January 31, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 9.2

 

Evelyn segera bersembunyi di balik O’Connell. Jonathan juga ingin bersembunyi tapi O’Connell menangkapnya. Dia dan orang Amerika mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkannya pada pria berpakaian hitam.

Penjaga museum tua itu mengangkat bahu. “Apakah anda ingin menembak atau ingin tahu mengapa ia ada di sini? Silahkan duduk. Aku akan memberitahu anda apa yang terjadi.”

Mereka saling memandang dan akhirnya duduk. Lagipula manusia akan mati jika tertembak, tidak seperti mumi. Jadi mereka lebih suka duduk berhadapan daripada berhadapan dengan mumi.

“…Itu situasinya. Kami berasal dari sebuah organisasi rahasia yang menjaga kota mati dan rahasianya. Sudah seperti ini selama lebih dari tiga ribu tahun. Kami membunuh semua orang dan organisasi yang berusaha untuk meletakkan tangan mereka di kota. Kami bersumpah untuk melindungi segala sesuatu, menggunakan cara apapun yang diperlukan. Kami ingin mencegah Imhotep bangkit kembali ke dunia manusia dengan harga apapun!” Kata penjaga museum dengan nyaring.

Pria berbaju hitam mengerutkan kening. “Namun kami gagal karena kalian!”

O’Connell dan dua lainnya tampak canggung. Evelyn mengatakan dengan nada terkejut. “Dan kalian pikir ini membenarkan untuk membunuh orang yang tidak bersalah?!”

“Demi organisasi itu dan untuk menghentikan makhluk itu? Biarkan aku berpikir…” Penjaga museum itu bertatap mata dengan pria itu, lalu mereka berkata bersamaan,”Ya!”

Kelompok O’Connell kehilangan kata-kata. Setelah cukup lama, O’Connell bergumam, “Tapi mengapa dia mengejar kami? Hanya karena kami memasuki piramida? Bukankah ia mengkhianati Firaun? Kenapa dia masih menjaga makam?”

Pria itu berkata, “Dia tidak mengkhianati Firaun. Dia mengkhianati tanggung jawabnya sebagai imam…Setelah ia dibangkitkan sebagai monster, dia tidak membunuh orang yang memasuki makam melainkan orang yang membuka peti itu. Dia akan mendapatkan beberapa kekuatan untuk setiap orang yang dibunuhnya. Selanjutnya, ia perlu untuk memulihkan guci kanopik untuk menghidupkan kembali Anck-Su-Namun. Itulah alasan dia mengejar kalian. Tentu saja, Kitab Orang Mati juga sesuatu yang dia butuhkan.”

Orang Amerika itu menjadi pucat. O’Connell mengatakan, “Kitab Orang Mati? Zheng membawanya. Juga…Zheng bisa memanggil badai pasir menggunakan kitab itu. Apakah kalian tidak tahu kekuatannya setelah menjaga makam begitu lama?”

Penjaga museum dan pria itu berteriak, “Tidak mungkin!” Lalu mereka saling memandang syok karena O’Connell tampaknya tidak berbohong, dan kitab ini tidak pada mereka.

Penjaga museum berdiri dan berkata penuh semangat, “Jika ini benar, mungkin kita bisa membunuh monster itu…Seseorang yang dapat menggunakan Kitab Orang Mati. Ada imam tinggi yang bisa menggunakan kekuatan kitab ini dalam catatan sejarah. Setelah mereka menggunakan kitab itu, simbol Osiris akan muncul di tangan mereka. Tidak ada orang lain yang dapat menggunakan kitab itu sampai mereka mati, bahkan mantra yang dapat menghidupkan orang mati tanpa menggunakan kekuatan apapun. Jadi selama Zheng itu hidup, Imhotep tidak akan dapat menggunakan kitab itu!”

Pria berpakaian hitam juga bersemangat. “Tidak hanya itu, mereka juga dapat menggunakan kekuatan kitab untuk melawan monster itu dan memberikan kita cukup waktu untuk menemukan cara membunuhnya!”

O’Connell bertanya, “Apakah Anda memiliki cara membunuh monsteritu?”

“Membunuhnya? Tentu saja tidak!”

O’Connell menggaruk kepalanya. Situasi berbalik canggung sampai Evelyn bertanya, “Bukankah ada dua kitab? Kitab Orang Mati dan Kitab Amun-Ra. Jika Kitab Orang Mati membangkitkan monster itu, tidak bisakah Kitab Amun-Ra membunuhnya?”

“Meskipun kami adalah penjaga makam, kami tidak memiliki akses ke kedua kitab ini. Bahkan kami tidak diizinkan memasuki makam. Sebagai keturunan penjaga firaun, kota orang mati adalah tanah yang kudus, tempat di mana sisanya mati dalam damai. Kami tidak akan mengganggu kedamaian mereka.”

Evelyn berkata. “Saya tahu, saya tahu. Tetapi bukankah kita sedang melindungi dunia sekarang? Tidak ada yang mengharapkan monster itu bangkit seutuhnya. Bukankah itu juga tanggung jawab kalian…untuk mendapatkan Kitab Amun-Ra dan membunuhnya?”

Evelyn tiba-tiba teringat sesuatu. “Benar, kau menyebutkan Anck-Su-Namun? Monster itu memanggil saya dengan nama ini saat di dalam makam.”

Pria dan penjaga museum itu terkejut. “Menurut catatan sejarah, wanita itu adalah penyebab Imhotep menderita kutukan Hom-Dai…Dia mungkin mengira anda adalah reinkarnasi dari Anck-Su-Namun. Jika dia ingin membangkitkan Anck-Su-Namun, ia membutuhkan Kitab Orang Mati dan pengorbanan manusia. Pengorbanan manusia ini…”

“Mungkin saya?” Evelyn menaiki tangga ke lantai dua sambil menjawab. Dia berdiri di samping sebuah tablet batu dengan hieroglif.

“Menurut penelitian arkeologi, Kitab Amun-Ra itu tersembunyi di dalam patung Osiris. Tapi kami malah menemukan Kitab Orang Mati dalam patung itu. Jadi para arkeolog yang salah. Mereka salah mengenai lokasi dari kedua kitab itu…”

“Jika saya tidak salah, Kitab Amun-Ra seharusnya…ada dalam patung Ra!”

“Iya! Kitab Amun-Ra ada di dalam patung Ra, tapi…anda tidak akan dapat melihat kitab itu!”
Sebuah suara datang dari atas. Semua orang cepat menoleh dan melihat seorang pria kurus berkulit gelap memegang pisau melengkung yang tidak biasa berdiri di dekat jendela lantai dua. Dia melompat ke bawah sambil tertawa angkuh, mengayunkan pisau ke kepala Evelyn!

Pah! Pah!

Pria kurus itu diberondong serangkaian tembakan saat di udara, membuatnya mundur hampir sepuluh meter, dan merobohkan beberapa rak buku. Pada saat yang sama, Zheng dan kelompoknya melewati sebuah jendela.

 

Translator / Creator: isshh