November 14, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 8.3

 

Zheng tidak bisa merasakan sakit lagi. Dia menggigit cakar ratu dan tidak akan melepaskannya, takut bahwa ia akan jatuh ke lantai. Dia tidak memiliki kaki lagi, jika ia jatuh, maka ia tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi bahkan dengan bar baja. Ini adalah kesempatan terakhirnya!

Kesadarannya memudar, Zheng bisa merasakan tubuhnya berubah dingin. Dia tahu ini adalah awal dari sekarat. Dikatakan bahwa seseorang bisa bertahan selama beberapa menit setelah tubuhnya terpotong setengah dari pinggang ke bawah. Jika itu di tempat yang sangat dingin, beberapa orang bahkan bisa bertahan selama lebih dari setengah jam. Tapi ia sudah menderita luka kritis, setelah terpotong di pinggangnya, ia bisa mati setiap saat mulai sekarang.

Karena ia tidak bisa menggerakkan mulutnya, ia mencoba untuk menempatkan cincin granat di atas cakar ratu. Lalu ia menariknya, tapi sebelum dia punya waktu untuk melakukan hal lain, ia mendengar sebuah serangan yang datang ke kepalanya. Itu antara cakar atau lidah alien.

Pah! Pah! Beberapa suara tembakan terdengar tidak jauh dari situ. Xuan berdiri gemetar di samping kandang baja. Salah satu lengannya patah setengah. Pinggangnya membungkuk pada sudut yang aneh.

Tembakan senjata ini berasal dari tangan Xuan yang tersisa. Dia dengan akurat mengenai lidah ratu lagi. Kemampuan membidik jarak pendeknya terbukti sangat baik dan pistol yang ia pilih sangat kuat. Tembakan memutuskan bagian depan lidah dan mengubah arah lidah. Lidah hampir saja menggores sisi kepala Zheng.

"Cepat dan lakukan apa yang anda perlukan! Pengelihatanku akan hilang!" Xuan berteriak saat menembak non stop.

Zheng meletakkan tangan kirinya di cakar. Lalu ia melepaskan gigitannya dan memusatkan semua kekuatan untuk mendorong diri. Dia melompat lebih dari dua meter dari cakar dan menuju kepala ratu.

Dengan tepat, ia menusuk bar baja ke sisi kepala ratu dan menembus mulutnya. Ratu telah mengangkat setengah cakar lainnya saat itu, tapi sebelum ia bisa menyerang Zheng, granat meledak dengan keras. Ledakan itu menghancurkan lengan kiri Zheng menjadi potongan-potongan dan bersama dengan kepala ratu. Pecahan granat, dan potongan bar baja mengenai tubuhnya. Namun pecahan granat ini begitu kecil dibandingkan dengan cedera sebelumnya. Dia menutup matanya dan membiarkan dirinya jatuh ke lantai.

Semua Qi nya sudah habis, energi darahnya hampir kosong, tubuhnya mencapai batas untuk membuka batasan genetik, ia telah kehilangan lebih dari setengah darahnya. Semua cedera ini bisa langsung membunuh orang-orang kuat siapapun itu...Zheng tidak memiliki energi untuk bergerak sedikitpun. Bahkan hanya menutup matanya membuatnya merasa lelah. Ia merasa lelah, dia hanya ingin menemukan suatu tempat dan tidur. Namun, ia merasa bahwa masih ada sesuatu yang harus ia lakukan...

"Sialan kau Dewa, cepat perbaiki tubuh kami...poin-poin, kurangi mereka sesukamu..."

Zheng samar-samar mendengar teriakan Jie yang hamper tak berwujud, dan bersamaan dengan itu, suara tangisan gadis yang sangat familiar. Hal ini membuatnya mencoba untuk membuka matanya, namun ia terlalu lelah untuk melakukannya. Jika bukan karena tangisan ini, dia sudah pasti akan jatuh ke dalam tidur nyenyak.

Tiba-tiba sensasi hangat menyelimuti dirinya. Dia merasa seolah-olah ia berada di air panas. Seluruh tubuhnya terasa santai dan nyaman, namun tidak berlangsung lama. Setelah kenyamanan itu selesai, muncul rasa sakit yang luar biasa. Nyeri ini merangsang dia untuk bangun.

Setelah Zheng terbangun, ia merasa kaget. Dia ingat bahwa pertemuan terakhirnya dengan ratu dan itu membuat dingin seluruh tubuhnya. Itu sebuah rakasa lebih dari tujuh meter dan hampir dua puluh meter panjangnya. Bahkan gajah tidak akan bertahan dari beberapa cambukan ekornya namun ia masih bisa berjuang dalam pertempuran jarak dekat. Seluruh pikiran itu membuatnya takut.

Sampai pada akhirnya ia melihat sekitarnya. Ini adalah dimensi Dewa, platform besar dan bola cahaya yang melayang, dan kegelapan di sisi-sisinya. Ini adalah satu-satunya tempat yang aman di dunia film horor.

Dia mengambang di dalam seberkas beam dari bola cahaya. Ada empat beam redup lainnya. Xuan mengambang di salah satu beam yang paling redup karena luka-lukanya tidak kritis. Kemudian itu Zero dan Jie. Pencahayaan dari beam Lan tepat di bawah nya.

Empat? Zheng menghitung lagi, ya, hanya empat. Kampa tidak ada di dalam platform ini. Jadi tentara bayaran Rusia itu tidak berhasil. Hal ini membuatnya sedikit sedih. Hanya mereka yang selamat yang bisa kembali ke dimensi ini.

Lalu ia melihat tubuhnya sendiri. Rasa sakit itu mereda namun masih tak tertahankan. Bagian bawah tubuhnya telah hilang, kedua lengannya hilang, tubuhnya dipenuhi dengan pecahan granat. Untungnya wajahnya hanya tergores, tidak terkena pecahan granat.

Otot-ototnya yang menggeliat seperti masih hidup. Di bawah sinar ini, otot dan tulang-tulangnya tumbuh kembali dengan kecepatan yang terlihat.

Zheng tidak ingin melihat tubuhnya lagi, yang tumbuh terlihat dari otot, tulang, organ membuatnya jijik. Dia melihat ke bawah di luar tubuhnya dan melihat dua gadis dengan mata berkaca-kaca melihat mereka. Salah satunya adalah wanita yang dibuat oleh Jie, yang lain adalah Lori, gadis berusia lima belas tahun yang tampak begitu patah hati.

Zheng masih tidak bisa bicara. Tenggorokannya terpotong oleh pecahan peluru. Dia membuka mulutnya pada Lori dan mencoba untuk mengirim pesan dengan bibirnya. Meskipun dia tidak tahu apakah dia bisa memahaminya.

"Aku kembali hidup-hidup...Lori, aku menepati janji kita, dan kembali hidup-hidup!"

Translator / Creator: isshh