February 20, 2017

Terror Infinity – Volume 6 / Chapter 4.2

 

“Turun di sini lalu kita akan pergi ke arah pasar di padang gurun. Jika semuanya berjalan dengan lancar, kita bisa membeli perlengkapan dan unta di sana. Kita seharusnya bisa mencapai Hamunaptra dalam beberapa hari.” O’Connell mengambil nampan pasir dan melukis jalur mereka di atas pasir.

Mereka sedang sarapan di kabin namun karena masalah yang mereka buat kemarin, kru menolak undangan mereka untuk makan bersama-sama. Meskipun begitu tidak satupun dari mereka yang benar-benar peduli.

“Di mana sekutu kita?” Tanya Honglu.

Ardeth Bay (Pria berjubah hitam) berhenti sejenak kemudian menarik garis di pasir. “Di antara pasar dan Hamunaptra. Karena gurun terlalu besar, kita hanya bisa menunggu di tengah kemudian mengirim prajurit kami untuk mencari posisi musuh kita. Hanya ini yang bisa kita lakukan.”

Honglu mengangguk. Zheng mempelajari nampan pasir sebentar dan berkata, “Jadi sudah diputuskan. Kita masih memiliki beberapa hari. Semuanya beristirahatlah yang baik lalu kita harus berjuang untuk hidup kita…Kita tidak akan lari kali ini. Hanya satu pihak yang bisa hidup. O’Connell, bisakah kita mendapatkan senjata dan amunisi di pasar? Peluru biasa tidak masalah.”

Ardeth menjawabnya, “Kami memiliki orang-orang dan sebuah gudang kecil di pasar. Seharusnya ada senjata, meskipun tidak sekuat yang anda miliki, tapi harusnya ada amunisi yang cukup.”

Zheng tertawa. “Itu cukup baik. Peluru normal dapat membunuh mumi biasa…Ok, ada pertanyaan? Setelah kita bertemu dengan sekutu kita, Zero akan pergi sendiri untuk membunuh wanita India itu. Honglu, Liang, Heng, dan Zhuiyu akan bergabung dalam kelompok besar. Seharusnya tidak terlalu berbahaya di bawah perlindungan begitu banyak orang. Jie, Lan, Yinkong, O’Connell, Evelyn, Jonathan dan saya, kami bertujuh akan terus menuju Hamunaptra dan mendapatkan Kitab Amun-Ra sebelum musuh. Kemudian kita akan menyingkirkan keabadian Imhotep dan membunuh keseluruhan tim India!”

“Bagaimana dengan saya?” Tanya Ardeth cepat.

“Tentu saja tinggal bersama dengan orang-orang anda. Pertempuran di Hamunaptra tidak ada hubungannya dengan anda berdua. Kami yang menyebabkan masalah itu sehingga kami yang akan bertanggung jawab untuk itu. Ini adalah bantuan besar karena sudah menahan mumi-mumi Imhotep dan mungkin membunuh satu atau dua orang di tim India.”

“Bagaimana bias saya menghindari pertempuran ketika akulah keturunan dari pengawal Firaun? Melenyapkan Imhotep aslinya adalah tanggung jawab kami! Bahkan Tuhan tidak bisa mencegah kami untuk bergabung dalam pertempuran itu! Aku harus berada dalam kelompok Hamunaptra.”

Zheng mendesah. “Maka biarkan kita berdelapan pergi ke Hamunaptra. Penjaga museum sudah tidak muda dan seharusnya bersama dengan kelompok besar.”

Penjaga museum membuka mulutnya tapi pada akhirnya tidak mengatakan apa-apa. Zhuiyu tiba-tiba bertanya kepada O’Connell, “Ke mana kapal akan pergi jika kita terus berlayar menyusuri sungai? Ke laut?”

O’Connell menjawab, “Ya, seharusnya mengikuti sungai menuju ke laut. Akan ada kapal laut yang akan mengambil alih kargo kapal ini.”

Zhuiyu tertawa. “Bagaimana dengan ini? Kami pemula akan ikut kapal laut, karena kami juga tidak bisa membantu apa-apa. Jika kami mati dalam pertempuran, itu hanya akan menjadi beban untuk kalian. Saya tidak yakin Tim India bisa tahu kami ikut dalam kapal laut dan datang mengejar kami…Kami akan berada dalam keamanan mutlak dan kalian tidak perlu khawatir tentang kami. ”

Zheng bertanya ke Honglu, “Bagaimana menurutmu? Saya pikir itu bukan ide yang buruk. Mereka dapat selamat dan mereka tidak dapat banyak membantu. Jika kita kalah dalam pertempuran, maka tidak peduli ada mereka atau tidak…”

Honglu memutar-mutar rambutnya lalu tersenyum. “Biarkan mereka memilih sendiri. Kalian dapat berlayar ke laut jika kalian mau. Meskipun saya berharap kalian tetap tinggal dengan kelompok besar. Heng, apa pilihanmu?”

Heng berhenti sejenak lalu berkata, “Saya juga ingin tinggal dengan kelompok…Hoho, aku selalu ingin melihat seperti apa saat ribuan kuda berlari di pertempuran. Meskipun ini bukan waktu yang baik, saya masih tidak ingin melewatkan kesempatan ini.”

