November 24, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 3.2

 

Lori mencoba sekuat tenaga untuk membuka matanya. Wajahnya yang pucat tersenyum merekah. "Mesum, cepat lari, kau tidak ingin menggendong Lori lagi?"

Air mata mengalir di wajah Zheng. Wajah Lori seakan berubah menjadi seperti sepuluh tahun yang lalu, ketika semua rambutnya rontok, ketika ia kurus seperti tengkorak, namun dia tetap memberikan senyuman yang sama ini, memanggil dia mesum, dan dia...tidak mau kehilangan dia untuk kedua kalinya.

Meskipun hati Zheng telah hancur di dalam, ia masih menggendong Lori dan berlari ke lantai atas. "Lori, bicara denganku, jangan berhenti berbicara...jangan tidur, Lori, kau berjanji untuk tinggal di sisiku sampai rambut kita memutih, aku menepati janji kita dan selamat, jadi jangan ingkari janjimu lagi...kumohon, hidup denganku!"

"Tapi apa yang harus aku katakan? Aku sangat mengantuk, mesum, aku ingin tidur...ingin aku nyanyikan sebuah lagu?"

Zheng berlari lebih cepat dan lebih cepat lalu, pah! Kaki kirinya patah pada bagian yang terkena tembakan. Tidak siap untuk itu, ia jatuh ke belakang dan berguling menuruni tangga. Dia memeluk Lori dalam pelukannya untuk melindunginya dari benturan.

Untungnya Zheng baru menaiki beberapa anak tangga dan sehingga tidak menyebabkan cedera parah. Dia bangkit begitu ia mendarat kemudian mengikat Lori dengan rompi di punggungnya. Dia mulai memanjat tangga menggunakan kedua tangan dan kakinya. Namun menyeret kaki yang patah memperlambat kecepatannya menjadi setengah.

Zheng mengertakkan gigi, menggenggam pisau dan memotong kaki kirinya. Dia masih dalam keadaan unlocked mode (mode membuka batasan genetik), otot-otot di titik potongan diikat untuk menghentikan pendarahan. Zheng terus memanjat tangga.

~~~
Lyrics

"Masa kecil"
~~~

Nanyian Lori berkumandang di telinganya, namun lagu yang terasa begitu sentimental. Air mata mengaburkan pengelihatannya. Kukunya terkoyak karena memanjat dengan intensif, membuat tangannya berdarah dan terlihat mengerikan.

Suaranya semakin lemah dan lemah. Zheng menjerit seperti binatang. Dia berlari menuju lantai kantornya dan bergegas ke pintu. Kantor itu terang seperti sedang di siang hari meskipun tidak ada lampu yang nyala. Cahaya berasal dari layar komputer. Zheng mengangkat kepalanya dan memandang ke depan. Di luar jendela melayang beberapa helikopter. Mereka mungkin tertarik oleh cahaya itu juga. Begitu mereka melihat Zheng, penembak jitu membidikan senapan mereka padanya. Hampir bersamaan, perangkat komunikasi mereka berdering.

"…Ya pak. Mereka...menghilang!"

Ketika Zheng sadar kembali, dia melihat orang-orang di depannya tampak terkejut. Mereka adalah Jie, Lan, Zero, dan...Xuan!

Dia menggendong Lori dan berteriak kepada Dewa. "Dewa, cepat sembuhkan luka-lukanya..."

Jie tiba-tiba berteriak. "Tunggu tunggu!"

Dia berlari dan menggendong Lori. "Dewa, sembuhkan luka-lukanya dan potong poin dari saya!"

Zheng masih syok tapi Jie berteriak. "Cepat sembuhkan lukamu sendiri. Aku tahu kau tidak memiliki terlalu banyak poin tersisa. Jika poinmu negative, kau akan terhapus! Cepat sembuhkan lukamu!"

Dia menyaksikan seberkas cahaya bersinar di atas Lori. Dia segera melayang ke udara, wajahnya yang pucat mulai mendapatkan kembali warnanya. "Dewa, sembuhkan luka-luka saya!"

Proses pemulihan Zheng mengambil lebih dari 400 poin. Kaki kirinya juga tumbuh kembali. Lori telah menunggunya di lantai. Setelah ia mendarat, ia melompat ke dalam pelukannya.

"Lori...berdiri di belakangku.

Zheng tersenyum padanya kemudian berlari menikam ke arah Xuan dengan pisau. Hanya Zero yang bereaksi tepat waktu, ia melemparkan Xuan ke tanah tapi pisau sudah di tangan Zero.

Jie segera memegang Zheng dan berteriak. "Zheng! Kau sudah gila? Apa yang kau lakukan pada orangmu sendiri?"

