December 10, 2016

Terror Infinity – Volume 4 / Chapter 3.2

 

“Ini gelombang kelima. Semuanya berhenti menyerang, jangan menyerang. Serahkan yang pertama padaku!” Zheng berteriak kepada semua orang. Dia bahkan mengulanginya kepada Zero dan Yinkong melalui perangkat komunikasi untuk memastikan mereka mendengarnya.

Shoji secara bertahap membuka. Di belakang mereka ada seorang pria dan wanita sedang bertengkar. Adegan di depan mereka sama persis dengan yang Xuan melihat. Tubuh Kayako itu dipotong-potong dan pria itu mulai berjalan menuju Zheng sambil memegang pisau…Tidak! Bahkan tubuh Kayako merangkak ke arah Zheng dengan gerakan memutar.

(Benar-benar tidak merasakan bahaya, seakan tidak ada apa-apa di sekitarku…Ayolah, buka batasan genetik lagi. Semoga tubuhku masih bisa menahannya!)

Mata Zheng menjadi tajam. Ia mengalami sensasi dari keadaan membuka batasan genetic tahap kedua lagi. Otot dan tulangnya mengejang hebat, tapi rasa sakit ini cepat berlalu. Yang lainnya melihat dia memuntahkan beberapa teguk darah kemudian berlari ke arah hantu.

“Angin…jiwa angin!” Ekspresi Lan berubah. Dia mengambil bola kaca kecil dan berteriak.

Zheng tiba-tiba merasa tubuhnya menjadi lebih ringan saat ia berlari. Kecepatannya meningkat sekitar 30%. Dia telah sapai ke pria tersebut saat ini. Pria itu mengangkat pisau dan menebaskan ke arah Zheng. Dia merasakan rasa bahaya saat pisau itu hendak menyentuh dadanya dan melompat ke samping tanpa ragu-ragu. Lalu ia memukul kepala pria itu dengan tangan kirinya sambil mengaktifkan medan energi cincin itu. Tubuh bagian atas pria itu hancur seketika.

“Bagus!” Jie dan orang-orang lainnya berteriak penuh semangat setelah tubuh bagian atas pria itu hancur.

Zheng juga merasa lega. Meskipun ia tidak tahu mengapa kecepatannya tiba-tiba meningkat, tapi itu memungkinkan dia untuk menghindari serangan pria itu. Hantu satunya akan lebih mudah ditangani sekarang setelah dia membunuh satu.

Namun sebelum ia memiliki kesempatan untuk beralih ke Kayako, kabut mulai berkumpul di sekitar tubuh bagian atas pria itu. Beberapa detik kemudian, pulih tanpa luka apapun. Pada saat yang sama, Kayako merangkak di sebelah Zheng.

(Apa yang salah? Mengapa tidak efektif? Apa yang salah dengan petunjuk Xuan?)

Zheng langsung melompat ke belakang dan menghindari serangan dua hantu itu. Sekarang ia menghadapi masalah lain, dan itu adalah akhir dari petunjuk Xuan. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam gelombang keenam. Dia bahkan tidak tahu bagaimana untuk bertahan di gelombang kelima ini.

Zheng mencoba mendekati Kayako dan merasakan bahaya yang sama ketika dia hendak menyentuhnya. Dia mengelak ke samping dan menembaki dengan senapan mesin ringan. Sama seperti sebelumnya, ia hancur tapi dengan cepat pulih.

(Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Serangan hanya efektif saat mereka menyerang dan sepertinya aku harus membunuh mereka berdua pada saat yang bersamaan, jika tidak mereka akan pulih lagi…Apa yang harus kulakukan? Apa…yang akan Xuan lakukan dalam situasi ini? Jika itu dia…)

Jie dan dua orang lainnya melihat Zheng tiba-tiba berhenti. Dia memberi mereka perasaan ketenangan atau mungkin, apatis. Dia mengulurkan tangan kanannya tepat di tengah-tengah dua hantu itu.

Dua hantu itu mendekati dirinya. Zheng menebaskan pisaunya saat Kayako akan menyentuh lengannya. Dia memfokuskan Qi nya pada lengan kirinya dan meninju menembus pinggang pria itu dan kepala Kayako. Semua itu terjadi dalam sekejap. Saat Zheng menembus tubuh mereka, baik lengan kanannya maupun dua hantu itu menghilang.

“Uh…jadi kembung, aku lebih suka makan…uh? Suka makan apa?”

Ekspresi Zheng berubah. Dia keluar dari simulasinya Xuan. Jie dan yang lainnya berlari ke arahnya dengan terkejut. Terutama Lan, ia melompat ke dadanya.

Jie menepuk bahunya dan berkata. “Bravo, itu membuat jantung kami serasa copot. Kapan kau menjadi begitu kuat? Kau bahkan mengorbankan seluruh lengan kananmu, kamu tidak takut huh?”

Zheng tersenyum pahit dan menoleh ke Lan. “Lan, apa itu jiwa angin? Mengapa aku merasa seperti kecepatanku meningkat drastis?”

Lan malu-malu lalu tersenyum. “Ini peningkatan yang saya ambil. Saya meningkatkan kemampuan sihir. Namun hampir semua peningkatan dari kategori ini membutuhkan rank reward jadi saya hanya menukar sihir percepatan untuk saat ini. Tentunya kau tidak mengharapkan seorang gadis berlari dengan pistol kan?”

Zheng tiba-tiba merasakan bahaya yang sama lagi. Meskipun sensasi ini tidak sekuat sebelumnya. Ini terlalu samar. Dia bingung dengan sensasi ini. Ini tidak tampak seperti serangan dari dalam organ seperti kata Xuan. Jika iya, rasa bahaya seharusnya lebih kuat daripada saat ini.

“Semuanya hati-hati, ada sesuatu yang aneh. Apakah salah satu dari kalian merasa…Lan? Lan!”

Zheng hendak memperingatkan mereka untuk berhati-hati dengan tubuh mereka kemudian tiba-tiba ia melihat wajah Lan berubah pucat. Darah menyembur keluar dari hidung dan mulutnya bersamaan dengan beberapa potongan organ dalam…

“Lan! Percayalah padaku! Tak satupun dari kita akan mati!”

Zheng berteriak sambil menarik Lan ke arahnya. Kemudian ia memusatkan seluruh Qi nya di tangan kirinya dan memukul perutnya…

Translator / Creator: isshh