December 21, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 6.2

 

Yinkong kalah. Laga berakhir begitu tiba-tiba. Tendangannya hendak mengenai Zheng ketika dia merasakan sesuatu di bawah kakinya. Sebelum dia mendapat kesempatan untuk bereaksi, Zheng sudah menggenggam kakinya. Kemudian sebuah serangan di perutnya membuatnya pingsan.

Yang lainnya melihat segalanya dengan jelas. Lengan yang Zheng angkat untuk memblokir tendangan Yinkong tiba-tiba membesar sekitar dua kali ukuran normal. Tidak hanya dengan mudah menangkis tendangan, tapi juga meraih kakinya dan menariknya ke bawah. Lengannya lainnya memukulnya di perut. Kemudian dia langsung pingsan.

Zheng tampak seolah-olah ia sangat kesakitan. Tubuhnya mulai gemetar, lengannya secara bertahap kembali ke ukuran normal, dan ia dibasahi oleh keringat. Dia tersenyum pahit dan menyerahkan Yinkong ke Lan kemudian berkata. “Ini mungkin adalah tahap kedua dari mode membuka kendala genetik. Hal ini meningkatkan tubuh dengan cepat tapi sulit untuk dikontrol. Efek setelahnya jauh lebih buruk…”

Kemudian tubuhnya gemetar hebat. Dia berjongkok di lantai dan hampir satu menit kemudian, ada genangan air keringat di lantai. Bisa dibayangkan betapa menyakitkannya itu.

Mereka duduk dalam lingkaran dan beristirahat untuk sementara waktu. Istri Jie membawakan mereka beberapa piring buah-buahan. Lori juga mengikuti di belakangnya. Tidak beberapa lama kemudian Yinkong terbangun. Dia langsung melompat dari lengan Lan dan ketika dia tahu situasinya, dia mendesah. “Aku kalah…”

Zheng mengusap lengannya dan berkata sambil tersenyum pahit. “Seranganmu yang brutal. Jika mengenaiku, itu tidak akan hanya mengambil setengah hidupku. Aku mungkin akan mati…”

Yinkong menjawab dengan tenang. “Ini memalukan untuk menunjukkan belas kasihan dalam pertempuran. Lebih baik untuk melumpuhkan musuh sebelum menunjukkan belas kasihan dan bukan selama sebuah pertempuran…kau bisa membunuhku dengan serangan itu, jika kau bertindak seperti ini dalam pertempuran nyata, maka kau akan menjadi orang yang mati!”

Zheng melanjutkan dengan senyum pahit. “Saya tahu saya tahu. Berhenti berbicara seperti aku orang lemah. Saya tahu kapan harus menunjukkan belas kasihan dan kapan harus serius.”

“Begitukah? Lalu bagaimana jika mereka juga orang-orang yang hanya berkutat di dunia ini seperti kita? Dan mereka adalah perempuan lemah?” Yinkong terus bertanya.

Zheng berhenti sejenak. “Jika mereka benar-benar mengancam kita…maka aku tentu saja akan…”

Lan melihat bahwa Zheng berjuang untuk menjawabnya. Dia segera mengalihkan topik. “Hoho, bukankah kita sedang membahas tentang pergi ke pantai di Hawaii? Karena Yinkong kalah, kita semua bisa pergi sekarang. Mari kita pergi sebelum kita membuang lebih banyak waktu lagi. Semuanya baik-baik saja dengan 100 poin selama sepuluh hari kan?”

Tengyi tiba-tiba berkata. “Apakah dewa tidak memulai film baru setiap sepuluh hari? Jika kalian semua pergi…kemudian aku satu-satunya yang tersisa saat film berikutnya dimulai?”

Lan tersenyum. “Tenang, waktu yang dihabiskan di dalam dunia film hanya sekejap dalam dimensi ini. Tidak peduli berapa lama kita berada di sana, kami akan kembali dalam sekejap mata bagi orang-orang di sini. Jadi santai, kami akan kembali sangat cepat.”

Zheng mendengar percakapan mereka. Dia sedang memikirkan barang yang harus dibawa. Lalu ia bertanya Zero. “Zero, apakah kau masih memiliki kartu atm dari film terakhir itu? Aku takut aku tidak punya cukup uang untuk sepuluh hari. Dan benar, setiap orang harus membawa senjata. Saya masih memiliki beberapa peluru magic di cincin saya. Kita masing-masing akan membawa senapan mesin ringan. Zero juga harus membongkar senapan snipermu dan membawanya. Hanya duntuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi, kita akan memiliki beberapa keamanan…Dan mari kita semua memikirkan tentang apa lagi yang mungkin terjadi.”

Mereka mulai mendiskusikan dan memutuskan membawa dua jimat untuk setiap orang, dan juga menukar enam perangkat komunikasi dari dewa. Perangkat ini bahkan lebih maju dari yang Xuan buat. Hal ini juga dapat menampilkan lokasi orang lain. Setiap perangkat hanya 50 poin, yang cukup murah untuk kepraktisannya.

“Saya masih tidak setuju dengan sepuluh hari.”

Setelah semua orang siap untuk pergi, Yinkong tiba-tiba berkata. “Saya mengerti kebutuhan untuk bersantai tapi kemalasan adalah sifat menakutkan. Setelah seseorang tinggal di lingkungan yang nyaman, ia akan mengembangkan ketergantungan dan melonggarkan pertahanannya. Jika kita tiba-tiba kembali ke film dari lingkungan itu, saya tidak tahu berapa banyak dari kita yang masih bisa melawan. Jadi saya tidak setuju sepuluh hari…karena perangkat komunikasi sudah sebesar 50 poin, kenapa kita tidak pergi hanya selama lima hari. Lima hari sudah cukup untuk perjalanan di pantai.”

