November 16, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 9.2

 

Setelah di dalam kamar, Zheng menempatkan Lori di sofa. Wajahnya sudah berubah merah sejak di luar lobi tadi. Dia menutup matanya begitu dia masuk ke ruangan. Sebagai seseorang yang baru saja kehilangan keperawanannya untuk Zheng, dia langsung teringat dengan sesuatu, terutama saat Zheng menempatkan dia di sofa.

"Jangan, tidak di sini...di dalam kamar tidur." Kata Lori dengan suara sangat kecil.

Tanpa diduga, Zheng tidak melakukan apa-apa yang aneh. Sebaliknya ia meletakan kepalanya di pangkuan Lori dan hanya berbaring di sana tanpa bergerak. Lori terkejut pada awalnya kemudian setelah beberapa saat, ia meletakkan tangannya di atas kepalanya diam-diam.

Lori berkata dengan suara pelan. "...Aku mencemaskan kamu, terutama keadaanmu saat muncul di depanku…Aku sangat takut."

"Hm..."

"Zheng, aku takut. Nana mengatakan kau akan kembali dalam satu hari. Dan mungkin salah satu dari kami akan tiba-tiba hilang, seperti wanita lain yang ia kenal. Atau mungkin kami berdua akan menghilang...Aku takut kalau aku mungkin tidak bisa melihatmu lagi. Bahkan jika aku akan mati, aku ingin melihatmu untuk terakhir kalinya..."

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara pelan. "Aku sudah berpikir sepanjang hari ini, Zheng. Jika aku tidak mati saat itu, maka kau tidak akan kecewa dengan kenyataan, dan tidak akan diberi pilihan YES dan NO...Kau juga tidak akan terluka seperti ini. Aku takut saat melihat kau pulang dalam keadaan penuh darah, dan setiap bagian dari tubuhmu terluka. Zheng, aku benar-benar takut kehilangan kamu..." Lori tidak bisa melanjutkan lagi. Dia memegang kepalanya dan mulai menangis diam-diam.

Zheng merasa lelah. Selain kelelahan fisik, hatinya benar-benar lelah. Berjuang di tempat yang tidak ada harapan, setiap langkah harus dipertimbangkan dengan cermat, setiap krisis ia harus menempatkan hidupnya sebagai taruhannya, sampai pertarungan terakhir melawan keputusasaan. Dia telah kelelahan di setiap energi mentalnya. Setelah itu aman, ia bahkan tidak ingin bergerak sedikitpun. Dia hanya ingin berbaring di pangkuan Lori dan beristirahat.

"Tidak akan mati...Lori, tidak akan mati! Kita semua tidak akan mati! Aku berjanji, aku akan membawamu kembali ke dunia nyata, untuk menonton aurora itu, lalu menyeberangi Samudera Pasifik dengan kapal pesiar, berbaring di dek pada tengah malam dan menghitung bintang-bintang, untuk melihat patung-patung di Easter Island, merenungkan semua rahasia manusia, kemudian pergi mendengarkan musik dari Skotlandia, dan juga mengunjungi peradaban kuno di bawah Pantheon Yunani, kemudian kita akan kembali ke Great Wall of China. Kita akan berjalan ke Bada Ling berpegangan tangan...Aku akan hidup tidak peduli apapun! Aku belum memenuhi semua ini, aku berjanji padamu...kita akan hidup tidak peduli apapun yang terjadi!"

Satu malam penuh tanpa kata-kata. Zheng terlalu lelah. Dia tidur dengan damai menggenggam Lori. Keesokan harinya pukul 10 pagi, ia perlahan-lahan membuka matanya dan melihat wajah Lori tepat di depannya. Dia masih tidur dengan mata tertutup, tapi itu seperti hati mereka terhubung, tak lama setelah itu ia membuka matanya, ia terbangun.

"Pagi." Lori menguap.

Zheng menyukai tingkah lakunya. Dalam kenangan, mereka kadang-kadang tidur bersama-sama ketika mereka berusia sekitar sebelas tahun. Ketika ia baru saja bangun, dia akan terlihat begitu imut seperti kucing. Sebelum dia menyadari hal itu, ia sudah menciumnya.

"Itu jorok! Melakukan ini di pagi hari kau mesum! Kau bahkan belum mencuci mulutmu! Pergi sana, kau sudah berbaring padaku sepanjang malam..."

"Maka...itu tidak akan masalah jika aku berbaring sedikit lebih lama..."

"Tidak, mesum..."

Pada saat mereka berdua keluar dari kamar mereka, itu sudah pukul 12:00. Zheng melihat sudah ada beberapa orang yang berdiri di lobi. Xuan, Zero dan Jie berdiri dalam lingkaran, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. Mengingat kemampuan Xuan, ia menyadari sesuatu yang mungkin terjadi. Dia segera meraih Lori dan berlari ke arah mereka.

