December 9, 2016

Terror Infinity– Volume 4 / Chapter 3.1

 

Ketajaman pisau itu tak tertandingi. Pisau ini mengiris dinding sepanjang jalan saat mereka jatuh. Ketika mereka sampai di lantai enam, pisau akhirnya berhenti getarannya. Tapi mereka masih terus meluncur. Lengan Zheng menyerap kekuatan yang dihasilkan oleh penurunan tiba-tiba dengan cepat.

Bahkan lengan mutasinya hampir tidak cukup kuat untuk menahan gaya ini. Dia merasa sakit di lengannya bersamaan dengan suara otot dan tulang yang saling menarik. Seolah-olah seluruh lengannya ditarik lepas. Tetapi berada dalam mode membuka batasan genetik memungkinkan dia untuk menekan sinyal rasa sakit secara langsung.

“Ah!”

Zheng menarik keluar pisau, mengguncangnya dan segera ditusuk kembali di dinding. Kemudian ia dan Lan terus meluncur saat pisau kembali bergetar…

Ketika mereka sampai di lantai dua, getaran berhenti lagi. Zheng menarik keluar pisau dan melompat turun. Pendaratannya menghasilkan dua retakan di lantai beton. Lalu ia berlari ke arah mobil yang digunakannya tadi.

Banyak hantu menutupi dari segala sisi. Zheng menembaki mereka dengan pistol sambil berlari. Lengan kanannya sudah kembali normal tapi itu memerah dan bengkak, dan banyak pembuluh darah yang pecah.

“Lan! Apakah kau bisa mengemudi? Bisakah lengan dan kakimu bergerak?” Zheng berteriak ketika ia mendapat kesempatan.

Lan juga berteriak. “Mungkin, tapi aku tidak punya tenaga untuk menginjak pedal gas.”

“Bagus! Aku akan menyerahkan kemudi padamu!”

Zheng masuk ke dalam mobil dan mengosongkan senjatanya. Dia menggendong Lan ke dalam kemudian melepas rompi anti peluru sekaligus. Dia menginjak pedal gas dan berteriak. “Cepat! Kemudikan!”

Lan segera memegang kemudi dengan kedua tangan. Mobil mulai meluncur di sepanjang jalan. Dia sedang duduk di pangkuan Zheng seperti gadis kecil. Sebelum dia punya kesempatan untuk memikirkan sesuatu yang aneh, Zheng mulai gemetar dengan keras. Gemetar itu dari rasa sakit yang hebat, rasa sakit yang datang setelah mode membuka batasan genetik.

Semenit kemudian, Zheng mulai menenangkan diri dari rasa sakit. Dia menghela napas dan berkata. “Kita beruntung. Kita berhasil sebelum mode membuka batasanku berakhir. Lan, bagaimana kamu bisa tiba-tiba di Sunlight Hotel?”

Lan bergeser sedikit dari ketidak nyamanan. “Saya tidak tahu. Aku sedang tidur tiba-tiba pintu besar muncul dalam mimpi saya. Aku membukanya kemudian berjalan ke dalam. Ketika aku bangun, aku sudah di ruangan itu. “Dia mulai menangis saat ia mengatakan ini.

“…Maafkan aku. Aku hampir saja membuatmu terbunuh di sana…”

Zheng tersenyum lembut. Saat ia hendak menghiburnya, ekspresinya berubah. Dia berbalik dan melihat kerumunan hantu mengikuti dari belakang mobil. Mereka merangkak lebih cepat daripada kecepatan mobil itu.

“Apa yang salah? Ada apa di belakang?” Lan merasa Zheng membalikan tubuhnya lalu bertanya.

Zheng segera mengambil magazine dari cincin dan memasukkannya ke dalam pistolnya. “Fokus pada kemudi. Kita hanya perlu kembali ke taman. Jie dan yang lainnya menunggu di sana. Kita akan memiliki cukup senjata untuk membunuh semua hantu ini!”

Hantu paling depan sudah begitu dekat dengan mobil. Pada saat yang sama taman juga mulai terlihat.  Zheng berkata. “Jangan berhenti! Setir ke jalanan pejalan kaki. Mereka akan menembak ketika mereka melihat hantu tersebut. Lalu kita akan berhenti.”

Sudah hampir pukul 10 malam, namun tidak ada satupun orang di taman, bahkan tidak ada petugas patroli. Zheng juga baru menyadari tidak ada mobil lain di sepanjang jalan yang mereka lalui. Apakah semua orang menghilang ketika hantu menyerang?

Karena ia berpikir, tembakan berasal dari sisi lain dari taman. Ketika ia membawa Lan keluar dari mobil, ia melihat Jie berdiri di sana dengan senapan mesin berat.

Jie tampak bersemangat saat ia menembaki hantu-hantu itu. Tengyi juga terlihat fanatik karena ia memegang sabuk amunisi untuk senapan mesin.

“Sial, ini sangat keren. Kita ketakutan dengan hantu ini sepanjang waktu dan, rasanya begitu memuaskan saat membunuh mereka!” Jie teriak sambil menatap hantu-hantu.

Hantu tidak bisa mendekati mereka dibawah tembakan ini. Mereka juga kembali ke kecepatan merangkak normal mereka setelah Zheng turun dari mobil. Ketika senapan mesin kehabisan amunisi, tersisa seratus hantu lagi.

Zheng dan yang lain menghabisi ratusan hantu ini dengan mudah. Kemudian mereka menghela napas lega. Meskipun mereka memiliki senapan mesin, jumlah hantu masih tampak mengerikan. Mereka tidak memiliki cukup peluru untuk setiap hantu jika mereka tidak memiliki peluru magic.

“Wow kalian, dari mana kalian memancing hantu sebanyak ini?” Jie menghela napas lega dan bertanya.

Zheng dan Lan memaksa senyuman tapi sebelum mereka menjawab, area di depan mereka menyala. Serangkaian shoji muncul dan seorang pria dan wanita yang bertengkar di belakang shoji itu.

 

Translator / Creator: isshh