January 5, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 3.1

 

Siang hari berikutnya, O’Connell membawa semua orang ke pelabuhan Giza. Evelyn dan kakaknya, Jonathan sudah menunggu di sana. Mereka mendesah lega setelah mereka melihat O’Connell tetapi pada saat yang sama mereka melihat kelompok Zheng yang mengikuti di belakang O’Connell dan menunjukkan tanda-tanda hati-hati.

Evelyn agak mudah, sekali O’Connell datang mendekat, dia bertanya langsung. “Bukankah kau bilang kau hanya membawa kami? Mengapa ada begitu banyak orang? Biar saya perjelas, saya tidak akan membayar biaya mereka. Kau, Kau O’Connell?”

O’Connell tampak sangat kotor saat ia berada di penjara tapi setelah membersihkan diri dan mendapatkan baju baru, dia tampak lebih tampan. Sebelum ia memiliki kesempatan untuk membalas, Evelyn benar-benar tertegun. “H-hi…”

“Haha, hari ini adalah hari yang bagus untuk petualangan. Tidak ada salahnya membawa lebih banyak orang…tapi apakah mereka dapat dipercaya? Tentu saja, maksud saya mengenai emas. Tidak ada cukup emas untuk dibagi kepada begitu banyak orang…” Jonathan tertawa sambil bertanya pada O’Connell dengan suara rendah.

O’Connell mengangguk. “Ya, cuacanya cocok untuk petualangan. Mereka, sepertinya mungkin tidak tertarik pada emas. Ditambah mereka akan melindungi kita di perjalanan…Apa yang lebih saya khawatirkan adalah…” Dia merogoh sakunya dan melihat dompetnya.

Jonathan adalah seorang pencuri yang terampil. Dia tertawa canggung. “Jangan khawatir, aku tidak akan mencuri dari orang-orang kita sendiri. Hoho, anda bilang mereka tidak tertarik pada emas. Berarti…mereka kaya?”

Zheng berjalan ke mereka bertiga dan tertawa. “Hoho, aku mendengar apa yang anda katakan…Nama saya Zheng Zha, dan ini adalah kawan-kawan saya. Kami adalah sebuah kelompok ekspedisi yang disponsori oleh miliarder Amerika. Misi kami adalah untuk menemukan semua tempat-tempat rahasia yang ada di dunia ini…Tentu saja, kota legendaris orang mati adalah salah satu tempat rahasia. Kami akan mengurus biaya perjalanan dan memberikan perlindungan yang memadai. Tentu saja anda harus mendengarkan saran kami dan tidak melakukan apapun yang akan membuat kami dalam bahaya. Pada dasarnya itu saja.”

Evelyn telah menatap O’Connell sepanjang waktu dan melamun sampai Zheng mulai berbicara. “A-apa! Kami tidak bergabung dengan kelompok ekspedisi anda! Kami mencari kota mati sebagai individu pribadi, mengapa kita harus mendengarkan nasihat anda? Kami tidak memerlukan anda untuk membayar biaya kami, kami mampu…”

Zheng menggelengkan kepalanya dan berkata. “Saya pikir anda keliru. Misi kami adalah eksplorasi, kami tidak tertarik pada emas…”

Reaksinya intensif. Dia hampir berteriak padanya dengan wajah merah. “Saya mengerti sekarang. Tujuan anda adalah Kitab Orang Mati dan Kitab Amun-Ra kan? Mustahil! Bahkan jika literatur kuno seperti itu ada, kita tidak bisa menyerahkannya ke beberapa orang kaya. Literatur ini adalah harta sejarah, saya tidak akan membiarkan anda memilikinya!”

Zheng menyadari orang-orang di sekitar mereka yang melihat mereka dengan tatapan aneh, dan bahkan merasakan beberapa permusuhan. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata. “Baik, baik, baik. Kami tidak akan mengambil apa-apa ok? Hanya untuk eksplorasi, hanya eksplorasi…Aye, para wanita…semua orang adalah paranoid.” Lalu dia naik ke kapal.

