February 27, 2017

Terror Infinity – Volume 6 / Chapter 7.2

 

Di luar dari semua pertarungan yang telah dilalui Zheng sejak ia memasuki dunia ini, musuh kali ini adalah yang terdekat dengan dia dalam hal kekuatan. Meskipun ular itu sangat kuat baik pada pertarungan satu lawan satu maupun berkelompok, Zheng memiliki keuntungan yaitu lebih kuat dalam pertarungan jarak dekat. Selama dia bisa mendekati Shiva, dia bisa mengambil kemenangan!

Zheng menebas lengan kiri Shiva sampai pada jantungnya. Ketajaman tak tertandingi pisau itu mudah memotong lengan Shiva. Pada saat yang sama, Shiva mengeluarkan Dharmacakra emas dengan tangan kanannya. Sebuah lapisan cahaya keemasan muncul di atas tubuhnya, menghalangi pisau untuk maju lebih jauh.

“Ah!”

Zheng berteriak kegilaan. Dia terus menebas ke arah Shiva meskipun terhalang oleh lapisan cahaya. Dia menyalurkan Qi ke tangan satunya dan terus menyerang Shiva. Selama serangkaian serangan ini, ia tidak sadar telah melapisi tinjunya dengan Red Flame juga.

Lapisan cahaya keemasan sedikit meredup setiap kali beradu kontak dengan Red Flame. Setelah beberapa detik, ia melihat cahaya itu menjadi lemah bahkan sebelum ia memiliki kesempatan untuk melawan serangan. Ketakutan muncul di wajahnya untuk pertama kalinya.

Zheng telah jatuh ke dalam amukan. Dia terus menyerang dan berteriak dengan kegilaan. Jika bukan karena cahaya itu, Shiva tidak akan pernah bertahan satu detikpun sebelum hancur. Bahkan manusia serigala itu tidak bisa apa-apa jika dia ada di sini. Ini belum berakhir. Zheng meraih Shiva, membuka mulut dan menggigit kepalanya.

Gigi Zheng langsung tersentak, tapi dia masih terus menggigitnya. Akhirnya dia memaksa menerobos cahaya itu dan menggigit telinga kiri Shiva. Dengan sebuah tarikan, ia merobek seluruh telinga bersama dengan kulit wajah Shiva bagian kiri. Dia meludahkan daging itu dan menggigitnya lagi.

“Ah! Berhenti, tidak!” Shiva akhirnya menjerit ketakutan. Otot-ototnya dengan cepat membesar, membebaskan diri dari Zheng. Dia berlari ke arah lubang di dinding seperti orang gila. Zheng mengejar di belakangnya. Mata merahnya itu dan potongan-potongan daging yang tersisa di bibirnya membuatnya tampak seperti iblis. Tidak mengherankan jika Shiva takut padanya. Bahkan Imhotep akan terkejut jika ia melihat Zheng sekarang. Zheng ingin merobek Shiva terpisah hidup-hidup setiap kali ia memikirkan Tengyi dan kematian Zero. Kemarahan ini berubah menjadi kegilaan dalam pertarungan itu, sesuatu yang tidak ia menyadari.

Mereka berdua berlari melalui terowongan. Karena mereka fokus satu sama lain sepanjang waktu, tak satupun dari mereka yang menyadari suara terikan dari kegelapan yang mereka lewati.

Yinkong memancing Arot jauh ke dalam makam, tempat tanpa obor atau cahaya apapun. Hanya ada kegelapan dan suara samar yang berasal dari scarab di tempat ini.

Cedera Arot telah benar-benar sembuh. Kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan reaksi dari manusia serigala itu dikombinasikan dengan tahap pertama dari modus berserk membuatnya menjadi senjata yang tidak bisa dihancurkan, hampir melebihi kekuatan Zheng dalam pertempuran jarak dekat.

“Kau ingin bermain petak umpet dengan saya? Hoho.”

Dia masih bisa berbicara dalam bentuk manusia serigala tapi tawanya berubah menjadi lolongan. Itu membuatnya terdengar aneh dan menakutkan. “Apakah kau masih percaya pada akidah pembunuh? Satu tembakan satu kematian? Hoho. Itu semua adalah kebohongan. Jika kepercayaan ini benar maka mengapa aku masih hidup? Mengapa aku tidak terbunuh oleh begitu banyak pembunuh?”

“Apakah kau tahu berapa banyak pembunuh yang telah kubunuh? Sepuluh? Dua puluh? Tidak, biarkan aku memberitahumu. Aku membunuh empat puluh tujuh pembunuh! Tidak ada yang lolos dari tangan saya! Saya menguliti mereka hidup-hidup dan merendam mereka dalam air garam. Mengamati ekspresi kesakitan mereka bahkan mereka tidak bisa bunuh diri karena saya telah menghancurkan tulang-tulang mereka. Hohoho. Adegan kematian dalam kesakitan mereka itu sangat indah!”

Arot terus masuk lebih dalam ke dalam kegelapan sambil terus berbicara. “Apakah kau tahu mengapa klan pembunuh Eropa memasukan saya pada daftar orang yang dicari? Karena saya ingin menguji kekuatan saya dan kebohongan akidah pembunuh. Kau tidak mengerti. Kematian tidak menakutkan. Hal-hal seperti satu tembakan satu kematian adalah palsu. Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah kekerasan dan penyiksaan. Hoho. Saat itu saya menculik putri pemimpin klan, seorang gadis kecil berusia dua belas tahun berambut pirang. Dia tampak seperti malaikat.”

