November 22, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 2.2

 

Zheng dengan cepat menenangkan diri. Dia memegang tangan Lori seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia tampak seperti seorang pekerja kantoran dan dikombinasikan dengan ekspresi yang ditunjukkan Lori, mereka tampak seperti orang normal.

Beberapa polisi melihat melalui jendela. Dua dari mereka pergi untuk memeriksa lisensi lalu cepat-cepat berlari kembali. Ekspresi yang lainnya tiba-tiba berubah dan mengeluarkan senjata mereka.

Tangan kiri Zheng berkedut. Dia hendak mengambil senapan serbunya tapi kemudian ia melihat polisi-polisi malah menodongkan senjata mereka pada sopir taksi. Dia meletakkan tangan kirinya.

Sopir taksi bingung. Pertama seorang pemuda meninju kursi, ia sangat takut untuk mengatakan apa-apa, dan sekarang begitu banyak senjata yang mengarah ke padanya. Apakah ini hari sialnya?

Polisi membuka pintu dan menyeret sopir keluar. Kemudian memborgol tangannya sambil cepat menggeledah tubuhnya.

"Kami minta maaf telah mengganggu anda. Sopir ini adalah seorang penjahat yang dicari." Salah satu polisi berjalan ke jendela Zheng kemudian menunjukkan kartu pengenalnya.

Zheng menghela napas lega, namun ia masih merasa sedikit tidak nyaman. Dia tersenyum tenang. "Terima kasih kepada anda semua, kalau tidak, ia mungkin telah merampok kami di dalam mobil...bisa kami pergi sekarang?"

Polisi tersenyum bersama. "Tentu saja, tapi tolong ikuti kami untuk membuat beberapa catatan. Ini adalah tanggung jawab sipil. Apakah anda berdua tidak masalah dengan ini?"

Zheng tidak punya pilihan selain turun dari mobil dengan Lori. Kemudian polisi yang membawa mereka ke sebuah polisi polisi. "Saya tidak masuk denganmu. Hanya perlu salah satu dari kalian untuk member beberapa keterangan setelah itu kalian boleh pergi." Lalu dia berbalik dan berjalan pergi.

Zheng menyaksikan polisi berjalan sejauh sepuluh meter, kemudian berkata pada Lori. "Aku akan masuk ke dalam, kau tunggu di sini sebentar...Aku mungkin terlalu sensitif. Sniper itu mungkin mengincar sopir tersebut. Kita akan pergi mengunjungi sekolah kita nanti." Lalu ia berjalan ke dalam mobil.

Mobil itu agak gelap. Selagi matanya menyesuaikan diri dengan kegelapan, hatinya tiba-tiba berdetak keras lagi. Beberapa senjata muncul melalui kegelapan hampir bersamaan. Satu senjata bahkan menyentuh kepalanya.

"Jangan bergerak! Bahkan gerak sedikitpun, kalau tidak kami tidak segan mematahkan sendi anda!"

Selagi orang tersebut berbicara, pintu mobil tiba-tiba ditutup. Dan Zheng melihat enam orang di dalam mobil. Lima dari mereka membidiknya dengan pistol, tidak, keenam dari mereka, hanya saja yang terakhir itu meletakkan pistol di atas kepala Zheng.

Dua orang berjalan ke arahnya. Satu mendorong Zheng ke lantai dan menggeledah tubuhnya, sementara yang lainnya memindai tubuhnya dengan sebuah perangkat. Setelah beberapa saat, mereka berdiri. "Pak, tidak ada senjata!"

Orang di belakang Zheng menyingkirkan pistol dan berkata. "Li, pergi ke kantor polisi. Dan tanya mereka apakah sudah selesai menyiapkan isolasi ruang interogasi."

Satu orang mengangguk lalu berjalan ke daerah pengemudi. Dua orang masih menodongkan pistol ke Zheng.

(...Tidak bisa, ruang di dalam mobil terlalu kecil, sangat mudah terkena tembak.)

Zheng bangkit dari lantai, dan bertanya dengan dingin. "Mengapa anda harus menangkap saya? Kalian siapa?"

