December 3, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 7.1 & 7.2

 

Makhluk itu datang lagi?

Bayi mengambang di tangki kaca penuh dengan cairan transparan. Sekelompok peneliti lebih dari sepuluh orang mengelilingi dengan antusias.

“Itu satu-satunya subjek tes yangbertahan hidup! Kepala Chu, kita akhirnya berhasil…sepuluh tahun, akhirnya kita mendapatkan subyek yang selamat setelah sepuluh tahun!”

“Ya, pemerintah sudah tidak sabar. Puluhan miliar lebih dari sepuluh tahun…tapi akhirnya kita berhasil.”

“Lahir dengan pengetahuan seorang peneliti, kecerdasan tak tertandingi, tubuh yang kuat, tahan terhadap semua penyakit, pikiran yang tidak pernah lelah atau lemah. Ini adalah manusia super…”

Selagi peneliti membahas dengan semangat, orang tua tersebut adalah satu-satunya yang tidak berpartisipasi dalam diskusi itu. Dia memandang makhluk hidup kecil di dalam tangki itu dengan lembut, kemudian meletakkan tangannya di kaca.

Makhluk hidup kecil itu seolah-olah merasakanya. Ia mencoba untuk mencapai tangan itu dengan tangan kecilnya. Namun ia baru saja dibuat dan hanya bisa menggerakkan jari-jarinya. Orang tua itu tertawa terbahak-bahak saat melihat ini.

Xuan menatap wanita pucat itu dengan tenang. Dua pistol besar muncul di tangannya.

“Kalau begitu, biarkan aku memverifikasi dugaan terakhir saya…”

Dia mulai menembaki wanita itu. Dan tampaknya bahkan dia tidak perlu membidik, setiap tembakannya tepat mengenai dahinya. Beberapa detik kemudian, kepala wanita itu hancur.

Namun tampaknya bahwa wanita itu tidak memiliki tubuh fisik. Peluru melewati tubuhnya dan menabrak dinding di belakangnya. Tubuhnya membentuk kembali seperti terbuat dari kabut, termasuk kepalanya kembali utuh.

“Kebal terhadap serangan fisik? Ilusi? Atau mungkin…Arnold, serang!”

Letusan pistol menerangi sisi-sisi yang gelap. Seluruh tubuhnya ditutupi dengan lubang peluru dan tidak terbentuk kembali seperti terakhir kali. Lubang-lubang di tubuhnya meluas perlahan dan peluru perak yang menembusnya dengan cepat menghitam. Akhirnya ia menghilang dalam kobaran api.

“Seperti perkiraan…tidak ada reward. Dan butuh banyak peluru magic untuk membunuh hantu itu…”

Mgazine pistolnya jatuh ke tanah dan Xuan menggantinya dengan magazine baru. “Arnold, hati-hati belakangmu, hantu itu kemungkinan akan menyerang orang yang menembaknya.”

Saat pria besar itu hendak berbalik, tangan pucat menjulur dari belakang, dan bersamaan dengan itu wanita dengan wajah bengkok muncul entah dari mana. Dia menatap Arnold kemudian dia berhenti bergerak, tapi tubuhnya gemetar, kulitnya juga mulai berubah putih pucat.

“…Kontak fisik menyebabkan kau kehilangan kontrol tubuh?”

Xuan mulai menembak dan menghancurkan kepalanya. Dia tidak mampu membentuk kembali kepalanya karena peluru magic. Namun tubuhnya masih bisa bergerak. Saat ia memeluk Arnold dari belakang, kulit yang bersentuhan dengan tubuhnya telah berubah warna menjadi abu-abu. Dia hanya bisa melihat Xuan dengan matanya.

“Harus menyerang semua bagian tubuh…”

Xuan memejamkan mata sejenak. Ketika ia membuka lagi ia mulai menembak, menembak Arnold bersama dengan wanita itu. Arnold tewas seketika dan hantu wanita itu juga menghilang.

Di dalam sebuah pangkalan militer, seorang anak kecil mengutak-atik rubik tanpa ekspresi. Setelah ia membuat semua sisi sama warna, ia menjatuhkannya ke lantai dan mulai dengan teka-teki lain. Puzzle sebesar satu meteran diselesaikan tanpa kesalahan.

