November 30, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 6.1

 

Setelah keempatnya kembali ke hotel, situasi dalam kamar itu mengejutkan mereka sebelum mereka berkesempatan untuk mengumumkan kabar baik.

Di dalam kamar yang ditempati Zheng di malam sebelumnya. Ketika mereka membuka pintu, mereka mendengar jeritan dua orang.

“Jangan, jangan kemari! Pistol, benar, saya punya pistol…” Ini adalah suara Renjia.

“Jangan menyeret saya ke dalam. Aku tidak melihat apa-apa. Jangan menyeret saya ke…” Ini adalah tangisan Ding.

Semua lampu dinyalakan, TV juga nyala dengan volume maksimal. Untungnya, kamar itu kedap suara dan tidak menarik perhatian karyawan untuk ke atas. Kedua pemuda sedang duduk bersama di tengah karpet. Salah satu dari mereka mengarahkan pistol ke pintu dengan sepasang tangan gemetar.

Zheng dan Jie berlari ke arahnya bersamaan dan merebut pistol sebelum ia bisa menembak.

Tidak lama bagi kedua pemuda itu untuk sadar siapa empat orang itu. Renjia menyambar kaki Zheng dan mulai menangis sementara Ding meringkuk di lantai.

Zheng dan tiga lainnya saling memandang. Mereka memiliki firasat buruk tentang ini. Zheng membantu Renjia berdiri dan bertanya. “Apa yang terjadi? Di mana Bingyi? dan Yanwei? Mengapa kalian berdua satu-satunya di sini? Apa yang terjadi?”

“Tidak ada gunanya menanyai mereka, mereka sedang kacau karena ketakutan.”

Suara Yanwei datang dari samping. Mereka berbalik dan melihat dia mengenakan lingerie bersandar pada pintu kamar tidur.

Dia terlihat sudah mengenakan make up. Dia tertawa dan berkata. “Ketiga idiot ini mengintip saat saya mencoba pakaian dan pergi ke toilet. Tapi ada tembakan tak lama setelah itu dan mereka berdua kembali keluar dari toilet. Ha, dan mereka mengatakan mereka akan melindungi saya. Pria akan selalu meninggalkan wanita di belakang dan melarikan diri saat dalam bahaya, tidak peduli apapun bahaya itu. Ha ha…”

Kata-katanya tampaknya menunjukkan lebih dari ini, namun mereka tidak punya waktu berpikir. Lan melihat Yanwei sementara tiga lainnya mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Namun, selain menangis, mereka tidak bisa mengucapkan kalimat logis. Kemudian pintu terbuka sekali lagi. Yinkong berjalan secara perlahan dengan buku yang di tangannya.

“Cara mati yang menarik. Ada kematian dengan cara baru di jaringan kepolisian. Seorang pemuda ditemukan di dalam pipa air dari toilet di mall. Seluruh tubuhnya terhimpit di dalam pipa dengan lebar sepuluh sentimeter. Mereka bahkan tidak bisa melihatnya sebagai bentuk manusia ketika mereka membawanya keluar. Saya benar-benar ingin melihat penampakannya.”

Dia duduk di sofa dan mengatakan semua ini mengabaikan orang-orang di dalam ruangan. Ketika ia sampai ke kalimat terakhir, ada senyum haus darah di wajahnya.

“Mereka menemukan empat mayat lagi. Salah satunya terpotong menjadi beberapa ratus potongan, setiap bagian seukuran kuku jari. Itu tampak seperti ada sebuah bom meledak dari dalam tubuhnya tetapi mereka tidak menemukan bahan peledak pada dagingnya. Dua lainnya meninggal karena kembung. Penguji forensik menemukan semua organ internal mereka selain lambung, telah menghilang. Organ-organ ini masuk ke dalam perut orang lainnya. Dan yang terakhir…”

“Cukup!” Zheng mengangkat Yinkong dan berteriak. “Kenapa kau mengatakan ini dalam rincian seperti itu? Kau ingin kami kehilangan kepercayaan dan moral kami? Kau berpikir sekelompok orang yang telah menyerah dapat bertahan melalui tujuh hari ini?”

Matanya menjadi tajam dan berkata dengan nada dingin. “Lepaskan aku…aku mengatakan apapun yang saya suka. Bergabung dengan tim ini tidak berarti saya mengakumu. Bagi saya, Zero adalah satu-satunya yang memenuhi syarat untuk menjadi rekan saya, kalian semua…”

Sebelum Zheng bisa menjawab, ia merasakan sakit di pergelangan tangannya dan darah mengalir keluar. Tangan kecilnya itu setajam pisau. Dengan mudah mengiris pergelangan tangan Zheng. Dia kemudian melangkah lebih dekat kepadanya dan tangannya ditujukan pada arteri di leher Zheng.

Zheng melemparkannya ke atas dan pada saat yang sama menendang perutnya. Dia terlempar ke dinding, tapi segera melompat kembali ke Zheng lebih cepat dengan tangannya membidik jantungnya.