Orang di belakang Zheng duduk di kursi. Dia sekitar dua puluh sembilan tahun, dan bisa dengan mudah mengatakan ia seorang tentara dari cara dia duduk. Dia menjawab dengan dingin. "Kita berdua orang-orang yang pintar. Jangan mencoba untuk mengirimkan informasi keluar. Mobil ini telah benar-benar terisolasi, perangkat isolasi sinyal elektronik, ini adalah sebuah penemuan oleh Kolonel Chu Xuan yang anda culik. Jangan bilang anda tidak tahu. Kami adalah grup 1 dari jaminan sosial. Lalu siapa kamu?"

(Jaminan sosial? Sialan kau Xuan! Ini adalah sebuah plot!)

Karena intelijen Zheng meningkat menjadi 187, proses pemikirannya menjadi lebih sensitif. Dia dengan cepat bisa membuat beberapa pertanyaan.

Ya, Xuan mungkin menjebaknya. Meskipun ia tidak tahu bagaimana cara Xuan memberikan pemerintah.

Orang itu menatap Zheng, pikirnya Zheng akan mengaku dan tersenyum. "Mengerti sekarang? Ya, sekitar dua puluh hari yang lalu, kami menerima sinyal GPS dari jam Kolonel Chu Xuan. Tapi itu muncul dan hilang lagi. Tidak sampai beberapa hari yang lalu kami menemukan anda. Selama beberapa hari pengintaian, kita tidak bisa menemukan jejak Kolonel. Satu-satunya kemungkinan adalah dia pindah tapi ia meninggalkan jam tangannya pada anda. Jadi apakah anda ingin memberitahu saya sekarang? Siapa yang menerobos ke markas dan menculik Kolonel Chu Xuan, yang merupakan pengkhianat yang membantu dari dalam? Untuk siapa anda bekerja?"

Zheng menutup mulutnya. Dia mencoba untuk mencari tahu bagaimana Xuan mengirim pesan. Masalah muncul dan hilang adalah sebuah petunjuk, tapi mengapa? Satu-satunya kemungkinan adalah sinyal yang terisolasi atau bertabrakan. Maka pasti ada sesuatu dalam cincinnya. Itu bukan platinum, Xuan tidak pernah menyentuh mereka. Satu-satunya benda yang ia gunakan secara teratur adalah...pisau progresif! Senjata yang diberikan Xuan!

Orang lain melihat bahwa Zheng menutup mulutnya. Dia memejamkan mata dan berkata. "Saya dapat memberitahu anda...Kolonel Chu Xuan mengetahui rahasia beberapa teknologi mutakhir. Kepentingan bangsa di atas segalanya. Karena anda melupakan negara anda, kami tidak akan membiarkan anda lolos dengan mudah...Ada obat neruological yang bisa membuat anda menjawab segala sesuatu yang ingin kami ketahui, meskipun anda akan menjadi idiot sesudahnya. Tapi ini hukuman anda!"

Zheng masih berjongkok. Dia menempatkan tangan kirinya dalam bayangan dan melepas cincinnya. Dengan cepat menyembunyikannya di mulutnya, di belakang giginya ketika ia berdiri. "Bagaimana dengan dia? Gadis di luar mobil?"

"Dia? Kami juga menemukan filenya, tapi file menyatakan bahwa dia telah mati selama sepuluh tahun. Dia masih terlihat seperti berusia lima belas tahun. Heh. Itu adalah sebuah kelompok kuat yang anda layani, diam-diam membawanya pergi dan melatihnya selama sepuluh tahun. Ketika dia kembali, wajahnya bahkan tidak berubah sedikit. Dia juga akan ada di ruang interogasi."

Zheng merasa lega. "Kapan kau akan menyuntikkan obat itu? Hari ini? Besok?"

Orang itu membuka matanya dan memandang Zheng hati-hati. "Heh. Anda benar-benar setia pada pengkhianat karena hanya beberapa juta dolar platinum. Interogator kami sedang menunggu anda, jika anda tidak mengatakan kebenarannya besok...Anda akan menjalani sisa hidup anda sebagai idiot."