“Kecerdasan yang sangat tinggi, ingatannya dapat mengingat lokasi setiap bagian. Alih-alih otak manusia, itu lebih seperti…”

“Seperti komputer kan? Dan anak ini bahkan tidak pernah tersenyum. Wajah tanpa emosi terasa begitu mengerikan.”

“Tidak hanya tidak pernah tersenyum, ia tidak merasa sakit, dan tidak ada rasa sentuhan, bau, atau rasa. Juga karena kita menekan dia menjadi mental yang kuat selama modifikasi genetik, tubuhnya kekurangan beberapa bahan kimia. Dia tidak akan merasa stres karena tubuhnya tidak memiliki hormon tersebut, dia tidak akan merasa sakit atau bahagia, ia tidak akan merasa takut, dan dia tidak akan memiliki keinginan seksual…”

“Sama seperti robot. Seorang manusia yang dimodifikasi secara genetik tanpa keinginan untuk hidup. Apakah ini manusia super yang kita harapkan? Mungkin dia berpikir untuk bunuh diri sekarang. Jika itu adalah saya…Saya tidak berpikir saya bisa bertahan sedetikpun. Kehidupan seperti ini terlalu menyakitkan.”

“Cukup! Tutup mulut kalian!”

Selagi peneliti berbicara di balik dinding kaca, seorang pria tua berteriak. Dia menatap para peneliti di belakangnya dan semua orang menghindari kontak mata.

Orang tua itu membuka pintu samping dinding kaca dan berjalan ke anak itu. Anak itu melihat dia kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke teka-tekinya.

“Xuan, ingin melihat bintang-bintang?”

“…Stars?”

“Ya, kau hanya dapat melihat mereka di luar pangkalan. Ha, meskipun kau memiliki pengetahuan tentang bintang tapi mereka bukan sesuatu yang bisa digambarkan dengan ilmu pengetahuan. Kau harus melihat mereka dengan mata sendiri untuk mengetahui keindahan mereka…Mari kita pergi, saya akan membawamu untuk melihat bintang-bintang.”

Xuan mengangkat kepalanya dan menatap langit. Bintang…benar-benar tidak bisa digambarkan dengan ilmu pengetahuan. Setiap kali dia memandang mereka, ilmu pengetahuan menghilang sedikit dan digantikan dengan keindahan yang tidak dapat dijelaskan.

Sebuah tangan pucat muncul di samping leher Xuan. Saat tangan akan menyentuhnya, ia tiba-tiba meloncat sambil menembak tanpa henti. Pada saat ia mendarat, wanita di belakangnya menghilang lagi.

Jika Zheng dan Yinkong berada di sini, mereka akan terkejut karena Xuan berada dalam keadaan membuka batasan genetik . Setelah ia menghancurkan wanita itu, ia mengganti magazine pistolnya.

“Masih tidak ada reward, apakah angka tujuh petunjuk pada…”

Selagi Xuan sedang merenung, suara kakaka datang dari semua sisi. Tak terhitung lengan putih pucat muncul di tepi atap, maka hampir seratus wanita kulit putih memanjat. Mereka mulai merangkak ke arah Xuan sambil membuat suara.

“Hantu itu menjadi lebih kuat di setiap gelombang berikutnya…Aku telah membunuh tiga kali jadi ini adalah gelombang keempat?”

Xuan mulai berlari pada satu arah sambil menembak tanpa henti. Pada saat ia mengosongkan magazine, semua wanita di depannya menghilang. Dia mengganti magazine lagi dan berbalik ke perempuan lainnya…

“Ha, jadi Xuan, bagaimana rasanya berada di luar untuk pertama kalinya?”

“…Gelap.”

“Tentu saja gelap dibandingkan dengan markas. Mari kita pergi, ada lapangan rumput di dekatnya. Kita bisa berbaring di sana dan melihat bintang-bintang.”

Seorang pria tua memegang tangan anak kecil. Wajah anak itu tetap tanpa ekspresi sepanjang waktu mereka berjalan. Meskipun orang tua itu mencoba untuk membuatnya tertawa. Sampai mereka berbaring di rumput dan menatap langit.

