January 7, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 3.3

 

Mereka harus menghadapi kenyataan setelah tertawa. Tanpa alat transportasi, kelompok ini harus berjalan lebih dari setengah hari untuk mencapai oasis. Ada beberapa tanaman gurun di perjalanan dan beberapa orang mengobrol di jalan, waktu itu tidak tertahankan.

Zheng berjalan di samping Honglu dan memintanya dengan suara rendah. “Kita semakin dekat dengan Hamunaptra. Menurutmu seberapa besar peluang yang kita miliki?”

“Apa kondisi kemenangannya? Menghindari mereka? Membunuh mereka? Atau menyelesaikan film ini secepat mungkin, membunuh Imhotep?”

“Kondisi kemenangan…bertahan hidup. Mayoritas anggota bertahan hidup.” Zheng memikirkan hal itu kemudian mengangguk dengan tekad.

“Probabilitas akan menjadi 10%, tidak, 7%. Ini terlalu sulit untuk menjaga semua orang tetap bertahan hidup. Bahkan tanpa tim lawan, Imhotep saja sudah cukup sulit. Setidaknya aku tidak bisa memikirkan cara untuk membunuh dia…Jadi, ikuti plot aslinya dan menggunakan Kitab Amun-Ra untuk menguburnya…Sedangkan mengenai tim lain, jujur, saya suda siap untuk mati. Seharusnya kau tidak perlu terlalu banyak berharap. Setidaknya setengah anggota tim akan mati…”

(Setidaknya 5 orang?)

Dengan pemikiran ini, atau mungkin firasat, Zheng mengikuti O’Connell ke oasis terbesar. Oasis ini memiliki sumber air segar berlimpah. Itu seperti sebuah kota mini. Tersedia banyak barang dagangan yang umum, terutama unta.

Kelompok ini tidak menghabiskan banyak waktu. Setelah memenuhi persediaan air segar dan makanan, dan membeli tiga belas unta, mereka melanjutkan perjalanan ke Hamunaptra. Bahkan ketika mereka lelah, mereka hanya akan tidur siang di atas unta. Tiga hari tiga malam berlalu dan mereka lebih dekat dan lebih dekat ke Hamunaptra.

O’Connell dan dua karakter lain telah tinggal di dekat padang pasir sehingga mereka tahu bagaimana untuk menghemat energi. Tapi Zheng dan yang lainnya kesulitan beradaptasi. Bukan hanya itu pertama kalinya mereka naik unta, Jie dan Zero adalah satu-satunya orang yang pernah ke gurun. Jadi setelah tiga hari di atas unta dan panasnya gurun, bahkan Zheng merasa kesulitan, belum lagi yang lain. Tengyi, Liang, Heng, dan Zhuiyu yang terjatuh setelah mereka turun dari unta.

Di tengah malam berikutnya. Kelompok itu mulai terbiasa dengan gurun, sekelompok orang berkuda menuju ke arah mereka. Pemimpinnya adalah Beni, orang lain yang meninggalkan Hamunaptra hidup-hidup.

“Selamat pagi, temanku.” Beni berteriak pada O’Connell ketika ia masih cukup jauh dari mereka.

O’Connell tidak menjawab. Dia mendekati mereka secara berkelompok.

Seorang Amerika berdiri di belakang Beni bertanya. “Mengapa kita berhenti? Bukankah kau bilang in sudah dekat dengan Hamunaptra? Cepat, mengapa berhenti di sini?”

Beni menjawab dengan tenang. “Temanku, bersabarlah…”

Evelyn juga bertanya dengan suara rendah. “Apa yang kita lakukan di sini?”

“Kita menunggu…tujuan kita untuk muncul.” O’Connell juga menjawab dengan suara rendah.

Kemudian orang Amerika itu berteriak. “O’Connell, apakah kamu masih ingat janjimu ketika perjudian hari itu? Siapapun yang memasuki kota duluan akan mendapatkan 500 dolar…Apakah kau ingin melihat siapa yang pertama kali masuk?”

Matahari terbit sat ia berbicara. Sinar matahari bersinar di gurun dan puing reruntuhan secara bertahap muncul. Ini adalah kota mati yang legendaris.

Beberapa hari berjalan kaki yang sulit. Semua orang sangat senang ketika mereka akhirnya melihat kota itu.

Namun, itu lebih rumit bagi kelompok Zheng. Satu-satunya cara mereka bisa kembali yaitu dengan membunuh Imhotep. Tetapi untuk melakukan itu, mereka harus menghidupkannya terlebih dahulu. Kemudian mereka harus menghadapi Imhotep dan tim lainnya. Tidak, mereka juga harus membunuh satu anggota dari tim lain untuk menyelamatkan sebagian besar anggota tim ini. Kata-kata tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan mereka sekarang.

Kelompok Zheng bergerak ke reruntuhan Hamunaptra. Ini adalah kota kuno yang megah. Seseorang bisa mengetahui kemegahannya dari sisa-sisa reruntuhannya bahkan setelah beberapa ribu tahun.

Setelah memasuki Hamunaptra, kedua kelompok duduk bersama-sama. Evelyn kemudian menyeret O’Connell untuk mencari pintu masuk ke bawah tanah. Para orang Amerika itu juga mencari pintu masuk. Zheng berdiskusi dengan kelompoknya dan memutuskan untuk tidak pergi dengan O’Connell. Sebaliknya, mereka mulai menjelajahi area sekitar.

“Makam bawah tanah itu hanya sedalam seratus meter. O’Connell tidak akan terpisah dari kita  lebih dari 5000 meter setelah ia memasuki bawah tanah. Jadi itu tidak masalah jika kita tidak mengikuti plot. Ayo kita biasakan dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu.”

“Zero, temukan tempat yang cocok untuk sniping. Jie, Tengyi dan Honglu pergi cari tempat yang cocok untuk pertempuran. Lebih baik jika kalian dapat merekamnya…Sisanya awasi semua arah. Tembakan pistol jika kalian melihat musuh…Kalau begitu semuanya, mari kita berjuang untuk hidup kita…Setidaknya sebagian besar kita akan kembali hidup-hidup!”

 

 

Translator / Creator: isshh