February 17, 2017

Terror Infinity – Volume 6 / Chapter 3.3

 

“Yinkong, pisaumu!”

Melihat bahwa Lan terlalu lambat untuk mengambil kucing tepat waktu, Zheng melemparkan senjatanya kemudian mengisyaratkan Yinkong sambil melompat ke badai pasir. Dia menyalurkan Qi ke cincin Na tersebut, membentuk medan gaya transparan di sekitar tinjunya, kemudian memukul badai pasir dengan tangan kirinya.

Dengan senuah dentuman, badai pasir itu terpental mundur seolah-olah menabrak dinding. Zheng juga terlempar mundur, menabrak Jie dan Zero. Badai pasir kembali ke dalam bentuk manusia di belakang bus. Imhotep berlutut. Bahunya terus terbakar dan terkorosi. Cincin Na memang sangat efektif terhadap makhluk spiritual, mampu merusak Imhotep saat peluru magic tidak bisa.

Yinkong mengeluarkan pisaunya sekaligus, belati berlapiskan api. Para pengawal mumi yang dipanggil oleh Zheng segera mundur seolah-olah mereka takut pada pisau itu. Bahkan Imhotep menjerit ketakutan saat ia melihat pisau itu.

“Aman dirimu!” ​​O’Connell berteriak sambil menginjak pedal gas. Bus berlari maju dengan kecepatan penuh, menabrak beberapa barel dan zombie. Meninggalkan Imhotep di belakang selagi ia perlahan-lahan memulihkan tubuhnya.

Imhotep membuka mulutnya dan meraung. Seolah tak ada habisnya lalat keluar dari mulutnya membentuk awan hitam yang terbang menuju bus. Evelyn dan Zhuiyu segera menjerit ketakutan. Lan tidak berteriak tapi wajahnya masih pucat. Yinkong adalah satu-satunya gadis yang tetap acuh tak acuh.

Saat lalat-lalat itu mendekat, Heng melepas kemejanya dan mengayunkannya pada lalat-lalat itu. Zheng dan yang lainnya dengan cepat mengikuti, bahkan pria jubah hitam melepas jubahnya untuk membantu.

Meskipun lalat ini tidak mampu melukai, mereka masih tampak menjijikkan dan menutupi pengelihatan mereka. O’Connell telah memperlambat bus dan meskipun demikian, ia masih mengemudi ke arah tiang dan lampu jalan.

Tiba-tiba mereka mendengar nyanyian dalam bahasa Mesir kuno. Evelyn segera berkata, “Dia memanggil mumi, bahasa Mesir itu berarti…” Sebelum dia bisa menyelesaikannya, satu mumi jatuh ke depan bus dengan benturan keras dan menebas ke arah O’Connell dengan pedangnya.

O’Connell dengan cepat memutar roda kemudi dan melemparkan mumi itu jatuh. Semua orang di bus kehilangan stabilitas mereka pada waktu yang sama. Namun, lalat-lalat itu masih menempel pada bus.

Jie bangkit dari lantai dan mengutuk, “F*ck, jika saya bisa bertahan hidup, aku akan menyiapkan persediaan semprotan dan dupa pengusir serangga.”

“Semprotan serangga…dupa pengusir? Benar, dupa pengusir!” Lan berteriak dengan kegembiraan saat ia mengambil dua granat asap dari tasnya. Dia menarik cincin tanpa ragu-ragu. Sebuah asap tebal keluar dari granat tapi karena bus itu masih melaju, asap bertiup ke belakang. Lalat-lalat itu berjatuhan dan segera, O’Connell mendapatkan kembali jarak pandang.

Mereka tidak memiliki kesempatan untuk merayakannya. Mereka bisa melihat pelabuhan tapi jalan dipenuhi dengan zombie yang tak terhitung jumlahnya dan mumi-mumi yang ada di dinding dan atap. Setidaknya lebih dari seribu mumi. Mungkin itu karena Imhotep telah memulihkan kekuatannya atau dia mengumpulkan semua mumi yang ada di Kairo. Pokoknya, mumi-mumi di depan mereka bisa membentuk pasukan kecil.