“Haha, indah kan? Tidak ada lampu di sini sehingga kita bisa melihat bintang-bintang dengan mudah. Jika di kota, kita tidak akan dapat melihat mereka hanya dengan mata kita…”

Orang tua itu terus berbicara dengan Xuan tapi dia menatap langit tanpa kata. Kemudian orang tua itu diam. “Maaf, ini salahku. Saya pikir seseorang yang lahir mengetahui segala sesuatu, tidak merasakan sakit, dan mental yang kuat akan menjadi manusia super jenis baru, tapi…”

“Meskipun orang normal membuat kesalahan, tetapi mereka dapat memperbaiki diri. Mereka tahu bagaimana beradaptasi dengan dunia ini, untuk memperbaiki diri. Mereka akan memulai dengan lemah dan membuat banyak kesalahan, tapi selama mereka memiliki keinginan untuk berkembang, selama mereka masih hidup, mereka akan terus berkembang dan maju. Dan mereka memiliki keinginan. Keinginan untuk uang, untuk mereproduksi, mendominasi, untuk menyelamatkan, untuk hidup…aku salah. Saya menyita semua keinginanmu dan bahkan tidak menyisakan kamu alasan untuk hidup. Aku salah…”

Orang tua itu memegang anak itu dan menangis. Dia menyentuh air mata orang tua itu dan merasa seolah-olah matanya sedikit basah. Namun air mata tidak bisa keluar tidak peduli apapun…

“Dengan pengobatan modern, emosi manusia dikendalikan oleh hormon dan neurotransmiter…”

Rasanya seperti ditutupi oleh baju besi tebal yang terbuat dari daging. Tidak ada indra peraba, nyeri, bau, rasa. Hanya bisa membedakan dunia melalui pengelihatan dan suara. Tidak ada emosi sehingga tidak tahu bagaimana untuk tertawa atau menangis, namun memaksakan diri untuk memikirkan ekspresi tersebut. Saya harus terus berpikir ekspresi dan tindakan apa yang harus digunakan…

Saya lelah. Benar-benar ingin berjalan keluar dari baju besi ini, untuk mencium dunia, untuk mencicipi makanan lezat, merasakan rasa sentuhan dan kekerasan, terluka dan merasa sakit, untuk bahagia dan tertawa, untuk mengekspresikan diri saya yang sebenarnya…

Tapi itu tidak mungkin lagi. Bahkan Dewa hanya bisa memperbaiki kode genetik yang rusak dan tidak ada kerusakan dalam kode genetik saya. Ini sudah dimodifikasi sejak awal, tidak ada cara untuk memperbaikinya…

Jadi, aku lelah. Tidak ingin berpikir tentang ekspresi apa yang harus digunakan lagi. Jika saya bisa tenang dan tidak perlu berpikir, tidak perlu mensimulasikan, hanya jatuh ke dalam tidur dengan tenang, itu akan cukup baik…

Xuan menembak tanpa henti ke hantu itu. Pistolnya sangat kuat, setiap tembakan menghancurkan salah satu bagian tubuh wanita itu. Hanya butuh sepuluh tembakan untuk membunuh salah satu dari mereka. Namun masih ada lebih dari dua puluh wanita merangkak ke arahnya. Hanya dengan dua pistol tidak cukup untuk membunuh mereka semua.

Xuan mengguncang tangannya dan magazine jatuh dari pistol. Dua magazine baru telah berada di posisinya saat yang lama mencapai lantai. Ketika hantu-hantu itu hanya beberapa meter darinya, ia tiba-tiba berlari ke dinding, menggunakan dinding untuk melompat melewati hantu wanita itu. Pistolnya akhirnya selesai membunuh mereka semua.

“Gelombang keempat!”

Xuan melihat ke sekelilingnya. Dia sangat sensitif terhadap bahaya setelah membuka batasan genetik, tapi entah bagaimana dia tidak merasakan bahaya pada saat itu…Apakah itu hanya untuk Ju On?

“Tidak! Masih tidak ada reward, tidak ada pemberitahuan. Ini akan terus…”

Saat ia dalam posisi bertahan, sebuah shoji (pintu kertas pada rumah jepang) tiba-tiba muncul di atap ini. Shoji perlahan membuka dan di belakang mereka adalah kamar tidur biasa. Seorang pria dan seorang wanita sedang mengalami perdebatan sengit.

