February 16, 2017

Terror Infinity – Volume 6 / Chapter 3.2

 

O’Connell berteriak, “F*ck, brutal sekali…Apa ini !? Itu tidak pernah berdarah-darah sebanyak ini bahkan ketika masih di Verdun…Evelyn! Tetap berada di tengah, jangan melihat ke luar jendela!”

Evelyn melambaikan tangannya protes tapi masih berdiri di tengah mereka. Bus melambat karena melaju semakin jauh menuju ke arah para zombie. Zombie ini tidak menghambat seperti yang ada di Resident Evil. Mereka terus berusaha untuk melompat ke bus dan beberapa dari mereka yang menggantung dari jendela.

“Zero, Jie, kita akan menyerang para mumi! Yang lainnya serang zombie di sekitar kita! Cepat!” Zheng berteriak kemudian menembak para mumi yang menerjang.

Senapan mesin ringan tidak terlalu efektif. Dibutuhkan lebih dari sepuluh tembakan untuk menghancurkan satu mumi. Tidak lama kemudian, para mumi itu telah mendekat dalam jarak sepuluh meter dari mereka. Untungnya tambahan kekuatan senjata Zero dan Jie, terutama dengan akurasi Zero, membantu mereka menghancurkan semua mumi sebelum mereka mencapai bus.

Trio tersebut mengeluarkan desahan lega. Mereka berbalik untuk melihat Lan memimpin sisa grup untuk menembak zombie.

“Pegangan erat!” O’Connell berteriak saat melihat jumlah zombie di sekitar bus berkurang. Ia menginjak penuh pedal gas. Bus akhirnya melaju dari kerumunan ke sebuah jalan terbuka.

Jonathan dan para orang Amerika hanya bisa bersorak sejenak, kemudian bus berbelok dan lautan zombie berdiri di seberang mereka. Setidaknya sepuluh ribu zombie. Bahkan yang lebih buruk adalah jumlah mumi yang berdiri di dinding dan atap. Mereka berjumlah ratusan.

“Oh my god!” O’Connell terkejut dan terpukul. Dia secara tidak sadar melepaskan pedal gas. Tidak ada yang bisa mendapatkan keberanian untuk tetap melaju ke sana.

Zheng mengertakkan gigi kemudian berkata kepada O’Connell, “Percayalah! Terus jalan! F*ck, maju dengan kecepatan penuh!” Dia mengambil Kitab Orang Mati dan mulai melantunkan mantra.

O’Connell juga mengertakkan gigi dan menginjak pedal gas. Bus melaju ke lautan zombie. Ketika para mumi tersebut mendekati bus, angin puyuh mengirim mereka ke udara. Angin ini semakin kuat setiap detiknya sampai menjadi sebuah tornado. Bus ini berada di tengah tornado ini.

Zombie dan mumi tersedot oleh tornado. Berat mereka sangat ringan untuk kekuatan tornado ini. Sebaliknya, berat bus ini membantu menjaga mereka tetap di tanah. Zheng hanya menciptakan tornado kecil, jika tidak bus dan semua orang di dalamnya akan menjadi korban juga.

O’Connell berteriak dalam hiruk-pikuk saat ia melaju ke depan, menghancurkan banyak zombie. Disertai tembakan Zero dan Jie, tidak banyak zombie yang tersisa di depan mereka pada saat mereka melaju keluar dari tornado itu.

Zheng menghela napas lega kemudian merasa lelah, seolah-olah Kitab Orang Mati telah mengeringkan baik energi darah maupun staminanya. Tornado versi kecil ini masih tetap menguras seluruh energi darahnya. Lagipula itu adalah sebuah bencana alam.

“Ayo pergi! Ke pelabuhan!”

Di sebuah penginapan di ujung lainnya dari Kairo, Shainaia tiba-tiba berkata, “Ketua, mereka ditemukan…Mereka menggunakan sebuah minibus dan sekarang mengarah ke pelabuhan. Orang Amerika dan karakter utama juga di dalam bus itu.”

Shiva (biksu) duduk di tengah tim dengan kaki bersilang dan sebuah Dharmachakra emas (simbolisme Buddha) di tangannya. “Bagaimana anda bisa tiba-tiba menemukan mereka? Bukankah sebelumnya tidak bisa? Mungkinkah ini jebakan? Atau seseorang masuk ke dalam jaringan pikiran anda lagi dan memberikan ilusi?”

Shainaia tersipu kemudian merenungkan sejenak. “Ketua, saya yakin ini bukan ilusi kali ini. Imhotep juga muncul…Haruskah kita mengontaknya?”