Semua orang memandang Zheng tapi dia hanya bisa memaksakan sebuah senyuman. “Saya tidak bisa memanggil tornado lagi. Aku hanya memulihkan seperempat energi darah saya. Bahkan jika aku memanggilnya, badai itu akan memiliki kekuatan yang terbatas, setidaknya tidak cukup untuk menerbangkan banyak mumi…”

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Kata semua orang. Kemudian mereka menyadari bahwa mereka telah membuat Zheng sebagai ujung tombak mereka.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan mengeluarkan peluru magic yang tersisa dari cincinnya. “O’Connell, maju! Jangan khawatirkan apapun. Kita akan mati jika kita tetap di sini jadi tetap maju dan bertaruh hidup kita pada ini…Sial, pergi ke pelabuhan, hanya itu harapan kita!”

O’Connell juga mengambil napas dalam-dalam, kemudian dia keras kepala membanting pedal gas dan melaju tepat ke lautan zombie.

Semua orang terdiam saat mereka semakin dekat dan lebih dekat ke zombie. Zheng mengambil senjatanya dan menembakan ke jalan lalu yang lainnya juga ikut menembak.

Mumi-mumi itu juga mulai melompat ke bus. Meskipun senjata dari Zheng, Jie, dan Zero sangat kuat, ada terlalu banyak mumi. Ketika mumi pertama sampai di atas bus, banyak yang lainnya mengikuti. Kemudian sebuah pedang menusuk ke dalam bus dari atas.

Zheng mengertakkan gigi. Dia membawa pistol dengan mulutnya, membuka jendela kemudian melompat ke atas bus. Matanya terfokus, menandakan bahwa ia memasuki modus berserk.

Lebih dari selusin mumi berdiri di atas bus. Seolah-olah penampilan Zheng mengejutkan mereka sejenak sebelum dua mumi terdekat menyerang. Tapi kecepatan reaksinya luar biasa. Dia mengambil pistol dari mulutnya dan menembak ketika ia masih di udara dan menghancurkan dua mumi dan beberapa di dekat mereka.

Kekuatan Zheng meningkat beberapa kali lipat bahkan dengan hanya tahap pertama dari modus berserk. Sejak dia mencapai tahap kedua, itu mudah baginya untuk memasuki tahap pertama. Dia hanya harus percaya dia dalam bahaya. Berikutnya efek setelah modus berserk itu berkurang banyak. Dengan kata lain, ia bisa memasuki tahap pertama dengan impunitas sekarang.

Zheng dengan mudah mengalahkan mumi-mumi di atas bus tetapi lebih banyak lagi yang melompat ke arah bus setiap menitnya. Dia hanya bisa memusatkan seluruh perhatiannya pada mumi tersebut. Tatata. selongsong peluru jatuh dari senapan mesin ringannya ke atap bus seperti hujan. Sebelum satu menit berlalu, ia telah mengosongkan magazine. Lalu ia mulai menyerang dengan tangan kiri dan cincin Na.

“O’Connell! Cepat! Harapan ada di sana!”

Zheng berteriak saat ia bergerak dalam kerumunan mumi. Setiap serangan akan mengenai satu atau dua mumi. Sebuah pukulan penuh bisa membunuh satu mumi dan bahkan sebuah goresan bisa melukainya karena efek dari cincin Na. Namun juga mengkonsumsi Qi nya dengan sangat cepat pada modus ini. Bahkan jika satu serangan hanya menggunakan sedikit Qi, Qi nya sudah hampir kosong setelah membunuh lebih dari seratus mumi.

Badai pasir mengerjar bus dari belakang lagi. Kali ini tampaknya lebih ganas dari sebelumnya. Mereka bisa melihat sebuah wajah di tengah badai itu. Wajah besar itu membuka mulutnya mencoba untuk menelan bus tapi dengan samar..

Meow

Wajah itu terbang ke puncak bangunan di samping seolah-olah sedang melihat sesuatu yang mengerikan. Kemudian berubah menjadi bentuk manusia Imhotep.