"Orang kita sendiri? F*ck! Aku menghabiskan poin dan reward untuk kembali demi semua orang tetapi apakah kau tahu apa yang dia lakukan? Dia meletakkan GPS dari jam tangannya ke pisau ini! Kau tahu mengapa aku kembali seperti ini? Aku dikejar! Militer menangkapku, aku berjuang untuk kembali pada detik terakhir! Apakah kau masih berpikir dia sebagai salah satu dari kita?"

Semua orang memandang Xuan. Dia bangkit dari lantai seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi. "Apakah begitu? Maka dugaan saya benar..."

Zheng menendang dadanya dan melempar dia lebih dari sepuluh kaki jauhnya. Darah menyembur keluar dari mulut Xuan.

"F*ck!" Zheng menjerit. "Apakah hidup saya tidak berharga? Hanya untuk dugaan bodohmu? Dan kita bahkan adalah sekutu, saya mempertaruhkan hidup saya di film terakhir! Apakah ini caramu membayar kebaikan seseorang? Aku akan membunuhmu sekarang!"

Jie mencoba menahannya, tapi Zheng jauh lebih kuat dari dia. Selagi Zheng berjalan menuju Xuan, Lan berteriak. "Kau ingin membunuh Lori? Membunuh seseorang akan dikenakan biaya 1000 poin. Apakah kau memiliki 1000 poin sekarang? Kau dapat bunuh diri jika itu keinginanmu tapi kenapa kau harus menyeret dia bersamamu?"

Zheng menghentikan langkahnya, wajahnya tampak lebih tenang tapi masih mengerikan. "Xuan, aku tidak tahu berapa lama militer akan menahan orang tua saya. Aku tidak akan membunuhmu, tetapi saya akan memotong anggota badanmu. Kau dapat memulihkan mereka tapi aku akan melakukannya lagi! Kamu juga akan mati kelaparan atau terhapus karena tidak bisa masuk ke lingkaran cahaya!"

Xuan duduk dan menepis darah di mulutnya. Dia berkata dengan tenang. "Bagaimana dengan perangkat posisi? Kau membuangnya?"

"Tentu saja, kau pikir aku akan membawanya kembali untukmu?"

Xuan mengangguk. "Maka aku bisa menjamin bahwa tidak ada yang akan terjadi kepada orang tua anda. Bahkan perangkat posisi juga dapat menyimpan sejumlah informasi terbatas. Aku memasukan data tentang keberadaan dunia ini dan juga menukar cetakan biru dari beberapa teknologi canggih. Jika kau meninggalkan perangkat posisi di dunia nyata, mereka akan melepaskan orang tua anda dan bahkan memberi mereka perawatan yang lebih baik. Saya bisa menjaminnya."

Zheng sudah mulai tenang sedikit. Dia berkata dingin. "Bagaimana aku bisa mempercayai kamu? Dan mengapa kau melakukan ini? Mengapa kau melakukan hal ini bahkan berpeluang merusak kerja sama kita? Jika kau tidak memberikan alasan, aku akan memotong anggota badanmu!"

Xuan tersenyum tenang. "Baik, maka dengarkan alasan saya...Saya punya tiga alasan untuk melakukan ini."

"Pertama, untuk menguji apakah dunia nyata yang anda datangi adalah dunia asli tempat kita berasal. Karena Dewa dapat menciptakan dunia horor, ada kemungkinan dunia nyata juga mungkin hanya dunia maya. Satu-satunya cara untuk membuktikannya adalah jika sesuatu yang tidak anda duga terjadi. Sama seperti saya yang menempatkan perangkat posisi pada pisau anda. Anda tidak tahu tentang hal ini. Hanya pangkalan militer dari ingatan saya yang dapat menerima sinyal dari perangkat tersebut. Jika anda datang kembali tanpa luka, berarti dunia nyata yang anda datangi adalah dunia ciptaan Dewa. Tetapi jika anda bertemu dengan orang-orang dari milter, maka itu adalah dunia nyata yang sebenarnya. Dilihat dari cedera anda, kita memasuki dimensi Dewa dengan tubuh asli kita. Itu juga berarti benda-benda yang kita tukar dan peningkatan kemampuan tubuh kita juga dapat dibawa kembali ke dunia nyata. Ini adalah poin pertama yang ingin saya buktikan."

"Kedua, saya pikir Dewa mungkin memberi anda beberapa keterbatasan ketika anda kembali. Bisa anda ceritakan keterbatasannya?"

