December 16, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 5.1

 

Setelah beberapa gelombang pemulihan, mereka berenam berada di platform mendesah dengan emosi yang bercampur aduk. Jam terakhir pertempuran itu seperti naik roller coaster antara hidup dan mati. Jenis yang memberi mereka sekilas harapan sambil mendorong mereka ke dalam keputusasaan. Pengalaman itu lebih buruk daripada di film Alien. Untungnya mereka berhasil kembali ke dimensi Dewa hidup-hidup.

Lan berlari ke pelukan Zheng pada kesempatan pertama, mengabaikan orang lain di sana, bahkan Lori yang juga berlari menuju Zheng. Dia berteriak keras di dalam pelukannya. Jie segera menghampiri mereka sambil tertawa dan memeluk mereka berdua, yang membuat Lori merasa lebih baik.

“Haha, tidak peduli apapun yang terjadi, kita setidaknya hidup…” Jie tertawa keras.

Tidak lama setelah itu Lan melepaskan Zheng dengan sedikit memerah. Dia berdiri ke samping dan memberi tempat untuk Lori.

Lori melompat ke pelukan Zheng dan menciumnya seolah-olah itu adalah balas dendam dan mengklaim miliknya. Yang membuat Zheng melihat sekeliling dengan malu.

“…Berapa banyak poin yang kalian dapatkan? Kita semua menerima jumlah poin yang berbeda.” Tiba-tiba berkata Zero.

Zheng segera menutup matanya untuk mendapatkan kontak dengan dewa. Jumlah poin yang dia dapat mengejutkannya, total 4.177. Dia membunuh seorang pemula di film dan dipotong 1.000 poin, tapi menyelesaikan film dihargai 1.000 poin juga, sehingga impas. Lalu ia masih menerima 4100 poin dan bahkan dua rank C reward. Yang membuatnya sedikit bingung.

Zero berkata dengan tenang. “Saya menerima pemberitahuan saat masih di dalam film. Aku diberitahu bahwa aku mengeliminasi bagian dari Ju On dan dihargai 2.300 poin, dan rank C reward.”

Jie juga mengatakan. “Saya mendapat 1.800 poin dan dua rank D reward.”

“1.500 poin dan dua rank D reward.”

“…”

Setelah membahas tentang reward, hanya Tengyi yang menerima setidaknya, satu rank D reward, bahkan Lan mendapat dua rank D reward. Selanjutnya, setiap orang menerima setidaknya seribu poin tambahan. Meskipun film ini berbahaya, rewardnya juga lumayan.

“Tapi…bukankah Zero yang memberi pukulan terakhir? Jika bukan karena tembakannya, kita semua akan terbunuh.” Tanya Zheng.

Lan menyentuh dahinya dan berkata. “Mungkin dewa memberikan penghargaan ke orang berdasarkan pada kontribusi mereka dari sisi quest. Seperti saat kita semua menyerang ratu di film Alien, tetapi hanya kamu satu-satunya yang menerima hadiah. Ini mungkin karena membunuh ratu adalah tujuan utama sedangkan tujuan utama di Grudge adalah untuk bertahan hidup.”

Yang lain menerima penjelasan ini. Kalau bukan serangan Zheng di gelombang terakhir, mereka semua pasti akan mati. Jadi mereka tidak masalah bahwa Zheng dan Zero menerima sebuah hadiah yang lebih besar.

Karena ada dua orang baru, Jie menjelaskan kepada mereka bagaimana menggunakan kamar di sini dan mengatur pertemuan di hari berikutnya untuk membahas enhancement. Maka semua orang selain Tengyi pergi ke kamar mereka. Dia masih tetap di sana untuk menciptakan manusia-nya.

Zheng dan Lori berjalan kembali ke kamar mereka tanpa berkata-kata. Dia mengatakan dengan cemburu. “Berhenti berpikir, perempuan payudara besar itu telah kembali ke kamarnya dan dia tidak akan kembali…kau bisa pergi, saya pikir dia pasti akan mengijinkanmu masuk kamarnya…”

Zheng sedikit bingung kemudian tersenyum. “Tidak, bukan itu yang saya pikirkan…Saya hanya berpikir apakah orang-orang masih memiliki ingatannya setelah mereka meninggal? Apakah mereka membenci orang-orang yang masih hidup?”

“Mungkin ada hantu yang baik. Nenekku sering mengatakan padaku bahwa apa yang telah pergi akan kembali lagi…Dia juga banyak menceritakan cerita tentang hantu yang kembali demi membalas jasa.”

“Kembali…sebuah balas jasa?” Zheng ingat hantu Xuan. Jika dia tidak memblokir hantu di belakang Zheng, ia tidak mungkin mampu bertahan hingga serangan Zero tiba. Apakah ini…membalas jasa?

Maka…kamu telah benar-benar mati? Bahkan dengan kecerdasanmu…Apakah dia benar-benar mati?

Malam intim tanpa kata-kata. Keduanya tertidur setelah melelahkan diri mereka sendiri. Keesokan harinya mereka membahas tentang hari-hari di The Grudge di tempat tidur. Lori terus bertanya tentang setiap detail. Ketika itu sampai pada bagian yang menegangkan, dia akan memegang tangannya ke mulutnya dan membuka mata lebar-lebar, dan ketika itu sampai ke bagian bagaimana Zheng hampir mati, ia akan menangis dengan suara rendah.

“Hanya sepuluh hari, setelah sepuluh hari lebih, kau akan harus kembali ke film horor…cabul, kau harus kembali hidup-hidup.”

Zheng mendesah dalam-dalam. Dia tidak tahu bagaimana menanggapinya. Dia tiba-tiba terpikirkan sebuah ide. “Lori, apakah kau ingin pergi ke pantai? Pantai yang paling terkenal di dunia, ingin pergi ke salah satunya di Hawaii? Kita akan melakukan sepuluh hari perjalanan, bagaimana?”

Dia bingung untuk sementara waktu, kemudian bersemangat dan berguling-guling di lengan Zheng. Dia terus bertanya hal-hal seperti. “Sungguh? Apakah itu benaran?”

“Ya, tidak hanya kita, tetapi semua orang akan ikut. Sepuluh hari hanya…100 poin. Kita bisa pergi beristirahat di sana.”

 

Translator / Creator: isshh