Evelyn masih tidak akan menyerah. Dia menarik kemeja O’Connell. “Bisakah kau berjanji mereka mengatakan yang sesungguhnya? Aku tidak peduli, anda membawa mereka ke sini! Anda harus berjanji mereka tidak akan mengambil dua kitab itu. Jika tidak, saya peringatkan anda…”

O’Connell hanya bisa tersenyum dengan pahit, terutama ketika ia melihat kelompok Zheng sudah naik ke kapal…

Pokoknya, ia akhirnya bisa mengatasi Evelyn dan pada saat ia naik ke kapal, Zheng telah membeli mayoritas kamar kelas utama dengan emasnya. Dan Jonathan tampaknya telah menjadi teman terbaik dengan dia setelah menerima emas. Tentu saja ada orang yang telah menonton film seharusnya tahu untuk menghindari dia, karena dia adalah seorang pencuri handal.

“Setelah mengikuti sungai ini, kita akan turun dari kapal besok siang. Kemudian kita akan berjalan ke barat selama sekitar setengah hari dan mencapai oasis terbesar dan satu-satunya dalam perjalanan ke Hamunaptra. Itu juga merupakan tempat bagi pedagang untuk pertukaran barang. Kemudian kita akan membeli unta dan persediaan. Setelah itu kita akan pergi ke barat selatan dan kita seharusnya sampai setelah tiga hari tiga malam jika tidak ada musibah…”

O’Connell membuka peta di atas meja dan berkata sambil menunjuk ke berbagai lokasi.

Evelyn bertanya. “Musibah? Musibah apa?”

O’Connell tidak mengatakan apa-apa. Dia tiba-tiba melemparkan tasnya di atas meja dan membukanya. Tas itu penuh dengan pistol, senapan, dan peluru. Cukup untuk mereka semua.

Evelyn terkejut. “Aku…Apakah saya keliru? Kita ke sana untuk ekspedisi kan? Atau kita ke sana untuk perang?”

O’Connell tidak menjawab dan mengisi amunisi pistol. “Nona, tempat itu tidak aman…Ada sesuatu di bawah makam dan itu dijaga oleh kelompok misterius…Secara harfiah itu adalah kota mati.”

Evelyn segera berpaling ke Zheng. “Bukankah anda bilang akan melindungi kami? Saya hanya ingin dua kitab itu, Anda dapat mengambil segala sesuatu yang lainnya…Meskipun saudara saya percaya di sana ada harta tapi saya tidak berpikir anda dapat benar-benar menemukan emas…”

Zheng mengangguk. “Saya bilang tujuan kami hanya untuk eksplorasi. Kami tidak tertarik pada apapun…tapi anda tampaknya akrab dengan dua kitab itu.”

Evelyn menjawab penuh semangat. “Tentu saja, Kitab legendaris Amun-Ra, juga disebut buku emas kebangkitan (berbeda dari film), dan Kitab Orang Mati. Kedua kitab itu berisi mantra Mesir kuno. Mereka membuat saya jatuh cinta dengan Mesir…”

Tiba-tiba, Honglu menyela, “Jam berapa sekarang?”

Mereka terkejut sejenak. Zheng melihat jam tangannya dan berkata. “Pukul sepuluh…” Dia berhenti dan melihat Honglu mengangguk.

Lan telah memberitahu semua orang plot The Mummy di penginapan tadi malam. Mungkin karena kapasitas mental yang disempurnakan, dia memiliki memori yang luar biasa dan mengatakan kepada mereka setiap detail kecil dari plot.

Zheng kemudian ingat bahwa mereka akan diserang oleh Medjai di malam hari, sekitar jam ini.

“Evelyn, pergi ambil…pergi ambil peta dan kotak puzzle. Zero dan Jie lindungi dia…O’Connell, ikut dengan saya cari Jonathan, dia seharusnya sedang bermain poker dengan orang-orang Amerika. Sisanya berjaga di sini. Jika terjadi sesuatu, maka ikuti perintah Lan, Tengyi dan Yinkong…Mari kita pergi. Cerita dimulai!”

Zheng berdiri dan mengambil pisau progresif dari cincinya, kemudian menuju ke geladak.

 

Translator / Creator: isshh