February 4, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 10.2

 

Pria kurus dengan pisau melengkung mulai bergerak ke arah Zheng, tapi biarawan itu dengan cepat berkata, “Berhenti, Arang! Minima masih hidup!”

Arang ragu-ragu lalu berhenti. Biarawan itu berjalan dari lantai dua seolah-olah ia bisa berjalan di udara. Mengejutkan semua orang, ia perlahan-lahan berjalan ke lantai pertama.

Zheng telah memasuki tahap kedua dari mode membuka kendala genetiknya sekarang.

Ketika mereka berada di ruang bawah tanah, karena kurangnya cahaya, ia tidak mendapatkan banyak luka. Serangan pria raksasa itu sangat kuat, terutama tangan dengan cakar, yang dapat menghancurkan dinding menjadi debu dengan satu pukulan. Tapi di luar kekuatan, indera, pengelihatan, dan kontrolnya sangat lemah. Sementara di dalam ruang bawah tanah, hanya beberapa pukulan yang menggores Zheng, sebagian besar meleset. Beberapa pukulan ini masih tetap melempar Zheng ke dinding. Bila kekuatan satu pihak unggul terlalu jauh, semua teknik bisa menjadi tidak berguna.

Zheng tidak terlalu dekat dengan Minima setelah itu. Dia menyerang dengan pisau dari pinggir. Setelah beberapa tebasan, tubuh pria raksasa itu terlukis dengan potongan-potongan luka. Beberapa tendonnya dipotong. Jika bukan karena takut akan kekuatan ekstrimnya, Zheng mungkin akan menancapkan pisau ke jantungnya.

Minima bukan seorang idiot. Setelah beberapa luka ia tahu ia akan mati jika ia terus seperti ini. Tidak dapat mengenai target sementara ia terus menerima irisan sedikit demi sedikit. Sadar akan kesuramannya, ia berteriak dengan kegilaan. Dia mengabaikan segala sesuatu dan berlari ke Zheng, membiarkan pisau menusuk perutnya dan memotong ususnya setengah. Tetapi pada saat yang sama ia juga dapat menangkap Zheng dan mengunci tubuh Zheng dalam pelukannya.

“Tetap berlari! Monyet China! Lari! Kau kira kamu benar-benar seekor monyet? Biarkan saya membuatmu menjadi daging cincang! Makhluk lemah yang hanya tahu cara berlari!” Dia berteriak kemudian mengencangkan pelukannya. Dia bisa mendengar suara tulang Zheng yang retak.

“Ah!”

Zheng juga mulai berteriak seperti orang gila. Sensasi kematian mendekat padanya. Ini adalah pertama kalinya ia benar-benar mengalami sensasi ini sejak ia masuk film ini. Kekuatan yang berasal dari lengan Minima begitu kuat sehingga bahkan dengan mengaktifkan Qi nya juga tidak membantu. Jika ia membiarkan ini terus, dalam waktu kurang dari sepuluh detik dia akan hancur.

“Aku tidak boleh mati! Setelah melalui begitu banyak bahaya…Bagaimana saya bisa mati di sini!”

Zheng membuka mulutnya dan menggigit bahu raksasa itu. Rasa darah bergegas ke tenggorokannya. Dia merasakan sebuah emosi kekerasan dan haus darah dari dalam. Pada saat genting ini, kendala genetik akhirnya membuka lagi dan memasuki tahap kedua. Otot-ototnya mulai kejang-kejang, dua detik kemudian otot-ototnya membengkak. Ini adalah simbol dari tahap kedua, kemampuan untuk mengendalikan tubuhnya dengan tekad dan melepaskan semua potensinya!

“Pergi ke neraka! Monyet!” Minima masih berteriak-teriak tetapi sebelum dia bisa menyelesaikannya, kekuatan besar muncul dari dalam pelukannya dan melemparkan dia ke dinding.

“Kau monyet sialan!”

Mata Zheng berubah menjadi merah darah. Untuk beberapa alasan, dia ingin minum darah. Begitu ia melempar Minima, ia melompat pada raksasa itu. Dua kekuatan besar menabrak satu sama lain. Naluri tempur yang tiada henti mengalir ke kepala Zheng dari mode ini. Ketika tangannya beradu kontak dengan raksasa itu, ia menggebrak lantai, melompat ke punggung Minima, yang memutar lengan raksasa itu, lalu….

Pah!

Lengan Minima patah.

Minima menjerit kemudian Zheng menjatuhkannya ke lantai dan mematahkan kedua kakinya juga. Itu belum berakhir, Zheng menggenggamnya dan melompat ke lantai pertama sampai ia akhirnya mengambil kendali penuh atas nyawa Minima ini.

Biarawan itu berdiri sekitar sepuluh meter. Dia memandang Zheng dan berkata, “Tahap kedua? Maka anda adalah pemimpin Tim China? Shainaia…Buat Tengyi itu mengatakan misi mereka!”

Tubuh Tengyi bergetar kemudian suaranya terpaksa melalui bibirnya, “Melenyapkan Imhotep!”

Biarawan itu menyentuh dahinya dengan jari kemudian berkata, “Melenyapkan Imhotep? Baik, saya pikir misi anda adalah untuk membunuh Anck-su-Namun. Maka…Kitab Orang Mati masih ada di tangan anda? Dan anda telah menggunakan kitab itu. Itulah alasan anda menolak saran kami dan mempertaruhkan nyawa anda untuk menyelamatkan karakter film. Karena anda mungkin tidak akan dapat menemukan Kitab Amun-Ra tanpa mereka. Sayang sekali bahwa anda mengetahui rahasia dari dua kitab itu, kalau tidak kita bisa tetap berdamai. Tapi karena anda sudah mengetahuinya…”

Zheng terkejut, ia bertanya tanpa berpikir, “Rahasia kedua kitab itu? Rahasia apa?”

“Dewa akan menaruh beberapa item di dalam film. Item ini tidak dapat ditukar dari dewa, seperti mantra dari dua kitab itu tidak dapat dipelajari dari dimensi dewa. Terutama Kitab Amun-Ra. Meskipun setiap orang hanya memiliki satu kesempatan, tapi memiliki itu…Ingat, ini adalah aturan tak tertulis saat kedua tim bertemu. Jika kedua tim berada pada tingkat yang sama, maka kita bias bertukar informasi, seperti bagaimana untuk bertahan hidup dalam film tertentu atau bagaimana lari ketika plot berubah. Kami bertemu dengan tim yang berpengalaman dalam film ini, jadi kita juga tahu rahasia dari dua kitab ini…Tapi jika kekuatan kedua tim tidak sama…Shainaia!”

Biarawan itu berteriak lalu membuka lengannya. Sebuah ular raksasa dengan diameter sekitar satu meter dan panjangnya sepuluh meter muncul di belakangnya. Ular ini memiliki dua kepala dengan warna yang berbeda. Ketika ular muncul, Tengyi jatuh ke lantai seolah-olah dia telah kehilangan seluruh kekuatannya. Pada saat yang sama, Zheng merasa bahwa ia kehilangan kendali atas tubuhnya. Dia menjatuhkan Minima ke lantai. Salah satu kepala ular itu kemudian menerkam ke arahnya.

Mulut besar itu sepertinya akan menelannya utuh-utuh.

 

Translator / Creator: isshh