February 2, 2017

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 10.1

 

“Sayangnya anda mengabaikan saran kami untuk berdamai atau mungkin anda percaya bahwa anda bisa menang melawan tim kami. Bahkan jika anda kehilangan anggota tim di awal…” Biarawan itu berjalan secara perlahan-lahan.

Dua wanita dan seorang pria juga berjalan di samping biarawan tersebut. Termasuk dokter pirang, pria berotot, dan cyborg, tim India memiliki setidaknya delapan anggota.

Yinkong tidak mengalihkan matanya dari pria pirang untuk melihat pendatang baru. Dua dari mereka bergerak dengan cara yang serupa, langkah kaki diam, memegang senjata dengan kedua tangan, mata tetap ke satu sama lain, segera setelah salah satunya lengah, mereka akan menyerang tanpa ragu-ragu seperti ular.

“Anda adalah orang yang menangkap Muhammad Joseph? Maka anda pasti memegang sebuah senjata magic. Ini akan membuat saya sedikit bersusah payah jika aku harus menangkap dia hidup-hidup…Pembunuh bayaran muda, berkulit putih salju, berurat tipis warna merah. Belah perutmu dan genggam organ-organ itu kemudian hancurkan mereka…haha!” Dia lebih bersemangat saat ia berbicara, pada akhirnya dia mulai tertawa seperti orang gila. Dia bergerak ke arah Yinkong seperti bayangan.

Yinkong segera mengangkat belatinya di depannya. Dengan sebuah dentangan, dia merasa kekuatan besar datang melalui tangannya. Pria pirang memegang dua kristal seperti pisau bedah. Yinkong hanya bisa melihat sekilas cahaya dari refleksi sebelum nyeri di tangan kanannya terasa. Seperlima dari ibu jarinya terputus. Untungnya dia mundur seketika dan menghindari serangan berikutnya. Meski begitu, tangan kanannya sudah meneteskan darah.

“Dokter Serigala Arot…Bukankah anda sudah mati? Klan pembunuh Eropa tidak akan membiarkan anda kabur…Kenapa kau masih hidup?” Yinkong bahkan tidak melihat ibu jarinya. Matanya keluar dari fokus, ia masuk dalam mode membuka kendala genetiknya saat ia sedang berbicara. Meskipun hidupnya tidak beresiko, tekanan dari Arot terlalu banyak, seolah-olah ia akan mencabik-cabiknya di saat berikutnya.

Keadaan mental Arot ini semakin menggila. Dia menjilat darah di pisau bedah, dan dengan tarikan ringan tangannya, ia memotong ujung lidahnya. Dia berteriak, “Darah perawan! Kulit, pembuluh darah, otot, organ, otak…bedah mereka semua. Hahahaha!”

Seorang wanita di sebelah biarawan yang memiliki mata terpejam sepanjang waktu melihat kegilaan dan mengerutkan kening. “Ketua, dia akan menggila lagi. Saya tidak bisa menahannya lagi…Jika dia terus begitu, dia akan membunuh semua yang ada dalam pandangannya…”

Biarawan itu menatap lantai pertama dengan tenang dan berkata, “Maka biarkan dia menggila. Kita bisa melihat berapa kuat tim China. Jika dia dapat membunuh semua yang ada di sini, maka kita akan mulai berburu dan melenyapkan tim mereka…”

Arot terus berteriak, tubuhnya kejang-kejang. Yinkong mencoba berlari untuk menyerang beberapa kali tetapi setiap ia menggerakan kakinya, mata Arot akan langsung fokus pada dirinya, memaksanya untuk berhenti di tempat. Tubuh Arot secara bertahap membesar, merobek-robek pakaiannya. Rambut di tubuhnya mulai tumbuh sampai ia berubah menjadi manusia serigala. Dia tidak memiliki kuku, sebaliknya dia punya pisau bedah kristal.

Manusia serigala mengangkat kepalanya ke langit dan melolong. Tiba-tiba darah memercik dari lehernya, pisau lempar bewarna perak menusuk ke lehernya. Sayangnya kekuatannya tidak cukup untuk menembus kulit dan bahkan tidak mencapai ke otot nya. Arot mengeluarkan pisau itu kemudian menghancurkannya berkeping-keping seperti koin. Kemudian dia melompat ke Yinkong.

“Lari!” Yinkong hanya memiliki kesempatan untuk berteriak satu kata sebelum ia terpental terbang ke rak-rak itu. Kertas dan potongan-potongan kayu melayang di udara. Untuk sementara, orang lain hanya bisa mendengar suara berdenting logam menabrak satu sama lain dan sesekali erangan dari Yinkong.

Lan dengan cepat mengambil sebuah granat asap. Dia menukarnya sebelum memasuki film dan tidak pernah berpikir itu akan berguna. Saat ia hendak menarik cincin granat, Tengyi mengarahkan pistol ke kepalanya.

Lan berteriak dengan kaget dan marah. “Qi…Qi Tengyi! Kamu gila? Apakah kau pikir mereka akan membiarkanmu hidup jika kau membunuhku? Mustahil! Mereka hanya akan membunuhmu…Tengyi?”

Mata Tengyi ini dipenuhi dengan rasa sakit. Seluruh tubuhnya menggigil tapi pistol tetap di kepala Lan.

Wanita dengan mata tertutup mengatakan, “Gadis dari klan pembunuh telah menjalani pelatihan mental, saya tidak bisa mengendalikan dirinya. Wanita ini tampaknya telah meningkatkan kapasitas mentalnya, tidak mudah untuk mengontrol dirinya juga. Jadi saya hanya bisa mengendalikan satu di sampingnya…”

Biarawan itu tertawa ringan. “Tidak, anda melakukan pekerjaan yang benar, Shainaia. Bunuh mereka berempat di sini. Yang di ruang bawah tanah seharusnya sudah menjadi daging cincang sekarang. Kekuatan tempur jarak dekat Minima adalah yang terkuat setelah Arot…Tim China hanya hanya segitu, kita bisa…”

Sebelum ia selesai berbicara, mereka mendengar sebuah benturan besar dan teriakan dari ruang bawah tanah. Beberapa detik kemudian, dua orang melompat keluar dari lantai. Wajah Zheng penuh darah, otot-ototnya semua membengkak dan tangannya menyambar ke leher pria raksasa itu. Mereka berdua terus bertarung sampai mereka mendengar suara tulang patah. Tubuh Minima kehilangan semua kekuatannya. Mata Zheng bewarna merah darah. Dia menggigit bahu pria raksasa itu, sementara tangan lainnya memegang pisau di samping leher pria itu.

“Saya tahu kau memiliki dokter dalam timmu. Kau memberinya lengan baru bahkan setelah saya memotongnya. Aku hanya mencengkram lehernya…Dia masih hidup, tetapi tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Lepaskan Tengyi, biarkan mereka meninggalkan museum atau kita akan saling tukar kerugian!”

 

Translator / Creator: isshh