January 20, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 7.1

 

Zheng dan kelompok O’Connell berpencar di pelabuhan. Mereka kemudian bergerak menuju Kairo sambil membahas rencana sepanjang jalan.

Zheng mengatakan, “Sama seperti apa yang kita rencanakan kemarin, tinggalkan para pemula, kita berenam akan membagi tugas sebagai berikut. Jie dan Zero dalam satu kelompok. Zero akan bertanggung jawab untuk sniping, dan Jie melindunginya. Yinkong dan Lan dalam satu kelompok. Yinkong bertanggung jawab atas pembunuhan, Lan memberikan dukungannya melalui mantra percepatan dan daya tahan. Saya dan Tengyi akan bersama-sama. Aku akan bertanggung jawab dalam pertempuran jarak dekat. Tengyi membantu saya dengan mantra-mantra yang belum saya hafal…Ada yang keberatan? Jika tidak maka ini akan menjadi cara bertarung kita. Kita akan menggunakan perangkat komunikasi yang baru saja kita beli. Mereka juga dapat menunjukkan lokasi semua orang.”

Segera Honglu bertanya, “Biarkan saya melihat perangkat itu…Jika mereka dapat menunjukkan lokasi tim kita, apa yang terjadi jika mereka jatuh ke tangan tim lain? Apakah kau sudah mempertimbangkan ini?”

Zheng tertawa. “Tentu saja. Itu sebabnya saya akan menetapkan kode sandi. Jika seseorang dengan perangkat ini tetapi tidak tahu kode sandi, maka itu merupakan kesempatan kita untuk membuat jebakan…Uh. kita tidak bisa membiarkan anggota di luar tim tahu kode rahasia ini. Kita akan menempatkan tiga pemula ke dalam kelompok dan kita akan memantau mereka secara bergiliran. Jika mereka melakukan apa saja yang dapat menempatkan tim dalam bahaya…Bunuh mereka langsung. Bahkan jika itu bernilai 2.000 poin.”

Liang, Heng, dan Zhuiyu menggigil saat mereka mendengar ini. Honglu mengangguk. “Lalu…biarkan aku tinggal bersama mereka. Kami tidak perlu perangkat komunikasi, tetapi ketika kami tidak dalam pertempuran, anda harus memiliki sebuah kelompok untuk melindungi kami. Lebih baik jika tidak ada yang tewas…tapi jika tim ini dalam situasi putus asa, anda dapat menggunakan empat dari kami sebagai umpan. Ini adalah apa yang kita sepakati di awal.”

Zhuiyu segera berteriak, “A-apa kau bercanda? Mereka berenam begitu kuat, memiliki senjata dan perangkat komunikasi. Mengapa kita orang normal masih harus jadi umpan? Itu hanya mendorong kita ke neraka. Hei! Mengapa kau menatapku seperti ini? Aku hanya menyampaikan fakta.”

Honglu bahkan tidak meliriknya. Ia menyindir dan berkata dengan tenang, “Karena kurangnya kekuatan…itu sebabnya kita adalah orang-orang pertama yang akan mati. Ini bukan dunia nyata, di mana yang lemah akan mendapatkan perlindungan. Setiap tindakan yang kita ambil adalah untuk bertahan hidup. Jika semua pejuang utama kita mati, peluang kita tewas adalah seratus persen. Tim India tidak akan membiarkan ‘poin hidup’ lolos. Paham?”

Zhuiyu termangu, kemudian wajahnya berubah merah. “Tapi kau tetap harus memilih seseorang dengan stamina yang cukup baik sebagai umpan. Aku tidak mau jadi umpan tidak peduli apapun. Kalian akan mendapatkan sanksi 2.000 poin jika aku mati kan?”

Honglu menarik sehelai rambutnya kemudian mengejek, “Ladies first…saya pikir dua lainnya memikirkan hal yang sama. Jika kau tidak setuju, kita berempat dapat memutuskan dengan voting.”

Zheng memandang mereka dengan tenang sambil mendesah dalam hatinya. Prilaku anak ini terlalu mirip seperti Xuan, kecuali ia masih memiliki sedikit rasa kemanusiaan. Xuan begitu rasional sehingga ia mengabaikan hal lainnya. Mereka berdua ingin menempatkan diri mereka di pihak mayoritas. Sehingga membuat apa yang mereka lakukan menjadi hal yang ‘benar’. Ini mungkin apa yang orang-orang pintar ingin lakukan.

Zheng, Zero, Yinkong, dan Jie tiba-tiba melihat ke arah kerumunan. Ada pria besar, berotot, berkulit gelap dan seorang laki-laki dengan janggut berdiri di luar kerumunan. Sebuah perasaan yang sangat unik menarik perhatian mereka.

“…Dia pasti dari Tim India. Sensasi yang sangat kuat ingin membunuh kita…situasi mendesak. Kita mungkin akan tertembak berdiri di sini. Tidak yakin jika ada orang lain dari tim mereka di sekitar kita. Atau kita mungkin telah dikepung…Zero, bawa semuanya pergi…Lan, berikan Yinkong dan saya buff. Honglu, pikirkan cara untuk menjauh dari mereka…Yinkong, buat si janggut besar sibuk. Coba bunuh dia tetapi jangan menempatkan diri dalam bahaya. Aku akan menghadapi pria berotot itu.”

Zheng membuat tugas segera. Melalui beberapa film dan bimbingan dari Xuan, ia membuktikan dirinya sebagai pemimpin. Meskipun ia tidak terlalu memenuhi syarat, ia mengembangkan kualitas seorang pemimpin.

Pria berotot tertawa keras dan berkata kepada si janggut, “Joseph, respon mereka cepat. Aku ingin tahu seberapa kuat mereka. Kau sudah memilih targetmu?”

Sebuah senapan serbu warna merah tiba-tiba muncul di tangannya. Ada juga sebuah pisau di ujung senapan, pisau yang dilempar oleh Yinkong. “Tidak perlu memilih, mereka telah memilih untuk kita…Seperti biasa, siapa yang duluan membunuh target yang menang. Yang kalah membelikan barang senilai 1000 poin kepada yang menang. Sepertinya aku memiliki keuntungan.”

“Haha, tidak begitu yakin. Jangan sampai dikebiri…”

Pria berotot tertawa kemudian mengangkat tinjunya dan menghantam tanah, mementalkan batu-batu. Batu-batu itu terbang hampir sekuat peluru, langsung membunuh sekitar sepuluh warga sipil. Bebatuan itu juga menutupi pengelihatan Zheng. Tepat saat ia menangkis batu-batu ini dengan pisau, sebuah objek hitam menutupi sinar matahari di atasnya. Pria berotot itu memegang batu sebesar beberapa meter kubik dan menghancurkannya ke arah Zheng.

 

Translator / Creator: isshh