January 9, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 4.1

 

Zheng berdiri di atas pilar batu melihat padang pasir. Ketinggian pilar ini setidaknya sepuluh meter. Itu mungkin pernah menjadi pusat pondasi dari sebuah kuil. Ini tetap utuh bahkan setelah ribuan tahun.

Semua yang terlihat hanya pasir dan pasir. Dia telah berdiri di sana selama lebih dari dua jam. Ia tidak masalah berdiri di bawah sinar matahari begitu lama dengan staminanya.

“Hei, berapa lama lagi kau akan berdiri di sana. Kau mungkin naik ke sana dengan tujuan menghindari saya kan?” Itu sebuah suara tidak puas dari bawah.

Zheng berpasangan dengan Lan. Mereka berdua yang bertanggung jawab untuk mencari tahu sisi barat utara gurun. Dia memanjat pilar ini untuk bisa memantau seluruh area, namun Lan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan apa yang dia lakukan.

Melihat bahwa Zheng tidak menanggapi, dia mengelus kucing dalam pelukannya kemudian berteriak. “Hei! Jangan coba untuk mengabaikan saya. Kamu bertindak aneh, sejak kita sampai di film ini, kau telah menjauhi saya. Hal yang sama ketika kita berada di sungai. Kau bisa membantuku ketika kita berenang tapi mengapa kau tidak melakukannya? Kau tahu saya membawa kucing.”

Zheng berjongkok lalu menunduk ke Lan. “Saya tidak mengabaikanmu. Hanya saja kita akan menghadapi tim lain dan kita sudah di negatif 2000 poin. Jika kita tidak membunuh orang dari tim lain, maka kita semua beresiko tewas…Apakah kau pikir saya punya suasana hati untuk mengatakan, hi mari kita pergi kencan?” ”

Lan menatap Zheng serius. Namun dia tidak bisa melihat ekspresinya karena sinar matahari. Dia menjawab sedikit tertekan. “Berhenti memperlakukanku seperti ini, kumohon…Saya tidak pernah berpikir tentang berselingkuh denganmu meskipun…tapi aku juga tahu diri, saya tidak akan menghancurkan hubungan orang lain. Kau tidak perlu menghindari saya. Sungguh…Jika itu karena masalah Jie dan kau tidak tahu siapa yang harus dipercaya, maka kau dapat melupakan apa yang saya katakan sekarang. Kau dapat memperlakukan aku seperti biasa? Hanya seperti seorang teman…”

Zheng terdiam sejenak lalu menghela napas. “Bukankah ini sudah cukup baik sekarang? Sebagai rekan, saya bisa melindungimu dan kau bisa mendukungku…ini baik untuk kau dan aku, bukan? ”

Mereka berdua jatuh dalam diam. Itu canggung karena mereka hanya saling menatap. Kemudian matahari terbenam dan langit mulai gelap.

“…Sebuah mumi melompat keluar setelah kami membuka peti mati itu.  Serius, mumi itu masih basah setelah beberapa ribu tahun.” Jonathan menggambarkan petualangan mereka di dalam makam. Kelompok Zheng saling memandang. Mumi itu mungkin Imhotep, hanya saja ia belum dihidupkan kembali.

Selama malam itu, semua orang kembali ke perkemahan mereka dan makan makanan yang sederhana. Mereka duduk bersama dan mendiskusikan apa yang terjadi pada siang hari. O’Connell dan dua karakter lain tentu saja berbicara tentang makam sementara Zero dan para pemain berbicara tentang medan sekitar.

O’Connell menunggu para pemain untuk selesai kemudian bertanya. “Apakah anda berencana untuk bertempur di sini? Ini tampaknya seperti sesuatu yang akan dilakukan oleh militer, memantau medan sedetail ini…Bro, kalau ada masalah kita bisa mengatasinya bersama-sama, bagaimana?”

Zheng tertawa. “Ini adalah masalah kami, kami tidak bisa menyeret anda…Juga, anda lebih baik tidak terlalu dekat dengan orang-orang Amerika itu…”

O’Connell mengangkat bahu. “Orang-orang Amerika itu tidak beruntung hari ini. Sepertinya tiga pemandu mereka…meleleh.”

“Meleleh?” Evelyn dan Jonathan bertanya.

“Ya, dengan asam. Mereka memicu perangkap kuno.”

Zheng tiba-tiba tertawa. “Benar-benar ada kutukan di sini dan mungkin hantu atau roh.”

O’Connell dan dua lainnya terdiam sedikit kemudian Evelyn berteriak. “Ayolah. Tidak ada hantu atau kutukan di dunia ini. Saya hanya percaya apa yang saya lihat.”

Jie datang dan berkata. “Kami telah melihat hantu nyata dengan mata kita. Mereka sangat, sangat menakutkan…hantu itu membunuh banyak mantan anggota tim kami. Kalau bukan keberuntungan, kami mungkin telah tewas juga. Ha ha…”

Lan berkata. “Jie, cukup…Evelyn, itu akan baik-baik saja. Jangan percaya padanya. Dia hanya bercanda…Jie, apakah kau ingin kehilangan poin?”

Jie tertawa lalu mengangkat bahu. Zheng ingin mengatakan sesuatu kemudian tiba-tiba ia mendengar sejumlah besar suara kuda, seperti lebih dari seratus orang yang menuju ke arah mereka.

Ekspresi mereka berubah dan Zheng langsung berdiri. “Siapkan senjata kalian…Mungkin akan menjadi pertempuran.”

Baru saja ia selesai berbicara, sepuluh ksatria berjubah hitam keluar dari balik pilar. Beberapa pemandu yang disewa orang-orang Amerika langsung jatuh ke tanah. Ksatria mulai menembaki orang-orang di kamp-kamp dan beberapa dari mereka bahkan membakar kamp dan perlengkapan mereka dengan obor.

Zheng adalah orang pertama yang merespon. Dia mengambil senapan mesin dan menembak mereka. Ksatria di depan segera jatuh dari kuda mereka. Kemudian Jie dan Zero juga mengeluarkan senjata mereka dan bergabung. Senjata mereka jauh lebih kuat daripada senjata di era ini. Para ksatria itu bahkan tidak bisa mendekati mereka. Setelah sepuluh mayat, ksatria mulai mundur, meninggalkan beberapa lusin badan dan beberapa kuda yang terluka.

Para pemandu sudah tenang kemudian berteriak terima kasih kepada kelompok Zheng. O’Connel dan dua karakter lain memandang mereka shock. Para orang Amerika sekarang keluar dari makam dan tidak tahu apa yang terjadi. Mereka memperlihatkan temuan mereka dengan gembira, beberapa botol kaca…dan sebuah buku hitam!

 

Translator / Creator: isshh