Zheng menghela napas lega. Hanya dalam sesaat ia lengah, satu mumi menebas bahunya dengan pedang melengkung. Dia mengelak begitu ia merasakan sakit sehingga pedang hanya mengoyak bagian dari dagingnya dan tidak mengenai tulang. Zheng tidak berani untuk memikirkan hal-hal lainnya lagi. Dia menghancurkan mumi itu kemudian memusatkan perhatiannya kembali ke dalam pertarungan.

Minibus itu semakin dekat dan dekat dengan pelabuhan. Hanya satu putaran lagi dan itu bisa langsung sampai ke pelabuhan.

“Kita datang pada saat yang tepat.”

Tim India berdiri di atas sebuah bangunan dan melihat bus di bawah ini. Shiva lalu menatap Imhotep yang telah berhenti bergerak maju. Dia tertawa dingin dan berkata, “Kucing? Lamu, bunuh kucing itu! Shainaia, masuk ke pikiran Lamu dan tunjukkan kepadanya lokasi kucing itu!”

Shainaia mengangguk. Pemuda itu juga menutup matanya dan jarum melayang dari telapak tangannya. Kemudian jarum menghilang dan ketika muncul kembali beberapa detik kemudian, itu sudah berlumuran darah.
Shainaia mengerutkan kening dan berkata, “Psyche mask itu muncul lagi setelah kucing itu mati. Aku tidak bisa merasakan pikiran orang-orang di bus itu lagi.”

Shiva melihat saat Imhotep berubah menjadi badai pasir lagi dan tersenyum. “Tidak apa-apa. Jika Lamu menunjukkan niat membunuh anggota mereka, psyche mask itu akan muncul seketika. Ini lebih baik hanya membunuh kucing itu…dan biarkan Imhotep membunuh Tim China untuk kita.”

Tiba-tiba mereka mendengar lolongan dari samping. Arot, yang telah diam-diam berdiri di sana sepanjang waktu, mulai melolong. Rambutnya mulai memanjang dan tubuhnya membesar. Shiva segera berkata, “Shainaia! Kuasai pikirannya. Jika kita bergabung dalam pertarungan sekarang, Imhotep akan melihat kita sebagai musuh. Dengan begitu banyaknya mumi di sini… kita akan mendapatkan kesulitan.”

Shainaia mengerutkan kening dan wajahnya memucat. Dia meludahkan darah ketika Arot menjadi werewolf sempurna dan berlari. “Ketua, aku tidak bisa. Pikirannya telah jatuh ke dalam kegilaan…Aku tidak bisa mengendalikannya.”

Shiva mendesah. Mumi-mumi itu berdatangan ke mereka dari semua sisi, seperti yang diperkirakan. Sudah terlambat sekarang.

Zheng memusatkan perhatian pada mumi-mumi itu ketika tiba-tiba ia merasakan niat membunuh yang agresif datang dari belakangnya. Dia baru saja setengah berbalik ketika bayangan besar melompat ke arahnya. Sosok besar itu mendorongnya dari bus dan jatuh ke lautan zombie. Ketika mereka berdua berhenti berguling, mereka sudah sepuluh meter dari bus.

Tidak lama untuk Zheng mengenali sosok itu sebagai dokter pirang Arot atau lebih tepatnya werewolf Arot. Dia melolong dan mengiris semua zombie di dekatnya dengan pisau bedahnya. Jari dan tangannya bergerak dengan kecepatan nyaris tak terlihat oleh mata manusia. Zombie yang diiris menjadi potongan yang hanya sebesar beberapa sentimeter.

Kemudian manusia serigala itu melompat pada Zheng dan menebas padanya dengan pisau bedah pada kecepatan yang ekstrim.

Firasat bahaya Zheng langsung mencapai batasnya. Keinginan membunuh terasa seperti pisau. Ia tidak ragu dia akan menjadi potongan daging cincang di detik berikutnya seperti para zombie itu. Zheng memasuki tahap kedua sebelum pisau bedah sampai kepadanya. Dia mengangkat tangan kirinya untuk menangkis pergelangan tangan manusia serigala saat ia meninju perut manusia serigala itu dengan tangan kanannya. Otot-ototnya membesar tiba-tiba ketika ia diserang.

Boom.

Seolah-olah ia telah memukul ban tebal. Tangan kirinya mati rasa setelah menangkisnya. Seperti dipukul dengan logam.

