November 15, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 9.1

 

Proses pemulihan menghabiskan dua jam. Penyembuhan Zheng memakan waktu terlama, yang lainnya selesai dalam waktu satu jam. Setelah pemulihannya selesai, sinar beam tiba-tiba berubah dari warna sinar matahari menjadi cahaya hijau. Zheng sepertinya mengerti bahwa Dewa sedang memperbaiki genetikanya.

Dia masih tidak bisa menjelaskan kondisinya setelah membuka batasan genetik. Dalam keadaan itu, banyak informasi bermunculan ke otaknya. Meskipun ia hanya bisa mencapai keadaan ini selama dalam pertempuran, itu masih hebat. Setidaknya dia selamat setelah membuka batasan genetik. Jika ia bisa mencapai keadaan ini dalam keadaan apapun, seperti ketika ia berpikir, menyimpulkan, dan membuat rencana...bagaimanapun, ketika ia bisa mencapai keadaan ini kapanpun ia mau, maka ia bisa menjadi manusia super.

Zheng melihat ke bawah dari tengah udara. Jie tertawa paling keras. Dia memegang istrinya dalam pelukannya dan tertawa. "Sial, tadi itu hampir saja tapi kita juga membuat keuntungan besar. 1000 poin dari reward dasar, 500 poin dari setiap alien, 1000 poin dan sebuah rank D reward dari menyelesaikan misi. Kau harus mengambil risiko demi keuntungan tetapi begitu banyak poin yang didapat, aku OK dengan itu. Ha ha!"

Xuan juga memeriksa reward dari Dewa kemudian berkata. "Pemulihan tubuh berbiaya 107 poin. Apakah itu termasuk normal?"

Jie menggeleng. "Pemulihan sebuah bagian dari tubuhmu tidak memerlukan poin banyak, seperti jika kau kehilangan lengan atau kaki dan perlu untuk memulihkannya, itu tidak mahal. Tetapi jika hidupmu berada dalam bahaya dan kau tidak tahu bagian mana yang perlu diperbaiki, kau harus menggunakan fungsi pemulihan seluruh tubuh. Ini akan memperbaiki setiap masalah kecil yang kau miliki dan ini akan menghabiskan banyak poin. Pemulihanmu lebih mudah hanya lebih dari seratus poin. Aku menggunakan lebih dari dua ratus poin saat ini."

Lan tampak kecut. "Biaya pemulihanku lebih dari empat ratus poin. Aku hanya memiliki sekitar 1600 poin tersisa. Dan ini juga sudah termasuk 100 poin dari memberikan penjelasan kepada pemula. Terlalu banyak poin untuk pemulihan. Satu-satunya hal baik hanyalah rank D reward."

Jie tertawa dan berkata. "Syukurilah itu. Film seperti ini di mana Dewa mengubah plot biasanya berakhir dengan semua karakter tewas. Tapi kita berlima selamat. Apakah kau benar-benar berpikir itu mudah untuk mendapatkan reward? Berkat Zheng, kalau tidak kita sudah berada di dalam perut ratu sekarang."

Mendengar kata ratu membuat wajah mereka pucat. Tapi pada akhirnya mereka semua selamat, ini adalah hal yang paling penting. Zheng kemudian menutup matanya dan terhubung dengan Dewa. Sebuah daftar besar reward terdaftar di otaknya. 1000 poin dasar, 1000 poin dari membunuh dua alien, 3000 poin dari membunuh ratu, 1000 poin dan rank D reward untuk misi. Selain ini, ada juga garis 'Membuka batas genetik'..." Selain kata-kata itu, tidak ada penjelasan sama sekali.

Itu 6000 dolar, tidak, 6000 poin, dan rewardnya juga ok. Zheng jadi bersemangat karenanya. Tapi ketika ia melihat jumlah poin yang ia miliki, ia bingung. Hanya 4170 poin tersisa. Dia ingat memiliki 276 poin tersisa dari sebelumnya. Itu berarti biaya perbaikan tubuhnya lebih dari dua ribu poin. Ini membuatnya tertawa getir. Bisa dibayangkan betapa kritisnya luka-lukanya. Dia merasa beruntung bahwa Dewa masih bisa menyelamatkannya dari itu.

Pokoknya, tetap hidup dan memiliki empat ribu poin membuatnya merasa puas. Ia terputus dari Dewa dan menikmati proses penyembuhan di dalam cahaya hijau. Butuh waktu lebih dari satu jam sebelum dia diturunkan ke lantai.

Setelah turun, Jie memberinya pelukan, kemudian Lori melompat ke dia menangis. Dia segera menggigit bahunya, air mata menetes ke tubuhnya.

Dia sangat peduli dengan cintanya dan melewati kesedihan ekstrim dan kebahagiaan saat ini. Ditambah dia hanya seorang gadis berusia lima belas tahun. Kau tidak bisa mengharapkan seorang gadis SMA untuk melupakan masalah kematian begitu mudah.

Lan awalnya mengulurkan tangan seolah-olah dia akan berlari ke arahnya, tapi ketika dia melihat wajah Zheng dan Lori, ia meletakkan tangannya turun dan berdiri di samping sambil tersenyum.

Jie tertawa. "Ok, ok. Setidaknya perhatikan di mana kau berada jika kau ingin bermesraan. Ha ha. Semuanya, aku akan pergi sekarang. Jika kalian memiliki sesuatu untuk dikatakan, tunggu sampai besok pagi. Membahasnya hari ini terlalu berbahaya. Aku akan menuruh istriku membuatkan kalian makan besar besok..." Lalu ia menggenggam istrinya dan berlari ke kamarnya.

Zheng menggelengkan kepalanya dan berkata. "Kalian tahu bagaimana mengaktifkan kamar kalian kan? Gunakan imajinasi kalian untuk merancang ruangan. Orang lain tidak bisa masuk tanpa izin kalian. Oh benar, tentang poin...tunggu sampai besok, kita akan membahas bagaimana cara menggunakan poin. Jika kita memiliki senjata api berat di film ini maka tidak akan nenakan begitu banyak korban. Xuan jelas lebih baik daripada saya dalam bidang ini. Kita akan membahas bagaimana menghadapi film berikutnya besok."

Kemudian ia menarik Lori seperti yang Jie lakukan dan berlari ke arah kamarnya sambil tertawa. Suara Xuan tiba-tiba datang dari belakang.

"Terima kasih...untuk saat ini."

"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, jika kau tidak menyelamatkan saya dengan pistol di saat-saat terakhir, kita semua pasti sudah mati...Jadi kita masih sekutu? Ha ha…"

Zheng menjawab tanpa menoleh sekitar. Lalu ia berjalan ke kamarnya sambil tertawa. Hanya tiga orang yang tersisa di lobi itu, Xuan, Zero, dan Lan yang menatap punggungnya...

Translator / Creator: isshh