Pria itu kemudian mulai memukuli wanita itu. Dia mengambil pisau dari meja dan menikamnya. Dia jatuh ke lantai dengan mata terbuka lebar tak percaya. Namun pria itu tidak berhenti di situ. Dia mulai membedah tubuh wanita. Tubuhnya berkedut nonstop, tapi mata itu menatap Xuan tanpa bergerak. Wajah wanita ini adalah persis sama seperti hantu-hantu yang menyerangnya dan darah di wajahnya membuatnya lebih mengerikan.

Xuan menyaksikan segala sesuatu dalam diam. Dia mengganti magazine di pistolnya lagi. Ketika pria itu tiba-tiba menoleh ke belakang, Xuan melepaskan tembakan ke arahnya. Namun peluru magic tidak menghancurkan pria itu kali ini, peluru langsung melewati tubuhnya.

“Ilusi? Atau…”

Xuan berhenti menembak. Indranya mengatakan kepadanya bahwa tidak ada apa-apa di depannya, tidak ada objek fisik di dekatnya, tidak ada kamar tidur, dan tidak ada bahaya. Dia menyaksikan pria itu perlahan-lahan berjalan ke arahnya lalu pria itu mengangkat pisau dan menebas ke arahnya.

(Bahaya! Perasaan ini…)

Xuan langsung melompat ke belakang tapi pisau masih mengenai bagian dadanya. Tidak, tidak terpotong melainkan daging dan pakaian di dadanya menghilang…Kemudian dia merasa ususnya penuh dan bersama dengan itu muncul perasaan kembung.

“Bagian yang terkena serangan menghilang kemudian masuk ke dalam usus saya. Bagaimana dia melakukannya? Bukan fisik dan bukan serangan mental…Serangan jenis ini tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.”

Xuan menembak pria itu lagi, namun itu sama saja seperti sebelumnya. Peluru melewati tubuhnya. Indra mengatakan kepadanya lagi bahwa tidak ada apa-apa di sekitarnya, dan tidak ada bahaya.

“Ini tidak mungkin tidak ada. Dengan kata lain, serangan biasa tidak efektif. Hanya saat dia menyerangmu…”

Xuan mengulurkan lengan ke arah pria dengan tenang. Kemudian saat pria ini menebas pisau ke lengannya, Xuan menembak dia dengan tangan satunya. Lengannya menghilang dan pada saat yang sama pria itu hancur kemudian menghilang seperti hantu lainnya.

“…Terasa begitu kembung. Saya masih lebih suka makanan yang terlihat lezat…”

Xuan masih dalam keadaan membuka batasan genetik. Pendarahan di lengannya berhenti sesaat setelah itu. Dia mengguncang tangan satunya dan mengganti magazine pada pistol.

“Gelombang kelima…selesai!”

Dia menunggu selama beberapa detik, lalu rasa bahaya itu semakin kuat dan kuat, seolah-olah hantu itu sedang menyerang dia. Namun ketika ia melihat sekeliling, tidak ada apa-apa. Rasa bahaya ini secara bertahap mencapai batasnya.

“Tak terlihat? Atau itu…di dalam tubuh saya?”

Xuan merasa organ internalnya kejang-kejang. Darah menyembur keluar dari mulut dan hidungnya. Lalu ia memuntahkan seteguk darah dan bagian dari organnya.

“Jadi ini adalah gelombang keenam? Menyerang organ dari dalam…”

Xuan tersenyum dan tanpa ragu-ragu ia mengarahkan pistol ke perutnya dan menarik pelatuknya.

“Apakah kamu melihatnya? Dia merenungkan empat masalah matematika yang belum terpecahkan. Saya tidak tahu apakah dia memiliki keinginan selain haus akan pengetahuan…”

“Shh, kecilkan suaramu. Dia sudah pemimpin asosiasi tim penelitian ini. Setelah kepala Chu meninggal, ia akan menjadi orang yang bertanggung jawab…Apakah kau tidak takut dia akan membuatmu dalam kesulitan?”

