March 18, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 3.2

 

Zheng melangkah di udara dan melompat dua puluh sentimeter lebih, menghindari pisau sepersekian detik. Tapi api masih membakar bagian bawah sepatunya. Kemudian tubuh Yinkong mulai jatuh dalam meningkatkan kecepatan.

Semuanya terjadi dalam sekejap. Pada saat Zheng mendarat di tanah, ia telah memasuki mode berserk. Yinkong berlari ke arahnya dengan pisaunya, sehingga Zheng tidak punya pilihan selain melompat maju lagi untuk menghindar, kemudian segera melompat ke arahnya.

Zheng mendorong Yinkong ke sebuah pohon sebelum dia bisa bereaksi. Tangan kirinya itu menekan lehernya dan tangan satunya menekan tubuhnya ke pohon. Meskipun keduanya tidak terluka, mereka berdua tahu bahwa Zheng memenangkan pertarungan itu.

Yinkong tersipu. Zheng terkejut bahwa dia akan menunjukkan ekspresi seperti itu. “Aku kalah. Aku akan keluar dari pertempuran ini. Bisakah kau memindahkan tanganmu sekarang?”

Zheng melihat ke tangannya dan sadar bahwa dia menekan dadanya. Meskipun ia membungkus dadanya dengan kain tapi dia masih bisa merasakan kelembutan itu. Zheng tanpa sadar meremasnya. Tidak lama setelah itu, ia mendengar desahan sebelum ia memindahkan tangannya dengan panik. Wajah Yinkong benar-benar merah saat itu.

Dia segera kembali ke wajahnya yang normal tanpa ekspresi, meskipun masih sedikit merah. Yinkong berkata dengan tenang. “Baiklah. Aku akan menarik diri dari pertempuran. Kamu hebat. Cara bertarungmu tidak terbatas pada gaya apapun. Saya tidak bisa memprediksi serangan berikutnya ketika kau memasuki mode berserk.”

Zheng tidak bisa menatap langsung padanya. Dia melompat ke sebuah cabang pohon dan memantau sekitar. Saat itu, perangkat komunikasi berdering. “Zheng, mereka menemukan lokasi saya. Mereka datang. Heng berada di belakangmu sebelah kiri. Dia membidimu. Hati-hati dan kau harus menang.”

Tempat ini adalah ruang bawah tanah kamar Jie. Setelah pengujian, mereka menemukan bahwa ruang bawah tanah dapat diperluas hingga seratus kilometer. Mereka juga bisa membuat pemandangan alam seperti hutan dan danau. Zheng dan Lan langsung menentukan rencana setelah memilih tim. Lan akan bersembunyi di suatu tempat dan memberitahu padanya posisi musuh melalui perangkat komunikasi sementara Zheng pergi dan berjuang sendirian.

Tak lama setelah kelompok Zheng pergi, Jie dan Honglu berpisah dengan tim mereka. Honglu, satu-satunya yang diizinkan untuk menggunakan senjata api. Mereka berdua memilih dataran terbuka sehingga sulit bagi Zheng untuk menyerang mereka. Meskipun peluru tidak bisa banyak melukai tubuh Zheng, tapi ia juga tidak bisa menghindari semuanya. Jadi dia harus mengincar Yinkong dan Heng. Keduanya ini merupakan ancaman terbesar. Dia akan mencari cara untuk melawan Jie dan Honglu setelah ia menyingkirkan tim Yinkong.

Zheng tiba-tiba menengokan kepalanya ke sekitar. Dua panah meluncur ke arahnya dari jarak 1,5 kilometer. Itu serangan khusus Heng. Tim itu telah mengetahui kemampuannya dengan busur Sirius itu. Dia bisa mencapai hingga dua kilometer menggunakan busur itu. Jika ia menggunakan charged shot, ia bisa memperluas jangkauan hingga sepuluh kilometer! Meskipun itu akan sulit bagi Heng karena kemampuan membidiknya saat ini. Dua kilometer adalah jangkauan terkuat darinya.

Saat Zheng melompat ke samping, salah satu anak panah mengenai ekor  anak panah lainnya, memberikan tambahan kecepatan. Anak panah itu meluncur melalui bagian bawah celananya dan meleset dari kakinya dengan hanya berjarak satu sentimeter.

Zheng juga terkejut dengan teknik Heng. Dia tidak bisa membayangkan ini adalah sesuatu yang Heng ciptakan sendiri dan bukan kemampuan yang didapat dari poin.

Tanpa ragu-ragu, Zheng melompat dari satu pohon ke pohon lain menggunakan teknik gerakan. Dia mencapai Heng hanya dalam beberapa menit. Yang mengejutkan, Heng berjongkok di tanah dan segera berkata. “Aku kalah! Aku kalah!”

Tanya Zheng. “Mengapa? Pergelangan kakimu terkilir?”

Heng mengatakan dengan pahit. “Tidak. Setelah saya menembakan panah dan melihat kau berlari ke saya dengan wajah marah, aku takut aku tidak bisa bergerak.”