Zheng menjawab dingin. "Ya, pertama saya tidak bisa memberitahu siapapun tentang dimensi ini dengan cara apapun. Kedua, saya harus kembali ke tempat di mana saya dibawa pada waktu yang tetap, seperti saat aku menekan YES di depan komputerku, jadi saya harus kembali ke sana dalam waktu tiga puluh hari. Ketiga, saya harus bersentuhan dengan segala sesuatu yang saya miliki. Jika tidak barang-barang itu akan tertinggal di dunia nyata. Jika benda itu hanya bisa diperoleh dari dimensi ini, maka akan terhapus."

Xuan membenarkan kacamatanya. "Seperti yang diharapkan, hampir identik dengan spekulasi saya. Tidak boleh memberitahu ke dunia lain tentang dimensi ini? Namun saya belum terhapus, jadi alasan kedua saya adalah Dewa tidak memiliki kemampuan untuk berpikir. Ini hanyalah sebuah super komputer yang menjalankan program!"

"Karena saya membuat anda membawa perangkat posisi ke dunia nyata ketika anda tidak menyadari hal itu. Anda tidak tahu informasi yang terkandungnya, namun itu mengungkapkan keberadaan dimensi ini. Menurut aturan, yang mengungkapkan informasi ini akan dihapus, tapi saya masih di sini. Itu berarti aturan ini hanya berlaku untuk orang yang kembali ke dunia nyata. Aku masih di dimensi ini jadi bahkan jika saya mengungkapkan informasi tersebut, tidak akan terjadi apa-apa. Demikian pula, karena anda tidak tahu apa-apa tentang apa yang saya lakukan, anda tidak terhapus. Oleh karena itu saya dapat menyatakan bahwa Dewa tidak memiliki kemampuan untuk berpikir. Ini hanya akan mengikuti seperangkat aturan. Ini hanya sebuah super komputer dan bukan sebuah organisme dengan kemampuan berpikir!"

Zheng berteriak. "Terus kenapa? Aku tidak peduli apakah itu komputer atau apa, karena perangkapmu, kami hampir kehilangan nyawa! Hanya untuk dugaanmu?"

Xuan mengabaikannya dan meneruskan. "Setelah anda tahu itu sebuah program, maka kita bisa menyiasati keterbatasannya untuk banyak hal. Ini akan sama seperti di film horor...ada gunanya mengatakan ini kepada anda. Alasan ketiga, saya ingin membawa beberapa teknologi canggih kembali. Jika dua dugaan pertamasaya benar, maka pemerintah harus memiliki cetak birunya. Mereka seharusnya juga menerima pesan saya. Dalam pesan saya, saya mengatakan kepada mereka untuk menemukan beberapa agen khusus dan menghipnotis mereka untuk kecewa dengan kehidupan. Kemudian tinggal di depan komputer sepanjang hari. Dengan cara ini kita mungkin akan mendapatkan beberapa agen khusus dalam tim kita dan akan meningkatkan kesempatan bertahan hidup lebih besar…"

"Maaf membuat anda dalam bahaya. Ini adalah kesalahan dari spekulasi saya. Saya pikir mereka bisa menemukan anda sebelumnya. Begitu mereka menemukan perangkat posisi pada pisau, anda dapat kembali dengan selamat...Ini adalah salahku. Jika anda masih ingin membunuh saya, lakukanlah, saya tidak akan melawan."

Xuan berdiri di sana dengan tenang setelah mengatakan semua ini. Namun Zheng ragu-ragu, maka ia melemparkan pisau di tanah. "F*ck! Jika kau membiarkan saya tahu ini sebelumnya, bukannya aku tidak mencintai negaraku, aku akan membawa perangkat posisi kembali. Aku benci bagaimana kau memanfaatkan sekutumu, apakah kau tidak memiliki emosi yang normal dalam pemikiranmu?"

Xuan menjawab dengan tenang. "Saya tidak bisa mengatakan apa-apa sebelumnya. Jika anda memiliki rincian ini dalam memori anda, maka Dewa dapat menghapus anda, karena ini bisa menjadi cara anda mengirimkan pesan. Itu harus dilakukan ketika anda benar-benar tidak menyadari apa-apa."

Zheng mengambil napas dalam-dalam. "Saya tidak bisa mempercayaimu lagi! Tidak peduli seberapa berbahaya film berikutnya, kita akan mengakhiri aliansi ini! Jangan pernah menjebakku lagi, kalau tidak aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! Aku berjanji!"

Zheng menarik tangan Lori dan berjalan kembali ke kamarnya dalam diam. Jie dan Lan menghela napas dan pergi ke kamar mereka. Satu-satunya yang tersisa di platform hanya Zero yang sedang memulihkan diri bawah cahaya dan Xuan...dia mengambil pisau kemudian berjalan kembali ke kamarnya dalam diam...

Translator / Creator: isshh