“Itu adalah permainan yang paling menakjubkan. Saya bermain dengannya selama tiga hari tiga malam sampai seluruh tubuhnya berubah menjadi potongan-potongan kecil. Lalu aku mengirimkan video kepada pemimpin itu. Hoho. Saya sangat ingin melihat ekspresinya. Sayang sekali aku mulai menguji kekuatanku sesudahnya. Tujuh belas pembunuh, saya membunuh sepertiga dari klan pembunuh Eropa.”

“Ini mengagumkan bahwa aku memasuki dunia ini. Saya bosan dengan dunia nyata. Itu menyenangkan bermain dengan orang-orang satu per satu tapi akan membosankan setelah beberapa saat. Untungnya dunia ini memungkinkan saya untuk terus bersenang-senang. Apa yang kamu pikirkan? Apakah kau cemburu dengan tubuh saya yang sempurna?”

“Kau seharusnya bangga bahwa saya sudah bicara denganmu begitu lama. Bahkan saya tidak dapat dengan mudah merasakan keberadaanmu dalam kegelapan ini, tetapi jangan lupa bahwa saya telah meningkatkan statistik saya lebih banyak darimu. Saya memiliki indera penciuman serigala. Kau tidak dapat menyembunyikan bau darah. Hohoho. Berubah menjadi potongan-potongan!”

Arot telah menemukan posis Yinkong sejak awal. Tapi dia terus berbicara saat ia bergerak ke arahnya langkah demi langkah. Ketika dia dekat dengannya, ia berteriak dan melompat padanya. Bang! Arot sadar dirinya terjebak di antara dua batu. Tubuh besarnya membuatnya terjebak di sana tidak bisa bergerak. Tapi tubuh kecil Yinkong memungkinkannya untuk berdiri di antara batu-batu. Dia perlahan-lahan mengeluarkan Hellfire Fang. Api menyala di sekitarnya. Itu perangkap dalam kegelapan. Ruang sempit yang mencegah werewolf besar untuk melarikan diri.

“Tunggu. Tunggu. Saya.”

Yinkong menusuk ke depan. Pisau memasuki mulut Arot tanpa perlawanan. Api meledak di mulutnya dan bocor keluar dari mata, telinga, dan hidung. Kemudian tubuhnya melunak dan berhenti bergerak.

“Seorang pembunuh hanya membutuhkan satu serangan. Apa gunanya berbicara begitu banyak omongan sampah?”

Yinkong menendang werewolf itu kemudian menghilang ke dalam kegelapan.

Ketika Zheng dan Yinkong sedang bertarung, Heng menggendong Jie di punggungnya dan berlari jauh ke dalam makam dengan Honglu. Honglu tiba-tiba berkata. “Ok, berhenti di sini. Lari kembali setelah lima menit.”

Heng bertanya heran. “Mengapa?”

Honglu memutar-mutar rambutnya dan berkata. “Sederhana saja. Kita akan harus bertarung meskipun jika kita berada di dalam makam. Namun, kita hanya beban dalam pertempuran ini. Setiap orang harusnya sudah masuk setelah lima menit. Ribuan pasukan kavaleri itu seharusnya sudah menunggu di luar saat ini. Kita hanya perlu keluar dan kita akan aman. Tidak ada gunanya menempatkan diri kita dalam bahaya di dalam makam ini.”

Heng bergumam kemudian berkata. “Saya ingin berjuang! Saya tidak ingin lari lagi. Bahkan sekali lagi. Saya tidak ingin lari!”

Honglu juga terkejut. Dia menatap Heng lalu berkata. “Coba kulihat kekuatan busurmu.”

Heng segera mengangguk. Dia menarik busur itu sejauh satu meter dan membidik anak panah ke arah obor di depan mereka. Anak panah terbang ke dinding dengan kecepatan yang luar biasa, menjatuhkan obor itu.

Honglu menggeleng. “Waktu menarik busur terlalu lama. Musuhmu tidak akan memberikan kau waktu. Ini juga tidak sekuat pistol. Kecuali kau memiliki senjata spesial, saya tidak setuju kau bergabung dalam pertarungan.”

Heng mengarahkan dua anak panah ke obor lain tanpa berbicara. Kecepatan dan ketepatan dua anak panah ini bahkan lebih buruk dari tembakan sebelumnya. Mereka terbang di arah yang berbeda.

Honglu menggeleng lagi. “Dibutuhkan waktu latihan dan bakat untuk mengendalikan beberapa anak panah. Kamu bukan…”

Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, satu panah memukul ekor lainnya, mengubah arahnya ke obor. Area itu tiba-tiba berubah gelap gulita.

Honglu berhenti sejenak dalam kegelapan ini kemudian berkata. “Saya masih tidak setuju kau untuk mengambil bagian dalam pertempuran. Bakatmu berguna untuk tim. Kau memiliki masa depan yang cerah jika kau dapat memperoleh enhancement dan busur yang baik. Jika kau harus bertempur, maka kau harus…”

 

Translator / Creator: isshh