March 20, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 4.1

 

Dua hari lagi sampai film berikutnya. Semua persiapan sudah ditetapkan, termasuk senjata dan barang-barang pendukung seperti perban, semprotan hemostasis, makanan kemasan, air padat. Setelah pelatihan, mereka juga membutuhkan sedikit waktu untuk bersantai. Setelah mengetahui apa yang bisa mereka lakukan dengan ruang bawah tanah mereka, semua orang kembali dan menciptakan resort mereka sendiri. Selain kurangnya manusia, tempat-tempat ini tampak persis sama seperti yang ada di bumi.

“Ketika kita kembali, kita akan menemukan tempat yang tenang dan indah seperti tempat ini untuk hidup. Kita mungkin akan sangat kaya saat itu. Ha ha. Jika saya mau, aku akan memakai celana saya di luar dan pergi menyelamatkan dunia. Kemudian pergi berbelanja denganmu di waktu luang saya. Berhenti tertawa seperti ini, ini bukan hal yangmustahil.” Zheng duduk di rumput dengan Lori dalam pelukannya. Cuaca dan suasana tampak begitu nyata kecuali yidak ada matahari di sana.

Lori tidak pernah menonton Superman sebelum kematiannya. Namun, mereka telah menonton banyak film di sini. Kebanyakan film horor bersama Zheng tetapi juga nonton beberapa film terbaru sendirian. Jadi dia sudah tahu tentang Superman dan tertawa ketika Zheng mengatakanny. Gelombang angin lembut bertiup melewati mereka dan membuat dataran rumput berdesir.

Keduanya meringkuk diam-diam tanpa berkata apa-apa, merasakan ketenangan ini. Sampai saat Zheng menyelipkan tangannya ke kerah bajunya.

Heng membidik ke sebuah pohon sejauh seribu meter. Garis keturunan Elf meningkatkan ketangkasan, penglihatan dan kontrolnya pada busurnya dengan signifikan. Ditambah ia memiliki bakat alami dalam menggunakan busur. Dia telah terbiasa menggunakan Sirius dalam beberapa hari dan juga meningkatkan keterampilan memanah nya.

Ricochet (teknik memantulkan anak panah) dan Explosive Shot adalah dua skill yang ia lihat dari sebuah buku kuno yang diwariskan dalam keluarganya. Bahkan dengan kerja kerasnya, ia hanya bisa menguasai Ricochet. Ada skill memanah lainnya tapi mereka tampak begitu tidak nyata. Setelah ia melihat skill ini dalam sistem pertukaran itu, ia menyadari ini adalah nyata. Itulah sebabnya dia mulai melatih Explosive Shot.

Explosive Shot, menembak dua anak panah terus menerus, menempatkan kekuatan lebih pada anak panah yang di belakang sehingga anak panah tersebut akan menabrak anak panah yang di depan dan membuat kecepatan dan kekuatannya menjadi dua kali lipat. Legenda mengatakan bahwa pemanah terkuat bisa menghubungkan sembilan anak panah.

Heng tahu ia memiliki sedikit bakat dengan busur, tetapi tidak cukup untuk dianggap sebagai jenius. Bagian yang paling penting adalah ia tidak memiliki keberanian untuk menembak kedua kalinya. Jadi dia hanya bisa menebus kelemahannya dengan kerja keras. Dia harus menempatkan semua harapannya pada tembakan pertama.

Sayangnya, ia telah mencapai batas dari dua anak panah dengan Explosive Shot itu. Sepertinya ia harus meningkatkan garis keturunan elf lebih lanjut. Tapi setidaknya ia harus mahir dengan dua anak panah itu.

Darah menetes dari busur. Tangannya ditutupi dengan banyak luka gores dan tali busur bernoda darah. Heng mengerutkan kening saat ia berjalan menuju tangga. “Hanya 800 poin tersisa. Harusnya cukup untuk pemulihan delapan puluh lebih luka.”

Lan duduk di kamarnya dengan mata tertutup. Setelah cukup lama, ia berbaring di tempat tidurnya dengan malas. Matanya tampak kosong. Dia mengambil bantal dan terus memukulnys, bergumam “bodoh” pada saat yang sama. Setelah beberapa saat, dia neneluk bantal itu dan meneruskan lamunannya.

“Apakah aku idiot? Mereka jelas bukan orang yang sama. Mengapa tidak saya ciptakan saja dia? Apakah saya benar-benar mencintai dua orang pada saat yang sama? Tidak, itu karena…”

Lan bergumam kata-kata itu seolah-olah dia sedang berbicara dalam tidurnya. Bahkan, dia tidak menyadari apa yang ia katakan. Dua sosok yang terbayang dalam pikirannya. Pada akhirnya, kedua sosok ini menyatu lalu dia merasa lebih gelisah.

Lan duduk dari tempat tidurnya dan mengambil sebuah buku harian yang terkunci dari meja. Dia membukanya dan mulai membaca.

