January 14, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 5.2

 

Setelah Zheng dan Zero keluar dari makam, dia secara naluriah mengangkat pistolnya, karena ada beberapa lusin orang berpakaian hitam mengarahkan senjata mereka ke mereka berdua. Timnya, O’Connell, dan para orang Amerika semua berada di bawah kendali mereka.

O’Connell tertawa. “Lihat, sudah kukatakan aku telah membunuh mumi itu. Kalian membuat keributan yang tidak penting!”

Zheng mendesah dan berkata. “Tidak, mumi itu tidak mati. Dia adalah monster, peluru normal tidak berguna melawannya. Tidak, semua jenis peluru seharusnya tidak mempan padanya.”

Tidak ada satupun selain dari para pemain yang tahu apa yang ia maksud. Pemimpin pasukan hitam, seorang pria dengan tato di wajahnya, berkata. “Kalian semua tinggalkan tempat ini secepatnya! Jangan pernah kembali…ini adalah kota mati. Jika kalian datang kembali lagi, saya tidak keberatan membuat kalian mati!” Lalu ia memimpin kelompoknya ke dalam makam.

Jujur, setelah apa yang baru saja mereka alami, tidak ada yang ingin tinggal di sini. Sehingga mereka kembali ke perkemahan mereka diam-diam dan mengemas barang-barang mereka. Kemudian pergi menggunakan kuda dan unta mereka.

Para pemain mengikuti di belakang kelompok itu. Tidak lama setelah itu mereka memiliki kesempatan untuk melihat jam mereka. Biasanya sekali plot mulai bergerak maju, penghalang mereka juga akan menghilang. Dan tentu saja mereka tidak lagi dibatasi oleh jarak ketika mereka melihat jam tangan mereka.

Zheng berkata. “Sekarang kita tidak dibatasi oleh jarak, apa yang harus dilakukan selanjutnya? Menunggu tim India di sini? Karena kita lebih terbiasa dengan medan ini…atau mengikuti O’Connell dan pergi bersama sesuai plot aslinya? Honglu, apakah kau punya saran?”

Honglu naik ke unta di tengah kelompok. Dia menjawab dengan tenang. “Tidak, saya tidak punya saran yang baik, tapi saya memiliki dua pertanyaan…1. Apa misi tim India? Membunuh Imhotep atau sesuatu yang lain?”

“2. Apakah tim India juga tahu efek khusus dari Kitab Orang Mati dan ingin mendapatkannya?”

Zheng bingung. “Apa yang kau maksud dengan efek khusus?”

Tengyi mengatakan dengan sedikit malu-malu. “Ketika saya keluar dari makam, aku mengambil buku itu dan melihatnya. Saat aku menyentuh buku itu, saya menerima pemberitahuan dari dewa tentang cara mendapatkan item quest…Dikatakan saya bisa belajar sihir hitam. Jika saya tahu hieroglif maka tidak akan dikenakan biaya poin, jika tidak setiap mantra berbiaya 1000 poin. Tapi aku harus kembali ke dimensi dewa untuk mempelajarinya…”

Mereka semua menatap Tengyi terkejut. Lalu kata Honglu. “Meskipun saya tidak tahu alasannya, tapi kita juga bisa menggunakan Kitab Orang Mati. Oh, apakah itu memakan banyak poin untuk belajar mantra dalam dimensi dewa?”

Lan menjawab. “Tidak hanya poin tapi juga banyak rank reward. Seperti saya, memiliki dua mantra sederhana yang dapat meningkatkan statistik tubuh sementara, namun butuh beberapa ribu poin dan rank D reward. mantra ofensif memerlukan rank C atau bahkan rank B reward untuk mempelajarinya. Hanya 1000 poin untuk satu…”

Tengyi berkata dengan rendah hati. “Maafkan aku…aku bisa membaca hieroglif.”

Semua orang terdiam kemudian setelah semenit kemudian Zheng, Zero dan Jie mengeluarkan senjata mereka, Yinkong juga mengeluarkan pisaunya. Mereka mengendalikan unta mereka untuk mengejar rombongan Amerika…Kitab Orang Mati berada di tangan professor saat ini.

Rombongan Amerika tidak melihat kelompok mereka sampai Zheng mendahului mereka dan menghalangi jalan mereka. Saat itu mereka melihat senjata dengan syok.

“Hei, bro, ini tidak lucu…” Salah satu orang Amerika berteriak.

Zheng menembak ke tanah di depan mereka dan mereka menghentikan kuda mereka. Semua orang selain profesor mengangkat tangan mereka…Mereka telah melihat kekuatan senjata ini, yang cukup untuk merobek mereka pada jarak dekat tersebut.

Zheng berkata dengan suara tenang. “Saya tidak ingin banyak bicara. Berikan Kitab Orang Mati padaku. Kitab itu tidak berguna untuk kalian…Dan mumi itu akan mengejar kalian jika kalian memilikinya. Saya pikir kalian tidak ingin melihat monster itu lagi kan? Berikan aku Kitab Orang Mati…saya bisa memberikan emas pada kalian.”

Para orang Amerika itu memberikan tanda pada satu sama lain, bersiap-siap untuk mengambil senjata mereka setiap saat. Profesor itu memegang kitab itu dengan erat dan menatap Zheng.

Setelah mereka mendengar kata ’emas’, mata para Amerika itu ‘menyala’. “Emas…berapa banyak?”

O’Connell dan karakter lain juga mendatangi orang-orang Amerika, namun Zheng mengabaikan mereka. Dia mengambil sebuah bar emas dari cincin dan berkata. “Sepuluh batang emas seperti ini hanya untuk sebuah kitab. Apakah kalian pikir itu layak?” Lalu ia melemparkan emas itu.

Seorang Amerika menangkap emas itu. Rasanya berat saat ia memegangnya. Itu emas asli, setebal beberapa jari.

Dia mencubit kemudian menggigit dengan giginya kemudian berkata kepada rekannya. “Asli, ini asli…ini adalah emas asli!”

Para Amerika yang lainnya juga mengambil emas itu dan melakukan hal yang sama lalu dia menatap Zheng dengan keserakahan. “Sepuluh…lima belas batang! Beri aku lima belas batang maka kita sepakat!”

“Ok, lima belas!”

Zheng tidak peduli. Dia mengambil emas lainnya dari cincin dan selagi ia mengambil satu per satu, seorang Amerika tiba-tiba mengeluarkan pistolnya. Namun ia tidak mengarahkannya ke Zheng tapi dia malah menembak profesor itu. Kemudian orang Amerika itu mengambil kitab dari tangan sang profesor.

Kitab Orang Mati bernodakan darah…

 

Translator / Creator: isshh