February 18, 2017

Terror Infinity – Volume 6 / Chapter 4.1

 

Minibus tersebut melompat sepuluh meter di atas sungai ke kapal. Orang-orang di kapal terlihat normal. Mereka menatap syok saat bus menabrak kargo di kapal…sebuah tumpukan kotak kardus ini, zaman ini adalah sebelum adanya kargo kontainer. Bus meluncur sejauh beberapa meter setelah mendarat di atas kotak. Bus itu berhenti dan tidak ada ledakan setelahnya.

Orang-orang di dalam bus beserta Zheng dan Yinkong semua dalam kondisi mengerikan. Beberapa dari mereka mengalami pendarahan akibat tabrakan. Para veteran dengan cepat sadar. Lagipula tubuh mereka lebih kuat dari orang normal. Zero dan Jie berlari keluar dari bus dengan senjata terhunus.

Jie mengangkat Zheng dan Yinkong. Mereka berdua menghantam ekor bus saat tabrakan. Luka yang mereka terima lebih besar dibandingkan yang di dalam bus. Untungnya keduanya secara fisik sangat kuat, terutama Zheng. Ia melindungi Yinkong dengan tubuhnya saat tabrakan dan karena peningkatan kemampuannya, mereka benar-benar dalam kondisi yang lebih baik meskipun menerima lebih banyak luka.

Jie membantu mereka duduk kemudian langsung berlari ke arah jembatan. Zero meletakkan senjatanya dan menyiapkan senapan Gaussnya. Dia memasang peluru magic dan mengarahkan senapan ke arah pelabuhan. Zombie berjalan ke dalam air sedangkan mumi berhenti. Mereka tampaknya takut air dan dengan demikian tidak menimbulkan ancaman dibandingkan dengan zombie yang melompat ke sungai.

Zheng membuka matanya dengan susah payah. Dia mencoba bangkit tapi rasa sakit yang berasal dari tulang belakangnya ketika ia bergerak membuatnya takut. Mereka akan ke Hamunaptra untuk pertempuran terakhir. Jika tulang belakangnya patah sekarang, dia akan tidak berguna sampai akhir film. Dan sebagai yang paling kuat dari tim, kehilangan dia berarti kematian bagi seluruh tim.

Keringat mengalir di wajahnya saat ia memikirkan hal ini. Dia mencoba lebih keras untuk bangun.

“Jangan bergerak! Tulang belakangmu terkilir. Apakah kau ingin lumpuh?” Kata Yinkong dengan suara samar tapi dengan kata-kata tajam. Dia berusaha dengan susah payah untuk menjangkau punggung Zheng dengan tangannya. Kemudian pah! Rasa sakit menghilang dan dia bisa bergerak bebas.

Zheng memandang penuh rasa terima kasih padanya. Saat itulah ia sadar luka di bahunya kembali terbuka. Dia mengangkat Zheng dengan bahunya yang terluka sehingga dia bisa menggunakan tangan satunya untuk melemparkan tali pengait.

Lan dan yang lainnya sudah keluar dari bus sekarang. Jonathan dan orang Amerika berada dalam kondisi yang mengerikan, dengan luka besar di kepala mereka. Semua yang lainnya terluka di berbagai sudut tubuh. Kemudian mereka mendengar peluit dan kapal mulai bertambah cepat. Sepertinya Jie berhasil.

Semua orang menghela napas lega. Tiba-tiba Zero berteriak, “Hati-hati! Zheng, jika senapan ini tidak efektif melawan dia, maka semuanya tergantung kamu! “Semua orang melihat ke arah pelabuhan dan selain lautan zombie dan beberapa ribu mumi, mereka melihat badai pasir terbang ke arah mereka. Badai pasir membentuk wajah dan mencoba untuk menelan kapal.

Bang!

Hentakan dari senapan Gauss membengkokkan pagar. Tidak heran Zero menggunakan pagar kapal untuk penyangga. Sebagian besar area wajah seketika pecah lalu semakin banyak bagian yang pecah. Wajah itu tampak seperti kesakitan dan akhirnya menghilang. Sesosok manusia dilalap api dan terjatuh ke sungai.

Tidak lama setelah kapal berlayar cukup jauh, mereka tidak bisa melihat Kairo lagi, mereka merasa lega. Semua orang jatuh ke lantai, baik mereka yang veteran ataupun pemula, pemain atau karakter. Mereka semua merasa seperti baru saja menari di tepi neraka.

Zheng kelelahan baik secara fisik maupun mental. Energi darahnya terkuras kosong dua kali. Qi-nya habis ketika ia melawan mumi. Kemudian staminanya habis lagi setelah dia terlempar dari bus bersama manusia serigala. Jika bukan karena Yinkong, ia akan tewas di Kairo. Sekarang dia membiarkan dirinya rileks, ia tidak bisa tahan lagi dan jatuh tertidur.