(Ini, perasaan ini ?!)

Zheng telah mengeluarkan pisau progresifnya saat ini. Ia berada dalam keadaan genetik unlocked. Rasa bahaya membuatnya tahu bahwa gadis di depannya juga dalam keadaan yang sama!

Selagi pisau dan tangan gadis itu hendak bersinggungan satu sama lain, mereka berdua melompat kembali. Indra mereka terhadap bahaya sangat sensitif saat keadaan ini, barusan sebuah peluru melewati di antara mereka. Ketika mereka melihat ke arah pintu, Zero berdiri di sana memegang pistol di tangannya.

Yinkong keluar dari keadaan genetik unlocked. Dia mengambil bukunya dan kembali ke sofa kemudian berkata tanpa emosi. “Termasuk kamu, saya mengakui dua orang di tim ini…”

Zheng tidak keluar dari keadaan genetic unlocked dan menjawab dingin. “Sial, kau piker kamu siapa? Mengapa semua orang di tim ini membutuhkan pengakuamu? Satu Xuan cukup, saya tidak ingin melihat penghianat tim! Antara kau keluar tim atau memperlakukan setiap orang dengan baik. Jika kamu berpikir kekuatanmu memungkinkan kamu untuk menginjak-injak orang lain, aku akan membunuhmu sekarang!”

Senapan mesin ringan muncul di tangan kirinya. “Aku serius, jangan menganggap saya bercanda!”

Dia mengatakan tanpa mengangkat kepalanya. “Tidak masalah, kau pemimpin. Jika saya tidak puas dengan kinerjamu, saya akan menantang dan membunuhmu. Sebelum itu terjadi, kata-katamu adalah perintah…Melanjutkan topik sebelumnya, ada satu orang lagi yang meninggal. Dengan kata lain, lima orang meninggal hari ini. Satu dari kelompok kita dan empat sisanya dari kelompok lain.”

Zheng akhirnya keluar dari keadaan genetik unlockednya. Dia duduk di samping Jie, dan Zero juga mendatangi dia. Dengan dua orang ini menjaga dia, dia berkata. “Jadi mereka hanya memiliki tiga pemula tersisa…dan Xuan?”

Yinkong tidak menjawab tapi Lan tertawa. “Dengan kecepatan seperti ini, kita tidak memiliki kesempatan untuk bertahan selama tujuh hari. Haruskah kita menghubungi Xuan?”

“Tidak.” Zheng mengertakkan gigi. Tubuhnya mulai gemetar, ini adalah efek setelah genetik unlocking. Dia harus mengalami sakityang luar biasa setiap saat. Butuh waktu hampir satu menit baginya untuk tenang. Untuk Yinkong, dia tidak menunjukkan sesuatu yang tidak biasa selain dari sedikit berkeringat.

Zheng menyeka keringat di kepalanya. “Jika dia ingin berhubungan dengan kita…ia akan melakukannya. Jika dia tulus ingin kembali ke tim, selama ia menghilangkan pikiran-pikiran itu, kita akan…”

Pemula yang tidak kenal dengan Xuan, acuh tak acuh terhadap kata-kata Zheng tetapi Jie dan veteran lainnya mendesah. Kemudian Tengyi mulai menjelaskan latar belakang dari kitab suci penuh semangat. Zero dan Yinkong terkejut melihat tulisan suci. Mereka tidak pernah mengharapkan kuil bisa membantu apapun. Pada awalnya mereka masih curiga. Tidak sampai setelah menyentuh kitab suci dan mengalami kehangatan mereka percaya dengannya.

Tengyi berbicara tanpa henti. Dia terlihat seperti jenis orang yang selalu bersemangat. “Kalian tidak melihatnya. Kami diserang oleh hantu anak kecil itu tapi setelah kita melangkah ke dalam gerbang utama, hantu itu kabur. Ha ha. Sepertinya kita pasti bisa bertahan tujuh hari dengan tulisan suci ini.”

Setelah diskusi, mereka memutuskan untuk menjaga kitab suci di kelompok yang bertiga sementara enam orang lainnya tidur siang secara bergiliran. Ketiga gadis membentuk tim dan dua kelompok lainnya diputuskan secara acak. Zheng, Jie, dan Zero membentuk tim, Tengyi dan dua mahasiswa di tim yang tersisa. Setiap kelompok akan menjaga kitab suci selama tiga jam setiap malam dari sekarang.

Meskipun Yinkong tidak menyukai pengaturan ini, dia mengikuti kata-katanya dari sebelumnya dan diterima untuk tinggal di kamar ini dengan dua gadis lainnya.

Segala sesuatu tampak sempurna tapi mereka tidak menyadari dua mahasiswa yang saling memandang, dan juga Yanwei yang menatap mereka dengan sebuah senyuman.

 

Translator / Creator: isshh