December 22, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 7.1

 

Mata para pria tertuju pada pemandangan empat perempuan yang sedang bermain di air. Bahkan Zero tidak bisa menjaga matanya untuk tidak menatap. Meskipun bocah laki-laki itu terus menunduk malu-malu kemudian setelah beberapa saat dia menarik lengan Zero.

Zero membungkuk ke bawah dan anak itu membisikkan sesuatu ke telinganya. Zero ragu-ragu tetapi saat anak itu menggeleng panik, ia tertawa kemudian membawa anak itu ke balik pepohonan.

Beberapa saat kemudian Zero kembali dengan…seorang anak laki-laki mengenakan baju renang perempuan. Mengabaikan tatapan aneh dari Jie dan Zheng, ia membawa anak itu ke laut dan mengarahkan tangannya kepada Lan.

“Dia…sekarang seorang gadis…tapi dia juga sekaligus adik laki-laki saya.”

“Saya lahir di sebuah keluarga yang tergabung dalam mafia China di Amerika. Ketika saya berusia lima belas tahun, ayah saya terbunuh, mafia tersebut dicaplok oleh mafia lain. Ibuku menjadi seorang istri dari bos mafia itu, yang juga seorang China Amerika…”

“Aku tidak bisa memaafkannya! Dia mengkhianati saya, mengkhianati ayahku! Jadi saya harus membalas dendam! Aku menyembunyikan identitas saya selama lebih dari sepuluh tahun dan melatih keterampilan yang saya miliki saat ini. Lalu…aku kembali.”

“Tragisnya, wanita itu sudah meninggal delapan tahun yang lalu tapi ia melahirkan anak laki-laki untuk pria itu. Dan pria itu…membesarkan anak itu sebagai seorang gadis untuk memperingati wanita itu. Ia dibesarkan dengan rambut panjang dan mengenakan gaun, seperti seorang gadis kecil yang cantik. Dan hal yang paling sarkastik itu…aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.”

“Dalam ilmu yang mereka sebut daya tarik seksual genetik ini. Dua orang yang terkait darah bisa tertarik satu sama lain secara langsung. Ada banyak kasus hal itu terjadi tapi saya tidak pernah berpikir itu akan terjadi padaku…aku tidak bisa memaafkan mereka. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri…Jadi saya memutuskan untuk membunuh mereka kemudian bunuh diri!”

“Proses itu mulus. Mafia bukanlah pembunuh. Mereka bisa menggertak warga sipil namun berikan saya senapan sniper dan jarak yang cukup, saya tidak akan takut siapapun…Namun setelah saya membunuhnya dan adik saya, saya menemukan buku harian milik wanita itu. Ini menulis tentang ayah saya, ibu dan pria yang aku bunuh…adik saya benar-benar anak ayahku. Dia sudah hamil tahun itu dan ia meninggal karena depresi setelah melahirkan…Tapi semuanya sudah terlambat. Semuanya sudah berakhir…”

“Aku menekan tombol untuk mengaktifkan bom di komputer saya dan juga tombol YES. Kemudian aku dipindahkan ke sini…”

Zheng dan Jie mendesah. Mereka tidak tahu harus berkata apa kepada Zero. Meskipun keadaannya aneh tapi itu membuat dia menyerah pada kenyataan. Dan perasaan pada adik laki-lakinya ini…

“Saya akan mencoba yang terbaik untuk hidup…untuknya. Aku ingin melindunginya, menonton dia tumbuh, maka…membiarkan takdir menuntun jalannya. Mungkin dia bukan adik dari ingatan saya tapi demi dia saya hidup.” Kata Zero dengan tenang.

Zheng menepuk bahunya dan berkata. “Selama kamu memiliki alasan untuk hidup. Apa yang kita takuti adalah ketika kita bahkan tidak bisa menemukan alasan untuk hidup…Sama seperti saya sebelum saya datang ke sini. Jika saya tidak mendapatkan dia kembali, mungkin aku akan mati di film Alien.”

Jie juga datang untuk menghiburnya. Zheng tiba-tiba bertanya dengan santai. “Benar, Jie, kau seorang veteran. Aku tidak pernah mendengar bagaimana kau bisa datang ke sini.”

Jie melamun sejenak kemudian dia tertawa. “Hanya masalah umum. Pensiunan, masuk ke sebuah perusahaan, memiliki konflik dengan atasan saya, kemudian dipecat, tinggal di sebuah kafe internet lalu saya datang ke sini…Haha, itu tidak layak diceritakan. Itu membuatku marah hanya dengan mengingat  hal itu. Masa lalu saya tidak semulia Zero, aku hanya seorang otaku.”

Ketiga pria itu mengobrol sebentar kemudian terdengar suara Lan. “Hei, kalian bertiga berhenti berdiri di sana seperti idiot. Berenang dengan kami. Air terasa begitu dingin…Lori, berhenti menggantung di dada saya. Bikini saya jatuh.”

Mereka saling memandang kemudian mulai melepas celana mereka tanpa ragu-ragu. Mereka semua mengenakan celana pendek. Begitu mereka melepas pakaian mereka, mereka melompat ke laut.

Nana, Lori, dan gadis kecil berenang dengan prianya masing-masing. Lan ragu-ragu kemudian berenang ke Zheng. Meskipun Yinkong berenang menjauh ke laut. Baju renang hitam kontras dengan kulit putih saljunya. Dia tampak seperti putri duyung yang sedang berenang di laut.

Zheng menatap cakrawala. Kontras hitam dan putih dari Yinkong dikombinasikan dengan laut biru yang membuat pemandangan unik. Kemudian sesuatu memukul dadanya. Lori bergantung di dadanya sambil tertawa dan Lan juga mendatangi dia. Kedua wanita itu bersenang-senang menggelitik satu sama lain. Meskipun mungkin itu disengaja atau mungkin juga tidak, payudara Lan menyapu lengannya. Dia tidak tahu apakah dihindari atau tidak, dan menderita sambil menikmati itu…

Waktu selalu cepat berlalu ketika kita merasa bahagia. Malam datang dan mereka harus meninggalkan pantai untuk mencari sebuah hotel. Pada awalnya, mereka takut bahwa tanpa visa, mereka tidak bisa mendapatkan kamar. Tapi Yinkong cepat memecahkan masalah ini. Dia meminjam komputer dari staf dan sebuah perusahaan Amerika mengirimkan mereka visa dan beberapa juta dolar. Pada akhirnya, mereka masuk ke sebuah hotel bintang lima.

“Zheng…datang ke lobi jam sembilan.” Kata Lan kepadanya dengan suara rendah saat dia berjalan melewati. Kemudian dia pergi ke kamarnya tanpa menoleh.

Pikiran Zheng menjadi kosong saat ia melihat dirinya pergi. Kemudian ketika Lori berlari mendekatinya dari belakang, ia tersenyum pahit. Perasaannya bercampur aduk…

 

Translator / Creator: isshh