Beberapa waktu berlalu. Zheng merasa sebuah cairan yang sedikit manis di mulutnya dan membuka matanya. Dia melihat Lan menyuapinya air dengan lembut. Dia terkejut saat melihat Zheng membuka matanya. Dia membuka tangannya dan tampak seperti dia ingin memeluknya tapi dia menahan diri dan duduk di tempat. Lan hanya tersenyum dan berkata, “Akhirnya bangun. Bagaimana perasaanmu? Apakah lukamu masih sakit?”

Zheng mengangguk sambil tersenyum. Dia merasa sedikit kecewa tapi yang dengan cepat digantikan oleh perasaan lega. Dia memandang ke sekitarnya. Itu adalah sebuah ruangan kecil. Dikelilingi oleh dinding baja, ini pasti kabin di dalam kapal. Sinar matahari yang cerah melewati jendela yang berarti bahwa ia telah tidur semalaman.

“Jam berapa ini?” Zheng menyentuh dadanya. Cedera di dada dan perutnya telah diperban dan memberinya sensasi gatal. Lan tersenyum. “Ini sudah pagi. O’Connell mengatakan kita akan sampai nanti siang. Ayo kita sarapan dulu?”

Zheng mengangguk dan bangkit. Dia tiba-tiba melihat sebuah mangkuk kayu di samping dan beberapa handuk basah. “Apa yang terjadi padaku semalam? Kau merawatku sepanjang waktu?”

Lan memiliki lingkaran hitam yang jelas di bawah matanya. “Kau terkena demam. Kita tidak memiliki obat untuk itu sehingga kami bergantian untuk menyeka tubuhmu dengan handuk basah sampai pukul 3 subuh ketika suhu tubuhmu kembali normal. Bagaimana keadaan badanmu?”

Zheng menatap lingkaran hitamnya dan mendesah. “Terima kasih…Saya merasa jauh lebih baik, hanya sedikit gatal di dada. Hoho, apakah kau mengusapkan beberapa salep padaku? Saya tidak merasa sakit sedikitpun. Ini cukup efektif.”

Lan menatapnya saat ia menguap. “Pemulihan dirimu sangat cepat. Kau bahkan tidak tahu cedera di dadamu mulai sembuh dengan sendirinya. Yinkong hanya melakukan beberapa jahit sederhana. Dilihat dari tingkat pemulihanmu, tubuhmu harusnya sudah sepenuhnya sembuh sekarang.”

Zheng mendorong pintu tetapi berbalik kaget saat mendengar ini. Lan mengangguk dengan serius. Saat itulah ia ingat manusia serigala menembus punggungnya dengan pisau bedah selama pertarungan di museum. Dia tidak punya waktu untuk berpikir mengenai ini tapi cedera itu juga sembuh dengan sendirinya. Zheng meraih punggungnya dan merasakan bekas lukanya. Kemudian lapisan bekas lukanya jatuh memperlihatkan kulit segar di bawahnya. Tingkat pemulihan seperti itu bukan sesuatu yang dimiliki oleh manusia normal.

Satu-satunya kemungkinan adalah antara garis keturunan vampir atau mencapai tahap kedua dari modus berserk. Vampir memiliki tingkat pemulihan alami yang tinggi. Dia tidak pernah menyadarinya tapi ia juga terluka di seluruh tubuhnya selama The Grudge.

Tentu saja juga mungkin tahap kedua dari modus berserk. Jika tingkat pemulihan juga termasuk dalam memiliki kontrol mutlak atas tubuh.

Pokoknya, kecepatan pemulihan ekstra tidak buruk juga. Hanya saja ia merasa ia menjadi kurang manusiawi…Kenyataannya, setelah berada di dunia ini begitu lama dan sudah mati rasa dalam membunuh, mungkin bahkan mentalitasnya sudah bukan manusia lagi…

“Sial, masa bodoh. Lagipula sebuah pemulihan yang lebih tinggi adalah hal yang baik.” Zheng mengutuk kemudian melihat Lan dengan senyuman. “Aku kelaparan. Kau belum sarapan juga kan? Ayo pergi.”

Lan kembali tersenyum kepadanya dan mengikuti di belakang Zheng ke geladak.

Matahari keemasan terbit dari kejauhan. Sinar matahari dan pantulan di atas air melukis dek menjadi keemasan. Mereka mengikuti jalan emas ini dan tiba-tiba merasakan kedamaian. Zero, Jie dan yang lainnya berdiri dalam cahaya ini di depan mereka. Untuk sesaat, semua yang tersisa di dalam hati mereka adalah ketenangan…

Translator / Creator: isshh