Xuan telah emnukar sepasang kacamata baru, mengenakan pakaian kasual hitam. Itu tampak normal tetapi wajah dingin dan tanpa ekspresinya memberi Zheng nuansa yang berbeda.

Zero dan Jie tidak banyak berubah, mereka berdua menukar baju baru. Ketika mereka melihat Zheng datang, mereka mengangguk. Xuan adalah orang pertama yang berbicara. "Setelah Lan datang, aku akan memberitahu kalian analisis saya."

Sebelum Zheng bisa berbicara, Lori berkata dengan tersipu malu. "Jie, di mana Nana? Apakah dia ada di kamar?"

Jie tertawa. "Dia memotong buah dan membuat krim dengan Lan. Dia telah berbicara tentang kamu sejak pagi ini."

Lori mencubit Zheng kemudian melompat ke arah kamar Jie. Tak lama setelah itu, Lan keluar tertawa.

Xuan melihat mereka berlima sudah lengkap kemudian berkata. "Saya menemukan tiga masalah, pertama adalah ciptaan manusia...sesuai dengan kondisi, sepertinya kalian bahkan dapat membuat Dewa. Karena itu tidak terbatas pada ras, usia, jenis kelamin, kemampuan, selama kalian bisa membayangkannya, kalian bisa menciptakan sesuatu. Saya mencoba kemarin tapi sebenarnya ada keterbatasan yang tersembunyi...Arnold!"

Sepuluh detik kemudian, seorang pria besar sekitar 2,5 meter keluar dari kamar Xuan. Dia berdiri di samping Xuan tanpa bergerak. Wajahnya tanpa emosi dan dingin seperti Xuan.

"Awalnya saya memilih Alien dan Hunter, tapi Dewa tidak memberi saya respon apapun. Sepertinya makhluk hidup yang bukan berasal dari Bumi tidak tersedia. Jadi saya memilih manusia. Tinggi maximal pada 2,5 meter, saya tidak menguji jenis kelamin, itu tidak relevan dengan kemampuan tempur. Usia yang dipilih adalah 22 ketika kemampuan fisik seseorang pada titik puncaknya. Kemampuan kebijaksanaan, saya awalnya membayangkan semua dewa yang kuat, tapi Dewa tidak menciptakan kehidupan apapun. Jadi saya secara bertahap menurunkan kemampuannya, saya juga menguji mutasi genetik dan garis keturunan yang dapat ditukar dari Dewa, tidak satupun dari mereka yang dapat dibuat. Jadi saya menganggap itu hanya dapat menggunakan manusia sebagai cetak birunya."

"Lalu saya membayangkan batasan manusia, dan secara bertahap mengurangi kemampuannya. Saat kebugaran fisiknya dua kali orang normal, Dewa menciptakan dia. Pada saat yang sama saya juga memberinya pengalaman dan kepribadian dari agen khusus. Pada dasarnya itu saja. Karena ia tampak kuat, saya memberinya nama Arnold..."

Zheng dan Jie tertawa diam-diam. Tidak terpikirkan oleh mereka bahwa Xuan akan memilih nama seperti itu.

"Ini bukan titik kunci!"

Xuan meneruskan dengan tenang. "Dia bisa juga mendapatkan peningkatkan kemampuan! Saya meminta Dewa untuk memberikannya kecerdasan, dan Dewa benar-benar meningkatkan dirinya. Apakah kalian tahu apa artinya ini? Ini berarti bahwa manusia yang kalian buat bisa masuk ke film horor! Hanya membutuhkan 500 poin untuk membuat seorang pejuang dua kali lebih kuat dari manusia normal. Maka poin dari satu film bisa memberikan kalian dua pengawal seperti itu. Kalian semua salah! Penciptaan manusia yang diberikan Dewa kepada kalian bukan untuk membuat wanita demi seks, itu bertujuan supaya dapat melindungi hidup kalian, untuk memberikan kalian kesempatan untuk membuat pengawal!"

"Mengapa begitu banyak orang mati di dunia ini? Terutama orang-orang dengan fisik lemah lebih mudah mati. Saya pikir itu karena banyak orang menggunakan 1000 poin pertama untuk meningkatkan diri, kemudian menciptakan manusia berupa seorang wanita. Tapi apa yang dapat kalian capai dengan 1000 poin? Bisakah itu menaikan atribut kalian dua kali lipat? Mengapa tidak membuat dua pengawal setia saja! Dewa sebenarnya memberi kalian petunjuk awal, bagaimana untuk bertahan hidup ketika kalian masih lemah. Itu adalah para pengawal! Keinginan dunia fana seperti itu... kelemahan dari sifat manusia..."

Translator / Creator: isshh