Masih ada kesempatan! Dia masih punya kesempatan untuk melarikan diri!

Setelah menjalani film horor, Zheng bukan lagi pekerja kantoran normal. Dia lebih kuat dari orang normal, ia memiliki pengalaman berperang melawan kematian, dan yang paling penting, ia bertekad untuk hidup!

Zheng cepat menilai situasi saat ini. Satu, ia harus kembali ke kantor sebelum pukul dua belas siang, kalau tidak, ia dan Lori akan mati. Dua, dia tidak harus mengatakan apa-apa tentang dimensi Dewa.

Mengapa orang-orang ini hanya membawanya ke kantor polisi setempat, itu karena mereka juga berlomba melawan waktu. Mereka berpikir bahwa Xuan dipindahkan ke lokasi lain. Mereka tidak akan membiarkan orang berbakat yang tahu begitu banyak teknologi canggih masuk ke tangan negara lain. Dengan kata lain, mereka harus mencari tahu ke mana Xuan sesegera mungkin.

Waktu hampir menunjukkan pukul12:00 siang. Zheng ingat waktu itu hampir pukul 11 ketika mereka meninggalkan rumah. Maka harusnya sekitar pukul 12 sekarang. Dia memiliki dua belas jam antara sekarang dan tengah malam. Dia harus kembali ke kantor dengan Lori dalam waktu 12 jam ini.

Tapi dia tidak bisa kembali terlalu dini. Dia hanya satu orang, meskipun kemampuan tempur dekatnya lebih kuat daripada orang normal, ia bukan superman. Dia tidak yakin bisa bertahan di kantor terlalu lama.

Jadi cara terbaik adalah pergi ke kantor ketika waktu mendekati pukul 12. Ini adalah satu-satunya cara dia bisa hidup!

Mobil melambat setelah sepuluh menit. Zheng bertanya. "Apakah ada yang membidik saya dengan senapan sniper saat di rumah saya?"

Orang itu mengangguk. "Itu benar. Kami merencanakan untuk merobohkan anda dengan peluru bius. Anda dan gadis itu akan langsung kehilangan kesadaran dan tidak akan mampu untuk mengirimkan pesan. Tapi indra anda tajam, itu sebabnya kami harus mengatur semua ini untuk menangkap anda. Kenyataannya, sopir taksi tadi hanya orang sipil yang normal."

Ketika ia turun dari mobil, orang itu memborgol tangannya di punggungnya. "Borgol ini juga dapat menyerap sinyal elektronik. Tidak ada yang datang untuk menyelamatkan anda."

Zheng tersenyum. Dia mengenali daerah sekitarnya, kantor polisi ini adalah sekitar satu jam dari kantornya. Jika dia punya mobil, hanya perlu dua puluh menit.

(Waktu melarikan diri adalah... 23:20)

Tiba-tiba, Zheng merasakan aura membunuh setidaknya dari tiga sumber. Satu dari dalam mobil, satu dari dalam kantor polisi, dan satu dari atas bangunan. Jika ia bertindak apapun yang aneh, ia mungkin akan ditembak di detik berikutnya.

Tanpa pilihan lain, ia harus mengikuti orang itu ke kantor polisi. Di lantai ketiga adalah ruang interogasi yang dipisahkan oleh dinding kaca. Siapapun yang menonton film akan tahu ada orang-orang yang menyaksikannya dari belakang kaca.

(Saya harus bertahan.)

Zheng menutup matanya dan berkonsentrasi pada Qi-nya. Satu-satunya kekhawatirannya adalah Lori, dia berharap tidak akan terjadi apa-apa padanya...Jika tidak, ia akan membunuh Xuan setelah ia kembali!

Beberapa saat kemudian, beberapa orang datang ke ruangan dan mulai menceramahi Zheng tentang nasionalisme dan masa depannya. Mereka juga menunjukkan bahwa mereka akan menyuntikkan dia dengan obat dan berharap ia bisa mengeluarkan semua informasi sebelumnya. Pemerintah akan mengampuni orang yang bersedia untuk menebus diri mereka sendiri.

