January 26, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 8.3

 

Semua orang tampak canggung setelah mendengar itu. Joseph juga menyadari ini. Matanya beralih ke Zheng seperti yang lain. Saat matanya hendak memandang Zheng, Yinkong tiba-tiba menikam belati ke kepalanya. Api meledak keluar dari mulutnya, hidung, telinga, dan mata. Dia hanya punya kesempatan untuk jeritan singkat sebelum kepalanya terbakar sampai tengkorak.

Semua orang terkejut. Jeritan Zhuiyu ini membuat semua perhatian orang kembali. Dia berteriak dengan suara tajam, “Astaga! Apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau membunuh anggota mereka? Kalian bahkan belum memberi mereka balasan. Oh Tuhan, bagaimana jika mereka salah paham dan menyerang kita?”

Yinkong tersenyum dingin. “Jangan naif. Apakah kau pikir ini akan berakhir dengan damai jika kita menerima saran mereka? Tidak, karena kita sudah menggunakan Kitab Orang Mati. Bahkan jika kau memberi kitab itu pada mereka, kau tidak akan mendapatkan belas kasihan dari mereka. Mereka pasti akan menyerang kita tepat setelah itu…”

Zhuiyu terus berteriak, “Tapi hanya satu dari kita yang menggunakan kitab tersebut. Tukarkan saja dia dengan seseorang di tim lain. Sepertinya mereka juga tidak ingin memulai perang dengan kita. Jika kau memulai perang dengan mereka, apa yang akan terjadi pada kami para pemula? Tunggu saja di sini dan mati?”

Yinkong menatapnya seperti dia adalah orang terbelakang. Zheng berkata dingin, “Aku minta maaf. Seseorang yang kau anggap harus menyerahkan diri…seseorang yang menggunakan kitab ini adalah saya! Meskipun saya tidak akan meninggalkan rekan-rekan saya, tapi ketika saya dihadapkan dengan situasi ini, saya akan membunuh siapapun yang mengancam saya!”

Zhuiyu segera berbalik dan melihat Zheng memegang pisau dengan ekspresi sedingin es. Dia bisa merasakan niatnya membunuh melalui matanya. Seolah-olah ia akan menyerang saat dia bergerak. Seluruh tubuhnya membeku di sana sampai Zheng menolehkan pandangan darinya, lalu ia bernapas dengan berat.

Honglu menarik sehelai rambut dan mengatakan pada Zhuiyu dengan nada sarkastis, “Tentu saja. Kami tidak bisa membuang anda. Nyatanya, kita berada di perahu yang sama. Mengapa anda berpikir mereka ingin berdamai dengan kita? Apakah karena belas kasihan? Berhenti bercanda. Satu-satunya alasan adalah karena mereka juga takut dengan kekuatan kita. Selain menjadi pemimpin dari tim kami, anda juga adalah petarung penting kami. Jika anda mati, akankah Tim India masih ingin berdamai dengan kita? Itu tidak mungkin. Mengapa mereka mau damai ketika ada poin gratis?”

Wajah Zhuiyu memerah tapi ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Liang menepuk bahunya dan tersenyum. “Maka bisakah kita berpura-pura menerima syarat mereka dan pergi mendapatkan Kitab Amun-Ra dari makam sementara itu? Seharusnya tidak ada bahaya di makam sekarang. Mumi itu di Kairo, dan kita juga tahu hanya Evelyn yang mengetahui lokasi kitab itu. Bukankah ini kesempatan bagus untuk menyelesaikan misi secepat mungkin? Kita berada pada poin nol jadi tidak masalah jika kita segere menyelesaikan film ini.”

Zhuiyu menatapnya dengan penuh terima kasih tapi sebelum dia bisa mengatakan apa-apa, Lan menggeleng dan berkata, “Itu tidak mungkin. Kitab Orang Mati adalah benda penting dalam menghidupkan kembali Anck-Su-Namun. Tidak hanya Imhotep yang ingin mendapatkannya, Tim India juga memerlukannya untuk menyelesaikan misi mereka. Selanjutnya, setelah mereka mengetahui bahwa Kitab Orang Mati tidak berada di tangan karakter film, mereka akan berpikir kita yang memegangnya…Dalam film ini, Imhotep bergerak secepat pesawat setelah ia memulihkan kekuatannya dan bisa memanggil badai pasir. Kekuatannya bukan sesuatu yang bisa kita saingi. Bahkan jika kita mendapatkan Kitab Amun-Ra, kita harus melawan Tim India.”

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan mengorganisir informasi ini. “Maka tujuan kita jelas. Karena kita tidak di nilai negatif lagi, kita harus fokus untuk mendapatkan Kitab Amun-Ra secepat mungkin dan menghindari pertempuran dengan Tim India…Hoho, sepertinya kita akan bertualang dengan O’Connell dan dua karakter lainnya lagi. Mereka adalah satu-satunya yang dapat menemukan kitab itu dengan mudah. Kita tidak memiliki kemampuan navigasi melewati perangkap dan labirin makam itu.”

Honglu menarik beberapa rambut, selagi ia bermain dengan rambutnya ia berkata, “Kalau begitu kita harus buru-buru. Yang sudah menonton film harusnya tahu bahwa Kitab Orang Mati ada di tangan orang Amerika sekarang. Dan karakter utama akan menjadi orang yang dapat menemukan Kitab Amun-Ra. Jika saya ingin membangkitkan Anck-Su-Namun, maka saya pasti akan melakukan satu hal…Selain merebut Kitab Orang Mati, saya akan membunuh karakter utama untuk mencegah Kitab Amun-Ra ditemukan…Dengan kata lain, tim India mungkin dalam perjalanan ke museum. Jika mereka membunuh karakter utama sebelum kita sampai di sana dan menyadari bahwa Kitab Orang Mati tidak pada orang Amerika, maka kita akan diserang oleh Tim India dan Imhotep. Itu akan menjadi skak mat pada kita!”

Zheng terkejut. Dia tidak bisa menemukan alasan untuk menolak analisis Honglu karena itulah yang akan dia lakukan jika misinya adalah untuk membangkitkan Anck-Su-Namun. Dia segera berkata, “Zero dan Jie, pergi cari titik tinggi di sekitar museum. Saya dan Tengyi, Lan dan Yinkong akan masuk ke dalam museum berpasangan. Sisanya…Honglu ikut dengan kami, biarkan mereka bertiga tinggal di sini.”

Zheng membuatnya jelas bahwa ia tidak percaya mereka bertiga. Jika mereka ingin mati, mereka bisa pergi melakukan apapun yang mereka inginkan. Tapi dia ingin melindungi Honglu.

Honglu menggeleng sambil tersenyum. “Tidak perlu. Beri aku dan Heng pistol…Kami bermpat akan tinggal di sini. Jika kau gagal menyelamatkan karakter maka kami akan bunuh diri. Kita tidak boleh memberikan mereka poin gratis kan? Tentu saja…akan lebih baik jika kau dapat tetap hidup. Saya ingin melihat apa yang dapat ditukar dalam dimensi dewa.”

Zheng menatap lama ke Honglu, dan mengeluarkan dua pistol ditambah beberapa magzine dari cincinnya. Kemudian berkata kepada semua orang, “Maka…ayo kita pergi! Pergi menyelamatkan harapan kita!”

 

Translator / Creator: isshh