December 13, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 3.3

 

Kekuatan pukulan ini bisa dengan mudah melewati tubuh Lan, tetapi Zheng memiliki kontrol yang sangat baik atas kekuatannya dalam modus membuka batasan. Tinjunya hampir memukul kulit perut Lan.  Serangan sesungguhnya adalah medan gaya yang dihasilkan oleh cincin Na.

Dengan sebuah dentuman, mereka merasa seolah-olah sesuatu telah menghilang setelah tinju itu memukulnya. Lan terlihat lebih tenang kemudian jatuh ke belakang. Zheng memegang dengan tangan kirinya. Matanya masih tertutup dan wajahnya pucat. Darah gelap memancar keluar dari hidung dan mulutnya.

“Jie! Awasi lingkungan sekeliling.”

Zheng berteriak kemudian ia meletakan Lan di tanah dan melucuti pakaiannya. Dua pria lainnya terkejut, ia memotong perut Lan sampai terbuka.

Segera menyembur keluar banyak darah gelap bersama dengan beberapa potongan daging dan organ internal. Zheng memeriksa dengan hati-hati di dalamnya dan melihat sebagian besar dari ususnya telah terpotong, dan beberapa organ lainnya juga diserang. Pendarahan besar-besaran terjadi.

Zheng tidak bisa menyelamatkan organ-organ lainnya tetapi ia mengeluarkan semprotan hemostasis dan menghentikan perdarahan pada ususnya kemudian membungkus pinggangnya dengan perban. Beberapa saat setelah itu, wajahnya kembali ke warna semula. Tapi napasnya masih sangat lemah, seolah-olah itu akan berhenti setiap saat.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan berdiri. Sebelum ia mengatakan apa-apa, dia melihat seluruh tempat dikelilingi oleh orang-orang normal. Mereka melihat seluruh proses ketika Zheng memotong perut Lan dan berdiri di sana ketakutan dan syok. Jie dan Tengyi melihat orang-orang ini dengan kebingungan.

“Apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba ada begitu banyak orang?” Zheng bertanya ke Jie.

Jie menjawab kebingungan. “Saya tidak tahu. Beberapa orang normal tiba-tiba muncul kemudian terus bertambah. Ada begitu banyak orang sekarang seperti saat hari normalnya…Apakah kita berhasil membunuh tubuh utama Ju On itu?”

Zheng menempatkan Lan di tanah dengan hati-hati. Dia bingung juga. “Tidak mungkin. Aku belum menerima reward…tunggu, apakah kalian mendengar sesuatu?”

“Mendengar apa?”

Jie dan Tengyi mendengarkan dengan cermat, tapi selain kebisingan dari keramaian, tidak ada suara lain. Saat mereka hendak bertanya ke Zheng, mereka tiba-tiba mendengar suara kakaka datang dari kerumunan. Suara ini semakin keras dan lebih keras lalu seorang wanita pucat besar berdiri dari pusat keramaian.

“Ah!” Tengyi berteriak dari tempat kejadian. Zheng dan Jie segera menembak wanita itu.

Sepertinya kerumunan itu tidak melihat wanita tersebut. Mereka mulai panik ketika Zheng dan Jie menunjukan senjata mereka dan siapapun yang menyentuh wanita besar itu jatuh ke tanah tak sadarkan diri. Namun orang-orang normal tampaknya tidak bisa melihatnya. Karena semakin banyak orang jatuh ke tanah, kerumuman itu menjadi kacau.

Wanita besar lebih dari sepuluh meter tingginya. Dia mulai merangkak ke arah kelompok Zheng dengan cepat. Karena ia semakin dekat dan dekat, tiba-tiba peluru menembak mengenai kepalanya dari atas dengan suara keras. Peluru menghancurkan kepalanya dan bahkan beberapa orang normal di sekitarnya terjatuh ke tanah. Orang-orang yang normal ini tewas seketika.

Zheng mengertakkan gigi. “Serang! Abaikan orang-orang normal. Dia masih terus berkembang. Sepertinya dia bisa menyerap jiwa dari orang-orang yang dia bunuh. Serang! Lebih baik jika kita juga bisa menakut-nakuti orang-orang ini untuk pergi!” Lalu ia menarik pelatuk pada senapan mesin ringan.

Jie dan Tengyi juga mulai menembakkan senjata mereka. Namun, hantu besar ini terus memulihkan lukanya dengan mengumpulkan sesuatu yang seperti kabut. Hanya tembakan pertama dari senapan Gauss yang melukainya dengan parah. Peluru magic dari senapan mesin ringan nyaris tidak memiliki efek apapun. Dia cepat pulih kemudian mulai merangkak ke mereka lagi.

Namun terdengar suara keras lagi. Sniper menembak hancur seluruh kakinya saat itu. Dia berjarak hanya tujuh meter dari mereka berempat.

“Tengyi! Bawa Lan pergi dari sini! Lari sejauh yang kau bisa dan jangan serang dia! Jie, usir semua orang normal…atau bunuh mereka! Jika polisi datang, tahan mereka sebaik-baiknya…Ini pukul 11:00. Sisa satu jam lebih, hanya satu jam lebih dan kita bisa kembali ke dimensi dewa! Jangan mati!”

Zheng dengan cepat membagikan tanggung jawab ke semua orang kemudian dia berlari ke arah hantu. Dia mengangkat tangan kirinya dan memukul kaki hantu yang satunya saat gerakannya masih terganggu. Cincin Na bagaikan counter menakjubkan untuk makhluk spiritual. Pukulannya menghamburkan kaki hantu itu seketika. Itu jauh lebih kuat daripada peluru magic.

Lalu ia menembaki tubuh hantu dengan pistol saat ia berlari di sekelilingnya. Hantu itu mencoba untuk menangkapnya dengan tangan tapi gerakan-gerakannya tampak begitu lambat di mata Zheng. Dia hanya harus berhati-hati dan tidak tertangkap, hantu itu tidak bisa melakukan apa-apa kepadanya.

Ledakan keras lainnya terdengar, tembakan sniper menyerang lagi dan menghancurkan kepala hantu. Zheng memanfaatkan kesempatan itu dan menghantam lengan kiri hantu sepenuhnya. Dia tampaknya tidak dapat menyerang lagi. Mereka hanya harus bertahan di sana sedikit lebih lama, bahkan ada kemungkinan untuk membunuh hantu itu.

(Kita bisa menang! Kita pasti bisa menang…uh?)

Saat Zheng hendak menggunakan serangan lain dengan cincin. Sebuah tangan pucat tiba-tiba keluar dari punggungnya dan pada saat yang sama kepala wanita keluar dari bahunya. Seluruh tubuhnya sudah tidak bisa bergerak pada saat ia merasakan bahaya. Semua stamina dan Qi nya diserap oleh tangan itu…Tubuhnya bertahap berubah pucat. Pistolnya di tangannya jatuh ke tanah.

 

Translator / Creator: isshh