Setelah serangannya meleset, manusia serigala itu melompat dan meraih kepala Zheng dengan kakinya. Zheng mengambil pisau dan menebaskannya ke kepala manusia serigala itu. Tak satupun dari mereka mundur.

Kedua belah pihak dalam modus berserk dan telah mempertaruhkan nyawa mereka di sana. Mereka tidak bisa membagi perhatian mereka untuk hal lain selain saling membunuh.

Imhotep mengarah ke bus, menangkap orang Amerika terakhir dan menariknya keluar. Yinkong memasuki modus berserk saat ia mengikutinya keluar.

Dia menendang jendela bus dan menggunakan kekuatannya untuk melompat ke Imhotep. Kemudian menikamkan pisaunya ke jantung Imhotep sebelum dia bisa mengisap orang Amerika itu. Sebuah api membakar dari dadanya. Imhotep menjatuhkan orang Amerika itu sambil berteriak. Yinkong langsung menendang orang Amerika itu kembali ke bus kemudian berlari ke arah Zheng dan manusia serigala.

Pisau bedah werewolf ini sudah beberapa kali mengenai dada dan perut Zheng. Darah tumpah seperti air. Lengan werewolf juga terpotong.

Yinkong bergegas masuk tiba-tiba. Werewolf itu begitu fokus pada Zheng dan ketika ia akhirnya merasakan serangan datang dari belakang, pisau Yinkong sudah menusuk ke dadanya. Lalu ia meninjunya menjauh dan berlari sebelum Zheng bisa menyerang lagi. Zheng tidak punya pilihan selain mengejar Yinkong dan menyelamatkannya dari lautan zombie.

Zheng menggendong Yinkong sementara menebas mumi-mumi itu dengan pisaunya. Bus semakin jauh dari mereka. Zheng mengejar bus secepat yang dia bisa. Pada saat yang sama bus telah menyelesaikan perjalanan terakhirnya. Hanya tersisa jalan lurus terakhir ke pelabuhan.

Itu bagaikan roller coaster emosi bagi mereka selama perjalanan. Seperti sekarang bahwa tidak ada kapal di pelabuhan. Beberapa kapal telah berada lebih dari seratus meter ke sungai. Bahkan kapal terdekat masih sekitar sepuluh meter dari pelabuhan. Zheng berdiri dengan syok. Rasa putus asa melanda dirinya dan semua orang yang ada di bus saat lautan zombie dan beberapa ratus mumi mendekat dari belakang. Mereka tidak bias ke mana-mana.

“O’Connell! Percaya padaku! Maju! Jangan pikirkan apapun dan injak saja pedal gas itu!”

Zheng mengertakkan gigi kemudian berteriak. Dia berlari dengan kecepatan penuh menuju bus.

Di kursi pengemudi O’Connell mulai berteriak, menginjak gas ke bawah dan membawa bus maju menggila menuju sungai. Semua orang merasa putus asa saat mereka melihat kapal yang sedang berlayar menjauh.

Zheng mengeluarkan Kitab Orang Mati sambil berlari. Dia meneriakkan mantra yang diajarkan Tengyi, mantra yang bisa mengendalikan batu dan tanah. Ini bisa digunakan untuk mengubur mayat atau mengubah medan!

Jalan di depan bus secara bertahap terangkat. Semua orang melihat keanehan ini tapi tidak ada yang berkata apapun. Mereka semua menatap kapal itu di sungai. Suara O’Connell menjadi serak karena berteriak. Dia terus menginjakan kakinya pada pedal gas dan tangannya pada kemudi. Kemudian bus melaju melewati jalan yang terangkat.

Kitab Orang Mati menguras stamina Zheng dengan mantra itu. Dia tersandung dan hampir jatuh ketika Yinkong melompat dan membawanya di bahunya. Gadis kecil itu mempunyai kekuatan yang luar biasa saat ini. Dia membawa Zheng dengan satu tangan dan mengambil tali pengait dengan tangan satunya dan melemparkannya ke bus. Pengait terikat pada jendela dan menarik mereka berdua dari tanah saat bus terbang menuju kapal di sungai…menuju harapan.

 

Translator / Creator: isshh