December 14, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 4.1

 

Kekuatan Zheng secara bertahap menghilang. Kelopak matanya terasa berat dan lebih berat. Keputusasaan mulai memenuhi hatinya.

Kekuatan, Qi, dan stamina semuanya menghilang, bahkan ia merasa bahwa energi hidupnya sudah hilang. Kesadarannya mulai memudar dari setiap detik yang berlalu. Tidak lama setelah itu ia melihat penampakan wanita itu dengan jelas. Tubuhnya terbuat dari banyak wajah yang kesakitan. Wajah orang-orang yang dibunuh oleh dia.

Pengelihatan Zheng mulai kehilangan fokus. Dia merasa seolah-olah rohnya sedang ditarik keluar dari tubuhnya oleh tangan pucat itu. Rasa bahaya telah mencapai puncaknya, seolah-olah ia akan mati di detik berikutnya. Tiba-tiba ia merasa mendengar sebuah dentuman. Aliran energi panas menyembur keluar dari kepalanya kemudian mengusir tangan pucat itu. Energi ini memiliki sifat korosif dan juga membakar tangan itu. Tidak lama kemudian hantu di punggung Zheng terbakar habis.

Namun energi itu tidak hanya membakar hantu tersebut, itu beredar ke setiap bagian tubuh Zheng. Zheng bisa merasakan bara seperti tersiram air panas oleh air mendidih. Nyeri yang intens seperti ketika dia membuka kendala genetik. Meskipun ia mematikan sinyal rasa sakit di tubuhnya, dia masih berteriak kesakitan.

Energi darah! Tidak seperti bagaimana ia menggunakan energi darah secara naluriah dalam film terakhir, energi ini sekarang benar-benar dibebaskan dari kepalanya dan mengisi seluruh tubuhnya. Mata Zheng berdarah merah. Pandangan sekeliling dari matanya seperti bercat merah. Dan hantu itu menjadi warna hijau muda berkelok-kelok dari berbagai tubuh manusia bengkok.

Wanita besar itu sebenarnya diciptakan dari berbagai hantu. Zheng bisa melihat beberapa wajah yang familiar, pria berwajah merah di awal film dan bahkan Bingyi ada di sana. Dengan kata lain orang yang dibunuh oleh Ju On akan menjadi bagian dari hantu tersebut. Itu menyerap semua kebencian mereka. Melihat hantu-hantu ini, Zheng melihat seorang wanita dengan wajah bengkok di tengah tubuh yang tampak seperti versi mini dari hantu besar. Itu adalah bagian utama dari Kayako!

Zheng masih kehabisan tenaga. Dia terguling di tanah lalu mengeluarkan perangkat komunikasi.

“Zero, kau bisa melihat dada hantu itu? Tubuh utama Kayako ada sekitar dada…Zero?” Zheng bergumam dengan suara lemah.

“…Zero diserang dari belakang punggungnya. Aku hanya berhasil menyelamatkan dia tapi dia kehilangan tenaga sekarang…kau harus menunggu sepuluh menit untuk memulihkan cukup tenaga cukup untuk menembak.” Suara Yinkong lewat perangkat.

Zheng terdiam. Dia dan Zero melukai hantu paling parah sehingga keduanya diserang. Selagi hantu itu bertahap pulih, mereka terjebak dalam situasi yang mengerikan. Dia tidak bisa menemukan cara untuk membunuhnya…Apakah ini akhir dari hidup mereka? Tewas saat hanya kurang dari satu jam tersisa?

(Tidak, aku tidak ingin mati, aku akan hidup!)

“Yinkong, lindungi Zero. Aku akan menyerahkan dia padamu. Aku akan menahannya selama sepuluh menit…maka aku akan menyerahkan hidupku pada kalian berdua!”

Zheng berjuang untuk bangkit dari tanah. Stamina dan Qi nya hampir kosong dan energi darah tidak memiliki kemampuan untuk meningkatkan staminanya seperti Qi. Ini hanya meningkatkan tingkat pemulihan. Zheng berlari ke senapan mesin ringan di tanah. Bagian atas tubuh hantu itu telah pulih saat ini dan kakinya hampir sempurna terbentuk.

Kecepatan Zheng jauh lebih lambat dari sebelumnya. Hantu menyapunya dengan tangan besarnya saat ia mengambil pistol. Dia tidak punya waktu untuk berpikir dan memaksa keluar energi darahnya saat ia terguling. Bagian atas tubuhnya hampir mengelak tangan pucat itu tetapi masih menyerempet bahunya.

Untungnya energi darah dengan mudah mengkorosi bagian tangan yang menyentuhnya. Kemudian energi menyebar ke seluruh tangan dan membakarnya. Tentu saja Zheng juga merasa bahwa energi dalam tubuhnya secara bertahap berkurang.

Zheng mengambil napas dalam-dalam kemudian berbalik dan berlari. Tapi dia tertawa pahit setelah hanya beberapa langkah.

Semua orang normal telah lari dari taman. Jie dan Tengyi sedang menjaga di tepi. Sementara ada sirene yang datang dari jauh, polisi belum mencapai tempat ini. Namun hantu Kayako mulai muncul di pinggir taman. Jumlah mereka semakin banyak dan lebih banyak lagi sampai seluruh taman itu penuh dengan hantu. Ada setidaknya beberapa ratus bahkan lebih. Dan hantu besar di belakangnya hampir selesai pulih dan akan mulai merangkak. Dia kehabisan tenaga, stamina, dan Qi.

“Apakah kita benar-benar…benar-benar akan mati? Tidak, aku akan hidup!”

Zheng berteriak putus asa. Ia mengumpulkan sisa tenaga terakhirnya dan berlari ke arah jam besar di tengah taman…Itu sekitar sepuluh meter tingginya, sama tingginya dengan dada hantu besar itu.

 

Translator / Creator: isshh