November 28, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 5.1

 

Zero kembali ke taman saat sore. Senja kurang lebih dua jam lagi. Selain memiliki beberapa makanan ringan, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka mengamati semua sudut dengan gugup. Apalagi sekarang matahari sudah terbenam, mereka merasa lebih dan lebih cemas.

Siapapun yang telah menonton The Grudge seharusnya tahu hantu di film ini tidak takut dengan sinar matahari. Mereka bisa menyerang pada siang dan malam hari. Meskipun begitu semua orang masih berharap untuk tetap berada di bawah cahaya. Seperti sebuah mentalitas yang aneh, bahkan ketika mereka tahu hantu tidak takut cahaya, tinggal di bawah cahaya memberi mereka sedikit keberanian.

Jie berlari ke Zero dan menepuk bahunya sambil tertawa. “Sial, aku pikir kau membawa lari emas. Haha, bagaimana hasilnya? Berapa banyak uang yang kau dapatkan?”

Zero tersenyum dan mengeluarkan sepuluh kartu kredit. Dia menyerahkan satu kartu bewarna emas untuk Zheng. “100% emas murni. Aku mendapatkan kalian masing-masing satu kartu setelah menjual semua emas. Password, semuanya 123456. Ada…”

Zheng mengambil kartu dan tertawa. “Tidak masalah. Selama cukup untuk kita semua dalam tujuh hari. Lagipula, kita juga tidak bisa membawa uang ini kembali ke dimensi Dewa. Ha ha…”

Sepuluh dari mereka akhirnya meninggalkan taman ini. Mereka menggunakan tiga taksi dan menuju ke arah hotel bintang lima yang terbaik di kota ini. Meskipun biaya hidup di Jepang tinggi, emas batangan mereka cukup untuk membiayai hidup mewah mereka selama tujuh hari.

Tiga wanita masuk dalam satu taksi, tiga mahasiswa lainnya dalam taxi yang satunya, dan Zheng, Jie, Zero, dan Tengyi dalam taxi lainnya.

Di dalam taksi, Zero mengambil beberapa salinan peta. “Peta kota dengan hotel, transportasi, dan beberapa tempat menarik…”

Zheng mengambil satu dan mulai belajar dengan dua lainnya. Zero meneruskan. “Saya memilih Sunlight Hotel. Ini dikelilingi oleh jalan terbuka, sangat mudah. Kita bisa melarikan diri dari segala arah. Tentu saja, jika kalian tidak setuju dengan itu…”

Zheng berkata. “Tidak, ini jenis hotel yang cocok dengan situasi kita saat ini. Lingkungan yang kompleks dapat menjebak kita ketika kita diserang. Apakah kau bisa membeli senjata?”

Zero mengangguk. “Tidak ada masalah, tapi kita harus mengambilnya besok…Zheng, apakah peluru magic benar-benar bisa membunuh makhluk-makhluk itu? Apakah kau membunuh makhluk itu sebelumnya?”

Zheng tersenyum pahit. “Aku tidak tahu. Aku merasakan bahaya saat itu, itu sebabnya aku kehilangan kendali. Jujur, aku juga merasakan firasat kematian, seolah-olah aku akan terbunuh setiap saat. Aku benar-benar takut mati. Orang-orang yang takut sekarat cenderung kehilangan kendali dengan mudah ketika mereka merasa kematian akan datang.”

“Apakah begitu? Kalian juga takut mati ya…”

Mereka berempat terdiam. Tak lama kemudian, taksi tiba di Sunlight Hotel.

Zero sangat bisa diandalkan. Tidak hanya bisa menjual semua emas dalam setengah hari, ia juga memberikan mereka semua identitas palsu. Jika tidak, mereka tidak akan bisa tinggal di hotel bahkan jika mereka memiliki uang.

Itu musim panas di film, sebagian besar kamar sudah penuh. Kamar yang tersisa tidak di lantai yang sama, sehingga mereka harus puas dengan kamar presidential suite yang bisa memuat mereka semua.

Yinkong segera berkata. “Saya tidak ingin tinggal dengan siapa pun. Dapatkan saya satu kamar, dengan satu komputer.”

Mereka menatapnya heran. Zheng berkata, “Bukankah lebih baik untuk tinggal bersama? Dengan begitu kita bisa saling membantu.”

Dia meletakkan bukunya dan menjawab dingin. “Saya tidak ingin tinggal dengan orang lemah. Saya pikir apa yang dikatakan Xuan itu benar. Saya juga telah menonton ketiga film dari The Grudge. Kutukan ini bukan sesuatu yang bisa dilawan dengan banyaknya jumlah orang. Daripada terseret ke dalam ketika seseorang terbunuh, lebih mudah untuk melarikan diri saja.”

Zheng mendesah. Ia membicarakan dengan yang lainnya dan membuatnya terkejut, mayoritas ingin dibagi menjadi kelompok-kelompok dan tidak tinggal bersama-sama. Dengan cara ini mereka bisa saling membantu sementara tidak menyeret seluruh tim dalam masalah.

