December 29, 2016

Terror Infinity – Volume 5 / Chapter 1.3

 

Tiga penjaga masuk, kemudian mereka membawa O’Connel keluar. Mereka bertindak seperti mereka tidak melihat kelompok Zheng, bahkan pria botak yang berteriak di lantai. Pintu penjara dibiarkan terbuka setelah mereka pergi.

Zheng berkata. “Bagus, The Mummy telah resmi dimulai. Kalian berempat tunggu sebentar di sini.” Kemudian ia berpaling ke yang lainnya.

“Mari kita membahas apa yang harus dilakukan dengan mereka…” Zheng menggaruk kepalanya.

Yinkong berkata dengan tenang. “Metode terbaik adalah…memotong anggota badan mereka dan meninggalkan mereka di sini. Kita tidak punya tenaga untuk mengurus pemula yang tidak berdaya saat kita menghadapi tim lain…ini adalah metode yang paling rasional.”

Jie, Tengyi, dan Lan semua menggelengkan kepala mereka, tapi Zero berkata. “Benar, ini adalah aturan dari medan perang…Mereka masih belum jadi rekan-rekan kita. Ini tidak layak jika kita berenam mati hanya karena mencoba untuk menyelamatkan mereka…Dan kita juga tidak bisa memberi mereka ke tim lain. Kalau tidak, kita akan berada pada posisi negatif 8000 poin jika mereka semua terbunuh. Maka kita harus membunuh empat orang untuk menyeimbangkannya…”

“Tiga lawan dua ya?” Zheng tersenyum pahit, kemudian ia berpaling ke empat pemula. Dengan kata lain, keputusannya menentukan nasib mereka.

“Jika kalian takut pada tim lain…” Honglu mengambil beberapa batu dari dinding, menghancurkannya kemudian meletakannya bersama-sama. Saat ia sedang bermain dengan batu, lanjutnya. “Jika kalian takut pada tim lain, maka kami berempat dapat bertindak sebagai umpan.”

“Dilihat dari informasi yang telah kalian berikan pada kami, kalian veteran seharusnya lebih kuat dari orang normal. Itu terbukti dari pria yang terbaring di lantai…Kalian juga tidak ingin ada salah satu dari kalian terancam bahaya, kan. Jika tim lain memiliki lebih banyak orang daripada kalian, peralatan yang lebih baik daripada kalian, dan lebih kuat, maka mengapa mereka tidak ingin menyerang kalian? Bahkan jika mereka tidak menyerang kalian di awal, bagaimana kalian bisa yakin mereka tidak akan melakukannya di akhir film? Daripada mempertaruhkan hidup kalian untuk menguji mereka, kenapa tidak kalian menggunakan kami sebagai umpan?”

Tidak hanya kelompok Zheng yang terkejut pada kata-katanya, pemula lain menatapnya dengan bingung. Ia terus bermain dengan batu dan bergumam. “Daripada tinggal di penjara ini tanpa harapan apapun…saya lebih suka memilih jalan dengan peluang satu dari seribu untuk bertahan hidup. Saya rasa ini sama bagi kalian bertiga, kan? Memilih menjadi umpan atau memilih untuk segera mati.”

Tiga pemula lainnya juga mengangguk, tapi Zheng tertegun. Karena anak ini memberi mereka perasaan aneh, itu seperti…Xuan!

Zheng mengambil napas dalam-dalam lalu mengangguk. “Ok, tiga dari kalian sekarang berada di bawah pengawasan, kamu…” Dia menunjuk Honglu.

“Kamu sekarang anggota dari tim ini. Kami tidak akan memberikanmu senjata dan kami akan mengawasimu. Tapi kami juga akan melindungimu. Bagaimana menurutmu?” Zheng memandang orang lain dalam timnya dan mereka semua mengangguk, lalu ia berkata kepada Honglu.

Honglu membuang batu kemudian berdiri. “Saya tidak punya masalah dengan itu tetapi ketika kita harus lari, kau harus membawa saya…Oh benar, kita telah berbicara selama lebih dari lima menit, saya pikir O’Connel sudah waktunya dibebaskan.”