“…”

Zheng membantunya sambil tertawa dan berkata. “Jangan terlalu berlebihan? Ini hanya latihan. Aku tidak akan menyakitimu.”

Heng menjawab dengan malu. “Saya benar-benar takut. Ketika saya berpikir bahwa kau mungkin akan memukul saya, saya tidak bisa menggerakkan tubuh saya. Sepertinya saya tidak cocok untuk bertahan hidup di dunia ini.”

Zheng melihat celananya dan menggeleng. “Kemampuanmu sangat kuat. Tim tidak bisa bertahan tanpa penembak jitu. Kau adalah anggota penting yang mengambil posisi Zero. Jangan memandang rendah dirimu. Atasi rasa takutmu dan kau pasti akan menjadi anggota yang kuat. Percayalah kepadaku!”

Heng mendesah tapi Zheng mengatakan sebelum dia bisa melakukannya. “Saya kalah dalam pertempuran ini. Kau benar-benar kuat. Ini bukan untuk menyanjungmu. Yang kuat tidak memerlukan kata-kata seperti itu. Ingat, kau harus menjadi kuat, tidak hanya dalam kemampuanmu, tetapi juga hatimu, untuk bertahan hidup, untuk diri sendiri dan untuk orang yang kau cintai. Bila kau memiliki tekad ini, kau akan dapat membidikan busurmu kepada siapapun. Percayalah kepadaku!”

Heng mengikuti mata Zheng dan memandang celananya. Ada garis darah di kakinya. Meskipun panah meleset, tekanan udara yang dihasilkan itu menggores kulit Zheng.

Tim Zheng kalah dalam pelatihan itu pada akhirnya. Kemampuan memanah Heng adalah sebuah kejutan dan yang paling penting adalah kerja sama tim mereka.

“Ya, kerja sama tim. Kita bisa melihat bahwa selama pertempuran dengan tim India, kita berada di posisi yang kurang menguntungkan sepanjang waktu. Namun, selain masalah keberuntungan dan komposisi tim kita, bagian yang paling penting adalah setiap anggota bekerja bersama-sama. Aku tidak tahu apa masalah apa yang dimiliki tim India tapi mereka tampak seperti terpaksa untuk bersama-sama. Sulit untuk memimpin sebuah tim ketika kau kehilangan momentummu. Itu sebabnya kita memperoleh kemenangan pada akhirnya.”

Waktu sudah sangat malam dan pelatihan itu berakhir. Di bawah saran Honglu, mereka mengadakan pesta api unggun di dataran itu. Selain barbekyu, Honglu meyakinkan Zheng untuk membuat peraturan tim.

Zheng juga memikirkan hal ini sebelumnya. Peraturan bisa membuat atau menghancurkan sebuah tim. Setelah berdiskusi dengan Honglu dan memperoleh opini dari semua orang, ia menyelesaikan lima peraturan untuk saat ini.

“Satu, tim kita saat ini memiliki enam anggota. Ketika kita menerima pemula di film, pertama-tama kita harus mengenali profesi dan tingkat kebugaran mereka. Kemudian kita akan memilih jika ada yang bisa menjadi anggota sementara. Kita boleh menyelamatkan anggota sementara jika tidak menempatkan kita dalam bahaya.”

“Dua, siapa saja yang tidak lulus dalam voting akan diberikan senjata dan emas. Jika itu adalah film yang mengambil tempat jauh dari peradaban, maka kita akan memberikan mereka makanan dan air sebagai gantinya. Jika orang-orang ini menyebabkan konflik dengan veteran atau anggota sementara, atau jika mereka menempatkan tim dalam bahaya, kita boleh membunuh mereka atau membatasi pergerakan mereka.”

“Tiga, poin dan reward semua orang akan disimpan pada akhir film. Kemudian kita akan menukar enhancement berdasarkan pada apa yang kau kuasai. Tidak boleh mendapatkan enhancement semata-mata untuk kelangsungan hidupmu sendiri. Hal ini tidak efisien bagi tim. Setelah tiga peringatan, anggota lain akan memburumu. ”

“Empat, pemimpin akan bertanggung jawab mengenai item quest. Kita akan melakukan voting jika ada yang keberatan. Jika lebih dari tujuh puluh persen anggota setuju, maka pemimpin akan berbagi kendali ke semua orang. Jika voting gagal, maka tidak akan ada pemungutan suara kedua.”

“Lima, prioritas pertama tim adalah untuk melindungi pengguna kekuatan jiwa, ahli strategi, dan anggota dengan kemampuan yang unik. Jika anggota tempur memiliki cukup poin dan reward, maka mereka akan menukarkan enhancement untuk tiga jenis anggota ini. Namun, tidak akan melebihi seperempat dari total poinmu.”

Zheng memegang sebuah piringan emas yang diukir dengan lima aturan ini. Gumamnya. “Ini adalah peraturan sementara tim China. Kita akan mengubah mereka jika situasi mengharuskan itu. Saya berharap bahwa ketika kita meninggalkan dunia ini, kita berenam atau bahkan lebih, masih bisa melihat peraturan ini!”

Translator / Creator: isshh