January 21, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 7.2

 

Zheng tidak berniat untuk langsung mengerahkan kekuatan penuhnya. Dia melompat mundur saat pria itu melemparkan batu ke tanah di depannya dengan ledakan keras. Ini menghancurkan tanah lebih dari setengah meter dalamnya. Bukan hanya itu tetapi ia segera mengangkat batu besar itu lagi.

Zheng mengangkat pistolnya lalu menembak dada pria itu. Pada jarak dekat seperti itu, bahkan Zheng sendiri tidak akan mampu menghindar tapi pria berotot itu hanya berdiri di sana dan menerima semua tembakan itu. Peluru dengan susah payah menembus kulitnya sebelum akhirnya terperangkap di dalam otot-ototnya.

“Ha ha. Tembak lagi. Serang saya! Kau monyet kurus!”

Dia tertawa kemudian melemparkan batuitu. Otot-otot di tubuhnya mulai membesar sampai mencapai hampir tiga meter. Peluru di dadanya didorong keluar oleh ototnya. Kemudian dia mengambil sepasang cakar berantai (senjata fist) dari sakunya.

“Monyet China, ayo bermain. Sayang sekali kau terlalu kurus, sekurus monyet…”

Pria itu tertawa kemudian melemparkan batu kecil yang dipegangnya. Batu itu dilemparkan ke arah Zheng seperti peluru. Kekuatannya sangat besar tapi akurasinya rendah. Jarak mereka hanya sekitar tujuh meter tetapi batu itu masih meleset setidaknya satu meter. Kemudian menghancurkan dinding sebuah rumah di belakang Zheng, menciptakan sebuah awan debu.

‘Akurasi rendah? Tapi kekuatannya…’

Zheng berbalik dan berlari ke arah awan debu di belakangnya. Pria berotot lengah sejenak kemudian ia berlari ke arah Zheng sambil berteriak. Dia begitu kuat hingga setiap langkah yang dia ambil membuat jejak beberapa sentimeter dalamnya. Kemudian ia harus menarik kakinya keluar, membuatnya terlihat seperti sedang tersandung.

Meskipun langkah pria itu tampak aneh, kecepatannya luar biasa. Bahkan dengan dukungan percepatan Zheng, dia hanya sedikit lebih cepat dari pria berotot itu. Mereka berlari ke arah awan debu kemudian langsung menembus dinding rumah pada sisi lainnya.

Setelah tubuh pria berotot menabrak dinding ia merasakan sakit yang tiba-tiba di lengan kirinya. Dalam sekejap, ia meninju ke sisi kiri dengan tangan kanannya, menyebabkan ledakan angin yang membuat sebagian besar debu tersebar di udara. Di sisi kiri pria itu, Zheng melompat mundur nyaris terkena oleh tinju tersebut. Zheng menggenggam pisau dengan darah menetes.

Begitu Zheng mendarat, ia merasa kesulitan bernapas. Meskipun pukulan tidak mengenainya, tekanan udara yang dihasilkan cukup efektif untuk dirasakan. Jika itu mengenainya, ia mungkin akan terluka kritis atau langsung tewas. Saat ia memikirkan hal ini, ia langsung merasa beruntung.

Pria berotot tidak begitu beruntung. Lengan kirinya hampir terputus, sampai ke tulang. Hanya seperlima dari otot-ototnya yang masih menahan lengannya. Otot-ototnya lebih keras dari baja, bahkan peluru tidak mampu menembusnya, tapi pisau progresif mampu membelah pada tingkat molekuler. Selama kekuatan ikatan molekul benda itu tidak terlalu kuat, pisau itu bisa membelahnya.

Tapi pria itu sangat kuat. Ia berteriak sambil meraih lengan kirinya dan menariknya. Ketika otot-ototnya ditarik, itu terdengar seperti hentakan mata air. Bisa dibayangkan betapa kuat otot-ototnya. Bahkan yang lebih menakutkan adalah ia dapat menahan rasa sakit dan melemparkan lengannya ke tanah. Lalu ia memukul dinding di sampingnya dengan tangan kanannya.

Zheng hendak menyerang, ketika banyak batu bata dan batu beterbangan ke arahnya seperti peluru. Dia segera menggunakan pisau untuk memblokirnya. Dia hanya bisa menangkis beberapa batu sebelum tangan kanannya mati rasa.

‘Tidak, tidak bisa menahan ini…Ayo uji kekuatan Red Flame (blood magic)’

Setelah Zheng memutuskan, ia memblokir beberapa batu berikutnya kemudian melompat ke belakang. Pada saat yang sama pria itu berlari ke arahnya seperti orang gila. Zheng terus berjalan mundur tanpa henti sampai ia mencapai dinding dan melompat. Pria ini seperti tank. Dia menabrak dinding, menghancurkan dan menciptakan awan debu. Lalu ia menghantam ke atas, menerbangkan puing-puing batu. Sebuah sinar merah menyala di dalam awan debu. Zheng turun dari udara dengan pisaunya dengan api bewarnakan darah.

Pria itu segera berguling ke samping. Pisau hanya mengenai lengan kirinya, memotong bagian yang tersisa dari lengan. Api juga menyebar ke bahu kirinya. Namun secara bersamaan, tinjunya memukul bahu kanan Zheng. Menerbangkannya melewati dua rumah sebelum ia
berhenti.

Sepertinya pria itu mulai mengamuk. Dia mulai mengambil ancang-ancang lagi tapi seorang pria melompat dari atap. Seorang pria Eropa pirang yang ramping berusia tiga puluhan mengenakan jas dokter. Kecepatannya luar biasa. Dia muncul di sebelah pria berotot itu dalam sekejap.

Pria berotot itu kehilangan kesadarannya dan menyerang dokter tanpa berpikir. Dokter itu mengelak ke samping dan dengan kilatan cahaya keperakan, ia membuat potongan tipis di lengan pria berotot itu. Lalu lengan itu hanya menggantung di sana tanpa kekuatan. Tidak lama setelah pria berotot itu melihat tangannya. Kemudian ia berteriak, “Arot! Mengapa kau menyerang saya? Pergi kejar orang itu, aku sudah melukainya!”

Arot mencibir, “Berhenti bercanda. Dia menendang perutmu sekejap saat kau memukulnya dan melompat pergi. Meskipun sepertinya kau menghasilkan serangan kuat, ia hanya menerima tiga puluh persen kerusakan…Dan kau ingin mati?” Dia pindah ke sisi kiri pria berotot itu dan memotong bagian yang besar dari bahu kirinya, termasuk tulang.

Pria itu terus mengutuk sampai ia melihat bahwa bagian yang terpotong itu terbakar. Api memakan habis daging dan tulang lalu mengubahnya menjadi abu sebelum menghilang.

“Orang itu mungkin memiliki enhancement vampir…Kemampuan ini tampak seperti Red Flame. Apakah kau masih ingat pengguna kemampuan vampir dari Tim Atlantik Selatan? Serahkan dia kepada ketua…Juga, misi penyelidikan kita sudah selesai…”

“Muhammad Yusuf tertangkap!”

Translator / Creator: isshh