January 19, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 6.3

 

Kelompok ini akhirnya sampai di pelabuhan hilir. Itu adalah pelabuhan komersial. Kebanyakan kapal itu adalah kapal kargo tetapi ada sesekali terlihat wisatawan meninggalkan kapal pesiar. Itu sulit untuk naik kapal pesiar dari pelabuhan ini. Tentu saja, sulit itu relatif.

Zheng masih memiliki dua batang emas dan banyak bongkahan emas lagi. Hanya beberapa bongkahan emas memungkinkan mereka menaiki kapal pesiar itu dan bahkan beberapa kamar VIP. Uang bisa membuat kuda berlari, dan jika kau memiliki lebih banyak uang, kau dapat membuat kuda itu terbang.

Menelusuri sungai, mereka akan mencapai Kairo besok malam. Takdir dan musuh yang tidak diketahui menunggu mereka di sana…Apakah mereka hidup, mati atau berjuang demi sedikit cahaya terakhir itu?

Zheng membawa botol tequila ke geladak. Dia hampir tidak punya kesempatan untuk ketenangan sejak ia memasuki dunia ini. Untuk mencegah apa yang terjadi terakhir kali, ia membawa Kitab Orang Mati sendirian. Bahkan jika seseorang ingin melihat atau jika Tengyi diperlukan untuk melakukan terjemahan untuk dia, dia tidak akan membiarkan kitab itu lepas dari jangkauannya. Tidak ada yang bisa memenangkan pertarungan dan mengambil kitab itu dari dia dari jarak sedekat itu, bahkan jika Zero dan Yinkong bekerja sama.

“Kau minum?” Itu suara Jie dari sisi lain dari dek.

Tanpa menoleh, Zheng mengambil sebotol tequila dari cincin. Jie duduk dan membuka botol kemudian meneguknya.

“Apakah kau…sudah merasa lelah?” Jie minum setengah botol dalam satu tegukan kemudian berbaring di dek.

“Uh? Ya, lelah.” Zheng mendesah dan juga mengambil seteguk besar. Alkohol dengan cepat membuatnya merasa panas.

“Karena kematian bisa datang setiap saat?” Tanya Jie setelah termenung sejenak.

Zheng menghabiskan botol dalam satu tegukan lalu melemparkannya ke sungai. “Semua orang bisa mati setiap saat. Setelah berada di ambang kematian begitu lama, selain ikatan dengan orang yang saya cintai membuat saya tetap hidup, hidup dan mati tidak begitu penting lagi. Seperti diriku sebelumnya yang tidak bisa mengabaikan keselamatan seseorang, atau melepaskannya dengan begitu mudah…Apa yang benar-benar membuat saya lelah itu adalah saya harus berjuang dengan satu tangan dan menjaga kawan-kawan saya dengan tangan satunya. Jika bahkan aku tidak bisa menyerahkan punggungku pada rekan-rekanku tanpa khawatir, itulah alasan sebenarnya aku lelah.”

“Jika…jika…” Jie menghabiskan botolnya juga, kemudian bergumam kata-kata. “Bro. Pernahkah kau bertanya-tanya mengapa Tim India lebih kuat dari kita? Nama-nama tim dibagi berdasarkan wilayah mereka di zaman kuno. Tim India termasuk India, Hindia Barat, dan semua tanah barat samapi ke Laut Mati dan Arab Saudi. Sedangkan Tim China mencakup semua tanah dari China. Kita memiliki lahan dan populasi yang paling besar di antara semua tim dalam dimensi dewa. Lalu…mengapa kita lebih lemah dari Tim India? Apakah kau tidak penasaran? ”

Zheng mengambil sebotol alkohol kemudian berkata dengan tenang, “Itulah mengapa saya telah menunggumu untuk…”

“Jika…beri saya beberapa waktu. Jika kau dapat bertahan melawan Tim India…kali ini, aku akan memberitahumu segala sesuatunya. Setelah itu…tidak, tidak ada berikutnya. Ingin merokok?”

Jie menyelesaikan kalimatnya lalu mengeluarkan sebungkus rokok. Dia melemparkan satu ke Zheng kemudian menyalakan rokok dan mulai merokok. Zheng menangkap rokok dan merasa seolah-olah ia kembali ke Resident Evil ketika ia baru saja bertemu Jie. Pria dingin dan rokok tersebut…

Di Kairo.

Pikiran setiap orang telah berubah sejak pertama kali mereka berada di Kairo. Mengetahui bahwa Tim India telah datang, mengetahui bahwa mereka adalah tim yang lebih kuat, dan mereka masih harus membunuh salah satu anggota tim mereka…Namun keberadaan Kitab Orang Mati telah memberikan mereka harapan. Menggambarkan bagaimana perasaan mereka dalam satu kata: rumit.

Setelah mereka turun dari kapal, O’Connell berkata pada Zheng, “Menurut kesepakatan kita, kami akan pergi mendapatkan mumi…dan anda akan membunuh monster itu. Tentu saja, kami juga akan bertanggung jawab mengenai masalah Kitab Amun-Ra…tapi anda harus melindungi kami sementara itu. Ok?”

Zheng mengangguk. “Oke, kami akan melindungi kalian…dari jauh. Setelah kalian membawa mumi keluar, kami akan menghubungi kalian. Oh, kalian harus membawa kucing juga. Ini dapat membantu kalian menghindari serangan mumi itu.”

Saat kelompok Zheng berjalan pergi, O’Connell berteriak, “Ke mana kau pergi pergi? Bagaimana kami bisa menghubungimu? Hei…”

“Kami akan datang menemukan kalian. Jangan terlalu dekat dengan kami, kalian mungkin bisa mati…dan O’Connell, terima kasih atas bantuan anda selama ini. Sampai jumpa.”

Beberapa orang sedang duduk di sebuah ruangan dengan tenang di beberapa penginapan di Kairo. Seorang gadis yang memiliki mata terpejam sepanjang waktu mengatakan, “Tim China kembali ke Kairo. Ya melalui pelabuhan.”

Orang-orang ini duduk di sekitar biarawan dengan kaki disilangkan. Biarawan itu mengatakan, “Siapa yang terdekat?”

Seorang pria tinggi kurus dengan kulit pucat mengeluarkan perangkat seukuran tangan dan melihatnya. “Minima dan Muhammad Yusuf.”

Biarawan itu mengerutkan kening. “Kekuatan ledakan Minima terlalu besar dan dapat menyebabkan kekacauan. Senjata Muhammad juga tidak cocok untuk pertempuran di kota…Biarkan mereka menguji kekuatan tim China. Juga tempatkan Arot di sana secepat mungkin. Jika mereka berdua terluka, Arot dapat menjaga mereka tetap hidup. Seharusnya tidak menjadi masalah dengan kemampuan medisnya…Uji kekuatan Tim China, mari kita lihat apakah mereka mangsa atau musuh dengan level yang sama.”

 

 

Translator / Creator: isshh