Zhuiyu dengan cepat berpaling ke Liang dan menatapnya dengan mata anak kucing. Liang hanya menatapnya sedetik sebelum akhirnya menyerah. “Maka saya memilih untuk berlayar ke laut. Kami berdua akan berlayar ke laut. Dengan cara ini kami juga bisa saling menjaga.”

Zheng mengangguk. “Jadi sudah diputuskan. Saya akan memberikan beberapa peluru normal, dua senapan, semprotan hemostasis dan beberapa perban. Tapi aku tidak akan memberikan perangkat komunikasi. Setelah kita berpisah, kalian hanya dapat bergantung pada diri sendiri. Saya tidak ingin tiba-tiba mendengar pengumuman kehilangan dua poin. Ok?”

Honglu tertawa dan berkata, “Beri mereka alat komunikasi. Mereka berdua dapat menggunakan satu dan kita dapat mengetahui situasi mereka setiap saat atau biarkan mereka tahu bagaimana keadaan kita. Lagipula kita tidak perlu khawatir itu akan jatuh ke tangan Tim India jadi tidak masalah untuk memberi mereka satu perangkat…Benar, mereka juga butuh uang untuk biaya perjalanan. Beri mereka beberapa batang emas.”

Zhuiyu dan Liang mengangguk. Mereka tampak lega tapi tidak menyadari senyuman Honglu.

Kelompok ini memutuskan mendarat setelah sarapan. Zhuiyu dan Liang tetap tinggal di kapal dan berlayar menyusuri sungai.

Setelah berjalan sepuluh menit, Honglu melihat perangkat komunikasi dan tiba-tiba berkata, “Perubahan rencana, umpan telah ditetapkan.”

Semua orang menatapnya bingung. Zheng bertanya, “Umpan apa?”

Honglu menyerahkan perangkat komunikasi kepadanya. “Mereka…berdua yang berlayar ke laut. Mereka seharusnya berada di bawah kendali wanita dari Tim India sekarang.”

Zheng melihat perangkat. Salah satu titik bergerak lambat sedangkan sisanya berkelompokkan di tengah layar. “Mengapa kau mengatakan ini? Apa yang salah?”

“Mereka melambat. Tepatnya, mereka berhenti dua menit lalu kemudian mulai bergerak perlahan, jauh lebih lambat daripada saat kita berada di kapal…Jika tebakan saya benar, wanita dari Tim India dapat mengendalikan orang dari jauh dan ia menempatkan penanda pada mereka. Setelah mereka keluar jangkauan dari perlindungan aneh di sekitar kita, wanita itu bisa merasakan dan mengendalikan mereka.”

Zheng berpikir sejenak. “Tapi mereka masih hidup.”

Honglu tertawa. “Itu karena dia mempelajari rencana kita dari ingatan mereka. Jika mereka langsung terbunuh maka kita akan curiga dan mengubah rencana kita. Karean dua orang ini tidak berdaya, mereka dapat membiarkan mereka hidup sampai kita semua mati.”

“Dilihat dari kapal yang melambat, ada batas untuk rentang kendali pikirannya. Dia membuat kapal melambat sehingga dia bisa mengejar dan membawa mereka berdua ke Hamunaptra. Kemudian mereka akan menunggu di sana dan menyergap kita…Jika mereka harus menempuh jarak sejauh itu dan masih ingin mencapai Hamunaptra sebelum kita…maka satu-satunya alat transportasi adalah pesawat dari plot aslinya…”

Pada saat yang sama, di pintu masuk Kairo. “Ini adalah rencana mereka, ketua. Apa yang harus kita lakukan dengan dua orang ini? Membuat kapal berlayar kembali ke sini?”

Di samping wanita India ada Shiva dan Imhotep. Shiva menggeleng. “Lanjutkan berlayar pada kecepatan rendah…Berapa lama lagi sampai mereka keluar dari jangkauan?”

“Enam jam pada tingkat ini.”

Shiva mengangguk. “Maka biarkan kapal itu mempertahankan kecepatan ini. Arot dan Lamu telah pergi untuk mencari bandara. Setelah kita mendapatkan pesawat, kita bisa dengan cepat mengejar mereka bahkan jika mereka pergi keluar dari jangkauan…Pendeta Imhotep, seperti yang anda lihat, kami adalah musuh tim yang mencoba untuk menghentikan anda. Musuh dari musuh anda adalah sekutu anda. Kami akan membantu anda menghidupkan kembali Anck-su-Namun tapi kami membutuhkan bantuan anda untuk mengalahkan tim lain. Bisakah prajurit anda terus ke Hamunaptra? Setelah mengetahui keberadaan sepuluh ribu pasukan berkuda, prajurit anda adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menghentikan mereka dan memberikan kita waktu untuk menghidupkan kembali Anck-su-Namun.”

Imhotep mengangguk dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Mesir kuno. Lalu ia berbalik dan meraung. Terdapat sebuah lautan mumi yang padat di belakangnya. Mereka meraung bersama dengannya. Ini menggetarkan dunia, gemuruh terror sepertinya bisa menyebabkan seluruh kota Kairo runtuh…

 

Translator / Creator: isshh