“Tidak sekarang. Kita harus bertemu langsung sebagai tanda hormat…Tapi saya masih khawatir tentang pengguna kekuatan jiwa dalam tim mereka. Jika ia dapat mengubah scan maka ia harusnya memiliki kapasitas mental yang lebih tinggi daripada anda, tapi mengapa dia tidak menggunakannya untuk menyerang kita? Dan lokasi mereka tiba-tiba saja menghilang…Jangan-jangan dia…”

Shiva menunjukkan tanda terkejut. “Seharusnya tidak mungkin. Dia tidak mungkin Guide mereka? Bagaimana seseorang bisa mencapai tahap kedua modus berserk sendirian? Bagaimana pria itu, Zheng Zha, membangun dirinya sebagai pemimpin? Hanya dengan pengakuan rekan tim? Jangan bercanda…Apakah pengguna kekuatan jiwa itu memakai Guide? Bagaimana mungkin seseorang mencapai tahap kedua dan Guide itu belum hilang? Itu tidak mungkin…”

Shainaia bertanya, “Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Shiva berhenti sejenak. “Tentu saja kita harus mengikuti mereka. Arot, bagaimana kondisi anda?”

Di sudut gelap dari ruangan, Arot berkata dengan tenang, “Tidak terlalu baik. Orang-orang di sekitar sini menjadi zombie sebelum aku punya kesempatan untuk memburu mereka. Pemulihan paru-paruku 70%. Jika saya harus berubah, saya hanya bisa mengeluarkan 70% dari kekuatan normalku tetapi harusnya cukup untuk pertarungan jarak dekat.”

“Maka…mari kita kunjungi mereka. Bukankah mereka menuju ke pelabuhan? Biarkan perjalanan ini menjadi jalan ke akhirat.”

Kondisi kelompok Zheng tidak terlalu baik. Meskipun para zombie itu menjadi abu setelah ditembak oleh peluru magic, mereka masih memiliki tubuh normal pada saat itu. Tanah itu penuh dengan darah dan daging ketika bus menghancurkan mereka. Bahkan, daging yang hancur itu nyangkut di seluruh bagian bawah bus. Bau darah dan busuk telah membuat Evelyn, Zhuiyu dan Liang muntah beberapa kali.

Zheng telah memulihkan beberapa kekuatannya. Dia berdiri di belakang O’Connell dan berkata, “Lebih cepat, gerak lebih cepat. Berapa lama lagi kita akan sampai di pelabuhan?”

O’Connell itu sangat stress dan membentaknya, “F*ck! Berhenti ganggu saya! Tiga sampai lima menit melewati jalan ini…Saya percaya kita bisa lebih cepat jika tidak ada lagi zombie!”

Zheng tersenyum pahit. Dia menyimpan banyak peluru magic di cincinnya tapi cincin itu hanya seluas 1,5 meter kubik. Barel senjata mereka berasap setelah penembakan itu. Kau bisa tahu berapa banyak peluru yang mereka konsumsi. Kurang dari setengah jumlah peluru yang tersisa. Itulah sebabnya dia ingin tahu seberapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan.

Saat ia berencana untuk isi ulang senjatanya, ia merasakan sesuatu dan melihat ke arah gedung tinggi. Pada saat yang sama Yinkong dan Zero juga melihat ke sana. Sebuah mumi setengah busuk dan botak muncul di bagian atas gedung, Imhotep.

“O’Connell! Jangan biarkan bus terbalik!”

Zheng hanya punya waktu untuk berteriak sebelum Imhotep berubah menjadi badai pasir. Semua orang menembak ke arahnya tanpa berpikir tapi bahkan peluru magic tampaknya tidak efektif terhadap badai pasir ini. Peluru-peluru itu langsung menembusnya tapi badai pasir telah mengepung bus.

O’Connell mulai berteriak dan memegang kemudi erat-erat. Dia menatap jalan di depannya dengan semua perhatiannya. Namun pengelihatannya terbatas di bawah badai pasir. Dia menyerahkan keselamatannya di tangan yang lainnya. Jeritan Evelyn membuat bahunya menggigil.

Badai pasir datang dan pergi dengan cepat. Segera berkumpul dan membentuk menjadi Imhotep tapi kali ini dengan satu orang di tangannya. Dia membawa salah satu orang Amerika. Dia ketakutan dan mulai menjerit. Yang lainnya hanya bisa menyaksikan Imhotep membuka mulut busuknya dan mengisap dia sampai kering. Beberapa detik kemudian, orang Amerika itu menjadi mayat kering. Pada saat yang sama Imhotep memulihkan beberapa bagian dagingnya, dan secara bertahap menjadi terlihat lebih seperti manusia.

“Kucing! Lan, keluarkan kucing itu!”

Zheng berteriak sambil menarik orang Amerika yang lainnya ke belakangnya. Dia menembak Imhotep tapi peluru magic masih tidak efektif. Mereka langsung menembus tubuhnya seperti peluru normal. Imhotep melihat lubang peluru yang langsung pulih kemudian berubah menjadi badai pasir lagi, menyapu mereka…dan orang Amerika terakhir itu di belakang Zheng.

Translator / Creator: isshh