“Heh, kau mungkin tidak tahu. Bagaimana zombie seperti manusia ini akan tahu cara membuat orang lain kesulitan? Dia mungkin bahkan tidak memiliki keinginan untuk melakukannya…”

Xuan sedang membaca buku catatannya diam-diam. Dia bisa dengan mudah mendengar bisikan di sekelilingnya tetapi dibandingkan dengan masalah matematika di tangannya, ia bahkan tidak memiliki keinginan untuk melihat mereka. Dia hanya ingin melakukan perhitungan dengan tenang…

Semua rambut pria tua itu telah berubah putih setelah bertahun-tahun. Dia berbaring di ranjangnya dan menatap Xuan yang duduk diam di sampingnya. Pemuda itu menatapnya tanpa emosi, layaknya kedua orang ini hanya orang asing satu sama lain.

Tangan orang tua itu penuh dengan infus. Ia berusaha keras untuk membuka mulutnya. “Xuan, apakah kamu masih membenci saya?”

“Mengapa benci?” Kata Xuan tenang. “Mengapa saya harus membencimu?”

Orang tua itu tertawa getir. “Ya, mengapa kamu harus membenci saya? Kamu tidak dapat membenci saya…Jika kamu benar-benar membenci saya, maka mungkin saya bisa meninggalkan dunia ini dengan damai.”

Xuan membuka mulutnya sedikit, tapi akhirnya dia berkata dengan tenang. “Mereka bilang kau akan mati. Apakah…tidak ada lagi cara untuk menyelamatkanmu? ”

Orang tua itu menggeleng ringan. “Dengan teknologi kita saat ini, saya cukup beruntung untuk dapat berbicara denganmu sekarang…Xuan, jangan seperti kami dan mencoba untuk mengubah sifat manusia dengan teknologi. Sebuah sifat manusia, selalu penuh dengan ketidakpuasan terhadap kehidupan. Namun yang bisa menyadari bahwa kelemahan kita, keinginan kita, kekurangan kita adalah hadiah paling berharga yang dunia beri ke kita…Xuan, aku minta maaf. Jika saya bisa melakukannya lagi, saya ingin memberikan masa kecil yang nyata, hidup normal. Maafkan saya…”

Mata Xuan meredup. “Apakah begitu? Kau akan mati segera…kapan kamu akan mati?”

Orang tua itu tiba-tiba mengangkat dirinya dan berteriak. “Kau ingin mati juga kan? Tidak, kau sudah lama ingin mati kan? Apakah karena saya membatasimu? Itu sebabnya kamu hidup menderita seperti itu…Kau ingin bunuh diri setelah aku mati? Atau menemukan seseorang untuk membunuhmu? Tidak…”

“Xuan, saya masih memiliki banyak penelitian yang belum selesai. Ya, begitu banyak teknologi belum dikembangkan, seperti senjata Gauss jarak jauh, reaktor fusi hidrogen yang stabil, baterai dengan efisiensi tinggi…Xuan, selesaikan semua penelitian ini demi saya. Berjanjilah, kamu tidak boleh mati sebelum tim kita menghasilkan teknologi ini! Beranjilah padaku!”

Xuan memandang orang tua diam-diam. Sampai pada saat orang tua itu mulai bernapas dengan cepat, dia menganggukan kepalanya. Kemudian tangan yang sedang memegangnya terjatuh…

“…Nak, jika kamu tidak memiliki keinginan untuk hidup, maka hidup dengan keinginan saya. Ini terakhir kalinya, biarkan saya menghalangimu untuk terakhir kalinya. Terus hidup tidak peduli apapun yang terjadi…”

Xuan berbaring dan menyaksikan langit berbintang. Keindahan langit benar-benar tak terlukiskan. Dia hanya bisa menghentikan semua pemikirannya ketika ia melihat bintang-bintang. Mereka adalah satu-satunya yang bisa membuatnya benar-benar tenang.

“Itu bukan halangan, ayah…aku benar-benar terlalu lelah. Biarkan aku tenang sedikit…”

Tidak jauh dari Xuan, seorang wanita pucat lebih dari sepuluh meter perlahan berdiri dari bayang-bayang. Wanita ini adalah bagian utama dari Ju On, Kayako.

Xuan menutup matanya sebelum hantu besar merangkak ke dia. Wajahnya memiliki senyum yang tenang dan damai…

“Zheng, ini adalah petunjuk terakhir saya…Terima kasih…”

Translator / Creator: isshh