January 17, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 6.1

 

Zheng terdiam sejenak kemudian ia melihat pada semua orang di sekelilingnya. “Pertama ayo kita uji kekuatan Kitab Orang Mati. Ilmu hitam terdengar cukup kuat…Evelyn, pinjamkan puzzlemu itu.”

Tiga karakter film yang berdiri di sana dalam kebingungan. Mereka tidak tahu apa yang kelompok Zheng bahas. Ketika Zheng berkata kepada mereka, Evelyn dengan cepat menemukan puzzle dari tasnya. Itu adalah kunci kitab tersebut.

Zheng mengambil puzzle itu dan membuka kitab itu kemudian ia menyerahkannya kepada Tengyi.

Pria ini memegangnya dengan kegembiraan. Dia menyentuh hieroglif pada halaman saat mengucapkan kalimat-kalimat di dalamnya dan menjelaskan maknanya. Sudah sepuluh menit dan ia masih membacanya.

“Tengyi! Apa isinya? Ini bukan waktunya untuk penelitian.” Zheng mendesah.

Tengyi menggaruk kepalanya karena malu. “Maaf, saya keasikan. Haha, ini benar-benar hieroglif. Beberapa karakter ini mirip dengan skrip tulang oracle…”

Zheng dan yang lainnya mendesah. Lalu ia berteriak. “Saya tidak bertanya padamu seperti apa karakter ini terlihat. Apa yang tertulis di kitab itu?”

Tengyi mengangguk. “Ya ya. Ada banyak mantra kuno. Seperti bagian ini adalah tentang menciptakan manusia pasir. Kau hanya perlu membacanya keras-keras saat pencampuran abu seseorang dengan pasir. Ini akan memanggil beberapa penjaga mumi. Dan pada bagian ini adalah tentang menciptakan badai menggunakan jiwa, yang akan berubah menjadi tornado. Bagian ini…” Zheng meraih kitab dari tangannya dan berkata. “Terjemahkan ke saya baris demi baris…baca yang bagian tornado itu.”

Tengyi mengangguk. Dia menyentuh karakter di buku dan berkata. “Jiwa badai, dengarkan perintah dari Osiris, ciptakan sebuah tornado untuk menghancurkan segalanya!”

Zheng mengulangi kata-kata tapi tidak terjadi apa-apa. Energi darahnya juga utuh dan gurun tenang seperti biasa.

“Tidak berguna?”

Mereka saling memandang dengan kekecewaan, karena buku ini adalah harapan terbesar mereka dalam situasi ini. Jika mereka bisa memanfaatkan mantra kuat pada kitab itu, maka mereka akan mampu menyaingi tim India. Namun kitab ini tidak memiliki kekuatan yang mereka bayangkan atau itu tidak dapat digunakan pada kondisi saat ini?

Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya, Zheng berkata. “Baca itu dalam bahasa Mesir kuno. Aku akan mengulanginya.”

Tengyi mengambil napas dalam-dalam dan mulai membaca lagi. Zheng juga mengulangi pengucapan sulit tersebut. Kemudian dia yakin bahwa kitab ini adalah nyata. Saat ia mengucapkan kata-kata, energi darahnya mulai bergelorah. Beberapa detik kemudian, energi darah teralurkan ke dalam kitab dengan kecepatan yang gila.

Zheng merasa kitab itu mendidih panas. Dia hampir akan membuangnya tapi kitab itu terpaku tangannya dan tidak bisa bergerak. Tengyi di sisi lain terlempar beserta suara jeritan. Kitab ini bersinar dengan cahaya merah samar, meskipun itu tidak terlihat jelas di bawah sinar matahari.

Energi darah Zheng bertambah lebih banyak dan lebih bergemuruh sampai semuanya ke dalam kitab. Kitab ini kemudian mulai mendingin dan dia bisa merasakan udara dingin. Namun Zheng pingsan setelah ia kehabisan energi darah. Dia tidak menyadari bahwa tornado telah terbentuk sejauh seribu meter darinya. Dengan cepat menarik pasir dan melahap semua orang seperti badai pasir…

Zheng membuka matanya setelah beberapa saat. Tidak ada lagi pasir dan langit cerah dan jelas, bahkan tidak ada angin sedikitpun.

Zheng duduk dan melihat dia diikat di punggung unta. Mereka bergerak sepanjang padang pasir. Seolah-olah apa yang dia lihat sebelum ia pingsan hanya ilusi.

Ketika orang lain melihat Zheng duduk, mereka meneriaki semua orang untuk berhenti. Jie dan Lan turun dari unta mereka dan menghampiri Zheng. Jie melepaskannya sambil tertawa. Lan menyerahkan air.

“Berapa lama aku pingsan? Matahari sudah hampir terbenam…Apakah tornado yang saya lihat sebelum saya pingsan itu hanya ilusi?” Zheng mengambil beberapa teguk air kemudian bertanya.

Jie berkata. “Kau pingsan selama satu hari satu malam. Sekarang sudah malam hari yang kedua…tornado yang kau lihat itu pasti ilusi. Saya janji! Ha ha.”

Zheng memandang yang lainnya dan mereka semua mengangguk. “Benar, bagaimana bisa sesuatu seperti itu dibuat oleh manusia…tapi kitab tetap saja membuat saya pingsan, jadi harusnya itu nyata.”

Zero juga meminum air dan berkata. “Tentu saja itu nyata…kau tidak memanggil tornado tapi saya tidak tahu apa yang kau lakukan atau mungkin kau tidak tahu bagaimana cara mengontrol energimu. Kau memanggil sebuah badai pasir. Jika bukan unta-unta ini mengarahkan jalan, kita pasti akan terkubur dalam pasir sekarang…”

“Kekuatan Kitab Orang Mati melebihi harapan kita.” Kata Honglu dengan kegembiraan. “Selama kau dapat mengontrol energimu dan tidak membiarkan kitab itu mengisap kau sampai kering…Ini dapat membantu kita melenyapkan tim India!”

Zheng melihat tangannya. Ada simbol yang sangat samar di telapak tangannya. Simbol itu ada di sampul kitab, simbol yang mewakili Osiris.

 

Translator / Creator: isshh