March 10, 2017

Terror Infinity – Volume 7 / Chapter 1.1

 

Zheng memejamkan mata dan mengingat segala sesuatu yang terjadi dalam film The Mummy. Untuk sementara, pikirannya tidak bisa tenang.

Qi Tengyi, yang adalah seorang pemuda normal, hanya menyukai tulisan dan budaya kuno, sempat memarahinya layaknya seorang pria sebelum kematiannya, dan kata-kata terakhirnya itu.

Zero, yang tenang dan dingin, seorang pembunuh dengan hati yang lembut, gadis kecil dengan penampilan anak laki-laki yang tidak akan ia tinggalkan, dan kata-katanya hingga kematiannya.

Banyak lagi hal-hal lain. Karakter film, tim India yang kuat, Imhotep yang tragis, rasanya seperti bertahun-tahun telah berlalu hanya dalam sepuluh hari.

Ketika ia akhirnya membuka matanya, itu adalah tempat yang sama tanpa ujung, bola cahaya yang sama di tengah, dan lima orang berdiri di sekelilingnya. Honglu dan Heng melihat sekeliling dengan terkejut.

“Dewa! Sembuhkan semua orang! Potong poin dari saya!” Teriak Zheng. Beberapa beam dari bola cahaya dan melapisi mereka berenam. Beam pada Honglu adalah yang paling samar. Menghilang hanya dalam beberapa detik. Kemudian anak itu menatap tangannya terkejut. Sebuah luka di tangannya sudah benar-benar sembuh.

Zheng dan Yinkong tetap tinggal di dalam beam paling lama. Yinkong memakan lebih banyak waktu daripada Zheng. Ketika ia selesai, bahu Yinkong telah sembuh tapi dia masih di dalam beam.

Zheng memejamkan mata untuk merasakan tubuhnya. Untuk beberapa alasan, ia memiliki perasaan bahwa ia bisa mengendalikan tubuhnya. Tidak hanya menggerakan lengan dan kaki tapi mengontrol selnya. Tentu saja, dia sadar itu hanya khayalan, tapi delusi ini terasa begitu nyata baginya.

Ketika ia membuka matanya lagi, seorang gadis berdiri di depannya dengan air mata mengalir di pipinya. Lori tidak lari ke dalam pelukannya. Dia berdiri beberapa meter, tersenyum dengan air mata.

Zheng kemudian dengan cepat berbalik ke Jie. Jie telah terbangun, sinar pada dirinya tidak intens. Sepertinya pingsannya hanya kondisi normal tetapi lingkaran hitam di sekitar matanya menunjukkan keadaan kesehatan mentalnya. Dia tidak lagi tertawa. Dia berjalan ke istrinya diam-diam, memeluk dan meletakkan kepalanya di bahunya. Setelah beberapa waktu, ia berjalan ke kamarnya tanpa kata-kata.

“Jie.” Teriak Zheng. Jie berhenti tapi dia tidak berbalik. Zheng ragu-ragu dan berkata. “Kita akan berbicara besok. Istirahatlah yang baik hari ini. Saya berterima kasih atas nama semua orang.”

Jie melambaikan tangannya dan berjalan pergi dengan Nana. Bagian belakang tubuhnya menebarkan rasa kesepian. Lima orang lainnya hanya bisa menyaksikan dalam diam saat ia berjalan lebih jauh.

Zheng mendesah kemudian beralih ke yang lainnya. Yinkong telah keluar dari beam sekarang. Semua orang telah sembuh dengan kondisi mereka yang sempurna. Zheng tertawa dan berkata. “Pergi istirahatlah. Honglu, Heng, buatlah sebuah kamar. Kalian hanya perlu memegang pegangan pintu dan membayangkan lingkungan yang kalian inginkan. Ruangan itu akan berubah. Dan juga, dewa memberikan semua orang kesempatan untuk membuat makhluk hidup dengan bebas. Bisa pria atau wanita, usia berapapun, ukuran, wajah, namun perlu diingat bahwa makhluk ini dapat dibuat dengan dua kali statistik orang normal, saya mengacu pada kepadatan otot dan kecepatan reaksi. Jadi kalian dapat membuat bodyguard sendiri. Jadi intinya begitu saja. Jangan menggunakan poin dulu. Kita akan membahas apa yang harus ditukar setiap orang besok. Sekarang semuanya ke kamar masing-masing.”

Honglu bertanya. “Mungkin ada seseorang yang memberitahu anda tentang bodyguard kan? Bisakah anda ceritakan siapa itu? Apakah dia masih hidup?”

Zheng hendak menggenggam tangan Lori ketika ia tiba-tiba mendengar itu dan bertanya ingin tahu. “Kenapa kau berpikir begitu? Apakah saya tidak terlihat seperti seseorang yang bisa memikirkan itu?”

Honglu tertawa. “Analisis sederhana, saya tidak akan masuk ke rincian. Dilihat dari kenyataan bahwa anda membuat seorang wanita dan bagaimana sifat pribadi anda, anda pasti bukan salah satu yang berpikir tentang menciptakan bodyguard. Saya ingin tahu, siapa orang ini? Apakah dia mati dalam film sebelumnya?”