Lan sudah pasti satu kelompok dengan Yanwei. Ketujuh orang itu dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Zheng, Tengyi, dan Renjia dalam satu kelompok, Jie, Nol, Binyi, dan Ding dalam satu kelompok.

Keempat kamar itu semua berada di lantai yang berbeda. Yinkong di lantai 11, Zheng di 12, Jie di 14, dan Lan di 16.

Malam berlalu dengan damai. Semua orang bertemu di kamar Zheng di siang hari berikutnya dengan mata mengantuk. Selain Zero dan Yinkong, sisanya tidak bisa tidur sampai lewat tengah malam.

“Baik, sepertinya kita semua baik-baik saja. Hari ini adalah hari kedua, kita hanya perlu bertahan sampai hari ketujuh. Kemudian kita semua bisa kembali hidup-hidup.”

Zheng menggosok mata bengkaknya.

“Semua baik-baik saja? Mungkin tidak. “Yinkong meletakkan bukunya dan mencibir. “Aku menyusup ke jaringan polisi kota ini. Ada dua pembunuhan hari ini setelah lewat tengah malam. Polisi menemukan dua mayat di taman tidak jauh dari sini. Di salah satu tubuh, semua organ internalnya hilang, wajahnya terplintir. Tubuh mayat satunya ditembus oleh tiang listrik melalui perutnya. Namun sisa tiang masih utuh. Semua polisi di kota ini menyelidiki kasus ini tetapi mereka tidak bisa menemukan identitas dua orang tersebut. Menurut warga, mereka melihat dua orang ini dengan tujuh orang lain. Apakah kalian merasa terkejut?”

Wajah mereka tiba-tiba berubah pucat, beberapa orang bahkan bergemetar hebat. Kematian itu tidak menakutkan, namun kematian dengan cara yang tidak diketahui itu bukan sesuatu yang mereka bisa tahan.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan bertanya Zero. “Kau sudah punya senjata belum?”

Zero mengambil enam senjata dari tas belakangnya dan Zheng mengeluarkan enam ratus peluru magic. “Jangan tembak manusia normal. Aku tidak ingin berurusan dengan polisi. Meskipun membunuh anggota tim mengurangi 1000 poin…aku tidak keberatan mengikat dan meninggalkan kalian di tempat gelap. Aku pikir hantu menyukai orang-orang yang tidak bisa melawan.”

Tiga mahasiswa bersemangat ketika mereka melihat senjata tapi kata-kata Zheng membuat mereka segera terdiam. Tengyi mengambil peluru dan mempelajari dengan hati-hati. “Ini tampaknya terbuat dari perak biasa? Kata-kata Rune terlihat seperti kombinasi dari tulang orakel dan script cuneiform…Mungkin, oh benar, saya ingat pernah melihat kata-kata Rune serupa ini di beberapa peti mati.”

Zheng meraih tangannya dan berkata. “Kau melihat kata-kata Rune ini pada peti mati? Apa yang mereka maksud? Apa yang mereka lakukan? Ini adalah peluru magic yang ditukar dari Dewa, meskipun mereka yang termurah, mereka dapat membunuh makhluk spiritual!”

Tengyi mengusap kepalanya. “Saya tidak tahu apa arti dari kata-kata Rune itu, saya hanya seorang juru taksir, bukan perampok makam profesional.Tapi aku mendengar beberapa profesional mengatakan bahwa kata-kata Rune ini dapat mencegah mayat menjadi zombie (zombie Cina). Tentu saja, saya selalu menganggap itu sebagai takhayul.”

Zheng agak kecewa, tapi ia tiba-tiba teringat sesuatu dan mengambil setumpuk jimat Tao. Dia mengatakan dengan semangat. “Aku hampir lupa tentang ini. Ayo, ambil satu masing-masing. Jimat ini akan mulai terbakar ketika hantu datang dekat. Sementara itu terbakar, hantu tidak dapat membahayakan kalian. Ini harusnya memberi kalian cukup waktu untuk lari atau berteriak minta tolong.”

Jie dan Lan juga mengambil beberapa jimat dari ransel mereka dengan semangat. Mereka menukar jimat ini setelah Resident Evil tapi karena begitu banyak hal yang terjadi setelah itu, jadi mereka sudah lupa tentang jimat ini. Meskipun mereka membawa jimat itu dalam ransel, jika Zheng tidak menyebutkan itu, mereka akan lupa keberadaan jimat tersebut. Dalam situasi saat ini ketika mereka tidak bisa tahu kapan hantu akan datang, ini adalah benda yang paling berguna.

Zheng tertawa dan menepuk Tengyi di bahu. “Terima kasih untuk mengingatkanku. Jika dunia nyata memiliki kata-kata Rune untuk melawan makhluk spiritual, maka mengapa tidak ada barang serupa di dunia ini? Kuil-kuil seharusnya tidak hanya berada di sana untuk tamasya. Haha, mungkin kita bahkan dapat belajar beberapa mantra. Bukankah Dewa juga memiliki peningkatan kemampuan jenis ini dalam pertukaran?”

“Baik! Kita akan mengunjungi kuil-kuil sore ini…demi menemukan harapan untuk mengalahkan Ju On!”

 

Translator / Creator: isshh