Zheng mendengar tentang kebrutalan polisi, namun orang-orang ini tidak menggunakan segala jenis kekuatan. Mereka hanya terus menceramahi dia sampai seseorang datang dan mengatakan sesuatu kepada yang lainnya dengan suara rendah. Zheng hanya bisa mendengar kata-kata 'platinum' 'ruang' 'pencarian'. Jantungnya berdetak keras, mereka mungkin mencari rumah orang tuanya.

"Zheng Zha, anda harus paham bahwa obat itu akan membuat otak anda kacau. Ada kemungkinan bahwa kami tidak bisa mendapatkan apa pun dari anda, itu sebabnya kami sudah berusaha untuk membujuk anda. Jika anda tidak bekerja sama, kami tidak punya pilihan selain menggunakan obat itu..."

Zheng memotongnya. "Bagaimana anda akan memperlakukan orang tua saya?"

Orang-orang itu tersenyum. Zheng tetap diam sepanjang waktu. Ini adalah pertama kalinya ia berbicara. "Kami tidak akan melakukan ketidakadilan pada orang yang tidak bersalah, tapi itu tergantung pada seberapa baik anda mengatakan yang sebenarnya..."

Zheng berkata dengan tenang. "Beri aku jam tangan. Saya harus berpikir tentang hal itu dengan hati-hati. Dan jangan gunakan obat tersebut pada gadis itu. Dia tidak tahu di mana kami bertemu. Jika anda melakukan apa-apa padanya, aku lebih suka bunuh diri daripada memberitahu anda di mana Xuan...Dia masih di kota ini, kami tidak akan memindahkannya sampai besok lusa. Saya akan memberikan jawaban hari ini."

Orang-orang saling memandang, kemudian satu orang mengangguk. Dia melepas arlojinya dan menyerahkannya kepada Zheng. "Anda harus memberi kami informasi hari ini. Jika kami tidak menerima informasi sampai 12 tengah malam, kami akan menggunakan obat tersebut pada Anda."

Zheng tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia melihat pada saat itu, 6:40. Waktu interogasi lebih cepat dari yang ia harapkan.

Dia memegang arloji dan menutup matanya. Mereka mengambil segala sesuatu miliknya ketika dia memasuki ruangan, bahkan kancing pada kemejanya. Untungnya ia menyembunyikan cincin dalam mulutnya.

7 pm...8pm...9pm...10pm...11pm...

Orang-orang sudah datang untuk memeriksa dia beberapa kali. Hampir mendekati pukul 12:00, Zheng tiba-tiba berdiri dan bertanya. "Di mana gadis itu? Apakah anda menggunakan obat pada dirinya?"

Sekitar sepuluh detik kemudian, dia mendengar melalui speaker. "Dia baik-baik saja. Kami tidak menggunakan obat apapun pada dirinya dan bahkan memberi dia makan malam tepat waktu."

Zheng menggeleng. "Aku harus melihatnya. Jika dia baik-baik saja, maka saya akan segera memberitahu anda di mana Xuan. Saya juga akan bekerja sama dan membantu anda dalam menyelamatkan dia, dan memberitahu anda siapa pengkhianat itu."

Sepuluh detik berlalu. "Ok, kami bisa memenuhi permintaan anda. Dia di kantor polisi ini..."

11:20 pm...Zheng melihat jam tangannya, kemudian dia menyebarkan Qi nya ke seluruh tubuhnya.

Beberapa menit kemudian, beberapa tentara membuka pintu dan Lori berlari ke dalam ruangan. Dia memeluk Zheng dan mulai menangis.

"Lori, jangan bergerak, dengarkan aku...apapun yang terjadi, jangan lepaskan aku, paham?"

Zheng mengambil cincin selagi Lori menghalangi pandangan mereka. Dia mengaktifkan cincin dan pisau muncul di tangan kirinya...kemudian memotong pintu.

Translator / Creator: isshh