November 25, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 4.1

 

“Masuk ke beam dalam waktu tiga puluh detik. Target terkunci, mulai transportasi ke The Grudge.”

Lima orang, tidak, itu lima orang dan Arnold berdiri di dalam beam.

Dalam keadaan setengah sadar, pada saat mereka terbangun, mereka berada di dalam ruang yang sangat normal. Lantai ditutupi dengan tatami (tikar jerami padi), kamar yang dibagi oleh shoji (pintu kertas). Dengan gaya dan dekorasi ruangan ini, ini adalah rumah Jepang.

Lima dari mereka segera menghitung orang-orang di lantai. Hasilnya membuat mereka takut. Ada lima belas pemula, termasuk mereka berlima sehingga total dua puluh orang, akanmembuat tingkat kesulitan meningkat.

Semakin banyak orang, semakin sulit film itu. Dalam Alien, lima belas orang menyebabkan plot berubah dan hampir menewaskan mereka semua. Dan kali ini, jumlah orang mencapai maksimum yang diizinkan.

Jie jatuh ke lantai dan bergumam. “The Grudge, ini Grudge, dan ini The Grudge dengan tingkat kesulitan dua puluh orang…kita…”

Lan pulih dari shock dan berlari ke jendela. Ini adalah rumah tinggal. Dia melihat keluar dari lantai dua, tapi rumah ini jika dilihat dari luar, rumah ini persis sama dengan yang di film.

Lan berbalik dengan wajah pucat dan berkata kepada Xuan. “Kau mungkin tidak berpengalaman dalam film jenis ini, biarkan saya yang menganalisis kali ini?”

Xuan mengangguk diam-diam.

Beberapa pemula sudah mulai bangun, tapi Lan tidak terlalu memperhatikan mereka. Dia mulai menjelaskan konsep Ju on (kutukan).

“Sebuah Ju on adalah ketika seseorang yang penuh dengan dendam meninggal, dendam itu menjadi kutukan. Kutukan ini biasanya tetap hidup di tempat di mana orang itu hidup. Setelah seseorang memasuki tempat ini, orang ini akan dibunuh oleh kutukan. Tempat terkutuk dalam film ini…adalah rumah ini!”

Lan menyentuh dahinya dan meneruskan. “Setelah seseorang mendapat kutukan dalam film ini, orang itu pasti akan mati. Mungkin setelah beberapa hari, atau beberapa minggu, hantu itu akan membunuh orang itu pada akhirnya!”

Zheng mendesah. “Kau mengatakan kalau kita semua telah dikutuk? Setelah film dimulai, kapan kita akan terbunuh?”

Lan terpaksa tersenyum. “Ya…ini adalah jenis film yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Kita tidak memiliki cara apapun untuk menganalisis bagaimana cara hantu membunuh, kita bahkan tidak tahu bagaimana untuk menghindari mereka…Lalu apa misi kita?”

Mereka melihat jam tangan mereka pada waktu bersamaan. Misi mereka adalah untuk bertahan hidup dalam tujuh hari. Ada juga pilihan lain, membunuh tubuh utama dari Kayako akan dihargai dengan rank B reward dan 5000 poin!

“Sebuah rank B reward dan 5000 poin?” Jie melompat dari tatami dan berteriak penuh semangat. “Sial, itu layak untuk mempertaruhkan hidup kita. Kita hanya perlu menyelesaikan misi satu ini maka kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan.”

Itu meringankan suasana stres. Zheng tertawa. “Kau benar-benar berpikir itu akan mudah? Pikirkan bagaimana menakutkannya ratu itu dan semua orang hanya mendapat rank D reward, dan aku mendapat tambahan 3000 poin. Kayako pasti lebih menakutkan.”

Mereka berlima jatuh dalam keheningan lagi…

Sudah sembilan hari sejak Zheng kembali ke dimensi Dewa. Dia hampir tidak berbicara satu katapun dengan Xuan sejak saat itu. Ia menghabiskan waktu membahas teknik tempur dengan Jie dan Zero, dan pelatihan untuk menggunakan senjata dan keterampilan bertahan hidup lainnya. Tidak sampai tepat sebelum mereka memasuki film ketiga, Xuan mendatangi dirinya. Dia menyerahkan sebuah perangkat ponsel mencari kepada masing-masing orang.

“Satu orang satu, mereka dapat berkomunikasi tanpa sinyal satelit. Jarak maksimum adalah 50 kilometer. Saya pikir ini pasti berguna dalam tim.”

Xuan juga nyaris tidak berbicara dengan siapapun sejak saat itu. Dia menghabiskan waktunya membuat perangkat ini dan sejumlah besar peluru. Ia menghabiskan sisa poinnya pada peluru magic.Ppeluru ini tampak sama dengan peluru normal tetapi terdapat kata-kata rune terukir di atasnya.

Tanpa alasan, mereka semua, termasuk Zheng, juga menukarkan sejumlah besar peluru magic. Ini adalah barang termurah yang dapat melukai monster spiritual, dan dapat digunakan dengan senjata apapun. Zheng menyimpan satu meter kubik peluru di cincinnya. Sebaliknya, ia hanya punya beberapa armor.

Orang-orang tanpa cincin Na menukar ransel taktis dan mengisinya dengan semprotan hemostasis, perban, penangkal racun, rangsum, kapsul berisi air padat, dan jaket musim dingin. Barang-barang ini menghabiskan setiap poin yang mereka miliki. Karena beberapa orang memiliki lebih banyak poin daripada yang lainnya, Zheng harus menutupi kesenjangan itu dengan poinnya.

