orang ini lalu akan tewas dengan kebetulan satu per satu, sampai akhirnya gadis itu mengerti apa yang diinginkan oleh kematian. Kematian berharap mereka mati dalam urutan yang sudah direncanakan. Jadi dia mengendarai mobilnya ke danau untuk bunuh diri dengan cara yang diinginkannya. Pada akhirnya, ia dan pria lainnya melarikan diri dari kematian, tapi di ending film menunjukan kematian mereka hanya tertunda.

Zheng melihat arlojinya. Misi yang ditampilkan adalah untuk bertahan hidup selama lima hari. Yang berhasil selamat akan dibawa kembali ke dimensi dewa setelah lima hari. Untuk setiap karakter film yang selamat, mereka akan mendapat tambahan 500 poin. Jika semua karakter bertahan hidup, mereka akan mendapatkan rank B reward dan 5000 poin. Jika seorang pemain membunuh karakter film, dia akan dihukum 5000 poin.

Reward itu tampak banyak karena diberikan kepada masing-masing anggota. Jika semua karakter bertahan, maka seluruh tim akan mendapatkan sebuah kekuatan tambahan yang besar, termasuk anggota terlemah.

“Reward sebesar itu dan tingkat kesulitan untuk empat belas orang. Lalu, karena kita tidak bisa membunuh para karakter film, kita tidak bisa mengganggu urutan kematian.” Zheng bergumam sendiri. Itu bukan satu-satunya masalah. Dia tidak hanya harus menjaga diri dari serangan kematian, tetapi juga dari para veteran lainnya, dan ia harus mencari dan mengalahkan Jie. Dengan begitu banyaknya masalah itu, bagaimana bisa menyisihkan perhatian pada para karakter film? Sama seperti yang Jie katakan, dia tidak perlu khawatir tentang para pemula. Masalahnya sendiri adalah prioritas di sepanjang film ini.

“Poin apa? Film horror apa? Sial, tempat apa ini?”

Itu adalah seorang gadis cantik. Uh, setidaknya dia memiliki bentuk tubuh yang bagus. Meskipun ada lapisan pondasi tebal dan sepasang mata yang dicat seperti panda. Rambutnya juga diwarnai kuning. Selain bentuk tubuhnya yang bagus, dia lebih mirip seperti seorang aktris opera.

Dia bangkit dari lantai kemudian segera memeriksa pakaiannya. Setelah itu, ia memandang Zheng dan berkata. “Kamu siapa? Kenapa kau menatapku? Tempat apa ini? Bukankah saya sedang mengobrol dengan teman-temanku di kafe internet?”

Dia terdengar seperti berasal dari Szechuan dan menggunakan dialek lokal. Jika dia tidak melukis mata pandanya dan dengan pondasi yang lebih tipis, dia akan terlihat seperti seorang gadis lembut berusia tujuh belas atau delapan belas tahun. Sayangnya perilakunya tampak seperti preman. Dia duduk dan menyalakan rokok lalu bertanya. “Jangan menatap aku seperti itu. Atau aku akan memanggil anak buahku untuk memotong barangmu.”

Zheng mengabaikannya dan menatap pemula lainnya diam-diam. Ada lima pria dan tiga wanita saat ini. Semuanya berusia antara dua puluh sampai tiga puluh dan semuanya sehat. Salah seorang pria mengenakan seragam militer, tampak seperti seseorang dalam kunjungan keluarga. Seorang pria tiga puluh tahun tampak seperti seorang pekerja biasa. Pria berkacamata sekitar dua puluh tujuh tahun tampak seperti Liang dari film terakhir. Seorang pemuda kurus sekitar dua puluh empat tahun dan terakhir seorang pria muda berotot dengan rambut dicat sekitar dua puluh satu tahun.

Sedangkan perempuannya, dua lainnya sekitar dua puluh satu tahun dengan mata tertutup, dan berusia dua puluh tujuh tahun dalam seragam kantor. Mereka bertiga terlihat di atas rata-rata yang membuat para pria terus menatap mereka.

Zheng melihat bahwa setiap orang telah sadar dan mulai menyebabkan keributan. Dia bertepuk tangan dan berkata. “Saya akan menjelaskan situasi saat ini. Semuanya dengarkan dengan seksama. Saya hanya akan menjelaskan ini sekali.”

Pemuda dengan rambut dicat berteriak sampai para wanita menatapnya. Tentu saja, salah satu dari mereka masih memiliki mata terpejam. Ia cukup lantang dan berkata. “Kamu siapa?  Sombong sekali. Dan hanya menjelaskannya sekali. Apakah kau tahu siapa aku? Tidak ada satupun di distrik timur yang tidak kenal…”

Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, bang! Dia terlempar terbang sejauh dua kursi, kemudian berbaring di lantai. Tentara itu menatap Zheng dengan ekspresi serius dan memindahkan tangannya ke arah pinggang. Tapi Zheng mengeluarkan senjata semi otomatis dan menarik pelatuk di dalam bus bergerak ini. Peluru menembak ke atap.

Zheng mengarahkan senjatanya pada mereka dan berkata dingin. “Saya tidak bercanda dengan kalian. Katakan padaku, apakah kalian ingin mati?”

 

Translator / Creator: isshh