January 3, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 2.2

 

Mereka sudah di negatif satu poin sekarang yang membuat mereka merasa sangat terbebani. Satu-satunya pilihan hanya dengan bertarung. Antara membunuh orang dari tim lain atau sebagian kelompok akan terhapus di akhir film. Selain Zheng, kebanyakan dari mereka tidak akan mampu mengumpulkan 2.000 poin.

“Kita sudah memikirkan tentang bagaimana untuk menghindari pertempuran dengan tim lain tetapi siapa yang menduga sekarang kita harus berpikir tentang bagaimana cara untuk membunuh seseorang dari tim lain…Ini terasa rumit.” Zheng tersenyum pahit.

Dia berpikir sedikit kemudian melanjutkan. “Honglu, bisakah kau menganalisis anggota tim lain? Dan mengapa dewa menempatkan kita di dunia ini sebelum mereka?”

Honglu memutar-mutar rambutnya. “Berdasarkan informasi yang kau berikan, asalkan tim memiliki atau pernah memiliki tiga anggota yang membuka kendala genetik, maka tim tersebut akan menghadapi tim lain…Yang ingin saya katakan adalah bahwa kita jelas lebih lemah dari Tim India. Jika tidak dewa tidak akan menempatkan kita di dunia ini duluan.”

Tengyi bertanya. “Mengapa? Bukankah kita harus melalui lebih banyak bahaya karena kita di sini duluan? Gurun, makam, mumi, dan Imhotep. Bukankah ini berbahaya?”

Honglu mulai menarik rambut lainnya tapi Lan meraih tangannya. “Berhenti menarik rambutmu, kamu akan botak.”

Honglu menepis tangannya. “Tidak akan. Kecepatan regenerasi rambutku meningkat karena korteks serebral khusus saya. Bahkan jika saya mencabut semua rambut saya, tidak butuh waktu lama untuk tumbuh kembali…kulit kepala saya jadi sangat gatal ketika saya berpikir. Itu yang membuat saya ingin menggaruk, tapi gatal akan lebih buruk jika digaruk. Jadi saya hanya bisa menarik rambut saya untuk membuat sedikit rasa sakit…Tinggalkan aku sendiri.”

“Tengyi, menurutmu siapa yang memiliki lebih banyak keuntungan dalam medan perang. Tentara yang sampai di sana pertama kali atau yang berikutnya? Bahkan jika pertempuran itu terjadi di rawa yang memiliki lingkungan dan organisme yang mematikan, tentara pertama akan memiliki keuntungan. Entah itu untuk menyiapkan penyergapan, atau memantau kondisi, kelompok yang lebih akrab dengan lingkungan sekitar akan memiliki keuntungan.”

“Tim kita memiliki sniper, pembunuh, petarung, dan pendukung. Kita hanya kekurangan seseorang yang dapat mengatur perangkap seperti ranjau darat. Tim ini sudah sangat kuat dan kita juga memiliki dua anggota yang sudah membuka kendala genetik mereka. Jika dewa masih menganggap kita pihak yang lemah…tim yang lain memiliki 70% peluang memiliki beberapa kemampuan magis…”

Honglu menarik rambut lainnya, tapi dia tidak meniupnya. Dia memutar-mutar di sekitar jarinya dan berkata. “Jika itu yang terjadi, maka saya sarankan tidak bertarung secara langsung. Kemampuan magis tidak bisa ditebak. Dan kita memiliki keuntungan dalam serangan jarak jauh…Zero akan menjadi inti dalam pertempuran ini! Tembak mereka semua!”

Zheng dalam keadaan linglung. “Saya tidak pernah menduga kamu adalah orang yang paling keras di sini. Saya selalu menganggapmu sebagai seorang anak kecil yang lebih cerdas…Benar, bagaimana kamu bisa tahu semua ini? Bahkan jika kamu cerdas, ini informasi yang terlalu banyak.”

Honglu tersenyum licik. Sejenak dia tampak seperti anak normal. “Ada komputer di dunia ini. Meskipun saya subjek penelitian tetapi itu tidak berarti saya terkekang. Aku bisa pergi membaca melalui internet ketika saya punya waktu. Dan di jaman ini, ada genre novel yang disebut fantasi.”

Zheng terkejut kemudian dia tertawa terbahak-bahak. “Begitulah seharusnya anak-anak. Kamu yang sebelumnya adalah seperti seseorang yang saya kenal…Mungkin dia bisa dianggap sebagai teman. Kau begitu mirip dengan dia.”

Tiba-tiba karakter utama yang berjalan di depan mereka berhenti. Mereka tampaknya membahas sesuatu. Kemudian Evelyn pergi bersama kakaknya sementara O’Connell masuk ke sebuah gang.

Kelompok ini memandang satu sama lain dan tanpa kata, kemudian terus mengikuti sampai ke gang. Tepat saat mereka berbelok, mereka melihat O’Connell berdiri di sana dan melihat mereka dengan hati-hati.

“Rekan-rekan tahanan, kalian mengikuti aku dengan sengaja?” O’Connell mencibir.

Zheng terkejut. Dia ingat itu sama di Resident Evil. Dewa memberi mereka identitas dalam dunia film. Mereka penjaga keamanan saat itu dan tahanan sekarang.

Zheng punya ide dan tertawa. “Hoho, saya mendengar Anda berbicara tentang Hamunaptra…”

O’Connell segera meraih punggungnya tapi dia lupa ia barusan dibebaskan dari penjara dan tidak ada pistol pada dirinya. Lalu ia melihat Zheng mengeluarkan pistol aneh dan mengangkat tangannya. “Haha, Anda pasti salah paham, bro. Apa Hamunaptra…”

Zheng menyingkirkan pistolnya sambil tersenyum. “Hoho, saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Saya tidak bermaksud jahat, hanya saja saya berharap Anda bisa membawa kami ke Hamunaptra. Aku akan bertanggung jawab dengan keselamatan Anda…Bahkan, kami adalah orang-orang yang menyelamatkan Anda sebelumnya.”

O’Connell menatapnya bingung. Zheng tersenyum kepada Zero kemudian menunjuk sebuah bar baja runcing di atas sebuah bangunan. Itu setidaknya seribu meter, mereka hampir tidak bisa melihat bar itu. O’Connell juga melihat ke sana lalu dengan suara pelan, bar baja itu terhentak. O’Connell memandang mereka dengan syok saat melihat Zero menyingkirkan sebuah pistol yang aneh.

Jaman itu adalahsetelah Perang Dunia 1, sehingga belum ada pistol semi otomatis, apalagi pistol dengan jangkauan lebih dari seribu meter. Pistol Zero berasal dari teknologi abad dua puluh satu. Apakah itu karena peredam, atau jangkauannya, atau kemampuan Zero, semuanya membuat O’Connell terkejut. Dia berdiri di sana dengan mulut terbuka lebar dan setelah cukup lama, ia berkata, “… Jangan arahkan pistol itu kepadaku. Jangan…”

Ini bisa dianggap sebagai ancaman fisik. Zheng tersenyum pahit saat ia mengikuti di belakang O’Connell. Bahkan, Honglu mengamati tindakannya tanpa disadarinya sepanjang waktu. Anak itu menunjukkan senyuman pengakuan setelah ia berhasil mengurus O’Connell…

 

Translator / Creator: isshh