Zheng duduk di tatami dengan diam sambil mengamati Lan menjelaskan aturan untuk pemula. Dia ingat plot film ini dalam pikirannya.

The Grudge adalah sebuah trilogi. Dia benar-benar telah menonton film terkenal ini dalam beberapa hari terakhir. Dia masih bisa mengingat rincian jelasnya. Hal yang paling tak terlupakan adalah tidak ada yang selamat dari Ju on.

Plot dimulai dengan Kayako yang mencintai seorang pria secara rahasia selama kuliah. Namun karena kepribadiannya yang anti sosial, dia hanya bisa menatap dia dari kejauhan dan menulis perasaannya itu dalam buku harian. Orang itu tidak menyadari Kayako dan berpacaran dengan wanita lain pada waktu yang sama. Ia menikahi wanita itu tidak lama setelah itu, tapi itu membuat Kayako penuh dengan kebencian.

Kemudian Kayako mengalami sebuah peristiwa serius yang sangat malang. Kucing yang dibesarkan bersamanya mati, kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil. Dan saat ini, hatinya dipenuhi dendam.

Kayako menikah dengan pria lain tak lama setelah itu dan melahirkan anak laki-laki. Dia hidup dalam damai selama beberapa tahun sampai anak itu cukup umur untuk sekolah. Dia menyadari bahwa guru anaknya adalah laki-laki yang dicintainya.

Pada saat yang sama suaminya merasa menderita akibat kecurigaan bahwa Kayako berselingkuh, sehingga sulit baginya untuk menerima anak itu. Dia juga menemukan buku harian Kayako dan berasumsi bahwa anak itu adalah hasil dari perselingkuhan. Ia menjadi kasar, menyiksa dan membunuh Kayako kemudian menyembunyikan tubuhnya di loteng. Dia juga membunuh orang yang dicintai Kayako sesudahnya.

Namun kenyataannya adalah anak itu benar-benar milik Kayako dan suaminya. Kesalahpahaman dan penyiksaan dari suaminya membuat dendamnya memuncak. Jadi tempat ini menjadi terkutuk.

Ini adalah plot yang dia tahu. Meskipun The Grudge adalah trilogi, keseluruhan tiga film itu mengatakan hal yang sama, bagaimana Kayako membunuh siapapun yang masuk ke rumah ini.

(Membunuh Kayako? Ketika hantunya muncul, bisakah kita membunuhnya dengan peluru magic? Jika bisa maka bukankah ini terlalu mudah dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan rewardnya?)

Selagi Zheng berpikir, seorang pria besar dengan wajahnya yang merah berteriak. “Saya melakukan bisnis di internet dan mengklik pop up itu, bagaimana aku bisa sampai di sini? F*ck, kau membuatku pingsan dengan obat bius dari belakang kemudian membawa saya ke kamar sebelah untuk memeras saya? Apakah kau pikir ini ide kreatif, banyak orang telah melakukan hal yang sama sebelumnya…”

Semua pemula selain dari tiga orang itu tampak normal, entah itu pakaian, ekspresi, atau reaksi mereka. Ketiga orang itu mulai berbicara keras dan pria berwajah merah bahkan mulai turun, delapan orang mengikutinya.

Dari ketiga orang itu, seorang anak berusia sekitar lima belas tahun duduk di sana membaca buku dengan tenang. Seorang pria sedang mempelajari tatami dan shoji. Seorang wanita muda berbaring di tatami, tampaknya dia masih belum sepenuhnya sadar, mengenakan piyama seksi dengan matanya tidak fokus.

Ada juga tiga pemuda di usia dua puluhan yang tinggal. Alasannya adalah mereka sedang menatap wanita seksi itu.

Lan hendak menghentikan orang-orang untuk pergi tetapi Zheng menahannya. “Biarkan mereka pergi. Ini adalah film jenis hantu pertama yang kita temui. Kita tidak memiliki kemampuan untuk membantu siapapun. Jika mereka ingin mempercayai kita dan tetap di samping kita, maka kita dapat melindungi mereka sedikit, tetapi jika mereka ingin pergi…maka biarkan takdir yang menentukan hidup mereka.”

Orang yang mempelajari tatami berhenti dan menghela napas. “Saya mulai percaya kata-kata anda. Ini adalah sebuah tata letak rumah hunian Jepang. Desain dari tatami dan shoji juga populer di Jepang sepuluh tahun yang lalu…”

Wanita itu menguap. “Jepang? Bagaimana aku bisa sampai di sini? Aku ingat aku sedang chatting di internet. Oh iya, mengapa kau di rumahku?” Dia melihat sekitarnya, menyadari lingkungan yang berbeda dan dia mulai menjerit.

Suara seorang wanita datang dari bawah ketika Zheng hendak berbicara. Dia berbicara dalam bahasa Jepang! Wanita ini mungkin salah satu karakter film. Film ini dimulai ketika mereka dapat berinteraksi dengan karakter.

Tiba-tiba sebuah angin dingin menerpa semua orang. Namun tidak ada orang lain kecuali Zheng yang merasakan dingin ini. Tubuhnya bergetar dan dia segera mengambil senapan mesin ringan, itu kebetulan berisikan peluru magic dan menembak ke loteng.

Semua orang menatapnya bingung, tapi Zheng bisa merasakan bahwa aura dingin mereda. Mereka tidak menyadari udara kegelapan menempel pada tubuh mereka…bahkan pada tubuh Zheng.

“Apakah ini…Ju on?”

 

Translator / Creator: isshh