November 19, 2016

Terror Infinity – Volume 3 / Chapter 1.2

 

Zheng mengambil napas dalam-dalam. Dia memandang ke luar jendela, ini benar-benar tempat dia dulu bekerja sebagai seorang manajer. Cuaca cerah, kawanan merpati terbang, suasana damai dan suara-suara dari jalan-jalan. Ini adalah dunia tempat ia dibesarkan. Tempat tanpa monster, alien, atau T virus, tanpa teror tak berujung. Dunia yang damai seperti surga.

Tiba-tiba Zheng merasa bahwa dunia nyata begitu asing. Seolah-olah itu milik kehidupan sebelumnya. Setelah berjuang dalam film, ia akhirnya merasa terlahir kembali.

"Aku sangat takut, takut bahwa aku hanya ilusi yang diciptakan oleh bola cahaya. Hehe. Kita benar-benar bisa kembali ke dunia nyata, membuatku lega sekarang...Mesum, apa yang kau pikirkan?"

Zheng menggeleng, beberapa informasi muncul di otaknya. Ini adalah informasi yang Dewa berikan kepadanya. Dalam tiga puluh hari di dunia nyata, ia tidak boleh menyebutkan apa-apa yang berkaitan dengan dimensi Dewa, kalau tidak, ia, dan segala sesuatu miliknya akan terhapus.

Pada akhir tiga puluh hari ia harus kembali ke kantor ini. Dewa akan membawanya kembali. Pada saat yang sama ia harus bersentuhan dengan semua yang dia miliki. Jika tidak benda-benda itu akan tertinggal di dunia ini. Jika benda itu hanya bisa diperoleh dari dimensi Dewa, maka akan terhapus. Jika ia tidak bisa kembali ke kantor, dia akan terhapus.

"Itu berarti aku tidak bisa mengatakan apa-apa tentang tempat itu, harus datang kembali ke sini dalam tiga puluh hari, dan harus berpegangan tangan dengan Lori."

Zheng mengangguk dan menyimpan informasi ini dalam hatinya. Lalu berkata. "Ayo pergi. Lori, aku akan membawamu ke orang tua saya."

Di luar kantor, terdapat orang-orang yang sedang sibuk bekerja. Beberapa lusin orang berada di depan meja komputer, beberapa sedang melakukan percakapan. Selagi Zheng dan Lori melangkah keluar dari kantor, banyak orang berpaling kepada mereka. Untuk sesaat, tempat itu menjadi hening.

"Manajer Zheng..."

Setelah keheningan, orang berkumpul di sekitar Zheng dan mulai mengajukan pertanyaan. Pada dasarnya ke mana saja ia hari ini.

Zheng meraih seorang pemuda yang akrab dengannya dan pergi menuju lift. "San, berapa lama saya meninggalkan perusahaan? Apa situasi saat ini?"

San mengeluarkan sebungkus rokok dan menyerahkan satu untuk Zheng. "Zheng, apakah ada sesuatu yang terjadi dalam keluargamu? Mengapa kau pergi tanpa sepatah katapun? Setidaknya tinggalkan pesan kepada kami. Tak ada yang tahu di mana kau berada sehingga wanita jalang itu memecatmu karena absensi. Dia memberikan pacarnya jabatanmu dan dia membuat semua orang kesal. Jika kau tidak datang, kita akan berhenti bersama-sama.. "

Zheng mengambil rokok dan berkata. "Ya sesuatu terjadi...San, aku akan mengajarkan trik. Bukankah dia sering bermain di ruangannya? Beli kamera tersembunyi dan masukkan ke dalam ruangannya. Tapi jangan kelewatan, hanya untuk mengancam mereka...Aku harus pergi sekarang, kumohon jaga keluarga saya jika ada sesuatu yang terjadi. Kesehatan orang tua saya tidak terlalu bagus, jadi kunjungi mereka sekali-sekali dengan beberapa teman."

Sebelum San bisa menjawab, Zheng sudah melangkah ke dalam lift.

Keduanya mendesah setelah keluar dari gedung. Zheng karena telah mengalami begitu banyak pengalaman, meskipun itu tidak cukup untuk pencerahan tapi dia telah berubah. Lori sangat mengagumi kota besar ini. Ingatannya masih dari sepuluh tahun yang lalu, ketika kota itu tidak begitu berkembang. Tak lama setelah itu, mereka berbaur dalam lautan orang.

Saat ia sedang mengalami kesulitan melewati kerumunan, Zheng menjemputnya. Lori tersipu tapi sambil tertawa. "Perubahan yang sangat besar, jika kau tinggalkan aku di sini sendirian, aku akan tersesat dalam beberapa menit. Hehe. Mungkin saya akan diculik oleh pedagang manusia."

"Aku tidak akan meninggalkanmu...pasti tidak akan!"

Senyumnya semakin lebar, ia hampir menggantungkan diri di badan Zheng dan bertanya. "Kita hanya memiliki tiga puluh hari. Uh. Ayo kita pergi melihat orang tuamu terlebih dahulu kemudian mengunjungi orang tua saya, bagaimana?"

Zheng mengangguk, lalu tiba-tiba dia berhenti dengan linglung. "Sial...kita tidak punya uang. Aku meninggalkan jaket yang berisi uang di Alien...Sepertinya kita harus berjalan kembali."

Tidak ada yang lebih memalukan daripada memiliki satu meter kubik platinum di cincinnya, namun ia tidak memiliki uang untuk naik taksi. Mereka tidak punya pilihan selain berjalan ke rumah orang tuanya.