Zheng mengangguk dalam diam. Pria tenang dengan kacamata itu, dia pasti pemikir terkuat yang melampaui Honglu dalam kebijaksanaan dan ketenangan. Meskipun tidak ada kontes antara mereka berdua, tapi Zheng bisa merasakan ini.

Honglu menundukkan kepala dan merenung. “Kalau begitu aku akan tinggal sebentar di sini. Saya ingin melihat apa yang dewa punya untuk enhancement. Kedengarannya cukup rumit ketika anda menjelaskannya. Oh, apakah anda memasak di kamar anda ketika ingin makan?”

Lan tersenyum. “Kau bisa memasak dan juga mengambil makanan jadi dari lemari es. Bayangkan saja apa yang ingin kau makan. Apapun yang anda pikirkan akan tersedia.”

Honglu terkejut kemudian bersorak. Dia berkata sambil tersenyum. “Saya adalah seorang gourmet(ahli pencicip makanan). Ok, saya tidak akan mengganggu kalian. Sepuluh hari istirahat? Kita hanya bisa tinggal di sini selama sepuluh hari.”

(Sangat mirip. Reaksi pertama dalam dimensi ini adalah untuk melihat apa yang dewa jual. Satu-satunya perbedaan adalah satunya fokus melihat-lihat dan satunya gembira masalah makanan. Dia mungkin dapat menjadi bagian penting dari tim ini. Mungkin.)

Zheng membawa Lori kembali ke kamarnya. Gadis itu mulai menangis segera setelah mereka masuk dan kata-kata Zheng tidak bisa membantu. Dia tenang setelah beberapa waktu dan berkata ringan. “Saya khawatir. Tidak peduli berapa hari kau pergi, itu hanya satu hari di dimensi ini. Kami masih bermain dengan adik Zero tapi dia menghilang pagi ini. Aku sangat takut, takut saya akan hilang seperti dia, dan tidak pernah bertemu lagi.”

Zheng mendesah dan memegang erat-erat. “Jangan khawatir. Aku tidak akan mati. Aku tidak akan mati apapun yang terjadi. Percayalah, Lori. Aku akan memenuhi janji saya. Aku akan memenuhinya dengan segala cara!”

“Hmm. Jangan mati.”

“Aku tidak akan mati. Saya tidak boleh mati!”

Benar-benar tidak akan mati? Zheng tiba-tiba merasa kosong. Dia tidak memiliki banyak kepercayaan diri lebih untuk hidup setelah pengalaman dalam beberapa film. Jika memungkinkan, dia hanya ingin kembali ke dunia nyata. Dia tidak ingin kekuatan tambahan, tidak ingin menjadi superman, tidak ingin berevolusi. Dia hanya ingin membawa Lori kembali. Dia tidak ingin melihat darah rekan-rekannya lagi, maupun teror tak berujung dan kematian.

Tapi itu mungkin?

Setelah sebuah malam penuh gairah, Zheng keluar ke lobi dengan Lori. Lori bangun pagi dan membuat beberapa kue untuk semua orang. Ketika mereka berdua mengetuk pintu, semua orang bangun cukup awal dan berpegangan pada beberapa makanan.

“Di mana Jie?”

Zheng memanggil semua orang ke lobi tetapi Jie tidak ada. Yinkong berkata dengan tenang. “Saya tidak tahu apa yang terjadi antara kalian tapi jangan ganggu dia. Beri dia waktu untuk berpikir. Apakah kau tidak merasa sepertinya dia memaksa dirinya untuk membuat pilihan?”

Zheng melihat Yinkong terkejut. Dia tidak pernah tahu dia sangat pengertian dan tersenyum. “Benar, aku terlalu buru-buru. Haha, mari kita piknik bersama-sama, meskipun tempat ini tidak tampak seperti di luar ruangan. Honglu, apakah kau menemukan sesuatu kemarin?”

Honglu tersenyum sambil mengeluarkan laba-laba besar dari keranjang, menyebabkan Yinkong dan Lan berteriak. Dia melahap laba-laba itu, itu sudah dimasak. “Aku benar-benar menemukan beberapa masalah tapi saya lebih tertarik pada poin dan hadiah yang kita peroleh. Setidaknya saya dapat. Saya penasaran berapa banyak yang anda dan Yinkong dapatkan. Beri aku kejutan.”

Zheng penasaran juga. Dia tidak berpikir ia akan menerima banyak poin atau imbalan sekalipun. Dia berdiri dan memejamkan mata untuk terhubung dengan Dewa. Sekali di dalam sistem pertukaran, ia bertanya tentang poin dan hadiahnya.

“Zheng Zha, 13770 poin, 1 rank B reward, 2 rank C reward, 1 rank D reward.”

Zheng kemudian melihat ke semua orang dengan syok. Pada saat yang sama, Yinkong juga membuka matanya dan mereka bisa melihat kejutan dan kegembiraan dari mata masing-masing.

 

Translator / Creator: isshh