Lan hendak mengatakan sesuatu untuk membantah, tapi Zheng mengangguk pertama kali dan berkata. “Ya, kau benar…lima hari ditambah sisa sembilan hari di dimensi ini harusnya cukup bagi saya untuk mendapatkan suatu kendali dari kemampuan saya. Dan perjalanan ini awalnya keputusan saya namun saya membuat semua orang menghabiskan poin…maka kalo begitu lima hari.”

Jika itu hanya untuk relaksasi, lima hari itu benar-benar cukup. Jadi yang lain tidak mengatakan apa-apa lagi tentang hal itu. Ketika mereka hendak menukar waktu, Zero keluar dari kamarnya dengan seorang anak berusia sebelas tahun. Hanya dari penampilannya, anak ini lebih cantik daripada kebanyakan perempuan di sini. Untuk beberapa saat, semua orang memberikan Zero tatapan aneh.

Zero berkata dengan tenang. “Ini…adalah adik saya.” Kemudian ia membawa anak itu ke dewa.

Cloningan keluarganya dari dunia nyata? Mereka melihat punggung Zero yang memberi kesan rasa kesepian kemudian mengikutinya. Mereka tahu ada cerita dalam dirinya. Bahkan setiap orang yang datang ke sini kecewa pada dunia nyata dan memiliki cerita mereka sendiri. Hanya saja tidak ada yang ingin menceritakan kisah mereka…mereka hanya bisa mengubur kisah mereka jauh di dalam dan mencoba yang terbaik untuk bertahan hidup.

Mereka memegang tangan mereka dan berdiri di garis. Kemudian mereka berjalan ke dewa bersama-sama dan saling menukar waktu di dunia sebelumnya. Lokasi…pantai di Hawaii.

Melalui proses setengah tersadar lagi, ketika mereka bangun, mereka sudah berdiri di pantai. Pasir putih, langit cerah, laut biru…Ini adalah daya tarik terkenal di dunia, pantai Hawaii.

Ini adalah kedua kalinya Zheng meninggalkan dimensi dewa. Dia akrab dengan peraturan mengenai kembali ke sini dalam lima hari. Tapi tidak ada aturan tentang mengungkapkan informasi mengenai dunia dewa. Sepertinya karena ini bukan dunia nyata, Dewa tidak peduli jika mereka mengungkapkan informasi tersebut.

Orang-orang lain juga pulih dari setengah sadar. Setelah proses mengenai peraturan selesai, Lori, Lan, dan Nana menangis dengan suara rendah dengan kegembiraan. Mata ketiga perempuan itu bersinar, sepertinya mereka sangat senang dengan pemandangan itu. Meskipun Yinkong masih tampak tenang, ada sedikit kegembiraan juga dalam matanya.

Anak yang dibawa Zero sangat pemalu. Dia bersembunyi di balik Zero dan ketika Zheng dan orang-orang lain memandangnya, dia tersipu kemudian memalingkan wajah. Rasa malu, kelucuan, dan wajah cantiknya sangat menarik.

“Lalu…Hehe, mari kita pergi berenang. Kita bisa pergi ke hotel nanti, dan jika tidak ada kamar, kita bisa berkemah di pantai kan? Hehe, aku selalu ingin hidup liar sekali-kali. Apa yang pendapat kalian?” Lan berdiri di tepi laut dan tertawa.

Sebelum mereka menjawab, dia sudah mulai menanggalkan pakaian. Dia mengenakan pakaian hitam one piece dengan legging hitam dan dia mulai melepaskan pakaiannya. Meskipun mereka tahu dia pasti mengenakan pakaian renang sebagai dalaman tetapi para pria masih menatapnya. Lalu ia melipat pakaian serta leggingnya dan meletakkannya di samping. Dia melompat ke laut saat ia bersorak.

Lan memiliki sosok yang luar biasa tapi ketika Yinkong juga melepas pakaiannya, mereka hanya bisa membayangkan seorang succubus. Payudara miliknya yang bahkan lebih besar dari Lan, pinggang kecilnya itu kencang tapi tidak berotot, kulitnya tampak lembut dan putih.

Seolah-olah semua wanita memiliki naluri yang sama. Bahkan Lori dan Nana mengenakan pakaian renang di dalam. Meskipun mereka tidak seberani Lan dan Yinkong. Mereka berjalan ke balik pohon sebelum melepaskan pakaian mereka. Dan mata pria tertarik sekali lagi.

Lori berlari ke Zheng sambil tersenyum dan mencubit dia di pinggang. “Oh, payudara besar, sepertinya pria cabulku sangat suka payudara besar…Hehe, saya pikir kau bermaksud untuk mengambil istirahat di sini tapi ternyata untuk payudara. Aku mendengar si pirang itu memiliki cup D atau E.” Lalu ia dan Nana berlari ke laut.

Pikiran Zheng tiba-tiba menjadi damai sambil menatap pemandangan ini. Sebuah langit cerah dan laut, gelitik pada pinggangnya, dan yang besar itu…ahem, payudara. Tidak yakin apakah ini berarti nasib baik atau buruk baginya.

Zheng tersenyum kemudian tidak sengaja dia melihat Lan melirik padanya. Di dalam matanya…ada seberkas perasaan… payudara besar benar-benar…memang nasib buruk.

 

Translator / Creator: isshh