Zheng kemudian berlari di luar penjara dengan semua orang. Jie menatap Honglu dan berkata. “Pernahkah kau menonton film ini? Mereka menampilkan adegan film di rumah sakit jiwa?”

“Ini lembaga neurologis, bukan rumah sakit jiwa…Apakah kau melihat ada karakter utama yang mati di awal cerita? Itu sebabnya O’Connel dilepaskan atau beberapa plot yang akan terjadi. Kita harus tetap dalam 5000 meter dari dirinya. Jadi jika dia meninggalkan penjara, kita akan berada dalam kesulitan jika kita tidak dapat menemukan lokasinya. Begitu dia terlalu jauh dari kita, maka kita mungkin akan mati seperti itu pria botak itu.” Dia memlintir rambut hitamnya saat berbicara.

(Jadi serupa. Baik dia maupun Xuan memberi orang perasaan sedingin es, tapi sepertinya dia masih memiliki sedikit empati, sedangkan Xuan benar-benar apatis…) pikir Zheng.

Lalu ia berlari ke Jie. “Apakah kau mengatakan bahwa kau memiliki kemampuan firasat? Bisakah kau meramal? Masa depan atau…”

“Kematian! Aku bisa meramalkan kapan kematian akan datang…Jangan khawatir, jika salah satu dari kalian akan mati, aku akan memberitahukannya. “Dia tertawa dingin kemudian menarik sehelai rambut. Dia meletakkannya di ujung jarinya dan meniupnya.

Koridor penjara ini penuh dengan tahanan yang melihat keluar melalui jeruji besi. Koridor membentuk setengah lingkaran dan mengelilingi sebuah panggung. Di tengah panggung terdapat tiang gantungan. O’Connel berdiri di tiang gantungan itu.

Honglu tiba-tiba bertanya pada Zheng dengan nada terburu-buru. “Bisakah plot film diubah? Seperti jika kita membunuh O’Connel sekarang, apa yang akan terjadi pada film?”

Zheng terkejut lalu berkata. “Maka…sesuatu mungkin akan berubah karena plot telah berubah. Seperti Imhotep akan langsung bangkit atau kita harus mengikuti karakter lain, atau kita harus mencari Hamunaptra sendiri…Apakah kau merasakan sesuatu?”

Honglu menarik rambut di depan dahinya dan berkata dengan tenang. “Karena plot dapat diubah, semuanya bisa terjadi dalam film ini setelah kita memasuki dunia ini. Aku tidak tahu mengapa tapi aku merasa sepertinya O’Connel akan mati selama proses eksekusi. Meskipun aku tidak tahu bagaimana ia diselamatkan dalam film, tetapi jika kau tidak ingin plot berubah karena karakter utama mati, maka kau dapat membantunya sedikit…”

Zheng sangat ragu dan segera berbalik ke Zero. “Zero, kau masih memiliki pistol dengan peredam kan? Dapatkah kau menembak tali yang digunakan untuk menggantung dari sini?”

Zero menatap ke panggung lalu mengangguk. “Tidak masalah. Aku bisa melihat segalanya dengan jelas…Jika hanya tali, saya bisa menembak tanpa ada yang sadar.”

Era itu adalah setelah Perang Dunia 1 dan sebelum Perang Dunia 2 dimulai. Tidak ada peredam suara di era ini sehingga mereka tidak perlu khawatir orang-orang akan menyadari suara tembakan. Mereka mengelilingi Zero dari semua sisi sehingga orang tidak bisa melihat apa yang dia pegang.

Kemudian tiang gantungan itu disiapkan dan O’Connel tergantung di udara. Dalam plot aslinya, tokoh utama harus membujuk sipir untuk melepaskan O’Connel tapi sepuluh detik berlalu dan tidak ada perintah untuk membebaskannya. Saat napas O’Connel ini semakin lemah dan lemah, tali putus dan dia jatuh ke tanah. Tidak ada yang melihat lubang peluru kecil di tanah.

Zheng dan lain-lain semua berbalik ke Honglu. Anak itu menjambak rambut dan meletakkannya di ujung jarinya kemudian meniupnya. Dia bergumam, “…kemungkinan tak terbatas?”

 

Translator / Creator: isshh