“Tempat yang ajaib. Mungkin kita tidak bisa kembali seperti yang Jie katakan dan ini adalah neraka. Lalu bisakah saya melihatmu lagi di sini? Aku hampir melupakan wajahmu.”

“Saya sudah di sini selama beberapa hari. Jie mengatakan kita akan memasuki film berikutnya dalam sepuluh hari. Saya berharap kita bisa seberuntung seperti sebelumnya. Aku hampir mati oleh monster itu. Saat itulah saya menyadari bahwa saya benar-benar takut mati. Tidak, tidak hanya mati. Saya takut bahwa saya akan melupakan semuanya. Lupa tentang diriku sendiri, tentangmu, tentang cinta, dan tentang kebencian.”

“KIta akan pergi besok. Zheng itu sangat beruntung. Tetapi orang-orang selalu mengatakan bahwa kebahagiaan itu berbanding terbalik dengan keberuntungan. Namun, ia tetap tertawa dengan kebahagiaan seperti itu. Haruskah saya juga menciptakanmu? Saya tidak tahu. Sungguh. Kematian adalah kematian. Bahkan jika saya menciptakanmu, itu tidak akan menjadi orang yang sama. Ketika saya berpikir bahwa seseorang yang terlihat sama sepertimu dan memiliki kenangan yang sama saat kamu menyentuhku, saya begitu takut. Apakah saya takut untuk bertemumu lagi? Atau karena aku sangat membencimu sehingga saya tidak ingin melihatmu lagi? Aku pergi. Saya harap bisa kembali.”

Lan tertawa saat membacanya. Namun air mata menetes ke buku harian itu seperti mutiara.

“Dia benar-benar pria yang baik, terlalu keras kepala dan baik hati. Dia seharusnya meninggalkan saya dan lari sendiri dalam keadaan itu. Dia seperti kamu, keras kepala dan baik hati. Seperti orang idiot.”

“Ketika saya diseret oleh Alien, tiba-tiba aku menyadari bagaimana perasaan gadis itu. Dia mungkin dalam keputusasaan tapi tetap terikat pada dunia ini. Tidak peduli sebesar apapun keinginan seseorang untuk mati, dia akan tetap merasa terikat dengan dunia ini. Aku melihat dia sebagai dirimu saat itu.”

“Saya tiba-tiba merasa simpati terhadap orang-orang dalam suatu hubungan. Keengganan dan simpati. Bukan pada apa yang mereka lakukan tapi kasihan pada apa yang mereka rasakan.”

“Saya merasa sangat marah, karena saya melihat dia memeluk Lori.”

Lan terisak-isak sekarang. Dia menangis dan menangis sampai dia mengambil pena dan menulis. “Saya benar-benar menyerah. Maaf, akankah kamu memaafkan saya? Aku tidak akan mencintai orang lagi mulai sekarang. Tinggal bersamamu sampai kita bertemu di neraka. Lalu aku akan minta maaf.”

Honglu sedang merakit bagian-bagian mekanik dengan fanatik. Percikan listrik menyala dari satu bagian dan bang, semuanya meledak. Ketika asap itu menghilang, Honglu duduk di sana dengan wajah tertutup abu hitam. Dia menyentuh wajahnya lalu tertawa terbahak-bahak.

“Tuan muda, ini membuat orang khawatir. Bisakah kau menggunakan pelindung?”

Seorang wanita cantik berusia sekitar dua puluh delapan atau sembilan mengenakan cheongsam berdiri di belakang Honglu. Dia tampak dewasa dan memiliki tubuh sexi yang dapat memicu fantasi setiap pria.

Honglu menggeleng. “Saya sudah katakan kepadamu untuk tidak datang kemari dan kau tetap membangkang? Kak Ran, bukankah sudah aku beritahu untuk memanggil saya adik? Tidak apa-apa. Ini adalah mesin peledak rendah. Mereka tidak merusak bahkan jika meledak. Aku tahu bagaimana cara menghindari bahaya. Hehe, jangan khawatir.”

Dia ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya dia mendesah dan menyimpannya untuk dirinya sendiri. Dia mengambil saputangan untuk membersihkan wajahnya dan berkata. “Tuan muda, pakaian ini terlalu…setidaknya biarkan aku mengenakan pakaian dalam.”

Honglu tertawa dengan mesum. Dia memukul pantatnya dan berkata. “Itu tidak mungkin. Kau tidak akan keluar dari sini juga. Tidak ada orang lain di sini. Apakah kamu tidak ingin aku lihat?”

Dia tersipu dan bergumam. “Tidak. Hanya saja ini terasa tidak benar.”

Honglu berbalik kembali untuk merakit bagian-bagian mekanik. “Itu tidak mungkin. Saya ingin melihat kau berpakaian seperti ini. Kau harus memakai piama itu juga saat kita tidur, dan kau harus meringkuk saya. Lalu mari kita lanjutkan. Saya akan merakit ini pada akhir hari ini.”

Bagian itu meledak lagi dan wajahnya ditutupi abu sekali lagi, dan juga saputangan itu.

 

Translator / Creator: isshh