Keduanya tiba siang hari. Ini adalah apartemen kondominium. Itu tampak seperti daerah untuk keluarga kelas menengah. Ketika mereka mengetuk pintu, seorang wanita tua berusia lima puluhan membuka pintu.

Dia segera mengenali Zheng dan tersenyum. "Nak, mengapa kau datang hari ini? Kau tidak di rumah sabtu lalu, dan telepon genggammu di luar wilayah layanan ketika saya meneleponmu. Kau melakukan perjalanan bisnis? Ayo masuk."

Zheng menarik keluar Lori dari belakang dan berkata sambil tersenyum. "Ibu, lihat siapa ini?"

Lori keluar malu-malu. "Hai tante, saya datang untuk bermain."

Dia bingung untuk beberapa saat kemudian menggenggam Lori dengan syok. Dia memandanginya dari kepala sampai jari kaki beberapa kali kemudian berteriak. "Sayang, keluar, Sayang!"

Zheng diam-diam menutup pintu. Pasangan tua itu memeriksa Lori dengan kegembiraan. Ini membuatnya merasa malu tapi juga bahagia. Meskipun dia diberitahu untuk tidak mengatakan apa-apa tentang dimensi Dewa. Pasangan tua itu menelepon orang tua Lori kemudian mulai mempertanyakan dirinya. Setelah Lori menghindari beberapa pertanyaan, mereka mengubah topik.

Satu jam kemudian, ketika mereka sedang makan siang. Ada ketukan pintu yang cepat. Ibu Zheng membukanya dan di sana berdiri pasangan sekitar usia lima puluhan. Mereka bergegas ke Lori setelah mereka melihatnya. Wanita itu memegang dan mulai menangis. Pria itu tetap tenang namun matanya merah.

"Ok, ok, tolong jelaskan dulu." Pria itu meraih wanita itu. "Apakah kau benar-benar Lori? Itu tidak mungkin, kami melihat dia meninggal dengan mata kami sendiri."

Lalu ia memandang Zheng. "Ini adalah seorang aktris yang kamu sewa? Katakan padaku, apa ini?" Dia mulai berteriak pada akhir kalimat.

Selagi Lori mulai menangis, dan hendak mengatakan sesuatu. Zheng menepuk tangannya dan berkata. "Paman, saya tidak akan menggunakan Lori untuk lelucon...saya bisa menjanjikan bahwa ini adalah Lori nyata, putri anda, maafkan saya bahwa saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi."

Sebelum pria itu dapat menjawab, ayah Zheng berteriak. "Apa yang tidak bisa kau katakan? Apa ini? Ini bukan rahasia perusahaanmu, ini menyangkut kehidupan! Aku ayahmu, kamu harus mengatakan itu ketika saya memintamu."

Zheng menggeleng pahit. "Ayah, aku mengerti tapi aku benar-benar tidak bisa mengatakan apa-apa. Kalau tidak kita berdua akan mati. Aku berjanji ini Lori nyata yang kamu kenal."

Ibu Zheng menghentikan ayahnya dari mengatakan apa-apa lagi. Dia tertawa. "Tidak peduli apapun, itu bagus bahwa dia kembali. Jika dia benar-benar datang kembali dari...itu benar bahwa mereka tidak dapat memberitahu kita."

Kembali dari mana? Tentu saja sih, orang di usia mereka cenderung percaya pada takhayul. Seseorang yang meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu tiba-tiba muncul di depanmu, yang penampilannya, ekspresi dan nada yang persis sama. Selain fakta bahwa Zheng tidak bisa mengatakan apa-apa mengenai semua ini.

Zheng merasa lega. Dia khawatir bahwa ia tidak bisa menjelaskan latar belakang Lori. Meskipun orang tua mereka keliru, ia senang untuk menerima kesalahan ini.

"Ayah, ibu, paman, bibi, kami hanya bisa tinggal di sini selama satu bulan. Setelah satu bulan, kami akan harus pergi. "Zheng mengatakan kepada mereka setelah mereka tenang.

Ibu Zheng mulai bergetar. Matanya penuh dengan air mata. "Nak, kamu tidak akan juga..."

Zheng memegangnya dan tersenyum. "Tidak, ibu, saya belum mati. Saya masih hidup dengan sangat baik. Sentuh tanganku, lihat, itu hangat. Saya hanya mengatakan bahwa saya dan Lori akan pergi...biarkan selama satu atau dua tahun. Kami masih memiliki beberapa hal untuk diselesaikan. Kemudian kami akan kembali dan tidak pernah pergi lagi."

Selagi para ibu itu menangis, para ayah mulai menghibur mereka. "Ya, itu lebih baik bahwa mereka bisa kembali, kenapa kau masih menangis? Hanya satu atau dua tahun lagi, kami telah menunggu sepuluh tahun. Satu atau dua tahun akan lewat dalam sekejap mata..."

Zheng mendesah lalu berjalan ke jendela dan menutup tirai. Dia mengaktifkan cincin dan mengeluarkan semuanya ke lantai.

Dia mengambil sebatang platinum dan tersenyum. "Yakinlah, saya pasti akan pulang kembali bersama Lori. Platinum ini adalah benda khusus dari tempat itu. Ini sangat murah di sana. Paman dan bibi, kalian tidak terlalu baik beberapa tahun ini, Lori memiliki andil dalam mendapatkan platinum ini, jadi kalian juga ambilah setengah dari ini. Tapi hati-hati ketika kalian menjual mereka, jual satu per satu batang."

Dibandingkan dengan kata-katanya, platinum itu lebih mengejutkan mereka. Untuk sementara di ruang tamu jadi senyap. Tidak ada yang menyadari bahwa sebuah titik kecil di bawah pisau berkedip sekali.

Translator / Creator: isshh